ffitutrilffiffi, ll1ffi - UNIB Scholar Repository

Transcription

ffitutrilffiffi, ll1ffi - UNIB Scholar Repository
rssN 2087-1880
ir*".H'"d
Et' I
''ffi
ffitutrilffiffi,
ll1ffi
Jurnal lknfiah Teknik Mesin
krmnfaatan Pirtike{ Gmpuung Kerniri Sebagai Bar e n Pe rguat lbita
Kompcit Resin Poliester
1-5
Flarnovro Supiadi
lGji Ferygunaan lVhttranol Sebagpi Refrigeran Urtuk tv'lminghtkan
Efsierri Tennal Sistenr Pend rgin Kmveksi Derpn lkrlxgrcxtnd
,l
TtcrrmlStorqeTa*
M DOnStsih,lrdra lvL Ganddi
E
6-
15
Karahri$ik FolaAiran Pemisahan !,erosne-Wster Paca Fipa
T-Jurrtiu Srdutgf hn Radiw25 nm Dengan Baha;i PlekS$as
L6-72
Krrs. Ridhuan
NhkimumTegangan lhemrd Parh koses Pecelupan €emmicStalk
d Low fursstre tle @stingMoehint
l'hndra
-31
Fergar*r Pr*trci n Bertingkat "ieriudap Kekerasrn Dan KelsJa'.an ?arr k
j
I
i
23
Baja Karbon Sedang
,t
rl
ilt
,r
tultBnif
3:1-39
StudiAual lnteraisi Mor>fvlochire Pada NIesin Cetak @rtet€ Sistem
Bantiig furyadiwansa Fhruq Achmad Yahya, danAri;ul l-kmni ......"..
4O-M
rik Kr:mposit Serat TKK$fu| iester
ShirlEr Savetlana, An*eas Andriyanto
45
Sfat-sifat
tvleka
* 50
FergarrhJarak Pemasangan hconfury Cobin Rmf (SCR)Tertndap
Temperatur Kabin Mobil
A Yudi Eka Risano, Ahmad Su'ud
51-60
hrgujian Karakteristik Perpirdahan Panas Ban Faktor Gesekan
hda Penukar Kalor Pipa Korsentrik Dengan Sisipari Pita Terpilin Berlubang
6L-71
Tri lstanto, Wibaua En&aJunarana
Kaji Eksperimental Perfonrursi ttrhsin Pendirgin l{ompresi Uap dengan
h/b rggu naka n Refr igeran Hi d rokarbon ( HcrO ) Sebagai Aft er nati
f
Refrigeran Pergganti Rl2 dergan Sistem Perggantian Largsung
(bop lnSubtitute)
Aftlhal Kumiauan
Jurnal llmiah
No.
Te[mik Mesin
II
I
I
Mainil
Hal.
n
f,t
l-79
72 - 79
Bandar lannpung
IS,5rV
llilad2012
2087-r*ffi)
I
,
Jurnal Ltecfuinicel, I/olume 3, Nomcr
l,
Maret 2012
DAFTAR ISI
Pernanfaatan Partikel Tenrpurung Kemiri Sebagai Bahan penguat
Pada Konrposit Resin Poliester
Hanrorvo Supriadi
I
-5
Kaji Penggunaan Methanol Sebagai Refrigeran Unfuk Meningkatkan Efisiensi
Tennal Sistem Pendingin Ko,veksi Dengan flnderground Thermal
Storage Tank
6*
L5
Karaktristik Pola AIiran Pemisahan Kerosene-Water PadaPipa T-Jmcrror Sudut 90"
Dan Radius 25 rnm Dengan Bahan pleksiglass
J
Kms. Ridhuan
l6 *
Maksimum Tegangan Thermal pada proses pencelupan Ceramic stalk
di Low Pressure Die Casting Macliiie
Hendra
23--3i
2?"
Pengaruh Prestrain Bertingkat Terhadap Kekerasan Dan Kekuatan Tarik
Baja Karbon Sedang
Zulhanif
32*39
Studi Awal Interaksi Man-Machine PadaMesin Cetak Genteng Sistem Banting
Suryadiwansa Harun, Achmad yahya, dan Arinal Hamrri
S i fat-sifat Mekanik Kompos rt Serat'I'KKS -po I i es'ter
Shirley Savetlana, Andreas Andriyanto
Pengaruh Jarak Pemasangan secondary Cabin Roof (scR) Terhadap
. Temperatur Kabin Mobil
A. Yudi Eka Risano, Ahmad Su'udi
-J
40-44
45-50
51*
60
Pengujian Karakteristik Perpindahan panas Dan Faktor Gesekan
Pada Penukar Kalor Pipa Konsentrik Dengan Sisipan Pita Teqpilin Berlubang
Tri Istanto, Wibawa Endra Juwana.
6l *7n
Kaji Eksperimental Performansi Mesin pendingin Kompresi uap dengan
Menggunakan Refrigeran Hi&okarbon (Hcrl 2) Sebagai alternatif
Refrigeran Pengganti R12 dengan sistem penggantian Langsung
(Drop In Substitute)
Aftlhal Kurniawan Mainil
72 -"ti)
llr
,
Jurna! L{echenicol, l,olume J, Nomor
!, l{aret
2012
7
PENGANTAR REDAKSI
Pada terbitan volume ketiga edisi pertama ini, di bulan Maret
tahun ZAt2,Jurnal
Ilmiah Teknik Mesin MECHANICAL mempersem6u** jumlah arrikel
lebih banyak
daripada edisi sebelumnya- Sebagian besar artikel difokuskan aaam
bidang proses produksi,
rnaterial, konversi energi dan mekanika struktur serta konstruksi-peanlangan.
Edisi ini
memuat sepuluh artikel, yang disumbSskan oleh para penulis yang
beiasal daripada institusi
Universitas Lampung, Univesitas Muhamadiyah Metro, Universitas
Sebelas Maret Surakarta
dan Universit^s Bengkulu-
Dewan red3kli menyampaikan terima kasih yang tiada terhingga
kepada semua
penulis yangtelah berkontribusi penuh mpmajukan ju-uf ini.
Selanjutnya?""** redaksi juga
menyampaikan penghargaan yang setinggi-tin-gginya kepada
mitra bestari atas kesediannya
memberikan masqkan untuk rneningkailu" t*tiias jurnal ini.
Tidak terlupa juga kami
menyalnpaikan ucapan terima kasih kepada seluruh p"nibu", yang
telah menjadikan artikel di
jurnal ini sebagai bahan rujukan t"hi-rrggu akan memberikan
kontribusi lurrrng terhadap
publikasi jurnal ini.
Selanjutnya kami mengajak para peneliti, pengajar dan praktisi
di semua kalangan di
bidang Teknik lr'{esin untuk membeiikan,rr-bungu*,yu
berupa artikel yang akan dimuat di
Jurnal llmiah Teknik Mesin "MECHANICAL" yaig ait".bitkin
dua tcatioatim setahun yaitu
bulan Maret dan September- Jurnal ini telah dipuulii<asi
semenjak tahun 2010 secara berkala,
sehingga penyebaran masih djlakukan ke-seluruh daerah
cli !4donesia- pad4 tahun i.i, kami
akan mempublikasikan jurnal mechanical secara oniine
..rrirge, ii;;d;r-ilth
il;r;;
pembaca' Harapan kami, dewan redaksi bersama dengan
institusi yang menaunginya
(LTNIVERSITAS LAl4PtlNG) agar jurnal ini tetap
berkembang dan selalu ada improvisasi
untuk meningkatkan kualitasnya. Sernua artikel yang telah dan
akan diterbitkan bermalfaat
bagi semua pembaca dan memberikan inspirasi unt,it pengembangan
ilmu dal teknologi di
bidang teknik mesin.
Dervan Redaksi
iv
Jurnal Mechanical, Volume 3, Nomor 1, Maret 2012
MAKSIMUM TEGANGAN THERMAL PADA PROSES PENCELUPAN
CERAMIC STALK DI LOW PRESSURE DIE CASTING MACHINE
Hendra
Program Studi Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Bengkulu
Email : [email protected]
Abstract
Low pressure die casting is process to make the axi-simmetric product such as cylinder head,
piston, brake drum and etc. The process is injected the molten metal with high speeds and pressure
into a metallic die. The low pressure die casting process has some advantages as a low-cost and
high-efficiency precision forming technique. The low pressure die casting having the permanent die
and filling systems are placed over the furnace containing the molten alloy. The filling of the cavity
is obtained by forcing using the pressurized gas to order a rise the molten metal into a tube, which
connects the die to the furnace. The tube called stalk made from ceramics because ceramics has
high temperature resistance and high corrosion resistance. However, care should be taken for the
thermal stress when the tube is dipped into the molten metal. To reduce the risk of fracture it is
important because fracture may happen due to the thermal stresses. In this paper, thermo-fluid
analysis is performed to calculate surface heat transfer coefficient. Then, the finite element method
is applied to consider the thermal stresses when the stalk is dipped into the crucible with varying the
dipping speeds. It is found that the stalk with slowly dipping is better than fast dipping to reduce the
thermal stress.
Keywords: Thermal Stress, Stalk, Low Pressure Die Casting Machine, Finite element method
pembentukan yang tinggi.
Gambar 1
menunjukkan skema dari mesin LPDC. Mesin
LPDC mempunyai cetakan permanen, tungku
pemanasan dan pipa penyalur metal dari
tungku pembakaran yang berisi molten metal.
Pipa penyaluran berfungsi meneruskan molten
metal dengan memanfaatkan gaya tekan dari
gas
yang
dimampatkan
dari
tungku
pembakaran ke cetakan. Pipa penyaluran
molten metal disebut dengan stalk.
1. INTRODUCTION
Low pressure die casting (LPDC)
merupakan suatu proses untuk menghasilkan
produk axi-symmetric seperti cylinder head,
piston, brake drum dan light automotive wheels
[1,2]. LPDC didefinisikan sebagai satu bentuk
teknik pembentukan dengan cetakan yang
mana prinsip kerjanya yaitu molten metal di
injeksikan dengan tekanan dan kecepatan
tinggi ke cetakan metal. Proses LPDC
memiliki peranan yang besar pada industri
pengecoran karena memiliki ongkos yang
rendah dan efisiensi ketepatan teknik
23
Jurnal Mechanical, Volume 3, Nomor 1, Maret 2012
z
Moving
platen
z
o
Stalk
Die
u=2mm/s
1300mm
r
Metal fill
Pressuring
gases
Crucible
Fill stalk
Molten
Aluminum 750°
70mm
15mm
z
85mm
o
u=25mm/s
Gambar. 2 Elemen mesh dari stalk (dengan
radius sudut =5)
112.2
0.17
0.967
1.1
2.2
0.26
0.6
z
Cylinder model
(Molten Al T=750oC)
1300mm
Thermal conductivity  , W/m K
Roll diameter D, m
Kinematics viscosity  , mm2/s
Isobaric specific heat C p , kJ/kg K
Viscosity  , mPa s
Constants in Eq. (1) when Re  1103  2 105 (C1 )
Constants in Eq. (1) when Re  1103  2 105 (n)
Tabel 3 Harga surface heat transfer coefficient
W/m2.K
Model
650mm
Tabel 1 The physical properties dari molten aluminum at 750oC
(1023K) [4]
Physical property (dimension)
o
Gambar.1 Skema dari mesin low pressure die casting
(LPDC)
ro  85mm
ri  70 mm
r
Level pencelupan hingga
pertengahan stalk:
  1.5 103 W/m 2  K
u  2mm/s
Step 16
  1.5 103 W/m 2  K
given
Step 8
Table 2 Mechanical properties dari ceramics
Mechanical properties of ceramics (dimension)
Thermal conductivity, W/m K
Specific heat, J/kg K
Coefficient of linear expansion, 1/K
Young’s modulus, GPa(kgf/mm2)
Specific weight
Poisson’s ratio
4 Point bending strength, MPa (kgf/mm2)
Fracture toughness, MN/m3/2
Step 2
(1) t  0 - 60s
Bagian dalam dan luar permukaan
Sialon
17
650
3.0×10-6
294 (29979)
3.26
0.27
1050 (107)
7.5
Material pipa penyaluran terbuat dari
ceramic karena ceramic memiliki daya tahan
terhadap temperatur tinggi dan korosi.
Sebelumnya material stalk atau pipa dibuat dari
ri  70 mm ro  85mm z : 0 - 650mm
  (0.831-19.51) 103 W/m 2  K
Bagian bawah permukaan z  0mm
  16.1103 W/m 2  K
u  25mm/s
  (0.831-19.51) 103 W/m 2  K
  (2.53-19.1) 103 W/m2  K
  16.1103 W/m 2  K
(2) t  60s - 600s
Untuk keseluruhan permukaan
pencelupan sampai pertengahan stalk:
  0.831103 W/m 2  K
  0.831103 W/m 2  K
besi cor yang mana membuat kualitas produk
rendah karena adanya bagian permukaan dari
molten metal yang meleleh menempel pada
permukaan pipa. Akibatnya kualitas produk
24
Jurnal Mechanical, Volume 3, Nomor 1, Maret 2012
Surface heat transfer (W/m2・K)
rendah dan umur stalk pendek. Oleh karena itu
ceramic digunakan untuk meningkatkan umur
pemakaian.
Tetapi
ceramic
memiliki
kelemahan yaitu memiliki fracture toughness
rendah. Gambar.1, menunjukkan ceramic
stalk yang memiliki peranan penting pada
mesin LPDC karena stalk menerima molten
metal dari tabung pemanas yang dikenal
dengan nama crucible. Permasalahan muncul
ketika ceramic stalk dicelupkan kedalam
molten metal karena adanya tegangan thermal
yang muncul ketika ceramic stalk dicelupkan.
Tegangan thermal ini akan mempengaruhi
kekuatan
material
ceramic
sehingga
mengakibatkan kerusakan akibat rendahnya
fracture toughness dari material ceramic. Paper
ini menggunakan metode elemen hingga untuk
menghitung tegangan thermal yang muncul
ketika stalk dicelup kedalam crucible dengan
variasi level pencelupan dan kecepatan
pencelupan.
2. METODOLOGI DAN SIFAT PHISIK
MATERIAL
Ceramic stalk pada mesin low pressure
die casting memiliki dimensi panjang 1300mm
dan diameter 170mm. Temperatur molten
aluminum diasumsikan adalah 750oC. dan
temperatur
ceramic
20oC.
Tabel
1
menunjukkan sifat phisik dari molten
aluminum pada temperature 750oC [4]. Tabel 2
menunjukkan sifat mekanik dari material
ceramik Ceramik yang digunakan adalah
Sialon [3]. Axi-symmetric model digunakan
untuk ceramic stalk dengan jumlah elemen
19500 dan nodal 20816.
22000
22000
20000
20000
B
D
18000
16000
15000
14000
A
x
12000
o
10000
10000
C
x
o
8000
A
6000
B
5000
4000
C,D
2000
00
00
0.1
100
0.2
200
0.3
0.4
300
400
x (mm)
0.5
500
0.6
600 650
Heat transfer coefficient for 2-D and axi-symmetry model
Gambar 3 Surface heat transfer coefficient dari stalk (u=25mm/s)
25
Jurnal Mechanical, Volume 3, Nomor 1, Maret 2012
400
400
300
300
Maximum stress  z max  128MPa
(MPa)
  max
1max
200
200
100
 z max
 rz max  r max
100
0
0
 rz min
-100
-100
 r min
-200
-200
-400
-400
  min
 3max z min
-300
-300
00
100
100
200
200
300
400
300
400
Time (s)
500
500
600
600
a.
200
200
Maximum stress σzmax =128MPa
σ1max
σzmax
σ(MPa)
100
100
rzmax
σθmax
σrmax
00
rzmin
-100
-100
-200
-200
σzmin
σrmin
σθmin
σ3max
-300
-300
0
0
5
10
10
20
20
15
25
30
30
Time (s)
b. Perbesaran gambar (a)
Gambar 4 Tegangan maksimum vs. waktu pada pencelupan lambat ( u  2mm/s )
Koefisien heat transfer α ketika stalk
dicelup kedalam molten metal diperlukan
dalam analisa tegangan thermal. Paper ini
menggunakan volume beda hingga 2 dimensi
(2D) and axi-simetri model untuk menghitung
koefisien heat transfer. Hasil 2D dibandingkan
dengan hasil axi-simetri model. Gambar 3
menunjukkan nilai koefisien heat transfer 2D
26
Jurnal Mechanical, Volume 3, Nomor 1, Maret 2012
z
z
Detail of A
Detail of B
39MPa
-19MPa
68MPa
-79MPa
-108MPa
98MPa
950C
-138MPa
B
1700C
 z max  128MPa
2460C
3220C
-49MPa
3970C
A
4720C
5480C
9.6MPa
-19MPa
r
r
6230C
z
Temperature
Stress z
Temperature
Gambar 5 Distribusi
displacement 50
temperatur
dan
tegangan
dan axi-simetri model dengan kecepatan celup
cepat u = 25mm/s . Axi-simetri model
menunjukkan nilai koefisien heat transfer α
bagian dalam berbeda dengan bagian luar
seperti yang ditunjukkan oleh Gambar 3. Jika
diameter axi-simetri model tak hingga maka
nilai α akan mendekati nilai α pada hasil 2D.
Tabel 3 menunjukkan nilai koefisien heat
transfer α untuk ceramic stalk dengan
kecepatan celup lambat u = 2mm/s and
kecepatan celup cepat u = 25mm/s . Apabila
kecepatan celupnya lebih lambat daripada
u = 2mm/s ini sangat lambat pada proses
pencelupan dan jika melebihi u = 25mm/s
sangat berbahaya. Sehingga dipilih range
pencelupan
yaitu
dan
u = 2mm/s
u = 25mm/s .
3.
TEGANGAN
THERMAL
CERAMIC STALK
( u = 2mm/s
pada
saat
t = 20.5s ),
Pada
kecepatan
celup
lambat
,
nilai
koefisien
perpindahan
u = 2mm/s
αm = 1.5×103 W/m 2  K digunakan
panas
untuk tiap level pencelupan pada bagian dalam
dan luar ceramic stalk sampai mencapai titik
tengah ceramic stalk. Level pencelupan
bervariasi antara 8 level, 16 level dan 32 level.
Hasil yang diperoleh ditunjukkan oleh Gambar
4. Gambar 4 menunjukkan nilai maksimum
tegangan tarik  1 , maksimum tegangan tekan
 3 , komponen maksimum tegangan  r ,   ,
 z dan maksimum regangan geser  rz dengan
16 level pencelupan. Gambar 4 menunjukkan
maksimum tegangan  z max hampir sama
dengan maksimum tegangan tarik  1 pada
waktu t = 20.5s Oleh sebab itu hanya
maksimum tegangan komponen  z max yang
akan dibahas dalam tulisan ini karena nilai
komponen  z max
sama dengan nilai
PADA
3.1. Hasil Pengujian Pencelupan Lambat
27
Jurnal Mechanical, Volume 3, Nomor 1, Maret 2012
maksimum tegangan tarik  1 . Maksimum
tegangan
 z max
memiliki
nilai
1.
puncak
Saat waktu pencelupan t = 0- 60s , nilai
koefisien
heat
transfer
α = (0.831-19.51)×103 W/m2  K
128MPa pada waktu t = 20.5s untuk level
pencelupan 16 level. Pada level 8 dan 32
nilainya sama tetapi waktu mencapai nilai
puncaknya berbeda. Hal ini disebabkan oleh
level pencelupan menimbulkan efek getaran
akibat adanya perbedaan panas yang terjadi
pada daerah dibawah dan diatas level
pencelupan.
Maksimum tegangan  z max = 128MPa
2.
terjadi pada saat waktu t = 20.5s dan tidak
mengalami penurunan nilai sampai level
pencelupan mencapai pertengahan ceramic
stalk. Setelah mencapai pertengahan ceramic
stalk tegangan akan mengalami penurunan.
Dengan adanya level pencelupan 16
menunjukkan terjadinya fluktuasi nilai
tegangan seperti ditunjukkan pada Gambar 4.
Gambar 5 menunjukkan distribusi
temperatur dan tegangan  z pada ceramic
stalk dengan kecepatan pencelupan lambat
u = 2mm/s dan waktu t = 20.5s . Gambar 5
menunjukkan tegangan maksimum terjadi pada
bagian dalam dari ceramic stalk 128MPa yang
mana tegangan maksimum  z max = 296MPa
terdapat pada bagian diameter dalam dan
bawah ceramic stalk.
digunakan untuk bagian dalam dan luar
permukaan ceramic stalk. Maksimum nilai
koefisien
heat
transfer
pada
α = 16.1×103 W/m2  K digunakan
permukaan bagian bawah ceramic stalk
( z  0mm ) seperti ditunjukkan oleh
Tabel 3.
Saat waktu pencelupan t > 60s , nilai
minimal koefisien perpindahan panas
digunakan
α = 0.831×103 W/m2  K
pada seluruh permukaan ceramic stalk
yang dicelup sampai pertengahan ceramic
stalk.
Gambar 6 menunjukkan distribusi
temperatur dan tegangan  z pada ceramic stalk
dengan pencelupan cepat ( u = 25mm/s pada
saat t =1.1s ). Gambar 6 menunjukkan nilai
tegangan maksimum terdapat pada bagian
bawah dari ceramic tube. Hal ini disebabkan
oleh perbedaan temperatur yang besar terjadi
pada bagian dalam dan luar ceramic stalk.
Gambar 7 menunjukkan tegangan maksimum
 1 ,  r ,   ,  z dan  rz . Seperti ditunjukkan
pada Gambar 7, tegangan tarik maksimum
 1 =   meningkat dalam waktu singkat.
Setelah
mencapai
nilai
puncak
  max = 246MPa pada waktu t =1.1s , nilai
tegangan tarik akan menurun.
3.2 Hasil Pengujian Pencelupan Cepat
Tegangan thermal dengan pencelupan
cepat u = 25mm/s ditunjukkan pada Gambar
1. Tabel 3 menunjukkan nilai koefisien
perpindahan panas yang digunakan pada
pencelupan cepat u = 25mm/s . Tabel 3
menjelaskan nilai koefisien perpindahan panas
yang digunakan pada permukaan ceramic stalk
dan dibagi menjadi dua proses:
28
Jurnal Mechanical, Volume 3, Nomor 1, Maret 2012
300
Maximum stress σθmax =246MPa
σ1max
σzmax
σθmax
σrmax

σ(MPa)
200
200
100
rzmax
00
rzmin
σrmin
-100
-200
-200
σzmin
-300
σθmin
-400
-400
u=25mm/s
-500
σ3max
-600
-600
00
10
10
20
20
30
30
40
40
50
50
Time (s)
(a)
u=25mm/s
300
u=25mm/s
Maximum stress
σθmax =246MPa
σ
σ1max θmax
σzmax
rzmax
σrmax
200
200
σ(MPa)
u=25mm/s
100
00
rzmin
-100
σrmin
-200
-200
-300
σzmin
-400
-400
-500
σ3max
σθmin
-600
-600
00
11
2
2
33
4
4
55
Time (s)
(b). Pembesaran gambar (a)
Gambar 6 Tegangan maksimum vs. waktu pada pencelupan cepat ( u = 25mm/s )
29
Jurnal Mechanical, Volume 3, Nomor 1, Maret 2012
z
z
Detail of C
Detail of D
177MPa
108MPa
900C
39MPa
1600C
-98MPa
2990C
7190C
-167MPa
4390C
3690C
5090C
-235MPa
5790C
-373MPa
σθmax=246MPa
6490C
D
C
r
r
σθ
Temperature
Stress 
Temperature
Gambar 7 Distribusi temperatur dan tegangan   ( u = 25mm/s pada saat
t =1.1s ), displacement 50
30
Jurnal Mechanical, Volume 3, Nomor 1, Maret 2012
and Economical Benchmark. Allumino E
Leghe, 2005.
[3] Nogami S. Large Sialon Ceramics Product
for Structural Use. Hitachi Metal Report,
vol.15; 1999.pp.115-120 [in Japanese].
[4] Editorial committee of JSME. Data of heat
transfer. Tokyo: JSME; 1986. p.323 [in
Japanese].
Tabel 4 Nilai maksimum tegangan tarik
pada ceramic stalk
Ceramic Stalk
Model
u=2mm/s
u=25mm/s
Saat t=20.5s
(maksimum tegangan)
1  128MPa (A)
 z  128MPa (A)
  105MPa (B)
 r  4MPa (A)
 rz  21MPa (C)
Saat t=1.1s
(maksimum tegangan)
1  246MPa (A)
  246MPa (A)
 z  209MPa (A)
 r  89MPa (A)
 rz  98MPa (B)
A
B
C
A
B
3.3 Perbandingan Tegangan Maksimal
Antara Pencelupan Cepat Dan Lambat
Perbandingan tegangan maksimum antara
pencelupan cepat u = 25mm/s dan lambat
u = 2mm/s dapat dilihat pada Gambar 4
sampai dengan 7. Gambar 6 menunjukkan
maksimum tegangan untuk pencelupan cepat
u = 25mm/s yaitu   max = 246MPa , 2 kali
lebih tinggi dibanding dengan pencelupan
lambat u = 2mm/s yaitu  z max = 128MPa
(lihat gambar 4). Tabel 4 menunjukkan posisi
maksimum tegangan dan perbandingan
tegangan maksimum pencelupan cepat
u = 25mm/s dan pencelupan lambat.
u = 2mm/s .
DAFTAR PUSTAKA
[1] “The A to Z of Materials” Aluminum
Casting Techniques-Sand Casting and Die
Casting Processes. (Online), available
from <http://www.azom.com/details.asp?
Articled=1392>, (accessed 2008-4-23).
[2] F. Bonollo, J. Urban, B. Bonatto, M.
Botter. Gravity and Low Pressure Die
Casting of Aluminium Alloys: a Technical
31