Kantor Cabang Indonesia

Transcription

Kantor Cabang Indonesia
Kantor Cabang Indonesia
Daftar Isi
_______________________________________
Contents
_______________________________________
I. General Information
I. Informasi Umum
II. Financial Review
II. Ikhtisar Keuangan
III. Management Policy
III. Kebijakan Manajemen
IV. Core Business
IV. Kegiatan Utama
V. Risk Management Implementation
V. Pelaksanaan Manajemen Risiko
VI. Informasi Lainnya
VI. Informasi Lainnya
-
-
Appendix 1 : HSBC International
Network
Appendix 2 : Branches in Indonesia
Appendix 3 : Organisation Chart
of HSBC Indonesia
Appendix 4 : Structure Chart
of HSBC Holdings plc
Appendix 5 : Structure Chart
of HSBC Indonesia
Appendix 6: Combined Financial
Statements years ended 31 December
2009 and 2008
Annual Report – 2009
-
2
Lampiran 1 : Jaringan Kantor
Internasional HSBC
Lampiran 2 : Kantor Cabang di
Indonesia
Lampiran 3 : Struktur Organisasi
HSBC Indonesia
Lampiran 4 : Diagram Struktur HSBC
Holdings plc
Lampiran 5 : Diagram Struktur HSBC
Indonesia
Lampiran 6 : Laporan Keuangan
Gabungan Tahun berakhir 31
Desember 2009 dan 2008
Laporan Tahunan - 2009
Kantor Cabang Indonesia
I. GENERAL INFORMATION
I. INFORMASI UMUM
HSBC Group Companies and Services
Perusahaan dan Layanan Grup HSBC
Headquartered in London, HSBC is one of the
largest banking and financial services organizations
in the world that serves over 100 million customers
worldwide through over 8,000 offices in 88
countries and territories in Europe, the Asia-Pacific
region, the Americas, the Middle East and Africa.
Dengan kantor pusatnya di London, HSBC adalah
salah satu organisasi perbankan dan layanan
keuangan terbesar di dunia yang melayani lebih
dari 100 juta pelanggan di seluruh dunia melalui
lebih dari 8,000 kantornya di 88 negara dan wilayah
di Eropa, Asia Pasifik, negara-negara di Amerika,
Timur Tengah dan Afrika.
Dengan asset yang bernilai sekitar US$2.364 miliar
per 31 Desember 2009, HSBC adalah salah satu
organisasi perbankan dan layanan keuangan
terbesar di dunia.
With assets of some US$2,364 billion at 31
December 2009, HSBC is one of the world’s largest
banking and financial services organizations.
HSBC is marketed worldwide as ‘the world’s local
bank’. With listings on the London, Hong Kong,
New York, Paris and Bermuda stock exchanges,
shares in HSBC Holdings plc are held by around
220,000 shareholders in 121 countries and
territories. The shares are traded on the New York
Stock Exchange in the form of American
Depositary Shares.
HSBC dipasarkan di seluruh dunia sebagai 'bank
lokal dunia'. Dengan listing di pasar modal London,
Hong Kong, New York, Paris dan Bermuda,
saham-saham HSBC Holdings plc dimiliki oleh
sekitar 220,000 pemegang saham di sekitar 121
negara dan wilayah.
Saham-saham tersebut
diperdagangkan di Pasar Modal New York dalam
bentuk American Depositary Shares.
Through an international network linked by
advanced technology, including a rapidly growing
e-commerce capability, HSBC provides a
comprehensive range of financial services through
four customer groups and global businesses:
Personal Financial Services (including consumer
finance); Commercial Banking; Global Banking and
Markets; and Private Banking.
Melalui jaringan internasional yang terhubung
dengan teknologi mutakhir, termasuk kemampuan
dalam bidang e-commerce yang tumbuh dengan
pesat, HSBC menawarkan sejumlah layanan
keuangan dengan jangkauan yang luas melalui
keempat unit bisnis global dan grup nasabah yang
dimilikinya yaitu : Personal Financial Services
(termasuk
consumer
finance),
Commercial
Banking, Global Banking and Markets dan Private
Banking .
Annual Report – 2009
3
Laporan Tahunan - 2009
Kantor Cabang Indonesia
HSBC’s History in Indonesia
Sejarah HSBC di Indonesia
As the pioneer of modern banking in most of Asian
Countries, HSBC (HSBC (formerly known as The
Hong Kong and Shanghai Banking Corporation
Limited) has had long history in Indonesia. Since
HSBC opened its first Indonesian office in Jakarta
(which known as Batavia) in 1884, HSBC has been
providing various kinds of baking service and
products to the Indonesian customers, whishing to
develop trade and investment opportunities.
Sebagai pelopor perbankan modern di kebanyakan
Negara-Negara Asia, HSBC (HSBC sebelumnya
dikenal sebagai The Hongkong and Shanghai
Banking Corporation Limited) memiliki sejarah yang
panjang di Indonesia.
Sejak HSBC membuka
kantor Indonesia pertamanya di Jakarta (yang
dikenal sebagai Batavia) pada tahun 1884, HSBC
telah memberikan berbagai jenis layanan dan
produk perbankan kepada para pelanggan
Indonesia,
dengan
keinginan
untuk
mengembangkan peluang perdagangan dan
investasi.
Initially started to serve the important sugar trade,
and then expanded its operation to Surabaya in
1896. Later in 1994 HSBC upgraded its Semarang
agency, which has been operating since 1878, into
a full branch.
Pada awalnya layanan perbankan diberikan
kepada perdagangan gula, yang sangat penting
pada saat itu, dan kemudian operasinya diperluas
ke Surabaya pada tahun 1896. Kemudian pada
tahun 1994 HSBC meningkatkan keagenannya di
Semarang, yang telah beroperasi sejak tahun
1878, menjadi cabang penuh.
Selama masa-masa yang penuh tantangan di
pasar Indonesia dimana Bank dipaksa untuk
menutup kegiatannya selama Perang Dunia
Kedua, dan pertengahan tahun 1960-an,
Setelah
ketahanan HSBC benar-benar diuji.
berusaha membuka kembali kegiatannya di
Indonesia setelah Perang Dunia Kedua dan begitu
pula
setelah
penutupan
usahanya
pada
pertengahan tahun 1960-an, Bank mendapat ijin
perbankan baru pada tahun 1968 dimana Bank
menjadi semakin kokoh sejak saat itu dan
mempertahankan posisinya sebagai salah satu
bank asing terbesar yang beroperasi di Indonesia.
During challenging times in the Indonesian market
where the Bank was forced to close operation
during World War II, and in the mid-1960s, HSBC
strengths were really put on trial. Having managed
to re-open its operation in Indonesia after the World
War II and similarly after the closure in mid-1960s,
the Bank was granted a new banking license in
1968 wherein the Bank has remains steadily solid
ever since and retained its position as one of the
largest foreign banks operating in Indonesia.
Currently, HSBC Indonesia offers a broad range of
banking and financial services tailored to meet a
wide spectrum of needs, from those of multinational
corporations to local businesses and individual
Indonesians, including Personal Financial Services,
Corporate, Commercial Banking, Institutional
Annual Report – 2009
Saat ini, HSBC Indonesia menawarkan layanan
perbankan dan keuangan dengan jangkauan yang
luas yang disesuaikan untuk memenuhi berbagai
kebutuhan, dari apa yang dibutuhkan oleh
perusahaan-perusahaan multinasional hingga
usaha-usaha setempat dan kebutuhan-kebutuhan
4
Laporan Tahunan - 2009
Kantor Cabang Indonesia
Banking, Treasury, and Amanah Syariah Banking.
Our products includes Personal Loan (Pinjaman
HSBC, Personal Installment Loan, Credit Card),
Corporate Loan (working capital, investment loan),
Deposit (current account, savings, time deposit),
and other services e.g. Wealth Management, Cash
Management,
Custodian,
Trade
Finance
(export/import), Remittance, Bank Guarantee and
derivatives transactions.
perorangan bagi masyarakat Indonesia, seperti
Korporasi dan Perbankan, Treasury, dan HSBC
Amanah Syariah. Layanan kami mencakup kredit
konsumsi (Pinjaman HSBC, Personal Installment
Loan, Kartu Kredit), kredit korporasi (kredit modal
kerja, kredit investasi), dana pihak ketiga (rekening
giro, tabungan, deposito) dan layanan lainnya
seperti Wealth Management, Cash Management,
Kustodian, Transaksi Ekspor Impor, Remittance
(pembayaran), Bank Garansi, dan transaksi
derivatif.
The Bank’s operation conducted through the
Jakarta main branch and its sub-branches in
Surabaya, Bandung, Batam, Semarang and Medan
Operasi Bank dilakukan di kantor cabang utama di
Jakarta dan kantor – kantor cabang pembantu di
Surabaya, Bandung, Batam, Semarang dan
Medan.
Annual Report – 2009
5
Laporan Tahunan - 2009
Kantor Cabang Indonesia
Bank Management of HSBC Indonesia
Susunan Kepengurusan HSBC Indonesia
Rakesh Bhatia, Chief Executive Officer, HSBC
Indonesia
Rakesh Bhatia, Chief Executive Officer, HSBC
Indonesia
Apratim Chakravarthy, Senior Vice President
Treasury and Investment Banking, HSBC
Indonesia
Apratim Chakravarthy, Senior Vice President
Treasury and Investment Banking, HSBC
Indonesia
Francisco Javier Salgado Munoz, Senior Vice
President & Head of Personal Financial Services,
HSBC Indonesia
Francisco Javier Salgado Munoz, Senior Vice
President & Head of Personal Financial Services,
HSBC Indonesia
To be appointed, Senior Vice President and Head
of HSBC Amanah Indonesia
Dalam Penunjukan, Senior Vice President and
Head of HSBC Amanah Indonesia
Mark Emmerson, Head of Corporate Banking,
HSBC Indonesia
Mark Emmerson, Head of Corporate Banking,
HSBC Indonesia
Paul Choon Guan Gwee, Chief Financial Officer,
HSBC Indonesia
Paul Choon Guan Gwee, Chief Financial Officer,
HSBC Indonesia
Felix I Hartadi, Direktur Kepatuhan, HSBC
Indonesia
Felix I Hartadi, Direktur Kepatuhan, HSBC
Indonesia
Rajeev Babel, Head of Corporate and Institutional
Banking, HSBC Indonesia
Rajeev Babel, Head of Corporate and Institutional
Banking, HSBC Indonesia
Jeffrey Chi Ming Cheung, Chief Technology
Service Officer, HSBC Indonesia
Jeffrey Chi Ming Cheung, Chief Technology
Service Officer, HSBC Indonesia
To be appointed, Chief Risk Officer, HSBC
Indonesia
Dalam Penunjukan, Chief Risk Officer, HSBC
Indonesia
Annual Report – 2009
6
Laporan Tahunan - 2009
Kantor Cabang Indonesia
II. FINANCIAL REVIEW
II. IKHTISAR KEUANGAN
Financial Performance
Kinerja Keuangan
• Net profit before tax decreased by 22.04% to
IDR 993,563 million.
• Net interest income increased by IDR 63, 702
million (2.18%).
• LDR (Loans to Deposit Ratio) increased from
67.29% in 2008 to 72.29% in 2009.
• Loans to customers decreased by 10.93% to
IDR 19,949,199 million.
• Customer Deposits decreased by 17.10% to
IDR 27,591,532 million.
• Maintained a solid Capital Adequacy Ratio of
19.13% in December 2009.
•
Productive Asset Quality
Kualitas Aktiva Produktif
To comply with Bank Indonesia regulation no
7/2/PBI/2005 dated 20 January 2005, all banks are
required to provide provision for their productive
assets.
Sesuai dengan peraturan Bank Indonesia no
7/2/PBI/2005 tanggal 20 Januari 2005, semua bank
wajib membentuk cadangan atas aktiva produktif.
As of 31 December 2009 the allowance for
possible losses on earning assets of the Bank
reached IDR 3,515,870 million, higher than the
minimum provision required by Bank Indonesia of
IDR 3,270,074 million.
Pada
akhir
Desember
2009
penyisihan
penghapusan aktiva produktif HSBC mencapai Rp
3.515.870 juta, lebih tinggi dari jumlah minimum
yang diwajibkan Bank Indonesia sebesar Rp
3.270.074 juta.
Third Party Fund
Dana Pihak Ketiga
As of 31 December 2009 third party fund amount is
as follows:
Pada tanggal 31 Desember 2009, dana pihak
ketiga berjumlah sebagai berikut:
Current Account
Savings
Time Deposit
Giro
Tabungan
Simpanan Berjangka
•
•
•
•
•
IDR 10,199,262 million
IDR 7,205,757 million
IDR 10,186,513 million
Laba bersih sebelum pajak turun sebesar
22,04% menjadi Rp 993.563 juta.
Pendapatan bunga bersih naik sebesar Rp
63.702 juta (2,18%).
LDR (Loans to Deposit Ratio) meningkat dari
67,29% tahun 2008 menjadi 72,29% di tahun
2009.
Kredit kepada nasabah turun 10,93% menjadi
Rp 19.949.199 juta.
Dana Pihak ketiga turun 17,10% menjadi Rp
27.591.532 juta.
Rasio Kecukupan Modal mencapai 19,13%
pada akhir Desember 2009.
Rp 10.199.262 juta
Rp 7.205.757 juta
Rp 10.186.513 juta
Cost of fund
Biaya Dana
During 2009, we recognized interest expense by
IDR 1,004,142 million, generated from deposits
from customers and other banks. Average
interest rate for term deposit for IDR was 8.18%,
USD 0.58%, dan other foreign currency 1.84%.
Average interest rate for interbank call money for
IDR was 6.93%, USD 0.59%, and other foreign
currency was 2.46%
Selama tahun 2009 kami mencatat beban bunga
sebesar Rp 1.004.142 juta yang berasal dari
simpanan dari nasabah dan bank-bank lain. Ratarata suku bunga Deposito berjangka Rupiah
adalah 8,18%, USD 0,58%, dan valuta asing
lainnya 1,84%. Sementara itu rata-rata interbank
call money Rupiah 6,93%, USD 0,59%, dan
valuta asing lainnya 2,46%.
Annual Report – 2009
7
Laporan Tahunan - 2009
Kantor Cabang Indonesia
Financial Ratio
Rasio Keuangan
CAPITAL
2009
2008
PERMODALAN
 Capital Adequacy Ratio
 Fixed Assets against Capital
19.13%
7.79%
12.00%
8.15%
Rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum 
Aktiva Tetap terhadap Modal 
PRODUCTIVE ASSETS




Non Performing Productive Assets
Net Non Performing Loans
Provision against Productive Assets
Provision fulfillment
AKTIVA PRODUKTIF
7.04%
1.15%
7.47%
107.52%
4.61%
1.33%
5.02%
110.27%
PROFITABILITY




Return on Asset
Return on Equity
Net Interest Margin
Operating Expenses to Operating Income
2.32%
10.96%
7.86%
60.76%
3.18%
14.43%
8.72%
62.75%
Annual Report – 2009
Return on Asset
Return on Equity
Net Interest Margin
Beban Operasonal thd Pend. Operasional




LIKUIDITAS
72.29%
67.29%
COMPLIANCE
 Breach on Legal Lending Limit Regulation
 Reserve Requirement
 Net Foreign Exchange Position




RENTABILITAS
LIQUIDITY
 Loan to Deposit Ratio
Aktiva Produktif Bermasalah
Net Non Performing Loans
PPAP terhadap Aktiva Produktif
Kecukupan PPAP
Loan to Deposit Ratio 
KEPATUHAN
nil
5.70%
0.41%
nil
5.65%
2.82%
8
Pelanggaran / Pelampauan BMPK 
Giro Wajib Minimum 
Posisi Devisa Neto 
Laporan Tahunan - 2009
Kantor Cabang Indonesia
III. MANAGEMENT POLICY
III. KEBIJAKAN MANAJEMEN
Business Principles and Values
Prinsip dan Nilai Usaha
As part of the HSBC Group, HSBC Indonesia
subscribes to the same business principles and
values. The Group is committed to five Core
Business Principles:
Sebagai bagian dari Grup HSBC secara
keseluruhan, HSBC Indonesia juga menganut
prinsip dan nilai usaha yang sama. Grup memiliki
komitmen terhadap lima Prinsip Dasar Usaha:
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Outstanding customer service;
Effective and efficient operations;
Strong capital and liquidity;
Conservative lending policy;
Strict expense discipline.
Pelayanan nasabah yang sangat baik;
Operasional yang efektif dan efisien;
Permodalan dan likuiditas yang kuat;
Kebijakan pinjaman yang konservatif;
Disiplin biaya yang ketat.
Through loyal and committed employees who
make lasting customer relationships and
international teamwork easier to achieve.
Dengan karyawan yang loyal dan berkomitmen,
hubungan dengan nasabah dan kerjasama
internasional dapat terjalin dengan lebih mudah.
HSBC also operates according to certain Key
Business Values:
HSBC Grup juga menganut Nilai Usaha:
• The highest personal standards of integrity at
all levels;
•
Integritas karyawan yang tinggi pada setiap
tingkatan;
• Commitment to truth and fair dealing;
•
Komitmen pada transaksi yang benar dan wajar;
• Hands-on management at all levels;
•
Manajemen yang melekat di setiap tingkatan;
• Openly esteemed commitment to quality and
competence;
•
Komitmen secara terbuka atas kualitas dan
kompetensi;
• A minimum of bureaucracy;
•
Birokrasi yang minimal;
• Fast decisions and implementation;
•
Proses
pengambilan
implementasinya;
• Putting the team’s interests ahead of the
individual’s;
•
Mendahulukan kepentingan
kepentingan pribadi;
• The appropriate delegation of authority with
accountability;
•
Pendelegasian
pengawasan;
• Fair and objective employer;
•
Pemberi kerja yang bersifat adil dan obyektif;
• A diverse team underpinned by a meritocratic
approach to recruitment/selection/promotion
•
Pendekatan berdasarkan penghargaan pada
proses penerimaan karyawan, seleksi dan
promosi;
•
Komitmen untuk mematuhi hukum dan
peraturan di tempat di manapun HSBC
melaksanakan kegiatan usahanya;
•
Penerapan tanggung jawab sosial perusahaan
• A commitment to complying with the spirit and
letter of all laws and regulations wherever we
conduct our business;
• The exercise of corporate social responsibility
through detailed assessments of lending
Annual Report – 2009
9
keputusan
tim
wewenang
serta
di
atas
dengan
Laporan Tahunan - 2009
Kantor Cabang Indonesia
proposals and investments, the promotion of
good environmental practice and sustainable
development, and commitment to the welfare
each local
and the development of
community.
dalam penilaian proposal pinjaman dan
investasi, peningkatan praktek yang ramah
lingkungan
dan
pembangunan
yang
berkelanjutan serta komitmen untuk untuk
kesejahteraan dan pembangunan masyarakat
setempat.
HSBC’s reputation is founded on adherence to
these principles and values. All actions taken by
a member of the HSBC Group or staff member
on behalf of a Group company, should conform
with them
Reputasi HSBC dibangun dengan mengacu pada
hal-hal tersebut di atas. Setiap tindakan yang
diambil oleh grup, atau karyawan yang mewakili
grup, harus sesuai dengan prinsip-prinsip dan nilainilai tersebut.
HSBC‘s Group vision
Visi Grup HSBC
“to be the world’s leading financial services
company”
“menjadi lembaga pemberi layanan keuangan
terbaik di dunia”
• “Leading” means preferred, admired and
dynamic as well as recognized for giving the
customer a fair deal.
• ‘Terbaik” berarti menjadi pilihan utama,
dihormati
dan
dinamis,
serta
diakui
memberikan pelayanan
yang bijaksana
kepada nasabah.
• “Leading” also means a leadership position
for each Customer Group in selected major
markets.
• “Terbaik” juga berarti terdepan dalam setiap
pangsa pasar yang dipilih.
• We will remain in the top tier of global banks.
• Kami berusaha tetap menjadi bank papan atas
di tingkat dunia.
• We will retain the Group’s reputation for
operational competence and integrity.
• Kami berusaha menjaga reputasi Grup yang
memiliki kompetensi dan integritas tinggi
dalam menjalankan operasinya.
• Morality is as important as earning growth.
• Moral perusahaan menjadi sama pentingnya
dengan peningkatan pendapatan.
Our central financial target remains focused on
Total Shareholder Return (TSR). We focus on
growing our TSR, which combines share price,
and dividend flows. This will depends on the
quality and the profitability of our business.
Target utama Grup HSBC masih terfokus pada
Total
Shareholder
Return
(TSR).
HSBC
memfokuskan pada pertumbuhan TSR, yang
merupakan kombinasi harga saham dan juga
deviden. Kedua hal ini tergantung sepenuhnya pada
kualitas dan profitabilitas usaha HSBC.
Annual Report – 2009
10
Laporan Tahunan - 2009
Kantor Cabang Indonesia
Managing for Growth
Managing for Growth
Our group operates our business based on the
above mission:
Group menjalankan usaha sesuai dengan visi
kami seperti tersebut di atas:
• The group expansion has given us a unique
international franchise, well balance in terms
of customer groups, geographic spread and
product capabilities.
• Ekspansi Grup telah menghasilkan bisnis
berskala internasional yang unik, sangat
merata dalam hal nasabah grup, cakupan
geografis dan produk.
• Our challenge is to ensure that we build on
the potential of this franchise to the maximum.
Specifically, we must increase the rate of
revenue growth by building a world class,
ethical sales and marketing culture throughout
the group.
• Tantangan kami adalah memastikan bahwa
kami membangun usaha ini semaksimal
mungkin.
Kami
harus
meningkatkan
pertumbuhan
pendapatan
dengan
membangun bisnis kelas dunia, dan juga etika
bisnis di seluruh jajaran Grup HSBC.
• We must increase our focus on meeting our
customers’ needs, organizing ourselves more
clearly, around principal customer groups.
• Kami harus lebih memperhatikan kepentingan
para nasabah, dan juga organisasi Grup
dengan lebih tepat.
• Throughout our business we must strive for
maximum efficiency. Banking markets will
remain highly competitive and we must be a
low cost producer if we are to flourish.
• Di seluruh kegiatan usaha kami, efisiensi
harus ditingkatkan semaksimal mungkin.
Persaingan pada dunia perbankan masih
sangat ketat dan kita harus bertindak seefisien
mungkin agar dapat berkembang pesat.
In our strategy, ‘Managing for Growth’, we outline
our vision – to be the world’s leading financial
services company. We want to be the first choice
for our customers and for our employees. If
HSBC can be the best place to bank, and the
best place to work, we will have built a
sustainable business that will deliver for the long
term for our customers, colleagues, shareholders
and society at large.
Dalam strategi ‘Managing for Growth’, kami
memiliki visi - menjadi lembaga keuangan terbaik
di dunia. Kami ingin menjadi pilihan pertama bagi
nasabah dan karyawan. Jika HSBC dapat
menjadi bank terbaik, dan tempat kerja terbaik,
kami akan dapat membangun bisnis yang terus
berkesinambungan bagi para nasabah, kolega,
pemegang saham, dan masyarakat pada
umumnya.
To achieve this ambition, we have articulated
seven ‘global pillars’ – the actions we will take to
build a financial services company based on the
concept of recommendation, both as a place to
work and a place to do business.
Untuk mencapai ini, kami telah menyusun tujuh
prinsip global guna membangun perusahaan
pemberi
layanan
finansial
berdasarkan
rekomendasi, baik sebagai tempat terbaik untuk
bekerja maupun melakukan kegiatan usaha.
Annual Report – 2009
11
Laporan Tahunan - 2009
Kantor Cabang Indonesia
Joining Up the Company – Our Global Pillars
Joining Up the Company – Our Global Pillars
• Our Customers – Service Excellence
We will improve the customer experience by
living our brand values, so that they feel
HSBC is the ‘best place to bank’.
Management will be rewarded for the level of
customer recommendations achieved both
domestically and internationally in our
chosen segments and channels.
• Nasabah Kami – Layanan Unggul:
Kami akan meningkatkan pengalaman
nasabah dengan menghayati nilai-nilai brand
kami, sehingga nasabah merasakan bahwa
HSBC
adalah
bank
pilihan
terbaik.
Manajemen akan diberikan penghargaan
berdasarkan rekomendasi nasabah, baik
secara domestik maupun internasional dalam
jalur dan segmen yang dipilih.
• Our brand – The World’s Local Bank
We want to be the world’s best financial
services brand. A broader understanding of
the business amongst our shareholders is a
key priority and will lead to an increase in
share ownership across our geographies.
We will continue to stress the quality of our
business ethics to governments and
regulators globally.
• Brand Kami – Bank Dunia Bertradisi Anda:
Kami ingin menjadi lembaga keuangan terbaik
di dunia. Pemahaman yang lebih luas
terhadap HSBC dimata para pemegang saham
adalah prioritas utama kami dan pada akhirnya
meningkatkan kepemilikan saham HSBC di
wilayah yang lebih luas. Kami akan terus
menekankan kualitas etika bisnis kepada
pemerintah dan otoritas di seluruh dunia.
• Our Culture – The Best Place To Work
In order to be recognised as the world’s most
respected and customer-driven universal
financial services employer, we will be
progressive,
perceptive,
responsive,
respectful and fair regarding creativity of
careers, performance remuneration and
management,
diversity,
longevity
of
employment and involvement in society.
Management remuneration will be directly
linked to the rising levels of staff engagement
that result from these changes.
• Budaya Kerja – Tempat Kerja Terbaik:
Agar dapat dipersepsikan sebagai pemberi
kerja / lembaga jasa keuangan universal yang
paling disegani di dunia serta berorientasi
pada nasabah, HSBC akan bersifat progresif,
perseptif, responsif, disegani dan adil dalam
penerapan jenjang karir, remunerasi dan
pengelolaan kinerja, keberagaman, masa
kerja dan ketelibatan di masyarakat.
Remunerasi akan dikaitkan langsung dengan
tingkat keterlibatan pegawai yang diperoleh
dari perubahan ini.
• Our Global Distribution – Our Global
Advantage
HSBC’s global reach is our key industry
advantage. We must join up better by country,
by distribution channel and by customer group
and, to facilitate this, we will reward direct and
indirect revenues. Within Personal Financial
Services, including Consumer Finance, and
small medium-sized enterprises, we will focus
on profitable core product sales volumes. This
will lead to a consistent increase in market
share as we satisfy more of our customers’
needs.
• Jaringan Global – Keunggulan Global:
Jangkauan global HSBC adalah keunggulan
utama kami. Kami harus bersatu dengan
dengan lebih baik, berdasarkan negara,
saluran distribusi dan kelompok nasabah, dan
untuk mencapai hal ini, kita akan mendapat
pendapatan langsung dan tidak langsung.
Dalam layanan keuangan pribadi, termasuk
pembiayaan konsumen dan usaha kecil
menengah, kita fokus pada penjualan produk
utama yang menguntungkan. Hal ini
berdampak pada kenaikan pangsa pasar
karena kemampuan kita dalam memenuhi
kebutuhan nasabah.
• Our Businesses – Building for Sustained
Growth
We will continue to be a growth company
focused on deposits and increasing quality
risk-weighted assets in a controlled manner.
• Bisnis Kami – Membangun Pertumbuhan
Yang Berkelanjutan:
Kami akan terus menjadi perusahaan yang
berkembang, dengan berfokus pada dana
masyarakat dan meningkatnya kualitas aktiva
Annual Report – 2009
12
Laporan Tahunan - 2009
Kantor Cabang Indonesia
This will be supported by securitisasion,
backed up by the discipline of selfcapitalisation. Prioritisation of geographies
and business segments will be clearly
defined, with an additional emphasis on
insurance and retirement business.
tertimbang menurut risiko yang terkendali. Hal
ini didukung oleh sekuritisasi yang dijamin
oleh permodalan sendiri. Prioritas terhadap
lokasi geografis dan segmen bisnis akan
didefinisikan dengan jelas, dengan tambahan
penekanan pada bisnis asuransi dan dana
pensiun.
• Our Technology and Process – Joining Up
the Company
We will use technology to make it easier for
our customers to do business with us.
Businesses will continue to be reengineered
through improved automation of our core
products and reduction in the amount of low
volume/duplicate products and supporting
systems. Branch network hours will be
tailored to suit our customers and we will
provide them with more self-service access.
The expansion of our global processing
operations will additionally focus on head
office functions and support services.
• Teknologi Dan Proses – Mempersatukan
Perusahaan:
Kami akan memanfaatkan teknologi untuk
memudahkan nasabah dalam melakukan
bisnis dengan HSBC. Kegiatan usaha akan
terus disempurnakan melalui sistem otomasi
yang lebih canggih pada produk-produk inti,
pengurangan jumlah produk yang volumenya
terbatas serta sistem pendukung. Jam kerja
cabang-cabang akan disesuaikan agar lebih
memenuhi kebutuhan nasabah. Selain itu,
kami juga akan menyediakan akses yang
mandiri. Ekspansi operasi pemrosesan global
akan menambah fokus pada fungsi kantor
pusat dan layanan pendukung.
• Our Organisation – Guidance with Wisdom
and Delegation With Confidence
• Organisasi Kami – Mengarahkan dengan
Bijaksana dan Mendelegasikan dengan
Kepercayaan:
Kantor Pusat akan menjadi centre of
excellence yang didukung oleh komposisi
pegawai yang mencerminkan keragaman
HSBC. Kantor Pusat harus menunjukkan
manfaat dan biaya yang jelas di negara
tempatnya beroperasi. Country Manager
bertanggung jawab terhadap neraca yang
mereka kelola dan akan mendapatkan imbalan
atas kegiatan usaha yang berhasil mereka
peroleh, baik di dalam maupun luar negeri,
dengan bekerjasama untuk memberikan yang
terbaik bagi nasabah, melalui bisnis global
kami di bidang korporasi, investment banking
and market, private banking dan asuransi.
Head offices will be centres of excellence and
staffed to reflect the international nature and
diversity of HSBC. They will need to
demonstrate a clear cost benefit to the
countries they serve. Our country managers
will continue to be responsible for the balance
sheets that they manage and will be rewarded
for business they attract domestically and
internationally by truly joining up for the
benefit of our cistomers with out global
businesses of Corporate, Investment Banking
and Markets, Private Banking; and Insurance.
The Group Audit Committee
Grup Komite Audit
The Group Audit Committee meets regularly with
the Groups’ senior financial, credit and risk,
internal audit, legal and compliance management
and the external auditor to consider HSBC
Holdings’ financial reporting, the nature and
scope of audit reviews and the effectiveness of
internal
control,
compliance
and
risk
management.
Grup Komite Audit HSBC Holdings plc dan The
Hongkong dan Shanghai Banking Corporation
Limited
bertemu
secara
berkala
dengan
manajemen senior Grup di bidang keuangan, kredit
dan risiko, audit internal, kepatuhan dan hukum
serta auditor eksternal untuk mempertimbangkan
laporan keuangan HSBC Holdings', sifat dan kajian
ruang lingkup audit dan efektivitas pengendalian
internal, kepatuhan dan manajemen risiko
Annual Report – 2009
13
Laporan Tahunan - 2009
Kantor Cabang Indonesia
Membership
The members of the Group Audit Committee
throughout 2009 were R A Fairhead (Chairman),
J D Coombe, J W J Hughes-Hallet and J R
Lomax. Appointment to the committee are made
for periods of up to three years, extendable by no
more than two additional three year periods, so
long as members continue to be independent.
Keanggotaan
Anggota Grup Komite Audit selama tahun 2009
adalah RA Fairhead (Chairman), JD Coombe, JWJ
Hughes-Hallet dan JR Lomax. Pengangkatan
komite untuk jangka waktu sampai tiga tahun, dapat
diperpanjang tidak lebih dari dua kali dalam periode
tiga tahun, selama anggota yang bersangkutan
tetap menjadi independen
- R A Fairhead (Chairman)
Age 48. Chairman, Chief Executive Officer and a
director of Financial Times Group Limited. A nonexecutive Director since 2004. Chairman of the
Group Audit Committee and, since 26 February
2010, the Group Risk Committee. A member A
member of the nomination Committee. A director
of Pearson plcand Chairman of Interactive Data
Corporation. A non-executive Director of The
Economist
Newspape
Limited.
Former
appointments include : Executive Vice President,
Strategy and Group Control of Imperial Chemical
Industries plc; and Finance Director of Pearson
plc.
- RA Fairhead (Chairman)
Usia 48 tahun. Chairman, Chief Executive Officer
dan Direktur Financial Times Group Limited. Noneksekutif Direktur sejak tahun 2004. Ketua Grup
Komite Audit Grup dan sejak 26 Februari 2010 Grup
Komite Risiko. Anggota Komite Nominasi. Direktur
pada Pearson plc dan Ketua Interaktif Data
Corporation. Non-eksekutif Direktur pada The
Economist Newspaper Limited. Sebelumnya juga
pernah menjabat sebagai Executive Vice President,
Strategi dan Kontrol Kelompok Industri Imperial
Chemical Industries plc dan Direktur Keuangan
pada Pearson plc.
Mrs. Fairhead brings to the Board a background
in international industry, publishing, finance and
general management. As the former Finance
Director of Pearson plc, she oversaw the day to
day running of the finance function and was
directly responsible for global financial reporting
and control, tax and treasury. She has a Masters
in Business Administration from the Harvard
Business School.
Sdri. Fairhead memberikan kepada Dewan latar
belakang pada industri internasional, penerbitan,
keuangan dan manajemen umum. Sebagai mantan
Direktur Keuangan Pearson plc, ia mengawasi
pelaksanaan fungsi keuangan dan bertanggung
jawab langsung untuk pelaporan keuangan global
dan kontrol, pajak dan treasury. Beliau memiliki
gelar Master dalam Business Administration dari
Harvard Business School.
- J D Coombe
Age 64. Non-executive Chairman of Hogg
Robinson Group plc. A non-executive Director
since 2005. A member of the Group Audit
Committee, the Remuneration Committee and,
since 26 February 2010, the Group Risk
Committee. A non-executive Director of Home
Retail Group plc. A Trustee of the Royal
Academy Trust. Former appoitments include :
Executive Director and Chief Financial officer of
GlaxoSmithKline plc ; a non-executive of GUS
plc; a member of the Supervisory Board of
Siemens AG; Chairman of The Hundred Group of
Finance Directors and a member of the
Accounting Standard Board.
- J D Coombe
Usia 64 tahun. Ketua Non-eksekutif pada Hogg
Robinson Group plc. Direktur non-eksekutif sejak
tahun 2005. Menjadi anggota Grup Komite Audit,
Komite Remunerasi dan sejak 26 Februari 2010
termasuk dalam Grup Komite Risiko. Direktur noneksekutif Home Retail Group plc. Sebagai Trustee
dari Royal Academy Trust. Sebelumnya juga
pernah menjabat sebagai: Direktur Eksekutif dan
Chief Financial officer Glaxo Smith Kline plc,
menjadi Direksi non-eksekutif GUS plc, anggota
Dewan Pengawas dari Siemens AG, Ketua dari The
Hundred Group of Finance Directors dan anggota
Dewan Standar Akuntansi.
Sdr. Commbe menjadi anggota Dewan dengan latar
belakang bisnis internasional, akuntansi keuangan
dan industri farmasi. Sebagai Chief Financial
Officer dari GlaxoSmithKline, beliau memiliki
tanggung jawab terhadap operasi keuangan Group
Mr. Coombe brings to the Board a background in
international business, financial accounting and
the pharmaceutical industry. As Chief Financial
Officer of GlaxoSmithKline, he had responsibility
for the Group’s financial operation globally. He is
Annual Report – 2009
14
Laporan Tahunan - 2009
Kantor Cabang Indonesia
a Fellow of the Institute of Chartered Accountants
in England and Wales.
- J W J Hughes-Hallet, SBS
Age 60. Chairman of John Swire & Sons limited.
A non-executive Director since 2005. A member
of the nomination Committee and, since 26
February 2010, of the Group Risk Committee. A
member of the Group Audit Committee until 1
March 2010. A non-executive Director and
Former Chairman of Cathay Pacific Airways
Limited and Swire Pacific Limited. A nonexecutive director of The Hongkong and
Shanghai Banking Corporation Limited from 1999
to 2004. A Trustee of the Dulwich Picture Gallery
and the Esmee Fairbain Foundation. A member
of The Hongkong Associationand of the
Governing Board oof the Courtauld Institute of
Art. Awarded the Silver Bauhinia Star by the
Hongkong Government in 2004.
secara global. Beliau adalah anggota dari Institute
of Chartered Accountants di England dan Wales.
- J W J Hughes-Hallet, SBS
Usia 60 tahun, Chairman dari John Swire & Sons
limited. Beliau adalah salah satu dari direktur noneksekutif sejak 2005. Sebagai anggota dari komite
nominasi dan, sejak 26 Februari 2010, sebagai
salah satu dari Group Risk Committee. Anggota
dari komite Audit sampai 1 Maret 2010. Sebagai
direktur non-eksekutif dan mantan Chairman
Cathay Pacific Airway Limited dan Swire Pacific
Limited. Direktur non-eksekutif The Hongkong and
Shanghai Banking Corporation Limited tahun 1999
sampai dengan tahun 2004. Pengurus yayasan
Dulwich Picture Gallery dan Esmee Fairbain
Foundation. Sebagai anggota dari The Hongkong
Association dan sebagai dewan pengurus
Courtauld Institute of Art.
Dianugerahi Silver
Bauhinia Star oleh pemerintah Honkong pada tahun
2004.
- Sdr. Hughes-Hallet menjadi anggota Dewan
dengan latar belakang akuntansi keuangan dan
manajemen dari berbagai perusahaan di sejumlah
industri internasional, termasuk penerbangan,
property,
perkapalan,
manufaktur
dan
perdagangan di Timur Jauh, Inggris, Amerika
Serikat dan Australia. Beliau adalah anggota dari
Institute of Chartered Accountants di Inggris dan
Wales.
- Mr. Hughes-Hallet brings to the Board a
background in financial accounting and the
management of a broad range of businesses in a
number of international industries, including
aviation, property, shipping, manufacturing and
trading, in the Far East, UK, US and Australia.
He is a Fellow of the Institute of Chartered
Accountants in England and Wales.
- J R Lomax,
Age 64. Former Deputy Governor, Monetary
Stability, at the Bank of England and member of
the Monetary Policy Committee. A non-executive
Director since December 2008. A member of The
Group Audit Committee since 1 March 2009 and
of The Group Risk Committee since 26 February
2010. A non-executive director of The Scottish
American investment Company PLC and, since
31 July 2009, of Reinsurance Group of America
Inc. A director of the Council of Imperial College,
London since I June 2009 and a member of the
Board of the Royal national Theatre. Former
appointments include : Deputy Governor of the
Bank of England from 2003 TO 2008. Permanent
Secretary at the UK Government Departments
for Transport and Work and Pensions and at the
Welsh Office from 1996 to 2003; and Vice
President and Chief of Staff to the President of
the World Bank from 1995 to 1996.
Ms. Lomax brings to the Board business
experience in both the public and private sectors
and a deep knowledge of the operation of the UK
Government and the financial system.
Annual Report – 2009
-J R Lomax
Usia 64 tahun. Mantan Deputi Gubernur, Stabilitas
Moneter di Bank of England dan anggota komite
Kebijakan Moneter. Sebagai direktur non-eksekutif
sejak bulan Desember 2008. Anggota dari Grup
Komite Audit sejak 1 Maret 2009 dan anggota dari
Grup Komite Risiko sejak 26 Februari 2010.
Sebagai direktur non-eksekutif dari The Scottish
American Investment Company PLC dan sejak 31
Juli 2009 di Reinsurance Group of America Inc.
Sebagai direktur dari Council of Imperial College,
London sejak 1 juni 2009 dan anggota Dewan dari
Royal National Theatre. Jabatan lainnya antara lain
meliputi : Deputi Gubernur Bank of England dari
tahun 2003 sampai dengan tahun 2008. Sekretaris
tetap pemeritahan Inggris untuk departemen
transportasi dan kerja dan pension dan di Welsh
Office dari tahun 1996 sampai dengan tahun 2003
dan Vice President dan Chief of Staff dari presiden
Bank Dunia tahun 1995 sampai dengan 1996.
Sdri. Lomax menjadi anggota Dewan dengan
pengalaman dibidan usaha baik disektor publik dan
swasta dan pengetahuan yang mendalam tentang
operasional pemerintah Inggris dan system
keuangan.
15
Laporan Tahunan - 2009
Kantor Cabang Indonesia
Meetings
The Committee shall meet with such frequency
and at such times as it may determine. It is
expected that the Committee shall meet at least
six times each year.
Rapat
Komite harus mengadakan pertemuan pada
frekuensi dan waktu yang ditentukan. Diharapkan
Komite harus memenuhi setidaknya enam kali
setiap tahun.
Scope and Responsibilities
Ruang Lingkup dan Tanggung Jawab
To ensure consistency of scope, the Group Audit
Committee has established core terms of
reference among others :
- To monitor the integrity of the financial
statements of the company, and any formal
announcements relating to the company’s
financial performance, reviewing significant
financial reporting judgements contained in
them.
- To review the Company’s financial and
accounting policies and practices.
- To review the Company’s internal financial
controls and its internal control and risk
management systems.
- To monitor and review the effectiveness of the
internal audit function, consider the major
findings or internal investigations and
management’s response, ensure coordination
between the internal and external auditors, and
ensure that the internal audit function is
adequately resourced and has appropriate
standing within the Group and is free from
constraint by management or other restrictions.
The committee shall approve the appointment
and removal of the head of internal audit.
- To make recommendations to te Board, for it to
put to the shareholders for their approval in
general meeting, in relation to the appointment,
re-appointment and removal of the external
auditor and to approve the remuneration and
term of engagement of the external auditor.
- To review and monitor the external auditor’s
independence and objectivity and the
effectiveness of the audit process.
- To develop and implement policy on the
engagement of the external auditor to supply
non-audit services.
- To review the external auditor’s management
letter and management’s response.
- To ensure a timely response is provided to the
issues raised in the external auditor’s
management letter.
- To discuss with the external auditor their
general approach, nature and scope of their
audit.
Untuk menjamin konsistensi ruang lingkup, Group
komite audit telah membentuk kerangka acuan
kerja, antara lain :
− Untuk memonitor integritas laporan keuangan
perusahaan dan setiap pengumuman resmi
terkait dengan kinerja keuangan perusahaan,
penilaian atas tinjauan pelaporan keuangan
signifikan terkandung didalamnya.
− Untuk meninjau kebijakan dan praktek keuangan
dan akuntansi perusahaan.
− Untuk menelaah pengendalian keuangan internal
perusahaan dan kontrol internal berserta sistim
manajemen risiko.
− Untuk memantau dan meninjau efektivitas fungsi
audit internal, mempertimbangkan temuan penting
manajemen,
memastikan
dan
tanggapan
koordinasi antara audit internal dan eksternal,
memastikan bahwa fungsi audit internal memiliki
sumber daya manusia yang memadai dan
memiliki kedudukan yang sesuai dalam Grup dan
lepas dari kendala pihak manajemen atau
batasan lainnya. Komite harus menyetujui
pengangkatan dan pemecatan kepala audit
internal.
− Untuk memberikan rekomendasi kepada Dewan,
yang diajukan kepada pemegang saham untuk
disetujui dalam rapat umum, sehubungan dengan
penunjukan,
penunjukan
kembali
dan
penggantian eksternal audit dan untuk menyetujui
remunerasi dan jangka waktu kerja sama dengan
eksternal audit.
− Untuk memeriksa dan memantau independensi
audit eksternal dan objektivitas dan efektivitas
proses audit.
− Untuk mengembangkan dan melaksanakan
kebijakan kerja sama dengan eksternal audit
untuk layanan non-audit
− Untuk mereview surat manajemen audit eksternal
dan tanggapan manajemen
− Untuk memastikan respon yang tepat waktu
terhadap isu-isu yang diangkat dari surat
manajemen audit eksternal
− Untuk mendiskusikan dengan audit eksternal
mengenai pendekatan umum, sifat dan ruang
lingkup audit mereka
Annual Report – 2009
16
Laporan Tahunan - 2009
Kantor Cabang Indonesia
− Untuk
memeriksa
dan
mendiskusikan
pernyataan
manajemen
pada
sistem
pengendalian internal sebelum disahkan oleh
Dewan.
− Untuk
mempertimbangkan
setiap
temuan
penyelidikan yang major dari pengendalian
internal hal-hal sebagaimana didelegasikan oleh
Dewan atau atas inisiatif Komite dan tanggapan
manajemen.
− Untuk menerima laporan tahunan dan laporan
lainnya dari waktu ke waktu sesuai dengan hukum
dan peraturan yang berlaku
− Untuk memeriksa informasi-informasi yang
mana dapat diminta oleh Komite Pengungkapan
dari waktu ke waktu
− Untuk memberikan kepada Dewan jaminan yang
layak diperlukan sehubungan dengan kepatuhan
perusahaan, anak perusahaan dan mereka yang
menyediakan jasa manajemen dan peraturan
pengawasan lain yang mana mereka patuhi.
- To review and discuss management’s
statement on internal control systems prior to
endorsement by the Board.
- To
consider
any
findings
of
major
investigations of internal control matters as
delegated by the Board or on the Committee’s
initiative and management’s response.
- To receive an annual report, and other reports
from time to time as required by applicable
laws and regulations.
- To review such information as the Disclosure
Committee may request from time to time
- To provide the Board such assurance as it may
reasonably require regarding compliance by
the Company, its subsidiaries and those of its
associates for which it provides management
services with all supervisory and other
regulations to which they are subject.
- To provide to the Board such additional
assurance as it may reasonably require
regarding the realibility of financial information
submitted to it.
- To establish procedures for the receipt,
retention and treatment of complaints regarding
accounting, internal accounting controls or
auditing matters and for the confidential,
anonymous submission by employees of
concerns regarding questionable accounting or
auditing matters.
- To review regular risk management reports
setting out the risks involved in the company’s
business and how they are controlled and
monitored by management and to review the
effectiveness of the Group’s risk management
framework.
- To agree with the Board the Company’s policy
for the employment of former employees of the
external auditor.
- To review the composition, powers, duties and
responsibilities of other Audit Committees
within the Group.
- To undertake or consider on behalf of the
Chairman or the Board such other related
tasks or topics as the Chairman or the Board
may from to time entrust to it.
− Untuk memberikan kepada Dewan tambahan
kepastian yang layak dibutuhkan sehubungan
dengan kebenaran informasi keuangan yang
disampaikannya
− Untuk menetapkan prosedur penerimaan,
retensi dan tanggapan atas
keluhan
sehubungan dengan akuntansi, pengendalian
akuntansi internal atau permasalahan audit dan
untuk kerahasiaan, anomim penyampaian oleh
karyawan sehubungan dengan akuntansi yang
dipertanyakan atau permasalahan audit.
− Untuk memeriksa laporan berkala manajemen
risiko yang menetapkan risiko yang melekat
pada bisnis perusahaan dan bagaimana mereka
dikendalikan dan diawasi oleh manajemen dan
untuk mengkaji efektivitas kerangka kerja Grup
Manajemen Risiko .
− Untuk menyetujui kebijakan Dewan Perusahaan
untuk memperkerjakan mantan karyawan
eksternal audit
− Untuk memeriksa susunan, kekuasaan, tugas
dan tanggung jawab Komite Audit lain dalam
Grup.
− Untuk melakukan atau mempertimbangkan atas
nama Ketua atau Dewan tugas-tugas terkait
lainnya seperti atau hal hal sebagai Ketua atau
Dewan yang mungkin dari waktu ke waktu yang
dipercayakan untuk itu.
− Komite sendiri harus mengadakan pertemuan
dengan audit eksternal dan dengan kepala audit
internal setidaknya sekali setiap tahun untuk
memastikan bahwa tidak ada masalah yang
belum terselesaikan.
- The Committee alone shall meet with the
external auditor and with the head of internal
audit at least once each year to ensure that
there are no unresolved issues or concerns.
Annual Report – 2009
17
Laporan Tahunan - 2009
Kantor Cabang Indonesia
- The Committee may appoint, employ or retain
such professional advisors as the Committee
may consider appropriate.
- The Committee shall review annually the
Committee’s terms of reference and its own
effectiveness and recommend to the Board any
necessary changes
- To report to the Board on the matters set out in
these terms of reference.
− Komite dapat menunjuk, mempekerjakan atau
mempertahankan profesional advisor sesuai
dengan pertimbangan Komite
− Komite harus mengkaji ulang kerangka acuan
kerja dan efektifitasnya secara tahunan dan
merekomendasikan kepada Dewan apabila
terdapat perubahan bila diperlukan.
− Melaporkan hal –hal yang tercantum dalam
kerangka acuan kerja kepada Dewan.
Audit Committee is one of committees which has
been established in Group and performing all
audit committee function. In HSBC Indonesia,
Internal Audit Unit Function (SKAI) is periodically
performed by HSBC Group Audit Asia Pacific
(GAA) to all branches in HSBC Indonesia.
Komite Audit merupakan salah satu komite yang
telah dibentuk di Grup dan bertugas untuk
menjalankan seluruh fungsi komite audit. Di
HSBC Indonesia, Fungsi Satuan Kerja Audit
Internal (SKAI) dilaksanakan oleh HSBC Group
Audit Asia Pasific (GAA) dimana pelaksanaan
auditnya dilakukan secara berkala terhadap
seluruh cabang di HSBC Indonesia.
HSBC Indonesia has appointed Siddharta &
Widjaja (a member firm of KPMG International)
as an independent external auditor to review
financial report and the bank’s operational
process which may impact to financial report of
HSBC Indonesia.
HSBC Indonesia telah menunjuk Kantor Akuntan
Publik (KAP) Siddharta & Widjaja (a member firm
of KPMG International) yang bertindak sebagai
auditor independen untuk memeriksa laporan
keuangan
maupun
proses-proses
yang
mempengaruhi
laporan
keuangan
HSBC
Indonesia.
IV. CORE ACTIVITIES
IV. KEGIATAN UTAMA
Corporate & Commercial Banking
Corporate & Commercial Banking
HSBC fosters long-term relationships based on
its global connections and extensive knowledge
of the region and Asian business. A full range of
banking services is provided to a wide range of
customer base, ranging from the small medium
enterprises to major multinationals. These
include working capital, term and project finance,
foreign exchange, derivatives and trade finance
facilities and services.
HSBC memupuk hubungan jangka panjang atas
globalnya
dan
dasar
hubungan-hubungan
pengetahuan yang luas mengenai wilayah yang
bersangkutan dan mengenai perdagangan di
Asia.
Sejumlah layanan perbankan dengan
jangkauan luas ditawarkan kepada basis
pelanggan yang beraneka ragam, yang berkisar
dari perusahaan-perusahaan kecil dan sedang
hingga perusahaan-perusahaan multinasional.
Termasuk didalamnya modal kerja, pendanaan
masa dan proyek, devisa, derivatif dan fasilitas
dan layanan keuangan perdagangan.
Some awards received on the corporate &
commercial banking business include: No.1 in
Overall Quality Index for Large Corporate
(Greenwich Survey, 2007), The Top Corporate
Bank in Indonesia (Greenwich Quality Index,
2006), Best Foreign Bank for Corporate and
Commercial Banking (Finance Asia, 2006), Best
Foreign Bank for Corporate and Commercial
Beberapa penghargaan yang telah diperoleh
dalam usaha perbankan korporasi dan komersial
antara lain: No.1 in Overall Quality Index for Large
Corporate (Greenwich Survey, 2007), The Top
Corporate Bank in Indonesia (Greenwich Quality
Index, 2006), Best Foreign Bank for Corporate
and Commercial Banking (Finance Asia, 2006),
Best Foreign Bank for Corporate and Commercial
Annual Report – 2009
18
Laporan Tahunan - 2009
Kantor Cabang Indonesia
Banking (Investor, 2006), Best Corporate &
Institutional Internet Banking in Indonesia (Global
Finance, 2009)
Banking (Investor, 2006), Best Corporate &
Institutional Internet Banking in Indonesia (Global
Finance, 2009)
HSBC Securities Services
HSBC Securities Services
HSBC provides custody and clearing services to
domestic and cross-border investors through a
network of service centers in 39 local markets in
the Asia-Pacific, Middle East, Europe and
Americas regions. In Indonesia, the services
have been offered since 1989 to both resident
and non-resident clients including global
custodians, brokers/dealers, fund managers and
trustees. In addition to the custody and clearing
services, the institutional fund services and
corporate trust agency services have also been
offered to domestic players. With 19 years of
experience, knowledgeable and dedicated staff,
combined with high service standards and
advanced systems have placed HSBC as one of
the major players in Indonesia. HSBC also
actively participate in a number of financial and
securities working groups such as member of
Trading Committee in Jakarta Stock Exchange,
Bank Indonesia By Law committee, Indonesian
Custodian Bank Association, and Indonesian
Funds Management Association. One of HSBC’s
executives also sits in the board of
Commissioner at the Indonesian Central
Securities Depository.
HSBC memberikan layanan penitipan (custody)
dan kliring kepada para investor domestik dan
lintas batas melalui suatu jaringan pusat layanan
di 39 pasar lokal di wilayah Asia-Pasifik, Timur
Tengah, Eropa dan Amerika.
Di Indonesia,
layanan ini telah ditawarkan sejak tahun 1989
kepada institusi yang terdiri dari para global
custodian, pialang/dealer, manajer investasi dan
wali amanat. Selain dari layanan penitipan dan
kliring, layanan rekening escrow, security agent
dan corporate trust juga telah ditawarkan kepada
para pemain domestik. Dengan pengalaman
selama 19 tahun, staf yang memiliki pengetahuan
luas dan dedikasi tinggi, yang dipadukan dengan
standard layanan yang tinggi dan sistim mutakhir,
HSBC telah menempati posisi depan di
Indonesia. HSBC juga secara aktif berpartisipasi
dalam sejumlah kelompok kerja keuangan dan
efek
seperti
menjadi
anggota
Komisi
Perdagangan di Bursa Efek Jakarta, Komisi
Anggaran Rumah Tangga Bank Indonesia,
Asosiasi Bank Kustodian Indonesia, dan Asosiasi
Salah satu
Pengelolaan Dana Indonesia.
eksekutif HSBC juga duduk sebagai anggota
Dewan Komisaris di PT Kustodian Sentral Efek
Indonesia (KSEI)
In 2007, HSBC has been granted a license by
the National Syariah Board as the Syariah
compliant custodian bank and become the first
foreign bank that offers full-fledged custody and
syariah banking under one roof.
Pada tahun 2007, HSBC telah mendapatkan ijin
dari Dewan Syariah Nasional sebagai bank
penitipan efek Syariah dengan ketaatan tinggi dan
menjadi bank asing pertama yang menawarkan
perbankan, jasa kustodian dan syariah yang
lengkap dibawah satu atap.
HSBC has become the first provider for the first
ever ETF product being introduced and launched
to the Indonesian capital market in 2007.
HSBC telah menjadi penyedia pertama dari
produk ETF yang diperkenalkan dan diluncurkan
ke pasar modal Indonesia pada tahun 2007.
Our experienced and dedicated staff, combined
with excellent service and state-of-the-art
systems have received recognition as evidenced
by, numerous awards and accolades that have
been bestowed upon HSBC Securities Services
business. They include: Best Sub-custodian in
Indonesia (Global Investor 2006-2009), Top
Rated and No. 1 Sub-Custodian in 'Leading
Client category (Global Custodian 2007-2008),
Top rated Sub-Custodian in Cross Border/NonAffiliated category (Global Custodian
1994-
Staf kami yang berpengalaman dan berdedikasi
tinggi, dipadukan dengan layanan unggul dan
sistim canggih, telah di akui oleh umum dan
dibuktikan dengan berbagai penghargaan yang
telah dianugerahkan kepada HSBC, antara lain:
Best Sub-custodian in Indonesia (Global Investor
2006-2009), Top Rated and No. 1 Sub-Custodian
in 'Leading Client category (Global Custodian
2007-2008), Top rated Sub-Custodian in Cross
Border/Non-Affiliated category (Global Custodian
1994-2008), Best Sub-Custodian in Indonesia
Annual Report – 2009
19
Laporan Tahunan - 2009
Kantor Cabang Indonesia
2008), Best Sub-Custodian in Indonesia (Global
Finance 2003-2007) and Best Sub-Custodian in
Indonesia (The Asset Asian Award 2008)
(Global Finance 2003-2007) and Best SubCustodian in Indonesia (The Asset Asian Award
2008)
Institutional Banking
Institutional Banking
HSBC Institutional Banking provides a full range
of financial services to banks and non-bank
financial institutions. In recognition of our client’s
unique needs, we specialize in providing
bespoke and most optimum solutions utilizing
HSBC's wide range of financial service
capabilities and global presence.
Perbankan Institusional HSBC menawarkan
sejumlahlayanan keuangan yang lengkap kepada
kalangan perbankan dan institusi keuangan nonbank. Sebagai pengakuan terhadap kebutuhan
unik dari para klien, kami mengkhususkan diri
pada penyediaan solusi menurut pesanan dan
yang paling optimal dengan memanfaatkan
kemampuan
layanan
keuangan
dengan
jangkauan luas dan kehadiran secara global.
Para Relationship Manager kami bertindak
masing-masing sebagai ujung tombak dan
memberikan dukungan hubungan yang lengkap
kepada para pelanggan kami dalam masingmasing wilayah waktu mereka; berkoordinasi
dengan kantor-kantor HSBC lainnya untuk
memenuhi kebutuhan antar batas para pelanggan
kami; bekerja bersama para spesialis produk
untuk menawarkan solusi inovatif dalam
lingkungan yang kompleks dengan peraturan
yang berbeda-beda. Mereka memiliki komitmen
yang tinggi untuk memberikan tingkat mutu
layanan yang tertinggi dengan kelambatan yang
minimal.
Our local Relationship Managers act as the
single point of contact and provide clients with
complete relationship support in our clients time
zone; coordinate with other HSBC offices to meet
our clients cross-border requirements; work with
product specialists to offer innovative solutions in
complex and variable regulatory environments.
They are committed to deliver the highest level of
service quality with minimum delay.
Global Payments and Cash Management
Global Payments and Cash Management
As part of the commitment to provide service
excellence to corporate customers, over the
years HSBC Indonesia has invested in
technology and human resources in providing a
wide range of cash management solutions for
any scale/type of companies. It also is
continuously developing various partnerships to
extend its presence across the Indonesia
archipelago which offers convenience to its
corporate customers in performing their daily
cash management transactions.
Sesuai dengan komitmen untuk menyediakan
layanan yang terbaik bagi nasabah korporat,
HSBC Indonesia secara berkesinambungan
melakukan investasi di bidang teknologi dan
sumber daya manusia dalam menyediakan solusi
Pengelolaan Kas untuk berbagai jenis dan skala
perusahaan. HSBC Indonesia juga secara terus
menerus membangun hubungan kerja sama
dengan berbagai macam instansi untuk
memperluas jangkauan layanan kami di
Indonesia, yang akan memberikan kemudahan
bagi nasabah korporat untuk melakukan
kebutuhan transaksi harian mereka.
HSBC's cash management solutions cover all
facets
of
cash
management,
including
receivables, payments and liquidity management,
which are delivered via HSBCnet and HSBC
Connect, HSBC's global Internet banking and
host-to-host delivery channels. Enhanced with
Solusi kami mencakup seluruh segi pengelolaan
kas perusahaan, termasuk pengelolaan piutang,
kebutuhan
pembayaran
dan
pengelolaan
likuiditas, yang dapat dilakukan melalui HSBCnet,
Internet banking HSBC, dan HSBC Connect,
saluran host-to-host HSBC. Ditambah lagi dengan
Annual Report – 2009
20
Laporan Tahunan - 2009
Kantor Cabang Indonesia
the leading Client Management approaches,
customers will experience value-added and
advisory services. Our solutions are readily
scalable and have a strong track record of
tailoring solutions to meet the demands of
specific industries.
layanan after-sales kami yang terdepan di industri
melalui struktur tim Client Management kami yang
solid, nasabah korporat akan memperoleh nilai
tambah yang lebih dan kemudahan dalam
melakukan seluruh transaksi perbankan yang
dibutuhkan. Solusi yang kami tawarkan akan
disesuaikan dengan skala, segmen, dan
kebutuhan spesifik masing-masing perusahaan di
setiap industri
Through an innovative and unique process of
combining the development of our cash
management solutions, our client management
approaches and our delivery channels, HSBC
brings you the 'truly integrated' solutions.
Some credentials: Chosen as the The Best
International Cash Management Bank in
Indonesia by EuroMoney Poll (2008 & 2009).
Rated in the 2008 Greenwich survey as No 1 in
Cash Management Leadership reputation, No 1
in Relationship Quality Index, No 1 in Product
Quality index, No 1 in Customer Service Quality
index, No 1 in Sales Quality Index, No 1 in Sales
Officer Capability, No 1 in Cash Management
Service Penetration, No 1 in Cash Management
Overall Quality Index. And won the The Best
Cash Management Bank for Large-sized
Corporates and The Best Cash Management
Bank for Small-sized Corporates award in the
AsiaMoney Poll (2008 & 2009).
Melalui
kombinasi
pengembangan
solusi
Pengelolaan
Kas,
pendekatan
pelayanan
nasabah, dan delivery channel kami, HSBC
memberikan Anda solusi yang 'benar-benar
terpadu'. Beberapa data pendukung: Terpilih
sebagai
The
Best
International
Cash
Management Bank in Indonesia by EuroMoney
Poll (2008 & 2009). Memperoleh penghargaan
pada 2008 Greenwich survey sebagai No 1 in
Cash Management Leadership reputation, No 1 in
Relationship Quality Index, No 1 in Product
Quality index, No 1 in Customer Service Quality
index, No 1 in Sales Quality Index, No 1 in Sales
Officer Capability, No 1 in Cash Management
Service Penetration, No 1 in Cash Management
Overall Quality Index. Dan memenangkan
penghargaan The Best Cash Management Bank
for Large-sized Corporates and The Best Cash
Management Bank for Small-sized Corporates
pada AsiaMoney Poll (2008 & 2009).
Trade and Supply Chain
Trade and Supply Chain
HSBC continues to be a pioneer in providing
leading trade and supply chain solution, ensuring
superior levels of customer satisfaction and best
in class product development. HSBC has
Indonesia’s largest trade operations team with 60
dedicated experts handling a comprehensive
array of trade finance and supply chain solutions.
In 2008, a product management team and a
dedicated client service team were formally
established to enhance our ability to provide
solution driven expertise in important domestic
industries such as oil and gas, agribusiness and
consumer goods.
HSBC terus menjadi pioner dalam penyedia
perdagangan dan supply chain solution, dengan
memberikan kepastian akan tingkat kepuasan
pelanggan yang superior dan paling baik pada
kelas pengembangan produk. HSBC memiliki
operasional perdagangan terbesar dengan 60
orang yang berpengalaman di bidang trade
financedan supply chain solution. Pada Tahun
2008, dibentuk sebuah tim manajemen produk
dan tim client service tujuannya agar dapat
membentuk industri domestic seperti miyak dan
gas, agribisnis dan consumer goods.
HSBC also continues to add value and increase
our customers’ efficiency by delivering cutting
edge technology and conducting tailored
educational seminars. HSBC also provides
alternative form of financing by giving nonfacility/facility
customers
with
immediate
financing through Forfaiting scheme. Forfaiting
HSBC juga terus melakukan penambahan nilai
dan meningkatkan efisiensi nasabah dengan
memberikan cutting edge technology dan melalui
seminar. HSBC juga menyediakan bentuk
alternative pembiyaan dengan memberikan
nasabah non fasilitas/fasilitas skema Forfaiting.
Forfaiting menawarkan skema pembiayaan Impor
Annual Report – 2009
21
Laporan Tahunan - 2009
Kantor Cabang Indonesia
offers Import Financing and Export Financing
scheme. Export Forfaiting scheme allows
customers (exporters) to eliminate the importing
country’s commercial, credit and political risk.
The same can also be applied to domestic trade
using local documentary credit.
dan Ekspor. Pada Forfaiting Ekspor, nasabah
dapat mengurangi biaya impor, kredit dan risiko
politik. Hal yang sama juga dapat di aplikasikan
pada perdagangan domestik yang menggunakan
kredit dokumen lokal.
Staff kami yang berpengalaman dan berdedikasi
yang juga dikombinasikan dengan pelayanan
yang sangat baik dan memiliki system yang
handal membuat HSBC memposisikannya
sebagai
nomor satu sebagai leader dalam
industri ini. HSBC mendapatkan beberapa
penghargaan sebagai berikut: Islamic Fnance
News Best Trade Finance Deal of the Year
(2008), Trade Finance Highly Commended Bank
in Indonesia (2007), The Asset Best Trade
Finance Bank in Asia (2003 – 2008), Global
Finance Best Trade Finance Bank in Asia (2002 –
2007), The Cargonews Asia Best Trade Finance
Bank (2003 – 2008), Finance Asia Best Trade
Finance Bank (1997 – 2008), Best International
Trade Bank in Indonesia (Trade Finance
Magazine, 2009)
Our experienced and dedicated staff, combined
with excellent service and state-of-the-art
systems have placed HSBC in a leading position
in Indonesia as the leader in the industry.
Numerous awards and accolades have been
bestowed upon HSBC Trade and Supply Chain.
They include: Islamic Fnance News Best Trade
Finance Deal of the Year (2008), Trade Finance
Highly Commended Bank in Indonesia (2007),
The Asset Best Trade Finance Bank in Asia
(2003 – 2008), Global Finance Best Trade
Finance Bank in Asia (2002 – 2007), The
Cargonews Asia Best Trade Finance Bank (2003
– 2008), Finance Asia Best Trade Finance Bank
(1997 – 2008), Best International Trade Bank in
Indonesia (Trade Finance Magazine, 2009)
Personal Financial Services
Personal Financial Services
HSBC provides a variety of products and services
for a diverse range of personal banking needs. This
includes the exclusive worldwide HSBC Premier
proposition, which offers personalized banking and
wealth management services and a wide range of
exclusive global benefits and privileges to our high
net worth customers. A full suite of investment
solutions is offered to all personal customers. This
includes mutual funds offered exclusively by HSBC
and a range of select "public" funds managed by
Indonesia based third party asset management
companies. Lending secured by these investments
is also available. HSBC has also expandedits
offering to include a full suite of Bancassurance
products. These include a selection of credit
protection products for our credit card customer
HSBC memberikan berbagai produk dan layanan
untuk bermacam-macam kebutuhan perbankan
perorangan, termasuk usulan HSBC Premier yang
eksklusif dan telah mendunia, yang menawarkan
perbankan pribadi dan layanan pengelolaan asset
serta berbagai manfaat dan hak istimewa yang
global dan eksklusif bagi pelanggan dengan net
worth yang tinggi. Seperangkat lengkap solusi
investasi ditawarkan kepada seluruh pelanggan
perorangan. Termasuk didalamnya adalah mutual
funds yang khusus ditawarkan oleh HSBC dan
suatu rangkaian dana "masyarakat" pilihan yang
dikelola oleh perusahaan-perusahaan pengelolaan
asset pihak ketiga yang berbasis di Indonesia.
Pemberian kredit yang dijamin oleh investasi ini juga
tersedia. HSBC juga telah menyediakan produk
Annual Report – 2009
22
Laporan Tahunan - 2009
Kantor Cabang Indonesia
base and a mix of traditional and long term saving
related Life Insurance and Pension related
offerings.
Bancassurance
yang
lengkap,
termasuk
didalamnya produk perlindungan nasabah kartu
kredit, pilihan produk tabungan dan tabungan
jangka panjang dengan asuransi jiwa dan dana
pensiun.
HSBC also offers a series of structured and
treasury related investment products in a variety of
foreign currencies as well as a competitive range of
foreign exchange products and services. In
addition, reward programs like an attractive
program and invitations to a range of exclusive
customer focused events, are also available.
HSBC’s Visa and MasterCard credit cards, the
global cards with the best deals at home, offer
unmatched benefits and privileges in Indonesia and
other countries in Asia Pacific. They are accepted
worldwide and at thousands of establishments right
across the Indonesian archipelago. HSBC’s
cardholders can enjoy all kinds of discounts,
benefits and rewards at popular restaurants, hotels,
shopping malls and entertainment centres. They
are also supported by an extensive nationwide
ATM network and can be used to withdraw cash
from over half million participating ATMs of Visa
and MasterCard. We provide 24-hr customer
service and access to unique cellular phone (SMS)
and Internet services.
HSBC juga menawarkan suatu rangkaian produkproduk investasi yang terstruktur dan berkaitan
dengan perbendaharaan dalam sejumlah mata
uang asing dan juga sejumlah produk dan layanan
devisa yang kompetitif. Selain itu, program-program
hadiah/reward seperti program yang menarik dan
undangan-undangan untuk menghadiri sejumlah
event yang eksklusif yang difokuskan pada
pelanggan juga tersedia. Kartu Kredit Visa dan
MasterCard HSBC, kartu global dengan deal terbaik
di dalam negri, menawarkan manfaat dan hak
istimewa yang tak tertandingi di Indonesia dan
negara-negara lain di Asia Pasifik. Kartu-kartu ini
diterima di seluruh dunia dan oleh ribuan
perusahaan di seluruh kepulauan Indonesia.
Pemegang kartu HSBC dapat menikmati segala
macam diskon, manfaat dan hadiah di restoranrestoran, hotel, pertokoan, mal dan pusat hiburan.
Kartu-kartu itu juga didukung oleh jaringan ATM
yang luas di seluruh Indonesia dan dapat digunakan
untuk menarik uang tunai dari lebih dari setengah
juta ATM Visa dan MasterCard. Kami memberikan
layanan pelanggan 24 jam dan akses kepada
layanan unik telepon genggam (SMS) dan layanan
Internet.
In addition, HSBC's credit cards provide purchase
protection plan, credit shield, and extensive travel
insurance program. HSBC’s unique rewards
program allows customers to redeem for various
attractive merchandises and contribute to local
charities. Through a range of efficient delivery
channels, HSBC offers the latest self-service
banking
technology
including
ATMs,
phonebanking, personal Internet banking facility,
and mobile phone banking, to serve its broad base
of customers. In Indonesia, HSBC has a branch
network covering the cities of Jakarta, Bandung,
Semarang, Surabaya, Medan and Batam. For
added convenience, HSBC customers can also
access over 17,000 ATM machines through ATM
Bersama networks.
Selain itu, kartu kredit HSBC menawarkan
perencanaan perlindungan pembelian, pelindung
kredit, dan program asuransi perjalanan yang luas.
Program hadiah HSBC yang unik memberikan
kemudahan bagi pelanggan untuk memperoleh
berbagai barang hadiah yang menarik dan untuk
memberikan sumbangan kepada usaha-usaha
amal setempat.
Melalui sejumlah saluran
penyampaian (delivery channel) yang efisien, HSBC
menawarkan teknologi perbankan swalayan
mutakhir termasuk ATM, phonebanking, fasilitas
perbankan Internet pribadi, dan mobile phone
banking, untuk melayani basis pelanggannya yang
luas. Di Indonesia, HSBC mempunyai satu jaringan
cabang yang meliputi kota-kota Jakarta, Bandung,
Semarang, Surabaya, Medan dan Batam.
Annual Report – 2009
23
Laporan Tahunan - 2009
Kantor Cabang Indonesia
Kemudahan lain lagi adalah bahwa pelanggan
HSBC dapat mengakses lebih dari 17,000 mesin
ATM melalui jaringan ATM Bersama.
- Re-launch of PVA (with 5 Tanpa)
To strengthen its position in mid market segment,
HSBC has launched marketing campaign for its
PVA proposition which called 5 Tanpa. Through
this campaign, HSBC offers more convenience to
mid segment customers in managing their
banking account. Some benefits offered through
this campaign include: No minimum balance
requirement, Free transaction through internet
banking, Full access to investment and insurance
products, free ATM transactions and free
Personal Accident Insurance.
- Peluncuran Kembali PVA (dengan 5 Tanpa)
Untuk memperkuat posisi dalam segmen pasar
menengah HSBC telah meluncurkan program
marketing dalam segmentasi PVA yang disebut 5
Tanpa. Dalam kampanye ini, HSBC menawarkan
kenyamanan untuk para nasabah segmen
menengah dalam mengelola rekening bank.
Beberapa keuntungan yang ditawarkan melalui
program ini termasuk antara lain tidak ada
keharusan dana minimum, gratis transaksi melalui
Internet Banking, akses penuh untuk produk
investasi dan asuransi, gratis transaksi ATM dan
gratis asuransi kecelakaan perorangan.
- Amanah Premier
Amanah Premier has been introduced in
December 2009, this is to complete the offering of
Premier proposition that now HSBC Premier has
complete offer of products and services by having
range of products and services that are Syariah
compliance. This is the commitment of HSBC to
serve customers even better. It is expected that the
presence of Amanah Premier will harness the true
potential of Mass Affluent market by attracting
customers with affinity for Islamic banking. It is also
to augment the growth of Premier customers. The
most important thing is that among other Banks
offering syariah products and services, this is first
of its kind, that HSBC is capable of combining
Premier Premium service & Amanah Syariah
Compliance. Even none of foreign Banks, other
than HSBC at this moment offer International
services but yet Syariah compliance.
- Premier Amanah
Amanah premier telah diperkenalkan di Desember
2009, untuk melengkapi segmen Premier yang saat
ini HSBC Premier memiliki beragam produk dan
layanan yang berbasis Syariah. Ini adalah komitmen
HSBC untuk melayani nasabah dengan lebih baik.
Kehadiran Amanah Premier dapat meningkatkan
potensi pasar yang memiliki potensi dalam Islamic
banking. Hal ini dapat meningkatkan pertumbuhan
nasabah Premier. Hal terpenting dalam peluncuran
Amanah premier dari HSBC adalah, produk ini
merupakan produk pertama yang digabungkan oleh
HSBC antara pelayanan Premium Premier dan
Berbasis Syariah. Sampai saat ini, belum ada bank
asing selain HSBC yang menawarkan pelayanan
Internasional namun tetap berbasis Syariah
Annual Report – 2009
24
Laporan Tahunan - 2009
Kantor Cabang Indonesia
Global Banking & Markets
Global Banking & Markets
HSBC Global Banking and Markets is an
emerging markets-led and financing focused
business that provides tailored financial solutions
to major government, corporate and institutional
clients worldwide. Our clients are served by
teams that bring together relationship managers
and product specialists to develop financial
solutions that meet individual client needs. To
ensure that we build a comprehensive
understanding of each client’s financial
requirements, we take a long-term relationship
management approach.
Client focused business lines deliver a full range
of banking capabilities in Indonesia:
• Investment banking and financing solutions for
corporate and institutional clients, including
corporate banking, investment banking, trade
services, payments and cash management,
and leveraged acquisition finance.
• One of the largest markets businesses of its
kind, with knowledge of local markets and
providing services in credit and rates, foreign
exchange and securities services.
HSBC Global Banking and Market memberikan
solusi
keuangan
kepada
lembaga-lembaga
pemerintahan, perusahaan serta institusional
lainnya di seluruh dunia. Para nasabah dilayani oleh
para relationship manager kami yang sekaligus juga
product specialist yang memberikan solusi
keuangan guna memenuhi kebutuhan individual tiap
nasabah. Guna memastikan pemahaman yang
mendalam dan menyeluruh atas kebutuhan
keuangan nasabah, kami melakukan pendekatan
relationship management secara jangka panjang
dengan mereka.
Kami memberikan serangkaian produk dan jasa di
Indonesia:
• Investment Banking dan solusi keuangan untuk
nasabah perusahaan dan lembaga institusional
termasuk corporate banking, investment banking,
trade service, payments and cash management
dan leverage acquisition finance.
• Merupakan salah satu penyedia jasa yang
terbesar dengan pemahaman pasar domestik
dan memberikan jasa dalam bidang kredit, suku
bunga, nilai tukar dan sekuritas.
HSBC Amanah Syariah
HSBC Amanah Syariah
HSBC’s involvement in Islamic finance started in
1994, when it was the first foreign bank to establish
an Islamic unit in Malaysia. In 1998, HSBC
established “HSBC Amanah”, the global Islamic
financial services division of the HSBC Group, with
the aim of making HSBC the leading provider of
Islamic financial services worldwide. HSBC
Amanah is headquartered in the UK and has
regional representation in Indonesia, the United
States of America, Saudi Arabia, the United Arab
Emirates, Malaysia, Singapore, Bangladesh and
Brunei. In 2003, HSBC became the first foreign
bank to start providing Sharia compliant banking
services in Indonesia, through its global Islamic
financial services division “HSBC Amanah”, locally
known as “HSBC Amanah Syariah”.
Keterlibatan HSBC dalam keuangan Syariah
dimulai pada tahun 1994, pada waktu Bank menjadi
bank asing pertama yang mendirikan unit Syariah di
Malaysia. Pada tahun 1998, HSBC mendirikan
"HSBC Amanah", divisi layanan keuangan Syariah
global dari Kelompok HSBC, dengan tujuan
membuat HSBC menjadi penyedia utama dari
layanan keuangan Syariah di seluruh dunia. HSBC
Amanah mempunyai kantor pusat di Inggris dan
memiliki perwakilan di Indonesia, Amerika Serikat,
Saudi Arabia, Uni Emirat Arab, Malaysia,
Singapura, Bangladesh dan Brunei. Pada tahun
2003, HSBC menjadi bank asing pertama yang
menyediakan layanan perbankan berdasarkan
Syariah di Indonesia, melalui divisi layanan
keuangan Syariah globalnya yaitu "HSBC Amanah",
yang lebih dikenal dengan "HSBC Amanah
Syariah".
HSBC Amanah Syariah will continue to offer world
class standard shariah retail banking products and
services, designed for progressive moslem
segment. HSBC Amanah Syariah is commited to
continue increase syariah products and services by
using its advantage as the first international bank
providing shariah compliant products and services.
With HSBC Amanah Syariah’s highest service
HSBC Amanah Syariah akan tetap menawarkan
produk dan layanan perbankan retail dengan
standard kelas dunia, terutama ditujukan kepada
segmen Progressive Moslem. . HSBC Amanah
Syariah berkomitmen untuk terus meningkatkan
produk dan jasa layanan perbankan syariah
dengan memanfaatkan keunggulan HSBC
sebagai bank dunia yang menyediakan layanan
Annual Report – 2009
25
Laporan Tahunan - 2009
Kantor Cabang Indonesia
standards and competitive Sharia products, HSBC
Amanah Syariah continues to build towards a
heritage established by HSBC Amanah that gained
it the recognition of “The Best International Islamic
Bank” – Euromoney for 2 consecutive years (2007
and 2008).
perbankan syariah pertama di Indonesia.
Dengan standard layanan tertinggi dari HSBC
Amanah Syariah dan produk-produk Syariah yang
memilik daya saing tinggi, HSBC Amanah Syariah
terus membangun menuju amanah yang
ditetapkan oleh HSBC Amanah sehingga
mendapatkan pengakuan dari "The Best
International Islamic Bank" - Euromoney selama 2
tahun berturut-turut (2007 dan 2008).
Pada sektor ritel, HSBC Amanah Syariah juga
telah menunjukan kinerja yang cukup baik. Pada
semester pertama 2009, sebagai salah satu agen
penjual Sukuk Negara Ritel I, HSBC berhasil
menjual sebanyak Rp. 476 milyar kepada 1,332
Nasabah. Dengan prestasi ini HSBC memperoleh
penghargaan sebagai The Best Selling Agent
among the Foreign Bank for Sukuk Ritel Negara
dari kantor Kementrian Keuangan Republik
Indoesia. Selain itu, HSBC Amanah Syariah juga
selalu meningkatkan produk dan layanan
perbankan terutama ditujukan kepada segmen
Progressive Moslem. Hal ini dilakukan melalui
kerjasama yang terus dilakukan oleh HSBC
Amanah Syariah dengan pihak ketiga untuk
menyediakan 10 produk investasi syariah dan
Takaful. Di tahun 2009, penawaran produkproduk tersebut ditandai
dengan peluncuran
produk investasi syariah; Manulife Syariah
Sektoral Amanah, Mandiri Syariah Protected
Capital Fund 2 & 3, Global Sukuk Secondary
Market, Mandiri Investa Syariah Berimbang,
Mandiri Investa Syariah Atraktif, dan produk unit
link; Smart Fund Amanah dengan Fund Under
Management mencapai Rp. 897 milyardi akhir
Desember 2009.
Selain hal tersebut, HSBC Amanah Syariah juga
meningkatkan
layanan
perbankan
kepada
Nasabah dengan peluncuran Amanah Premier di
semester kedua 2009. Layanan ini membuktikan
komitmen HSBC Amanah Syariah untuk
memberikan layanan yang setara (dengan unit
konvensional) bagi para Nasabah-nya, terutama
dari segment Mass Affluent. Nasabah Amanah
Premier dapat menikmati layanan kelas dunia,
dimanapun dan kapanpun.
With regard to its services on retail sectors,
HSBC Amanah Syariah also performed well.
During the first semester of 2009, as one of
Selling Agent of 1st Indonesia Retail Sukuk,
HSBC managed to sell Rp. 476 billion worth of
sukuk to 1,332 customer. With this achievement
HSBC received reward as The Best Selling
Agent among Foreign Bank for the 1st Indonesia
Retail Sukuk from the Ministry of Finance of the
Republic Indonesia. Furthermore, HSBC Amanah
Syariah also continue to increase its banking
products and services to the Progressive Moslem
segment. This is carried out by contionous
cooperation between HSBC Amanah Syariah
and third parties to provide 10 syariah investment
products and Takaful. In 2009, the offer of the
products marked with the launch of syariah
investment products of Manulife Syariah Sektoral
Amanah, Mandiri Syariah Protected Capital Fund
2 & 3, Global Sukuk Secondary Market, Mandiri
Investa Syariah Berimbang, Mandiri Investa
Syariah Atraktif, dan produk unit link; Smart Fund
Amanah with Fund Under Management
mencapai
Rp. 897 billion at the end of
December 2009.
HSBC Amanah Syariah akan tetap melengkapi
layanan dan produk perbankan untuk sektor ritel,
dengan rencana kerja tahun 2010, untuk
membuka layanan Amanah Advance bagi
Nasabah Emerging Mass Affluent, dan rencana
peluncuran produk pembiayaan ritel yaitu produk
dan
Pembiayaan
Pembiayaan
Rumah-iB
Konsumen-iB.
Furthermore, HSBC Amanah Syariah also
increases its services by launching Amanah
Annual Report – 2009
26
Laporan Tahunan - 2009
Kantor Cabang Indonesia
Premier in 2nd Semester of 2009. This service is
an evidence of HSBC Amanah Syariah’s
commitment to provide equal services with
conventional unit to its customers, particularly
from the Mass Affluent segment. HSBC Amanah
Premier customer are able to enjoy world-class
services anytime and anywhere.
HSBC Amanah Syariah will continue to complete
its products and services in retail sector, in
accordance with its 2010 Business Plan, to open
Amanah Advance services to Emerging Mass
Affluent customer, and its plan to launch retail
financing products of Home Financing-iB and
Consumer Financing-iB.
In the syariah capital market area, HSBC
Amanah Syariah assisted the Ministry of Finance
of the Republic of Indonesia in relation to the
issuance of the debut global sovereign sukuk in
April 2009. HSBC Amanah Syariah also assisted
in issuances of corporate sukuk by PT Matahari
Putra Prima Tbk in March 2009 and PT Mitra
Adiperkasa Tbk in December 2009.
Di bidang pasar modal syariah, HSBC Amanah
Syariah membantu Departemen Keuangan
Republik Indonesi dalam hal penerbitan sukuk
pemerintah global yang pertama pada bulan April
2009. HSBC Amanah Syariah juga membantu
penerbitan sukuk korporasi oleh PT Matahari
Putra Prima Tbk pada bulan Maret 2009 dan PT
Mitra Adiperkasa Tbk pada bulan Desember
2009.
HSBC also acted as one of the selling agents of
sovereing retail sukuk in February 2009 and was
awarded as second best selling agent for bank
category.
HSBC juga bertindak salah satu agen penjual
sukuk negara ritel pada bulan Februari 2009 dan
mendapatkan penghargaan sebagai agen penjual
kedua terbaik untuk kategori bank.
In the institutional sector, HSBC Amanah Syariah
has entered into cooperation agreements with
some Insurance or Takaful companies in the
form of product alliance and syariah banking
solution. In addition, HSBC Amanah Syariah
actively offers investment solution to shariah
mutual funds and corporates in Indonesia.
Di sektor institutional, HSBC Amanah Syariah
telah menjalin kerjasama dengan beberapa
perusahaan asuransi dan takaful dalam hal
kerjasama produk dan solusi keuangan syariah.
Disamping itu HSBC Amanah Syariah secara aktif
memberikan solusi investasi bagi reksadana
syariah dan korporasi di Indonesia.
Furthermore, with regard to its branch expansion
, in February 2009, HSBC Amanah Syariah has
opened 1 (one) flagship branches in Semarang.
therefore make a total of 5 (five) Amanah
Flagship branches and 30 (thirty) syariah
services offices.
Sehubungan dengan ekspansi kantor cabang
HSBC Amanah Syariah, pada bulan February 2009
HSBC Amanah Syariah telah membuka 1 (satu)
kantor cabang pembantu syariah (KCPS) di kota
Semarang. Sehubungan dengan hal tersebut,
HSBC Amanah, yang sehingga membuat kantor
cabang HSBC Amanah Syariah menjadi 5 (lima)
KCPS dan 30 (tiga puluh) KLS.
HSBC
Amanah
Syariah’s
local
Sharia
supervisory committee consists of three
esteemed scholars, namely, K.H. M.A. Sahal
Mahfudh (Chairman), Prof. Dr. H.M. Din
Syamsuddin and H. Ikhwan A. Basri, MA, M.Sc.
Komisi Pengawas Syariah setempat dari HSBC
Amanah Syariah terdiri dari tiga cendekiawan
terhormat, yaitu K.H. M.A. Sahal Mahfudh (Ketua),
Prof. Dr. H.M. Din Syamsuddin dan H. Ikhwan A.
Annual Report – 2009
27
Laporan Tahunan - 2009
Kantor Cabang Indonesia
The Shariah Supervisory Board ensure strict
compliance to Shariah principles, complementing
the high standards set by HSBC’s own internal
risk management guidelines, audit and control
systems.
Basri, MA, M.Sc). Dewan Pengawas Syariah
memberikan kepastian akan ketaatan ketat
terhadap
kaidah-kaidah
Syariah,
sehingga
melengkapi standard tinggi yang ditetapkan oleh
panduan manajemen resiko internal, sistim audit
dan pengendalian HSBC sendiri.
V. RISK MANAGEMENT IMPLEMENTATION
V. PELAKSANAAN MANAJEMEN RISIKO
A.1. Credit Risk
A.1. Risiko Kredit
Inherent Risk: Moderate
Risk Control System: Acceptable
Composite Risk: Moderate
Risiko Melekat: Moderat
Sistem
Pengendalian
Risiko:
Diandalkan
Risiko Komposit
: Moderat
In late December 2009, outstanding loans were
decreased compared to last year and the net
NPL ratio still remains below 2%
.
Pada akhir Desember 2009, portofolio kredit
mengalami penurunan bila dibandingkan dengan
portofolio kredit tahun lalu dengan rasio NPL netto
masih tetap di bawah 2%.
Level of fulfillment of allowances for Earning
Assets (PPAP) is still above a predetermined
limit and in terms of lending, there is no
outstanding balance that exceeds and violating
provisions of the Legal Lending Limit (LLL). This
shows the bank's commitment to always continue
to comply with Bank Indonesia regulation.
Pemenuhan Penyisihan Penghapusan Aktiva
Produktif (PPAP) masih diatas batasan yang telah
ditetapkan dan dalam hal pemberian kredit, tidak
ada baki debet nasabah yang melampaui dan
melanggar
ketentuan
Batas
Maksimum
Pemberian Kredit (BMPK). Hal ini menunjukkan
komitmen bank untuk selalu terus mematuhi
ketentuan Bank Indonesia.
Risk Control System
Sistem Pengendalian Risiko
The frame of HSBC credit process policy is
regulated by the following policies, namely Group
Standards Manual (GSM), Functional Instructions
Manual (FIM), Business Instructions Manual
(BIM) and Area Lending Guideline. GSM
contains the basic principles and the highest
policy in HSBC on how the Bank conducts its
business activity in general. While FIM is the
policy and detailed procedure relating to certain
functions and operations and shall be applied in
all HSBC conducting such functions and
operations. BIM is the core instruction of credit
manual of HSBC Asia Pacific, while Area
Lending Guideline is the credit policy applicable
to HSBC Indonesia and to complete BIM and FIM
and is subject to annual review.
Kerangka kebijakan proses kredit HSBC diatur
oleh kebijakan-kebijakan sebagai berikut, yaitu
Group Standards Manual (GSM), Functional
Instructions Manual (FIM), Business Instructions
Manual (BIM) dan Area Lending Guideline. GSM
memuat prinsip-prinsip dasar dan kebijakan
tertinggi dalam HSBC tentang bagaimana Bank
melakukan kegiatan usahanya secara umum.
Sedangkan FIM merupakan kebijakan dan
prosedur terinci yang berhubungan dengan fungsi
dan operasi tertentu dan harus diterapkan di
seluruh HSBC yang melakukan fungsi dan
operasi tersebut. BIM adalah petunjuk inti manual
kredit HSBC Asia Pacific sedangkan Area
Lending Guideline merupakan kebijakan kredit
yang berlaku untuk HSBC Indonesia dan guna
melengkapi BIM dan FIM dan dikaji setiap tahun.
This policy gives focus on marketing target and
Bank tolerance on credit extension in certain
economic sectors. The above policy shall be
adopted by each credit official of HSBC and the
Kebijakan ini memberikan fokus kepada target
marketing dan toleransi Bank terhadap pemberian
kredit di sektor ekonomi tertentu. Kebijakan diatas
harus dilakukan oleh setiap pejabat kredit HSBC
Annual Report – 2009
28
Dapat
Laporan Tahunan - 2009
Kantor Cabang Indonesia
Board of Directors who actively conduct
supervision on the implementation of the policy.
So far there has been no significant deviation of
the policy.
HSBC divides the fixing of credit limit as follows:
1. General Lending Authority (GLA) that is
applied to all credit facilities according to the
parameter specified in the policy.
2. Specialized Lending Authority (SLA) that is
applied to credit facilities to which the above
policy is silent.
dan Direksi yang secara aktif melakukan
pengawasan terhadap implementasi kebijakan
tersebut.
Hingga
kini
tidak
terdapat
penyimpangan yang signifikan terhadap kebijakan
tersebut.
HSBC membagi penetapan limit kredit sebagai
berikut:
1. General Lending Authority (GLA) yang berlaku
untuk semua fasilitas kredit sesuai parameter
yang ditetapkan dalam kebijakan tersebut.
2. Specialized Lending Authority (SLA) yang
berlaku untuk fasilitas kredit yang tidak diatur
dalam kebijakan di atas.
The procedure of credit extension, particularly
corporate credit is conducted carefully in
consideration of some general matters such as:
(a) company background (history, shareholders,
industry, business activity model); (b) industrial
analysis
(macro
economy,
industrial
characteristics,
competitive
position);
(c)
management and strategy; (d) financial
evaluation (profitability, liquidity, working capital,
capital structure, cash flow and projection if
required, the risk and mitigation); (e)
environment; (f) credit structure (credit purpose,
source of credit repayment, guarantee, pricing,
tenor, etc.); (g) relation of strategy and
profitability as a whole.
Prosedur pemberian kredit terutama kredit
korporasi terus dilakukan secara seksama
dengan memperhatikan beberapa hal umum
seperti: (a) latar belakang perusahaan (sejarah,
pemegang saham, industri, model kegiatan
usaha); (b) analisis industri (makro ekonomi,
karakteristik industri, posisi kompetitif); (c)
manajemen dan strategi; (d) evaluasi keuangan
(profitabilitas, likuiditas, modal kerja, struktur
modal, arus kas dan proyeksi jika diperlukan,
risiko dan mitigasinya); (e) lingkungan hidup; (f)
struktur
kredit
(tujuan
kredit,
sumber
pengembalian kredit, jaminan, pricing, tenor,
dsb.); (g) hubungan strategi dan profitabilitas
secara keseluruhan.
HSBC also conducts evaluation on the
company’s background by BI Checking and all
corporate credit facilities are reviewed at least
annually or more frequently, if the credit approver
deems it necessary. Each corporate debtor is
assigned Credit Rating, when the credit is
evaluated (at least each year). So far Bank has
prudentially conducted credit extension with due
observance of the foregoing policies and ensured
that all regulations of Bank Indonesia on credit
extension are not breached. Bank also ensures
that segregation is conducted between those
giving recommendation, review and approval of
the credit extension.
In the case of individual lending, the loan process is
carefully done but with a more concise procedures
and use a credit scoring system so as to produce
reliable data validity. The significant aspects in the
process of credit extension are to conduct
periodical identification, measuring, monitoring, and
to conduct credit risk management information
system comprehensively.
HSBC juga melakukan evaluasi terhadap latar
belakang perusahaan melalui BI Checking dan
semua fasilitas kredit korporasi dikaji minimal
setiap tahun atau dengan frekuensi yang lebih
singkat
jika
pemberi
persetujuan
kredit
menganggap perlu. Setiap peminjam korporasi
diberikan Credit Rating pada saat kredit tersebut
di evaluasi (minimal setiap tahun). Hingga kini
Bank secara pruden melakukan pemberian kredit
mengikuti kebijakan di atas dan memastikan
bahwa semua peraturan Bank Indonesia perihal
pemberian kredit tidak dilanggar. Bank juga
memastikan bahwa dilakukan segregasi antara
yang
merekomendasikan,
mengkaji,
serta
menyetujui pemberian kredit tersebut.
Dalam hal pemberian kredit individu maka proses
kredit dilakukan secara seksama pula namun
dengan prosedur yang lebih ringkas dan
menggunakan credit scoring system sehingga
menghasilkan data yang dapat dipercaya
keabsahannya. Hal penting dalam proses
pemberian kredit adalah secara berkala
melakukan
pengidentifikasian,
pengukuran,
pemantauan, dan sistem informasi manajemen
Annual Report – 2009
29
Laporan Tahunan - 2009
Kantor Cabang Indonesia
risiko kredit secara komprehensif.
Beberapa aspek pemantauan yang dilakukan
secara berkala antara lain:
(a) BMPK, setiap bulan Unit Credit Risk
Management (CRM) memantau BMPK untuk
memastikan tidak terdapat pelampauan
maupun pelanggaran dengan memperhatikan
modal Bank dan kurs valuta;
(b) Pertemuan Executive Committee (EXCO)
dilakukan setiap bulan dan diketuai oleh CEO
dan dihadiri oleh setiap Head of Business. Hal
yang dibicarakan adalah strategi bisnis serta
faktor risiko secara komprehensif;
(c) Group Audit secara rutin memantau bahwa
Bank mematuhi seluruh kebijakan yang ada
dan melakukan pemeriksaan secara berkala.
Some monitoring aspects periodically conducted
are among others:
(a) LLL: the Credit Risk Management (CRM) unit
monitors LLL monthly to ensure that no
exceeding
or
breach
is
found
in
consideration of Bank’s capital and currency
exchange rate;
(b) Meeting of Executive Committee (EXCO) is
held monthly and chaired by CEO and
attended by each Head of Business. The
matters discussed are the business strategy
and risk factor comprehensively;
(c) The Audit Group regularly monitors that Bank
observes all existing policies and exercises
periodical audit.
Bank’s
Management
Information
System
provides the latest data on Bank’s portfolio
position and feedback mechanism. This system
generates monthly data such as: LLL, credit
portfolio by industry/economic sector, NPL and
commitment fee, credit extension based on credit
rating, credit concentration risk, etc.
Sistem Informasi Manajemen Bank memberikan
data terkini terhadap posisi portofolio Bank dan
mekanisme umpan balik. Secara bulanan sistem
ini menghasilkan data antara lain: BMPK,
portofolio kredit secara industri / sektor ekonomi,
NPL dan provisi, pemberian kredit berdasarkan
rating kredit, risiko konsentrasi kredit, dan lain
lain.
Bank gives special attention to the foregoing data
as justification of credit extension to any certain
sectors and or any certain business groups. By
considering all explanations as mentioned above,
the risk composite for the credit risk as at 31
December 2009, namely Moderate.
Bank memberikan perhatian khusus kepada datadata di atas dalam pemutusan pemberian kredit
kepada sektor tertentu dan atau kelompok usaha
tertentu. Dengan menilai semua penjelasan yang
telah disebutkan diatas, maka risiko komposit
untuk risiko kredit pada akhir Desember 2009 ini
adalah Moderat.
A.2. Market Risk
A.2. Risiko Pasar
Inherent Risk: Moderate
Risk Control System: Acceptable
Composite Risk: Moderate
Risiko Melekat : Moderat
Sistem
Pengendalian
Diandalkan
Risiko Komposit : Moderat
Global Markets or Treasury business in HSBC
has managed by the policies and guidelines as
follows:
1. GSM, contains principles of the foundation
and the highest policy in HSBC about how the
Bank carried out his efforts business
generally, and
2. Global Markets FIM, the policy and the details
procedures that connect with the function and
the certain operation and also must be
applied by all of HSBC that carry out the
function and operation.
Annual Report – 2009
Risiko:
Dapat
Bisnis Global Markets atau Treasury di HSBC
diatur oleh kebijakan dan pedoman sebagai
berikut:
1. GSM yang memuat prinsip-prinsip dasar dan
kebijakan tertinggi dalam HSBC tentang
bagaimana
Bank
melakukan
kegiatan
usahanya secara umum, dan
2. Global Markets FIM yang merupakan kebijakan
dan prosedur detail yang berhubungan dengan
fungsi dan operasi tertentu dan harus
diterapkan
oleh
seluruh
HSBC
yang
30
Laporan Tahunan - 2009
Kantor Cabang Indonesia
With the reference to the above guideline, Bank
is mandatory to do the monitoring on the
important ratios. The Bank’s TREATS system
monitors the FX risk that confronted by the Bank.
The daily monitoring on the front office activities
to confirm that transactions that carry out by the
front office are in determined normal limit which
conducted by Treasury Operations. If the limit
that has determined has been exceeded then the
management of HSBC Indonesia and the HSBC
Head Office in Hong Kong will be involved to
resolve these issues.
melakukan fungsi dan operasi tersebut.
Berdasarkan pedoman tersebut di atas, Bank
wajib melakukan monitoring atas rasio-rasio
penting Bank. Sistem TREATS Bank memantau
risiko FX yang dihadapi oleh Bank. Pemantauan
harian atas kegiatan front office untuk
memastikan bahwa transaksi-transaksi yang
dilakukan front office berada dalam batasanbatasan yang telah ditetapkan dilakukan oleh
bagian Treasury Operations. Apabila limit yang
telah ditentukan terlampaui maka pihak
manajemen HSBC Indonesia maupun Kantor
Pusat HSBC di Hong Kong akan dilibatkan untuk
mengatasi masalah tersebut.
Sampai dengan 31 Desember 2009, limit
terhadap risiko suku bunga dan risiko mata uang
baik untuk posisi trading book maupun accrual
book masih jauh di bawah limit yang telah
ditentukan. Dengan menilai penjelasan tersebut
diatas, kami menilai bahwa risiko komposit untuk
risiko pasar pada akhir Desember 2009 adalah
Moderat.
During 2009, the limit towards the interest rate
risk and the currency risk is good for the trading
book position and the accrual book still far below
the determined limit. By considering all the above
explanations, the risk composite for the market
risk as at 31 December 2009, namely Moderate.
A.3. Liquidity Risk
A.3. Risiko Likuiditas
Inherent Risk : Low
Risk Control System: Acceptable
Composite Risk: Low
Risiko Melekat : Rendah
Sistem
Pengendalian
Risiko:
Diandalkan
Risiko Komposit
: Rendah
To maintain and decisive that the risk of the liquidity
always in the determined minimal limit, we
compare in the liquidity projection risk ratio
produced by the Treasury (by using the previous
day transaction i.e. the derivative transaction, the
money market, the loan liquefaction and deposit
acceptance) with the liquidity risk ratio has been
produced by the Finance (by using actual data
receive from HUB system). The difference between
the significant result of projection and actual ratio,
an investigation will be conducted by Finance to
ensure the effectiveness of liquidity ratio
management is reliable.
Untuk memelihara dan memastikan bahwa risiko
likuiditas selalu dalam batas minimum yang telah
ditetapkan, kami melakukan perbandingan secara
harian antara perkiraan rasio risiko likuiditas projeksi
yang dihasilkan oleh bagian Treasury (dengan
menggunakan transaksi hari sebelumnya seperti
transaksi derivatif, pasar uang, pencairan pinjaman
dan penerimaan deposit) dengan realisasi rasio
risiko likuiditas yang dihasilkan oleh bagian Finance
(dengan menggunakan data aktual yang diperoleh
dari HUB sistem kami). Perbedaan hasil yang
signifikan antara rasio projeksi dan rasio aktual,
akan dilakukan investigasi oleh bagian Finance
untuk memastikan bahwa efektivitas dari
pengelolaan rasio likuiditas dapat diandalkan.
If the realisation of the liquidity ratio lower or
same as the determined minimum limits, the
Finance quickly inform the Treasury to overcome
the lack of this liquidity. We will also inform this
liquidity deficiency problem to Head Office along
with the improvement action.
Jika realisasi rasio likuiditas lebih rendah atau
sama dengan batas minimum yang telah
ditetapkan,
bagian
Finance
secepatnya
menginformasikan
bagian
Treasury
untuk
mengatasi kekurangan likuiditas tersebut. Kami
juga
akan
menginformasikan
masalah
kekurangan likuiditas ini kepada Head Office kami
bersama dengan tindakan perbaikannya.
Annual Report – 2009
31
Dapat
Laporan Tahunan - 2009
Kantor Cabang Indonesia
During 2009, the overall of the liquidity ratio is far
above the minimum limit.
Therefore, we
considered that the composite risk for the liquidity
risk is Low.
Sampai 31 Desember 2009, rasio likuiditas
secara keseluruhan masih jauh diatas batas
minimum yang telah ditentukan sehingga kami
menilai profil risiko likuiditas HSBC dapat
digolongkan sebagai Rendah.
A.4. Operational Risk
A.4. Risiko Operasional
Inherent Risk : Moderate
Risk control system: Acceptable
Composite Risk: Moderate
A.4.1. Type of Primary Risk: System
Type of Secondary Risk: System Failure
and Security System Breaking
Assessment : Low
Risiko Melekat : Moderat
Sistem
Pengendalian
Risiko:
Dapat
Diandalkan
Risiko Komposit
: Moderat
A.4.1. Jenis Risiko Primer: Sistem
Jenis Risiko Sekunder: Kegagalan
Pembobolan Sistem
Sistem dan
Keamanan
Penilaian: Rendah
Risks
Risiko
a. System failure generally may be caused by
hardware,
software,
interface,
network/communication,
internal
system,
where the system becomes slow and
unstable.
b. Security system breaking like computer virus,
firewall breaking, data stealing, etc.
a. Kegagalan sistem pada umumnya yang dapat
disebabkan oleh hardware, software, interface,
network/hubungan komunikasi, sistem internal
dimana sistem menjadi lambat dan tidak stabil.
b. Pembobolan sistem keamanan seperti virus
komputer, pembobolan firewall, pencurian
data, dll.
Comments
Uraian
Until 31 December 2009, there is no incident
having impact on Bank’s services to the
customers.
The Bank has also conducted a test on Business
Contingency Procedure (BCP) on November and
December 2009, based on the BCP document
which owned by the Bank and as a whole the
result test was successful, in this matter the main
puporse for the test is to ensure Bank’s
operational activities still continue working during
the disturbance/disaster due to protect the
interest of customers/stakeholders.
Sampai dengan 31 Desember 2009, tidak
terdapat kejadian yang berdampak kepada
pelayanan Bank terhadap para Nasabah.
Bank juga telah melakukan pengujian terhadap
BCP (Business Contingency Procedure) pada
bulan November dan Desember 2009 sesuai
dengan dokumen BCP yang bank miliki dan
secara keseluruhan hasil test dapat dikatakan
sukses, hal ini dilakukan bank dengan tujuan
untuk memastikan kegiatan operasional Bank
tetap dapat berjalan pada saat terjadinya
gangguan/bencana guna melindungi kepentingan
para nasabah/stakeholder.
Bank juga telah menunjuk IT Security Manager
yang bertugas memantau kondisi/keadaan
keamanan sistem bank. Bank juga telah
menerapkan sistem keamanan lapis kedua
dengan menggunakan token selain password,
pembatasan akses terhadap sistem, pembatasan
transaksi dengan menerapkan limit (untuk
pembayaran kepada pihak ketiga atau diluar
Bank) dan pengkinian program anti virus secara
berkala. Sedangkan untuk mencegah sensitif data
The Bank has also appointed IT Security
Manager to monitor the condition/situation of
banks’s security system. The second layer
security system has been applied by using a
token in addition of password, restriction access
to the system, transaction restriction applied by
the limit (payment for third party/outside the
bank), periodically updating anti virus program.
While to prevent the sensitive data fall into the
wrong hand, all access to get data from
Annual Report – 2009
32
Laporan Tahunan - 2009
Kantor Cabang Indonesia
computers has been shut off (USB, CD Writer)
also we have limited outgoing email.
jatuh ke pihak yang tidak bertanggung jawab,
setiap komputer dimatikan akses data keluarnya
(USB, CD Writer) dan dibatasi kapasitas email
keluar.
Berdasarkan pertimbangan kami atas faktor-faktor
mitigasi yang telah dilaksanakan diatas, risiko
kegagalan sistem dan pembobolan keamanan
sistem dapat kami nilai Rendah.
Based on our consideration on mitigation factors
that has been made, the failure risk system and
the security breach system, we decide to put
Low.
A.4.2. Type of Primary Risk: Process
Type of Secondary Risk:
Payment/settlement risk
Assessment: Moderate
The percentage of accuracy of payment
instructions (incoming and outgoing) until 31
December 2009 is relatively stable around
99.97% to 99.99% although the total transaction
processed by the Bank which covered (incoming
and outgoing) for local payment (RTGS and
SKN) and Telegraphic Transfers has increased.
A.4.2. Jenis Risiko Primer: Proses
Jenis
Risiko
Sekunder:
Risiko
Pembayaran /settlement
Penilaian: Moderat
Persentase
akurasi
instruksi
pembayaran
(incoming dan outgoing) sampai dengan 31
Desember 2009 relatif stabil berkisar antara
99,97% - 99,99% walaupun terdapat kenaikan
atas jumlah transaksi yang diproses oleh Bank
yang mencakup (incoming dan outgoing) untuk
pembayaran lokal (RTGS dan SKN) dan
Telegraphic Transfers
Risk
Risiko
Delayed processing of customer instruction, error
in executing payment instruction, and operational
loss/near miss.
Tertundanya pemrosesan instruksi nasabah,
kesalahan eksekusi instruksi pembayaran, dan
kerugian operasional.
Comments
Uraian
The possibility occurance of the risk may still be
categorized as moderate, referring to payment
instruction (incoming and outgoing) is considered
high. The high accuracy level could be consistently
maintained from one quarter to another, though
accuracy level fluctuation had occurred from one
quarter to another. That fluctuation does not
significantly change the process risk level to
become higher than moderate.
Kemungkinan terjadinya risiko tersebut masih dapat
digolongkan sebagai moderat mengingat akurasi
instruksi pembayaran (incoming dan outgoing)
tergolong tinggi. Tingkat keakuratan yang tinggi
dapat dipertahankan secara konsisten dari kwartal
ke kwartal kendati terdapat fluktuasi tingkat akurasi
dari satu kwartal ke kwartal lainnya. Fluktuasi
tersebut tidak terlalu signifikan untuk menyebabkan
berubahnya tingkat risiko Proses menjadi lebih
tinggi dari moderat.
Bank has also applied the mitigation actions due to
minimize the error of process risk. Those mitigation
actions among others are control/procedure/flow of
working should be straight and clear. Bank has
given and provided the training/sharing of the
experience (best practice sharing), employee’s
year end assessment related to working accuracy,
dual control mechanism i.e function segregation on
data entry, data checking as approver and end of
process data implementation; reconciliation
process at the end of day and segregation of duty
between sales person with operational due to
Bank juga telah menerapkan tindakan-tindakan
pencegahan (mitigasi) dalam meminimalisir risiko
kesalahan proses. Tindakan-tindakan pencegahan
tersebut antara lain adalah kontrol/prosedur/alur
pekerjaan yang ketat dan jelas. Bank juga
memberikan dan melakukan pelatihan/membagi
pengalaman (best practice sharing), penilaian
performa akhir tahun karyawan yang dihubungkan
dengan keakuratan saat bekerja, mekanisme dual
kontrol seperti pemisahan fungsi antara pemasukan
data,
pemeriksa
data
sebagai
pemberi
persetujuan/approver dan pelaksana proses akhir
Annual Report – 2009
33
Laporan Tahunan - 2009
Kantor Cabang Indonesia
prevent and to avoid the result of the risk.
data; proses rekonsiliasi pada akhir hari dan
pemisahan tugas antara tenaga penjual dengan
operasional dalam upaya mencegah dan
mengurangi akibat dari risiko ini.
A.4.3. Type of Primary Risk: External
Type of Secondary Risk:
Risk of
Outsourcing/ Supplier and Criminal
Action Bank Regulation Violation Risk
Assessment: Moderate
A.4.3. Jenis Risiko Primer: Eksternal
Jenis
Risiko
Sekunder:
Risiko
Outsourcing /Supplier dan Tindakan
Kriminal Risiko Pelanggaran Terhadap
Regulasi Bank
Penilaian: Moderat
Risk
a. Risk
of
Outsourcing/Supplier:
The
discontinuation/interference of service from
outsourcing, low quality supplier/vendor,
supplier’s commitment level and courier’s
fraud.
b. Criminal actions: Fraud and theft, falsifying
account opening, robbery/theft, money
laundering, riot, stealing of customer’s data in
credit card and/or ATM card.
c. Violation to Bank Indoensia Regulation/related
Law.
Risiko
a. Risiko
Outsourcing/Supplier:
Terhentinya/
dari
terganggunya
service/layanan
outsourcing,
supplier/vendor
berkualitas
rendah, tingkat komitmen supplier dan
penipuan oleh kurir.
b. Tindakan kriminal: Penipuan (fraud) dan
pencurian, pemalsuan pembukaan rekening,
perampokan/pencurian,
pencucian
uang,
kerusuhan, pencurian data nasabah pada kartu
kredit dan/atau kartu ATM.
c. Pelanggaran
terhadap
peraturan
Bank
Indonesia/Undang-undang yang berlaku.
Comments
Uraian
The exposure on the fraud of credit card and
Bank regulation violation is moderate, because
Bank has the tightly applied precaution
(mitigation) plan.
Eksposur terhadap fraud pada kartu kredit dan
pelanggaran peraturan Bank Indonesia adalah
moderat karena Bank memiliki rencana
pencegahan (mitigasi) yang diterapkan dengan
ketat.
Rencana
pencegahan
tersebut
adalah
dibentuknya Outsourcing Oversight Unit dan
Outsourcing
Oversight
Committee
yang
mempelajari/memantau rencana outsourcing,
perjanjian tingkat layanan (SLA), rencana
cadangan/darurat dari supplier, penilaian kinerja
supplier secara berkala dan proses seleksi
supplier yang sangat ketat.
The plan is to establish an Outsourcing Oversight
Unit and Outsourcing Oversight Commitment to
study/monitor outsourcing plan, service level
agreement (SLA), reserve/emergency plan of
supplier, periodical assessment of supplier’s
performance and very tight process of supplier
selection.
In case of exposure and prevention of crimes,
Bank also applies the following plans, i.e. the
establishment of 1) Fraud Risk Unit to monitor
any fraud, 2) Anti Money Laundering Unit to
monitor possible actions of consumer assets
money laundering, 3) Risk Management Unit to
monitor transactions of credit card/ATM and loan
fraud, and, 4) Information and E-Fraud Risk unit
to monitor and prevent crimes committed through
internet banking media. These units are also
Annual Report – 2009
Dalam hal eksposur dan pencegahan tindakan
kriminal, Bank juga menerapkan rencana-rencana
sebagai berikut, dibentuknya 1) Fraud Risk Unit
untuk memantau tindakan penipuan (fraud), 2)
Anti Money Laundering Unit untuk memantau
kemungkinan tindakan pencucian uang consumer
asset, 3) Risk Management Unit untuk memantau
transaksi kartu kredit/ATM dan penipuan
pinjaman dan, 4) Information and E-Fraud Risk
unit untuk memantau dan mencegah kejahatan
34
Laporan Tahunan - 2009
Kantor Cabang Indonesia
conducting training and publishing information kit
to all staff due to increase awareness and
vigilance of the staff to white colar crimes and the
importance to maintain customer’s data secrecy
yang dilakukan melalui media internet banking.
Unit ini juga mengadakan pelatihan dan
menerbitkan information kit kepada semua
karyawan guna meningkatkan kesadaran dan
kewaspadaan karyawan terhadap kejahatan
kerah putih dan pentingnya menjaga kerahasiaan
data nasabah.
A.4.4. Type of Primary Risk: Personal
Type of Secondary Risk: Loss of Skilled
Employees and Fraud by Employees
Assessment: Low
A.4.4. Jenis Risiko Primer: Personil
Jenis Risiko Sekunder: Kehilangan
Karyawan yang Ahli, Penipuan oleh
Karyawan
Penilaian: Rendah
Risks
Risiko
a. Loss of skilled employees/management
members: decrease/loss of skilled employees,
pirating of skilled employees by other
companies, succession process in company,
etc.
b. Fraud by employees: collusion/compromising/
stealing of Bank’s data/Bank’s properties or
customers’ money.
c. Loss/breach Bank’s secret information to to the
unauthorized person conducted by employee
without any intention.
a. Kehilangan
karyawan/manajemen
ahli:
berkurangnya/kehilangannya karyawan ahli,
pembajakan karyawan ahli oleh perusahaan
lain, proses suksesi dalam perusahaan, dll.
b. Penipuan
oleh
karyawan:
kolusi/kompromi/pencurian data Bank/hak milik
Bank atau uang nasabah.
c. Hilangnya / keluarnya informasi Bank yang
bersifat rahasia ke pihak yang tidak berwenang
yang dilakukan oleh karyawan tanpa adanya
unsur kesengajaan.
Comments
Uraian
Bank’s exposure on the possible loss of skilled
employees generally occurs in each Bank.
However, Bank takes the measures of preventing
this by system of attractive bonus/remuneration
and based on employee’s performance and
periodical review of Bank’s compensation
package. Bank also gives appropriate training
programs. The application of 2-3 months time of
notification to employees who will move to any
other jobs is also conducted to prepare
succession as an action of this risk mitigation.
Eksposur
Bank
terhadap
kemungkinan
kehilangan karyawan ahli pada umumnya akan
terjadi pada setiap Bank. Akan tetapi, Bank telah
melakukan langkah-langkah untuk mencegah hal
ini melalui sistem bonus/remunerasi yang menarik
dan sesuai dengan performa karyawan dan
peninjauan kembali secara berkala paket
kompensasi Bank. Bank juga memberikan
program pelatihan yang memadai. Penerapan 2-3
bulan jeda waktu pemberitahuan bagi karyawan
yang akan pindah kerja juga dilakukan untuk
mempersiapkan suksesi merupakan tindakan
mitigasi risiko ini.
Fraud by employees can be minimized by actions
of limiting the number of data permitted to take,
application of dual control mechanism and by
conducting reconciliation process of end of day
and segregation in performing daily jobs. The
foregoing matters have been applied and
conducted by Bank in the efforts of precaution of
the risk.
Penipuan oleh karyawan dapat diminimalisir
dengan cara pembatasan jumlah data yang dapat
diambil, penerapan mekanisme dual kontrol dan
dilakukannya proses rekonsiliasi akhir hari dan
segregasi dalam melakukan tugas sehari-hari.
Hal-hal tersebut di atas telah diterapkan dan
dilakukan oleh Bank dalam rangka upaya-upaya
pencegahan terhadap risiko tersebut.
The Loss/breach Bank’s secret information to to
the unauthorized person conducted by employee
Hilangnya atau keluarnya informasi / data Bank
Annual Report – 2009
35
Laporan Tahunan - 2009
Kantor Cabang Indonesia
without any intention could be minimized by
providing Information Risk training to all Bank’
employee to increase their awareness on
information secrecy owned and managed by Bank..
yang bersifat rahasia kepada pihak yang tidak
berwenang tanpa adanya unsur kesengajaan
dapat diminimalisir dengan memberikan pelatihan
tentang Information Risk kepada seluruh
karyawan Bank untuk meningkatkan kesadaran
karyawan atas kerahasiaan informasi yang dimiliki
atau dikelola oleh Bank.
Dengan menurunnya jumlah karyawan yang
keluar dari Bank dan tidak ada kejadian atas
hilangnya / keluarnya informasi yang dimiliki /
dikelola oleh Bank yang disebabkan oleh
karyawan tanpa adanya unsur kesengajaan yang
terjadi, berdasarkan judgement / pertimbangan
kami, tingkat risiko Personil masih dapat kami
kategorikan sebagai Rendah.
With the decline in the number of employees who
left the Bank and there were no loss/breach of
information that owned/ managed by the Bank
caused by the employee without any intention,
based on our judgement/consideration, the
Personnel risk level could be categorised as Low
A.5. Legal Risk
A.5. Risiko Hukum
Inherent Risk : Moderate
Risk Control System: Acceptable
Composite Risk: Moderate
Risiko Melekat : Moderat
Sistem
Pengendalian
Risiko:
Diandalkan
Risiko Komposit
: Moderat
A.5.1. Type of Primary Risk: External
Type of Secondary Risk: Criminal Action
Assessment: Low
Dapat
A.5.1. Jenis Risiko Primer: Eksternal
Jenis Risiko Sekunder: Tindakan
Kriminal
Penilaian
: Rendah
Risk
Risiko
Cheque fraudulence, account opening
fraudulence by customer, stealing, credit card
fraudulence, crimes through ATM.
Penipuan cek, penipuan pembukaan rekening
oleh nasabah, pencurian, penipuan kartu kredit,
kejahatan melalui ATM.
Comments
Uraian
The criminal actions may caused financial lost,
customer’s complaint, investigation by financial
authority, news release which leads to damage
Bank’s reputation, so that the overall impact can
be categorized has a high risk for the legal risk
and in turn to the compliance risk.
Tindakan kriminal dapat menyebabkan kerugian
keuangan, keluhan nasabah, pemeriksaan oleh
otoritas keuangan, pemberitaan yang merugikan
dimana pada akhirnya akan merugikan reputasi
Bank, sehingga secara keseluruhan dapat
dikategorikan memiliki dampak yang tinggi bagi
risiko hukum dan pada gilirannya, risiko
kepatuhan.
Bank has policies and procedures that are very
strict in the running of daily banking processes
that can be relied upon to prevent the crime risk.
For example, in an effort to prevent the
occurrence of Money Laundering, the Bank
adopted the principles of the know your customer
(KYC) before accepting a person to become its
customers even at the time someone will only
make transactions with the Bank in the amount
Bank memiliki prosedur dan kebijakan yang
sangat ketat dalam menjalankan proses harian
perbankan yang dapat diandalkan untuk
mencegah
terjadinya
kejahatan
berisiko.
Misalnya, dalam upaya mencegah terjadinya
Money Laundering, Bank mengadopsi prinsipprinsip mengenal nasabah (KYC) sebelum
menerima seseorang untuk menjadi nasabahnya
bahkan pada waktu seseorang hanya akan
Annual Report – 2009
36
Laporan Tahunan - 2009
Kantor Cabang Indonesia
and volume that is not too large. Then, as in the
daily transactions the customers show any
suspicious impression, the Bank will take
measured actions to report the potential
suspicion and if proven, the bank will close a
customer's account.
melakukan transaksi dengan Bank dalam jumlah
serta volume yang tidak terlalu besar. Kemudian,
keseharian
jika
dalam
transaksi-transaksi
nasabah memberikan kesan mencurigakan, Bank
akan mengambil tindakan-tindakan terukur untuk
melaporkan potensi kecurigaan tersebut dan jika
terbukti, Bank akan menutup rekening nasabah
tersebut.
The Bank also organize training programs to
provide more knowledges to the employees in
their day-to-day duties which will be very helpful
to prevent potential criminal actions risk
Bank juga selalu melakukan program pelatihan
untuk memberikan pengetahuan-pengetahuan
kepada para karyawan dan karyawati dalam
melakukan tugasnya sehari-hari yang mana akan
sangat membantu dalam upaya pencegahan
kemungkinan
terjadinya
tindakan-tindakan
kriminal berisiko.
Until December 31, 2009, we concluded that
legal risk remain in low category. The Bank does
not have any legal suits caused by the activities
risk, such as those described above.
Sampai dengan 31 Desember 2009 kami
menyimpulkan bahwa risiko hukum ini tetap
masuk ke dalam kategori rendah. Bank tidak
mengalami adanya tuntutan hukum yang
disebabkan oleh kegiatan-kegiatan berisiko
seperti yang diuraikan diatas.
A.5.2. Type of Primary Risk: External
Type of Secondary Risk: Uncertain
process/legal infrastructure
Assessment: Moderate
A.5.2. Jenis Risiko Primer: Eksternal
Jenis Risiko Sekunder: Ketidakpastian
proses / infrastruktur hukum
Penilaian: Moderat
Risk
Risiko
Fraud in general, theft, criminal actions from the
parties who want to damage the Bank.
Penipuan secara umum, pencurian, tindakan
kriminal dari pihak-pihak yang ingin merugikan
Bank.
Comments
Uraian
The criminal action and the lack of legal force
that may cause financial losses, customer
complaints, financial investigation by the
authority, news release which leads to damage
Bank’s reputation, so that the overall impact can
be categorized has a high impact for the legal
risk and will ultimately impact on the compliance
risk.
Tindakan kriminal dan tidak adanya kekuatan
hukum yang pasti dapat menyebabkan kerugian
keuangan, keluhan nasabah, pemeriksaan oleh
otoritas keuangan, pemberitaan yang merugikan
reputasi Bank, sehingga secara keseluruhan
dapat dikategorikan memiliki dampak yang tinggi
bagi risiko hukum dan pada akhirnya akan
berdampak pada risiko kepatuhan.
The Bank has policies and procedures that are
very strict in the running of daily banking
processes that can be relied upon to prevent the
crime risk.
Bank memiliki kebijakan-kebijakan dan prosedur
yang sangat ketat dalam menjalankan proses
harian perbankan yang dapat diandalkan untuk
mencegah terjadinya kejahatan berisiko.
In addition, the Bank also has a Legal and
Compliance division. The Bank also continues to
provide cautioning and training / presentations to
Disamping itu, Bank juga memiliki divisi Hukum
dan
Kepatuhan.
Bank
juga
senantiasa
memberikan peringatan dan pelatihan/presentasi
Annual Report – 2009
37
Laporan Tahunan - 2009
Kantor Cabang Indonesia
business divisions and branch offices due to
prevent a variety of external factors that
potentially damage the Bank.
ke divisi-divisi bisnis maupun kantor-kantor
cabangnya agar dapat mencegah berbagai faktor
eksternal yang berpotensi merugikan Bank.
In general, Indonesia could be seen as a country
that has the adequate regulations set, but in its
implementation, often the judges take their own
personal interpretation of the regulations. The
independence and transparency are often being
a problem in handling cases in the court of law.
However, the Bank does its best effort to mitigate
the risk by having reliable employees through a
rigorous recruitment process and training
provided in a sustainable and comprehensive to
ensure that the Bank has documentation that can
be relied upon and the Bank will only do business
with third parties who have a good reputation,
with so will reduce the risk.
Secara umum, Indonesia dapat dilihat sebagai
suatu negara yang mempunyai perangkat
perundang-undangan yang cukup memadai, akan
tetapi dalam implementasinya, sering kali hakim
mempergunakan interpretasi pribadinya atas
suatu
peraturan
perundang-undangan.
Independensi dan keterbukaan seringkali menjadi
masalah dalam menangani suatu kasus di
pengadilan. Akan tetapi Bank berusaha
memitigasi risiko dengan memiliki karyawan yang
handal yang diperoleh melalui proses rekruitmen
yang ketat dan pelatihan yang diberikan secara
berkesinambungan dan menyeluruh untuk
memastikan bahwa Bank memiliki dokumentasi
yang dapat diandalkan dan Bank hanya akan
bertransaksi
dengan
pihak
ketiga
yang
mempunyai reputasi yang baik, dengan demikian
akan memperkecil risiko.
The Bank has received two legal claims from
customers who have defaulted on their derivative
transactions
Until December 31, 2009, we concluded that the
legal risk remains in the moderate category.
Bank telah menerima dua gugatan secara hukum
dari nasabah yang mengalami gagal bayar atas
transaksi derivatifnya.
Sampai dengan 31 Desember 2009 kami
menyimpulkan bahwa risiko hukum ini tetap
masuk ke dalam kategori moderat.
A.6. Reputational Risk
A.6. Risiko Reputasi
Inherent Risk : Moderate
Risk control System: Acceptable
Composite Risk: Moderate
Risiko Melekat : Moderat
Sistem
Pengendalian
Risiko:
Diandalkan
Risiko Komposit
: Moderat
A.6.1. Type of Primary Risk: Eksternal
Type of Secondary Risk: Criminal
Action/ Customer’s complaint/Publication
and negative perception
Assessment: Moderate
A.6.1. Jenis Risiko Primer: Eksternal
Jenis
risiko
Sekunder:
Tindakan
Kriminal/ Keluhan Nasabah /Publikasi dan
Persepsi Negatif
Penilaian
: Moderat
Risk
Risiko
The risk caused by the negative publication
associated with the Bank's business activities
and it leads to a negative perception of the Bank
Risiko yang disebabkan oleh adanya publikasi
negatif yang terkait dengan kegiatan usaha Bank
dan hal tersebut menyebabkan persepsi negatif
bagi Bank.
Comments
Uraian
Until 31 December 2009, the Bank does not have
any significant reputation risk. In fact, HSBC has
obtained several awards in customer service
Sampai dengan 31 Desember 2009, Bank tidak
mengalami risiko reputasi yang signifikan. Bahkan
HSBC telah mendapatkan beberapa penghargaan
Annual Report – 2009
38
Dapat
Laporan Tahunan - 2009
Kantor Cabang Indonesia
from several institutions in collaboration with the
mass media, including: Best International Trade
Bank in Indonesia (Trade Finance Magazine,
2009); Country Award for Corporate / Institutional
Internet Banking (Global Finance, 2009); Overall
Bank – Best Foreign Bank 2009 in Indonesia
(Alpha South East Asia, 2009); Best Cash
Management Bank In Indonesia (EUROMONEY,
2009; Best Co-brand card for HSBC AirAsia Card
Lafferty
Award,
2009;
Best
–
Corporate/Institutional Internet Banking in
Indonesia, Global Finance Awards 2009
dibidang customer service dari beberapa lembaga
survey bekerjasama dengan pihak media massa,
diantaranya: Best International Trade Bank in
Indonesia (Trade Finance Magazine, 2009);
Country Award for Corporate / Institutional
Internet Banking (Global Finance, 2009); Overall
Bank – Best Foreign Bank 2009 in Indonesia
(Alpha South East Asia, 2009); Best Cash
Management Bank In Indonesia (EUROMONEY,
2009; Best Co-brand card for HSBC AirAsia Card
Lafferty
Award,
2009;
Best
–
Corporate/Institutional
Internet
Banking
in
Indonesia, Global Finance Awards 2009
The Business of the Bank is a financial services.
In performing its business activities, the Bank will
always ensure that its customers have a high
level of satisfaction for services and products of
the Bank.
Bisnis Bank adalah bisnis jasa keuangan. Di
dalam menjalankan kegiatan bisnisnya, Bank
akan senantiasa memastikan agar para
nasabahnya memiliki tingkat kepuasan yang
tinggi atas layanan maupun produk Bank.
Related to the above, although the efforts to
improve the customers satisfaction are always
performed, the thing that will always be
encountered by the Bank is a customer’s
complaint. If the customer is not satisfy with the
services of the bank, the customer may
complaint to the Bank through the mass media,
related customer relations, or through Bank
Indonesia. This may influence the public
negartive perception of the Bank. If the complaint
is not properly treated, the result may lead to
damage Bank’s reputation.
Terkait dengan hal di atas, walaupun usaha untuk
meningkatkan kepuasan nasabah senantiasa
dilakukan, hal yang pasti akan selalu dihadapi
oleh Bank adalah keluhan nasabah. Apabila
nasabah tidak puas dengan pelayanan Bank,
nasabah dapat melakukan keluhan terhadap
Bank melalui media massa, melalui relasi
nasabah terkait atau melalui Bank Indonesia. Hal
ini dapat mempengaruhi persepsi masyarakat
luas yang negatif mengenai Bank. Jika keluhan
tidak ditangani dengan baik, akibatnya dapat
merugikan Bank dari sisi reputasi.
In terms of preventive measure, the Bank has a
good system method to prevent the occurrence
of the news that has potential negative impact for
the bank’s reputation. The method is Complaint
Management System (CMS) which is integrated
with the business units and has a remarkable
time in completing a customer complaint; layer
function control in the approval process so that
products and/or services offered certain to be
transparent and risk-free to the customers, and
intensive training for those employees who
directly confront / deal with the customers.
Dari segi preventive measure, Bank memiliki
perangkat sistem yang baik untuk mencegah
terjadinya
pemberitaan
yang
berpotensi
menimbulkan dampak negatif bagi reputasi Bank.
Adapun perangkat-perangkat tersebut adalah
Complaint Management System (CMS) yang
terintegrasi dengan unit-unit bisnis dan memiliki
waktu
penyelesaian
yang
patut
dalam
menyelesaikan keluhan nasabah; fungsi kontrol
yang berlapis dalam proses persetujuan sehingga
produk dan/atau jasa yang ditawarkan dapat
diyakini bersifat transparan dan tidak merugikan
nasabah; dan pelatihan yang intensif bagi para
karyawan
yang
langsung
menghadapi/berhubungan dengan nasabah.
From the marketing perspective, the Bank has a
Call Center where customers may ask directly to
our customer service. This information can also
be found on the website www.hsbc.co.id.
Besides, in each of its promotion program, the
Bank also publishes the details of the terms and
Dari sisi marketing sendiri, pihak Bank
mempunyai Call Center di mana nasabah dapat
menanyakan secara langsung kepada customer
service kami. Informasi ini juga dapat ditemukan
di website www.hsbc.co.id. Disamping itu dalam
setiap
program
promo-nya,
Bank
juga
Annual Report – 2009
39
Laporan Tahunan - 2009
Kantor Cabang Indonesia
conditions in each marketing communication
materials such as brochures, Flyer, etc. that
explain the complete product or service along
with all the terms and conditions become
applicable.
mempublikasikan rincian syarat dan ketentuan
pada setiap materi komunikasi marketing seperti
brosur, flyer, dll yang menerangkan secara
lengkap mengenai produk atau layanan tersebut
beserta segala hal yang menjadi syarat dan
ketentuan yang berlaku.
Melalui divisi Hubungan Masyarakat (Public
Relations), serangkaian hubungan baik dengan
media massa juga dilakukan secara rutin
misalnya jumpa pers, briefing, komunikasi melalui
siaran pers yang Bank keluarkan. Selama tahun
ini, setidaknya HUMAS Bank telah mengadakan
sebanyak 121 program / aktivitas media, baik itu
pendistribusian berita pers maupun acara jumpa
pers, baik dengan media nasional maupun
daerah, seperti Bandung, Medan dan Surabaya;
mencakup seluruh area bisnis yang dimiliki Bank,
yakni Perbankan retail, korporasi, Amanah
Syariah, hingga program Corporate Sustainability.
Semua ini dilakukan dengan tujuan memberikan
secara
informasi
selengkap-lengkapnya
transparan
kepada
masyarakat
mengenai
perkembangan produk dan layanan perbankan,
juga sebagai sarana edukasi bagi rekan-rekan
media dan masyarakat pada umumnya. Dari
uraian diatas, kami menilai bahwa penilaian risiko
reputasi Bank sampai dengan 31 Desember 2009
adalah Moderat.
Through the Public Relations division (Public
Relations/PR), a series of good relations with the
mass media also regularly has performed i.e.
pers conference, briefing, communication
through the distributed press release. Until the
fourth quarter of this year, at least, the PR has
121 programs / media activities, the distribution
of news and the press conference, with both
national and local media, such as Bandung,
Medan and Surabaya; covering all areas of
business that is owned by the Bank, ie, retail
banking, corporate, Amanah Syariah, to the
Corporate Sustainability program. These are
performed with the purpose of providing
complete informations in a transparent to the
people concerning the development of products
and banking services, also as a education tools
for media colleagues and the general public.
From the description above, we evaluate that the
risk assessment the Bank reputation risk until 31
December 2009 is Moderate
A.6.2. Type of Primary Risk: Process
Type of Secondary Risk: Sales Risk
Assessment: Moderate
A.6.2. Jenis Risiko Primer: Proses
Jenis Risiko Sekunder Risiko Penjualan
Penilaian
: Moderat
Risk
The products complexity, bonds price volatility/
shares and exchange rates, lack of information
when selling a product / service, provide product
information / services that excessive
Risiko
Kompleksitas
produk,
volatilitas
harga
obligasi/saham dan nilai tukar, kurangnya
pemberian
informasi
ketika
menjual
produk/layanan,
memberikan
informasi
produk/layanan yang berlebihan.
Comments
Uraian
During 2009, the indictmen related to customer
complaints due to misunderstandings caused by
incomplete information more related to the
product, among other credit cards. However, the
Bank constantly strives to improve services in
terms of information with respect to the
characteristics of the product will be offered to
customers.
Selama
tahun
2009
pengaduan
yang
berhubungan dengan keluhan nasabah akibat
kesalahpahaman akibat informasi yang kurang
lengkap lebih banyak berkaitan dengan antara
lain produk kartu kredit. Namun demikian, Bank
senantiasa berusaha untuk terus meningkatkan
pelayanan dalam hal pemberian informasi
sehubungan dengan pemahaman karakteristik
produk yang akan ditawarkan kepada nasabah.
The Bank offers a wide range of products that
have various level of complexity. The Level of
Bank menawarkan berbagai macam produk yang
memiliki tingkat kompleksitas yang berbeda-beda.
Annual Report – 2009
40
Laporan Tahunan - 2009
Kantor Cabang Indonesia
complexity is adjusted to the customers’s risk
appetite.
Before a product is launched by the Bank, the
offering products must first re-examined by the
Legal and Compliance HSBC and other related
units, (if required study is also forwarded to the
Head Office HSBC); each customer is profiled in
the data risk (fill in the Risk Tolerance
Questionnaire); Bank has formal instructions
from the HSBC Group Head Office concerning
the necessary of transparency in selling
investment products, and the wealth managers or
our sales agents are trained sales force and even
have the official certification from Bapepam LK to
sell investment products.
Tingkat kompleksitas tersebut disesuaikan
dengan risk appetite yang dimiliki para nasabah.
Sebelum suatu produk diluncurkan oleh Bank,
produk-produk yang ditawarkan terlebih dahulu
dikaji ulang oleh bagian Kepatuhan dan Hukum
HSBC dan unit-unit terkait lainnya, (apabila
diperlukan kajian tersebut diteruskan juga ke
Kantor Pusat HSBC); masing-masing nasabah di
data profil risikonya (mengisi Risk Tolerance
Questionnaire); Bank memiliki petunjuk formal
dari Kantor Pusat Group HSBC tentang
diperlukannya transparansi dalam menjual produk
investasi; dan para wealth manager atau agenagen penjual kami adalah merupakan sales force
yang sudah terlatih dan bahkan memiliki
sertifikasi resmi dari Bapepam LK untuk menjual
produk investasi tersebut.
Then to prevent the potential misunderstandings,
the Bank provides written information about the
product characteristics in Bahasa with the
explanation risk and mitigation factors that may
arise from these products. The reputation risk
assessment until 31 December 2009 is
Moderate.
Selanjutnya untuk mencegah kemungkinan
terjadinya kesalahpahaman, Bank menyediakan
informasi karakteristik produk Bank yang
dituangkan secara tertulis dalam Bahasa
Indonesia dengan penjabaran risiko dan faktor
mitigasi yg mungkin timbul dari produk tersebut.
Penilaian risiko reputasi Bank sampai dengan 31
Desember 2009 adalah Moderat.
A.7. Strategic Risk
A.7. Risiko Strategik
Inherent Risk : Low
Risk Control System: Acceptable
Composite Risk: Low
Risiko Melekat : Rendah
Sistem
Pengendalian
Risiko:
Diandalkan
Risiko Komposit
: Rendah
A.7.1. Type of Primary Risk: Internal
Type of Secondary Risk: Incorrect
decission/Unresponsive Management to
the development/External Changes
Assessment: Low
A.7.1. Jenis Risiko Primer: Internal
Jenis Risiko Sekunder: Keputusan yang
Tidak Tepat/Manajemen Tidak Responsif
terhadap
Perkembangan/Perubahan
Eksternal
Penilaian: Rendah
Risk
Risiko
The risk associated with strategic risk is the
inappropriate decision or the implementation of
the Bank's strategy. Lack of response to external
changes may also cause a strategic risk.
Risiko yang terkait dengan risiko strategik adalah
keputusan atau pelaksanaan strategi Bank yang
tidak tepat. Kurang responsifnya Bank terhadap
perubahan eksternal juga dapat menyebabkan
risiko strategik.
Comments
Uraian
The Bank sets a strategic plan which has
medium/long term and a short term business
plan, through the meetings mechanism with the
management of HSBC Indonesia guided by
Bank menetapkan rencana strategik yang sifatnya
jangka menengah/panjang dan rencana bisnis
yang sifatnya jangka pendek, melalui mekanisme
rapat manajemen HSBC Indonesia dengan
Annual Report – 2009
41
Dapat
Laporan Tahunan - 2009
Kantor Cabang Indonesia
HSBC Head Office.
petunjuk dari Kantor Pusat.
In set the strategic and business plan, the HSBC
Indonesia also is guided to the dynamic of the
economy in the country, business competition, and
the direction and policies (regulations) of Bank
Indonesia / Bapepam. The business and strategic
plan of the Bank is prepared on the basis of the
strength of the Bank capital, realistic assumptions,
and the direction of Indonesian economic
assumptions.
In condition that the Bank’s policy direction
changes is not in accordance with the strategic
and business plans that have been defined, the
irregularities or deviation is submitted to Head
Office and also submitted to Bank Indonesia
(specifically for the Business Plan) Until 31
December 2009, the Bank concludes that the
strategic risk is Low.
Dalam menetapkan rencana strategik maupun
rencana bisnis tersebut, HSBC Indonesia juga
berpedoman kepada dinamika ekonomi dalam
negeri, tingkat persaingan usaha, serta arah dan
kebijakan (peraturan) Bank Indonesia/Bapepam.
Rencana bisnis dan rencana strategis Bank
tersebut disusun atas dasar kekuatan permodalan
Bank, asumsi-asumsi yang realistis, dan arah serta
asumsi-asumsi perekonomian Indonesia.
Apabila terjadi perubahan arah kebijakan Bank
yang tidak lagi sesuai dengan rencana bisnis
maupun strategik yang sudah ditetapkan, maka
penyimpangan atau deviasi tersebut disampaikan
ke Kantor Pusat dan disampaikan juga ke Bank
Indonesia (khusus untuk Rencana Bisnis).
Sampai dengan 31 Desember 2009, Bank dapat
menyimpulkan bahwa risiko strategik adalah
Rendah.
A.8. Compliance Risk
A.8. Risiko Kepatuhan
Inherent Risk : Moderate
Risk Control System Acceptable
Composite Risk: Moderate
A.8.1. Type of Primary Risk: External
Type of Secondary Risk: Risk
associated with Law/Regulations
Assessment: Moderate
Risiko Melekat : Moderat
Sistem
Pengendalian
Risiko:
Dapat
Diandalkan
Risiko Komposit
: Moderat
A.8.1. Jenis Risiko Primer: Eksternal
Jenis Risiko Sekunder: Risiko yang
terkait dengan Peraturan/Perundangundangan
Penilaian: Moderat
Risk
Risiko
The compliance risk is the risk incurred due to
the Bank does not comply with regulations or not
to implement rules or regulations and other
applicable or issued by the authorities in banking,
financial or capital markets.
Risiko kepatuhan adalah risiko yang ditimbulkan
karena Bank tidak mematuhi atau tidak
melaksanakan peraturan atau perundangundangan dan ketentuan lainnya yang berlaku
atau dikeluarkan oleh pihak berwenang dibidang
perbankan, keuangan atau pasar modal.
Comments
The Bank in carries out its banking activities
always
be
guided
to
the
applicable
regulations.However, there is increased risk in
relation to compliance risk with the results of the
Bank Indonesia Audit of the treasury where there
are several violations and weaknesses in the
management of the market.
Uraian
Bank dalam melakukan kegiatan perbankannya
selalu berpedoman kepada peraturan yang
berlaku. Namun, terdapat peningkatan dalam
risiko kepatuhan sehubungan dengan hasil
pemeriksaan Bank Indonesia terhadap treasury
dimana terdapat beberapa pelanggaran dan
kelemahan dalam pengelolaan pasar.
The Bank continues to do the analysis and
identification of compliance against the products
that will be launched into the market which may
Bank senantiasa melakukan analisa dan
identifikasi kepatuhan terhadap produk-produk
yang akan dipasarkan yang dapat memberikan
Annual Report – 2009
42
Laporan Tahunan - 2009
Kantor Cabang Indonesia
raise compliance risk exposure. The products are
always given compliance test to ensure that no
rules or provisions that are being violated.
eksposur risiko kepatuhan. Produk-produk
tersebut senantiasa diberikan uji kepatuhan untuk
memastikan bahwa tidak ada peraturan atau
ketentuan yang dilanggar.
The Bank also implements a compliance risk
management
system
related
to
policy,
procedures, human resources and control
systems. The compliance risk management
system is strictly adopted by the Bank to
minimize the compliance risk
Bank juga menerapkan sistem manajemen risiko
kepatuhan yang menyangkut kebijakan, prosedur,
sumber daya manusia dan sistem kontrol. Sistem
manajemen risiko kepatuhan tersebut diadopsi
oleh Bank secara ketat untuk meminimalisir risiko
kepatuhan tersebut.
The Bank’s exposure to this risk can be
minimized because the Bank adopted a risk
management system as mentioned above and
also to apply those rules very strictly. The Bank
also makes it explicit attitudes towards
adherence to this compliance culture so that
compliance culture can be embedded with the
Bank’s employees. Until 31 December 2009, the
compliance risk level is Moderate.
Eksposur Bank terhadap risiko ini dapat
diminimalisir karena Bank mengadopsi sistem
manajemen risiko di atas dan juga menerapkan
aturan-aturan tersebut dengan sangat ketat. Bank
juga membiasakan sikap tegas terhadap
kepatuhan ini sehingga budaya kepatuhan dapat
tertanam dengan baik diantara para karyawan
Bank. Sampai dengan 31 Desember 2009, risiko
kepatuhan kami nilai Moderat.
Based on the above descriptions on the risk
profile from the respective functional activities
(business units), the overall HSBC Composite
Risk for the period 31 December 2009 is
Moderate.
Berdasarkan uraian – uraian atas profil risiko dari
masing – masing aktifitas fungsional (bisnis unit)
diatas, maka secara keseluruhan Risiko Komposit
HSBC untuk periode 31 Desember 2009 adalah
Moderat.
VI. OTHER INFORMATION
VI. INFORMASI LAINNYA
Information Technology
Teknologi Informasi
HSBC
Technology
&
Services
is
an
acknowledged leader in developing and
employing advanced technology and operational
processes, fuelled by focusing on continuous
improvement and exceptional result. IMO HTS
has been supporting the Bank to:
• Continuously improve system to enhance
customer experience such as the implementation
of system to support Amanah Premier and PFS
Advance.
• Continuously built and expand branches and
ATM.
• Provide Global access, which allows account
holders to withdraw cash 24 hours a day at more
than 280,000 ATMs in over 100 countries
worldwide and close to 13,000 ATMs in
Indonesia as a member of ATM Bersama
network.
• Centralise back office operations to allow
business lines to focus on sales and services
HSBC Technology & Services diakui sebagai
pemimpin
dalam
mengembangkan
dan
menerapkan teknologi canggih dan proses
operasional, didorong dengan berfokus pada
perbaikan terus-menerus dan hasil yang luar
biasa. HTS IMO telah mendukung Bank untuk:
• Terus menerus meningkatkan sistem untuk
meningkatkan
pengalaman
konsumen
diantaranya adalah penerapan sistem untuk
mendukung Amanah Premier dan PFS Advance.
• Terus melakukan ekspansi dengan menambah
jumlah cabang dan jumlah ATM.
• Menyediakan akses global, yang memungkinkan
nasabah untuk menarik uang tunai 24 jam sehari
di lebih dari 280.000 ATM di lebih dari 100 negara
di seluruh dunia dan hampir 13.000 ATM di
Indonesia sebagai anggota jaringan ATM
Bersama.
• Sentralisasi
kantor
operasional
sehingga
memungkinkan lini bisnis untuk fokus pada
penjualan dan jasa
• Menghemat penggunaan bahan kertas dalam
transaksi perbankan yang bertujuan untuk
• Drive bank wide Paper Reduction Projects aimed
to reduce paper consumption through out the
Annual Report – 2009
43
Laporan Tahunan - 2009
Kantor Cabang Indonesia
organization to support green environment. As
part of the effort, the bank explored novel
alternatives to increase the use of electronic
channels for new banking activities. This will lead
to improve customer experiences and reduction
in paper based activities for new banking
transactions.
• Reduce direct environmental impact such as
energy & water consumption and waste
generation, by introducing commercially viable
eco-friendly environmental features into all major
property project.
• Leverage use of video conferencing technology,
to support collaboration and communication
between branches & offices in Indonesia, as well
as across the group globally, helping the bank to
reduce carbon foot-print and cost.
• Standardise branch design, enable only 10
weeks from site plan until branch opening
•
• Centralise procurement process, with yearly
saving of more than USD 1m
•
• Be the 1st Credit Card issuing bank in Indonesia
that fully converted to EMV ( chip card technology
) to protect both our customer and the Bank.
•
• Integrate security, fraud, and information risk
management through well established procedure
and sophisticated system for detecting,
monitoring, analyzing, and investigating banking
transaction in various Bank channels.
•
• Built well established Business Contingency Plan
(BCP) arrangement for ensuring critical Bank
operation resilience and customer service
resumption under various disasters scenario
•
• Apply robust technology implementation and
better supply chain to allow bank to fully rebuild
its operation capability within 2 days after major
disaster incident.
•
• Leverage HSBC global expertise and resources
to maintain production service level of near 100%
availability.
•
• Expand ATM features to include online realtime
various bill payment and voucher purchases
•
• Automate the credit scoring process to anticipate
•
Annual Report – 2009
•
•
44
mengurangi konsumsi kertas di seluruh organisasi
untuk mendukung penghijauan. Sebagai bagian
dari upaya itu, bank alternatif baru dieksplorasi
untuk meningkatkan penggunaan saluran
elektronik untuk kegiatan perbankan yang baru.
Hal ini akan menyebabkan meningkatkan
pengalaman pelanggan dan pengurangan
kegiatan berbasis kertas untuk transaksi
perbankan yang baru.
Mengurangi dampak pencemaran lingkungan
seperti limbah energi, limbah air dan limbah yang
lainnya, dengan memperkenalkan fitur ramah
lingkungan ke dalam semua Proyek properti.
Menggunakan teknologi konferensi video untuk
mendukung kolaborasi dan komunikasi antar
cabang & kantor di Indonesia, serta di seluruh
kantor pusat secara global, membantu bank untuk
mengurangi emisi karbon dan penghematan
biaya.
Standarisasi desain cabang, memungkinkan
hanya 10 minggu dari awal perencanaan sampai
pembukaan cabang
Sentralisasi
proses
pengadaan,
dengan
penghematan tahunan sebesar lebih dari USD 1
juta
Menjadi Bank pertama di Indonesia yang
menerbitkan kartu kerdit yang sepenuhnya
dikonversi menjadi EMV (teknologi kartu chip)
untuk melindungi nasabah dan Bank.
Mengintegrasikan keamanan, penipuan, dan
manajemen informasi risiko melalui prosedur
mapan dan sistem yang canggih untuk
mendeteksi, memantau, menganalisa, dan
menyelidiki transaksi perbankan di Bank berbagai
saluran.
Dibentuk (Bisnis Contingency Plan /BCP) rencana
kontingensi bisnis yang handal guna memastikan
ketahanan operasi terutama pada lini Bank yang
kritis dan pemulihan layanan pelanggan dalam
berbagai skenario bencana
Penerapan implementasi teknologi yang kuat dan
rantai pasokan yang lebih baik untuk
memungkinkan bank dengan sepenuhnya
membangun kembali kemampuan beroperasi
dalam waktu 2 hari setelah kejadian bencana
besar.
Meningkatkan keahlian HSBC global dan sumber
daya manusia guna mempertahankan tingkat
produksi pelayanan ketersediaan mendekati level
100%.
Mengembangkan fitur ATM untuk transaksi
realtime dalam berbagai pembayaran tagihan dan
pembelian voucher telepon
Mengotomatisasi proses penilaian kredit untuk
Laporan Tahunan - 2009
Kantor Cabang Indonesia
for high volume in SME growth
• Enhance the Internet Banking proposition by
providing two choices of log in : with and without
token
mengantisipasi terhadap volume tinggi dalam
pertumbuhan UKM
• Meningkatkan fitur Internet Banking dengan
menyediakan dua pilihan login: dengan dan tanpa
token
Human Resources
Sumber Daya Manusia
At the end of 2009, HSBC Indonesia employed
2,687 staffs. This was declined from previous year,
as expected to maintain a conservative growth of
headcounts, whilst improving overall business
performance and cost efficiency. 2009 was marked
as the year to promote HSBC as the best place to
work, throughout the implementation of HSBC
Discovery Programme. It is a 90 day on boarding
program to encompass course of activities which
covering understanding on HSBC vision, brand,
value and practices.
Pada akhir tahun 2009, HSBC Indonesia
mempekerjakan 2.687 karyawan. Jumlah ini
menurun dibandingkan dengan tahun sebelumnya,
sesuai dengan ekspektasi pertumbuhan jumlah
karyawan yang konservatif, dimana kami juga
dituntut untuk meningkatkan kinerja bisnis dan
mengedepankan efisiensi biaya. Tahun 2009
ditandai dengan momentum untuk mempromosikan
HSBC sebagai tempat terbaik untuk bekerja melalui
HSBC Discovery Programme. Program tersebut
merupakan program induksi global selama 90 hari
yang meliputi serangkaian aktivitas untuk
mendorong pemahaman terhadap visi, brand, nilainilai dan praktek-praktek dalam HSBC.
HSBC telah berkomitmen untuk terus berusaha
memberikan upaya terbaik dalam pelaksanaan
kegiatan strategis terhadap business stakeholder
terutama di area Manajemen Tenaga Kerja [seperti
perencanaan sumber daya, penelaahan karyawan
berbakat dan program suksesi, manajemen kinerja,
penghargaan,
pengembangan
organisasi,
hubungan tenaga kerja dan keterikatan/loyalitas
karyawan]. Disamping hal-hal tersebut di atas,
beragam program pembelajaran dan pelatihan,
untuk memberikan motivasi kepada para karyawan,
membentuk karyawan yang terampil dan handal
dalam menangani berbagai produk, sistem,
prosedur dan peraturan sehingga mampu
melindungi kepentingan nasabah dan kepentingan
bank serta sekaligus menyediakan pelayanan prima
kepada nasabah. Untuk itu HR memberikan fokus
yang lebih besar pada peningkatan kemampuan
staffnya untuk dapat berperan lebih efektif sebagai
mitra bisnis melaui keahlian manajemen strategik
dan konsultasi.
The bank remains committed in ensuring smooth
execution of strategic activities and delivering
valued service to business stakeholders,
specifically in the area of people management [e.g.
resourcing planning, talent and succession,
performance management, rewards, organization
development, ER and staff engagement]. Aside of
the above, various learning/training programs were
implemented to ensure that employees are
motivated, conversant and well versed with the
product range, systems, procedures and
regulations. All were necessary to ensure the
interest of our customers and the Bank is protected
while providing the highest quality service to our
customers. To be able to deliver those activities
and services, HR put a greater focus to up-skill its
people capabilities to become effective business
partner by provided HR Managers with strategic
management and consultation skills.
Annual Report – 2009
Selama tahun 2009, Learning & Development telah
menyelenggarakan 7.301 hari training untuk seluruh
karyawan
HSBC
di
Indonesia.
Metode
pembelajaran
telah
diperluas
dengan
memanfaatkan lebih banyak metode e-learning
[52%] dibanding dengan metode lainnya seperti
training dalam kelas dan training publik. Beberapa
proyek-proyek penting juga didukung oleh Learning
& Development seperti HSBC Business Academy,
PFS On Boarding Programme maupun program
sertifikasi BSMR. Selain itu kami juga mengirimkan
45
Laporan Tahunan - 2009
Kantor Cabang Indonesia
In 2009, Learning & Development delivered 7,301
training days for all HSBC staff across Indonesia.
The learning channels had been expanded by
using more e-Learning channels [52%] compare to
class room and external training. Some important
projects also were supported by Learning &
Development such as HSBC Business Academy,
PFS On-Boarding Programme, as well as massive
BSMR certification. Other than that, there were
overseas attachments/trainings to expand staff
knowledge, skills and networking.
karyawan kami untuk mengikuti pelatihan-pelatihan
/ penugasan di luar negeri untuk memperluas
pengetahuan, ketrampilan dan jaringan mereka.
HSBC
Indonesia
continued
leadership
development program to improve local leaders’
capabilities by consistently identify and review local
talents and put succession planning in place
through a regular review with top executives;
developed individual talent profiles to better cater
career aspirations, future potential role, mobility
and retention consideration; engaged world class
consultant to improve leadership capabilities of
senior leaders through executive coaching; and
launched a 30-mo Resident Manager Trainee
programme.
HSBC Indonesia juga melanjutkan program
pengembangan kepemimpinan para pemimpin lokal
melalui identifikasi karyawan lokal berbakat (talent)
maupun rencana suksesi melalui proses review dari
eksekutif puncak bank; mengembangkan profil
individu para karyawan berbakat untuk mendapat
gambaran yang lebih baik mengenai aspirasi karir,
potensi penugasan di masa mendatang, mobilitas,
maupun faktor-faktor yang mempengaruhi retensi
mereka; executive coaching para pimpinan senior
untuk memperkuat kepemimpinan; turut di
dalamnya
adalah
implementasi
program
pengembangan 30 bulan Resident Manager
Trainee.
On employee engagement, overall EEI was
declined by 5 points from 75 to 70. This was
predominantly seen as an anxiety during the
change management process due to some reorganizations to implement new business
models/Target Operating Models. On the other
hand, HSBC Indonesia always promoted and
encouraged staffs to participate in Beyond Banking
activities, as part of creating a work life balance [i.e.
The HSBC Sport and Social Club (S’portives) in
each branch]. This body organizes the sporting
event as well as other staff engagement program.
Di area keterikatan/loyalitas karyawan dengan bank,
EEI secara keseluruhan turun 5 poin dari 75
menjadi 70. Hal tersebut nampaknya diakibatkan
oleh kegelisahan karyawan terhadap perubahanperubahan dalam proses re-organisasi untuk
menerapkan model bisnis /Total Operating Model
yang baru. Namun demikian, HSBC Indonesia
selalu menghimbau karyawannya untuk turut
berpartisipasi dalam kegiatan Beyond Banking,
untuk menciptakan keseimbangan antara pekerjaan
dan kehidupan pribadi [misalnya melalui HSBC
Sport and Social Club (S’portives) di setiap cabang].
Kegiatannya meliputi pertandingan olahraga, serta
kegiatan karyawan lainnya.
Corporate Sosial Responsibility
Corporate Social Responsibiity
As a leading international banking and financial
services institution, HSBC has always striven first
and foremost to be a successful company, and as
such, to maintain the highest ethical values and
highest standards of behaviour. One of the group's
strategic imperatives is to make HSBC one of the
world's leading brands for customer experience
and corporate sustainability (CS).
CS refers to HSBC's responsibility to its
shareholders, customers and employees, to
Sebagai lembaga layanan perbankan dan finansial
internasional yang terkemuka, HSBC, pertamatama dan yang terutama, selalu berusaha untuk
menjadi perusahaan yang berhasil, dan oleh karena
itu, untuk mempertahankan nilai-nilai etis dan
strandard perilaku yang paling tinggi. Salah satu
aturan wajib dari strategi kelompok perusahaan
adalah membuat HSBC menjadi salah satu merek
dagang yang terkemuka bagi pengalaman
pelanggan
dan
kelangsungan
perusahaan
Annual Report – 2009
46
Laporan Tahunan - 2009
Kantor Cabang Indonesia
conduct its business ethically, legally, and with
awareness and respect for the people,
communities, and environments it operates within
around the globe. In Indonesia CS programmes
are conducted under ‘HSBC Kita’. Part from
HSBC's overall dedication to good corporate
governance, the numerous HSBC Kita CS
initiatives are split into Education, Environment,
Community, and Disaster Relief. Through
philanthropic and charitable activities and
donations, as well as sponsorships and direct staff
contribution and involvement, HSBC Kita has
already made a great contribution in numerous
projects aimed to aid and improve in these areas.
HSBC practices responsible finance to ensure that
our approach to lending and investment reflects our
business principles and values, sensitivity to
society's expectations and an assessment of risk.
We avoid dealing with certain types of business,
such as financing weapons manufacture and sales,
dealing with countries subject to international
sanctions, and, as a founding member of the
Wolfsberg Group, have developed standards for
anti-money laundering and counter-terrorist
financing policies. We also support policies and
procedures of the Vienna and Strasbourg
Conventions against drug trafficking.
(corporate sustainability/CS).
CS berarti tanggungjawab HSBC terhadap para
pemegang saham, pelanggan dan karyawannya,
untuk menjalankan usahanya secara etis, sah, dan
dengan kesadaran dan rasa hormat terhadap orang
lain, masyarakat, dan lingkungan dimana
perusahaan menjalankan kegiatannya di seluruh
dunia. Di Indonesia program-progam CS dijalankan
dengan nama 'HSBC Kita'. Sebagai bagian dari
dedikasi keseluruhan HSBC terhadap pengelolaan
perusahaan yang baik, berbagai inisiatif CS HSBC
Kita dibagi menjadi Pendidikan, Lingkungan Hidup,
Kepedulian pada Masyarakat, dan Bantuan
Bencana Alam. Melalui kegiatan-kegiatan serta
sumbangan kemanusiaan dan amal, dan kontribusi
dan keterlibatan staf secara langsung, HSBC Kita
telah memberikan kontribusi yang besar dalam
berbagai proyek yang ditujukan untuk membantu
HSBC
dan meningkatkan bidang-bidang ini.
menjalankan
bisnis
keuangan
secara
bertanggungjawab untuk memastikan bahwa
pendekatan kami terhadap pemberian pinjaman
dan investasi mencerminkan prinsip-prinsip dan
nilai-nilai usaha kami, kepekaan terhadap harapan
masyarakat dan penilaian atas resiko.
Kami
menolak berurusan dengan jenis-jenis usaha
tertentu seperti pembiayaan pabrik senjata atau
pemasarannya, berurusan dengan negara-negara
yang mendapat sangsi internasional, dan, sebagai
anggota pendiri Kelompok Wolfsberg, kami telah
mengembangkan patokan-patokan untuk kebijakan
anti pencucian uang dan kontra pendanaan teroris.
Kami juga mendukung kebijakan-kebijakan dan
prosedur Konvensi Wina dan Strasbourg terhadap
perdagangan obat terlarang.
HSBC considers the exercise of Corporate
Sustainability to be extremely important. From
detailed assessments of lending proposals and
investments, to the promotion of good
environmental
practice
and
sustainable
development, and commitment to the welfare and
development of each local community; social,
ethical and environmental risks are considered as
part of our normal credit assessment and approval
process for lending.
Annual Report – 2009
HSBC menganggap bahwa pelaksanaan Corporate
Sustainability adalah sangat penting. Dari penilaian
terperinci atas usulan pemberian kredit dan
investasi, hingga peningkatan usaha melestarikan
lingkungan dan pengembangan yang berkelanjutan,
dan komitmen terhadap kesejahteraan dan
47
Laporan Tahunan - 2009
Kantor Cabang Indonesia
pengembangan masyarakat setempat; resiko-resiko
sosial, etis dan lingkungan kami anggap sebagai
bagian dari proses yang wajar dari penilaian dan
persetujuan untuk pemberian kredit.
Education
Pendidikan
Education is crucial to the development and
prosperity of every country. By investing in
education, HSBC seeks to build the confidence
and abilities of young people on whom, as
customers and employees, our future business
will depend.
Pendidikan merupakan hal yang sangat penting
bagi pembangunan dan kesejahteraan suatu
negara. Melalui pendidikan, HSBC mencoba
membangun
kepercayaan
diri
serta
memberdayakan generasi muda. Di pundak
merekalah masa depan kita semua bergantung.
Inisiatif HSBC secara global di bidang pendidikan
ditekankan pada pendidikan dasar dan menengah
bagi kaum yang kurang mampu, dukungan
kepada sekolah di daerah tertinggal, programprogram yang mendukung adanya saling
pengertian antar pemuda lintas negara, kegiatan
yang mengasah minat dan kepekaan terhadap
kebudayaan, serta program yang mendorong
para pemuda untuk lebih memahami dunia usaha
dan keuangan.
Emphasis on global HSBC educational initiatives
include primary and secondary education for the
disadvantaged,
support
for
schools
in
economically deprived areas, programmes to
promote international understanding among
young people and activities that promote interest
in and sensitivity to other cultures, as well as
programmes that encourage youth to have a
greater understanding of business and finance.
Education is the engine of economic
development and a route to personal
achievement and success. That's why helping
people to gain the skills and knowledge to
succeed has been one of our primary
commitments worldwide and within Indonesia.
Pendidikan
adalah
mesin
penggerak
pembangunan ekonomi dan jalan untuk
menggapai cita-cita dan kesuksesan. Inilah
alasan mengapa peningkatan ketrampilan dan
pengetahuan masyarakat menjadi komitmen
utama kami di seluruh dunia dan Indonesia.
Environment
Lingkungan Hidup
HSBC
believes
that
sound
business
management should take account of the effects
that business has on the environment, with a
view to minimizing detrimental impact. The
pursuit of economic growth and a healthy
environment are linked; governments, business
and individuals all have a role to play in achieving
sustainable development.
HSBC meyakini bahwa setiap perusahaan harus
mempertimbangkan dampak yang ditimbulkan
oleh bisnisnya tersebut terhadap lingkungan serta
berupaya meminimalkan dampak negatif tersebut.
Upaya untuk mencapai pertumbuhan ekonomi
dan lingkungan yang sehat membutuhkan
kerjasama antara pihak-pihak yang terkait, yaitu
pemerintah, dunia usaha dan pelaku ekonomi,
yang
semuanya
memiliki
peran
dalam
Annual Report – 2009
48
Laporan Tahunan - 2009
Kantor Cabang Indonesia
menciptakan pembangunan yang berkelanjutan.
Kami menyadari bahwa kami berkewajiban
membantu mengurangi dampak tidak langsung
yang mungkin timbul dari pendanaan yang kami
berikan dan kami siap untuk bahu membahu
bersama mitra kami untuk menerapkan praktek
lingkungan hidup yang baik di daerah-daerah dan
industri yang sensitif. Kami mendukung proyekproyek lingkungan hidup di seluruh dunia, yang
meliputi penelitian ilmiah, konservasi alam,
program ekologi dan daur ulang limbah; dan
karyawan kami juga terlibat sebagai relawan
dalam
program
tersebut.
Kami menyadari bahwa perusahaan seperti kami
harus ikut bertanggungjawab, bersama dengan
pemerintah dan warga negara lainnya untuk
mengurangi kerusakan akibat perbuatan manusia
– polusi tanah, air dan udara serta menipisnya
sumber daya alam.
We recognize that we also have a role to play in
helping to minimize indirect impacts which might
result from our lending, and we seek to engage
with
our
customers
to develop good
environmental practices in sensitive areas and
industries. We support environmental projects in
different parts of the world, including local
scientific research, conservation, recycling and
ecological programmes, and our staffs are
involved as volunteers in some of these
programmes.
We believe companies like ours must share
responsibility with governments and citizens for
minimizing the damaging effects of human
activity - pollution of land, water and air and
depletion of resources.
Being one of the world's biggest banks means
we can make a big difference. With that comes
great responsibility to ensure our activities are a
force for good. We aim to lend and invest
responsibly, avoiding projects where the potential
for environmental damage outweighs the
economic benefits. Initiatives that are good for
the environment often make good financial sense
too.
Sebagai salah satu bank terbesar di dunia, kami
dapat membuat perbedaan. Merupakan tanggung
jawab kami, untuk menjamin bahwa kegiatan
kami memiliki tujuan yang baik. Kami
melaksanakan investasi dan pembiayaan secara
bertanggung jawab, dengan menghindari proyekproyek dimana potensi kerusakan lingkungan
yang ditimbulkannya lebih besar dari pada
manfaat ekonomisnya. Seringkali, inisiatif yang
baik bagi lingkungan juga memiliki dasar
pertimbangan finansial yang baik.
Community
Kepedulian pada Masyarakat
Wherever we operate, we play a constructive,
responsible role in aligning our objectives with
those of the local community. Every country and
territory where we operate has its own character,
history and aspirations, and HSBC believes that
involving our employees in the community brings
many benefits. Our employees gain in
understanding, confidence and self-esteem, and
Dimanapun kami beroperasi, kami merasa
bertanggungjawab untuk menyelaraskan antara
tujuan perusahaan dengan harapan masyarakat
setempat. Setiap negara dan wilayah tempat kami
beroperasi memiliki karakter, sejarah dan aspirasi
yang berbeda dan HSBC percaya bahwa
keterlibatan karyawan kami di masyarakat akan
membawa banyak manfaat. Karyawan akan
Annual Report – 2009
49
Laporan Tahunan - 2009
Kantor Cabang Indonesia
being recognised in the community as good
corporate citizens and employers helps HSBC to
attract great people who in turn can provide great
service to our customers.
memperoleh pemahaman, kepercayaan diri dan
kebanggaan. Dan dengan reputasi sebagai
perusahaan yang baik dan peduli pada
lingkungan, HSBC dapat menarik sumber daya
manusia yang unggul, dan pada saatnya nanti
akan memberikan layanan yang terbaik bagi
nasabah.
HSBC Kita endeavours to support and help local
communities through the involvement of
employees and the provision of grants.
Programmes aim to both sustain and encourage
growth in long-established Indonesian traditions,
from arts and crafts to dance, and to provide care
and encourage community spirit amongst the
sick and the underprivileged.
Upaya HSBC Kita mendukung dan membantu
masyarakat
setempat
dilakukan
melalui
keterlibatan karyawan dan bantuan dana.
Program kami ditujukan untuk melestarikan dan
mengembangkan kekayaan warisan tradisi
Indonesia, dari kesenian dan kerajinan, hingga
seni tari; serta untuk menunjukkan kepedulian
dan memberikan secercah harapan kepada
masyarakat khususnya bagi mereka yang sakit
dan kurang mampu.
Disaster Relief
Bantuan Bencana Alam
Natural disasters can occur without warning.
They are unavoidable events, for Mother Nature
yields to no man. Even the very latest equipment
is no match for Nature’s whims, and no one can
accurately predict when a disaster will occur.
Disasters can produce tens, hundreds or even
thousands of victims.
Bencana alam bisa datang tanpa diduga
sebelumnya. Tidak seorangpun bisa menghindar
karena alam memiliki kemauannya sendiri. Tak
ada yang bisa memprediksi secara tepat kapan
bencana akan terjadi, bahkan peralatan
tercanggih pun masih kalah hebatnya dengan
kekuasaan alam. Tak pelak terkadang puluhan
bahkan ribuan orang menjadi korban.
Korban yang menderita tidak hanya menderita
luka fisik dan kehilangan harta benda, terkadang
mereka juga harus kehilangan keluarga maupun
kerabat yang dikasihi. Tak hanya berhenti disitu
bencana juga memberi dampak pada masalah
sosial. Masalah-masalah itulah yang harus
dengan segera mendapatkan perhatian agar tidak
meluas.
Yet it is not only the physically wounded who
suffer, but also those who have lost loved ones.
Furthermore, disasters also have a profound
effect on social problems. These problems need
to be quickly attended to if they are to be
prevented from spreading.
For us at HSBC Kita, this situation has sparked
an even greater awareness of the importance of
helping. We will continue to stand shoulder to
shoulder to assist with program revitalization.
Annual Report – 2009
Hal-hal itulah yang membuat HSBC Kita
menyadari akan pentingnya membantu dan
menolong. Berkomitmen untuk saling bahumembahu membantu program pemulihan. Melalui
50
Laporan Tahunan - 2009
Kantor Cabang Indonesia
Through this commitment, we hope that HSBC
Kita can bridge the gap for victims, HSBC staff,
our customers and the charitable community.
komitmen inilah HSBC Kita diharapkan menjadi
jembatan bagi para korban, staff HSBC, nasabah,
serta masyarat yang peduli.
Awards and Achievement
Penghargaan dan Prestasi
HSBC Indonesia has won several awards for
excellence including during 2009:
HSBC Indonesia berhasil meraih
penghargaan
dalam
berbagai
diantaranya:
• Best Service Quality Diamond Awards 2009 in
Regular Banking and Premier: Marketing
Magazine and CCSL – Center for Customer
Satisfactin and Loyalty
• Best Internatioinal Trade Bank n Indonesia:
Trade Finance Magazine
• Best Corporate / Institutional Internet Banking
in Indonesia: Global Finance
• Best Foreign Bank 2009 in Indonesia: Alpha
South East Asia.
• Best Service Quality Diamond Awards 2009 in
Regular Banking and Premier: Marketing
Magazine and CCSL – Center for Customer
Satisfactin and Loyalty
• Best Internatioinal Trade Bank n Indonesia:
Trade Finance Magazine
• Best Corporate / Institutional Internet Banking
in Indonesia: Global Finance
• Best Foreign Bank 2009 in Indonesia: Alpha
South East Asia.
Indonesian
Sector
Makroekonomi
Indonesia
Macroeconomic
and
Banking
dan
Sektor
beberapa
kategori
Perbankan
di
Year 2009 has been a year filled with challenges
to the world economy, started from the extension
of the global financial crisis in the early part of the
year to the period of recovery in the last quarter
of 2009. The Indonesian macroeconomic and
banking sector was still overshadowed by the
global economic turmoil, especially in the first
half of 2009 showed by reported losses of
financial institutions, tightening global liquidity
and the collapse of primary commodity prices.
Gratefully, for the Indonesian economic and
banking sector, the threats have gone and
currently look forward to a moderate growth
during 2010.
Tahun 2009 adalah tahun yang penuh tantangan
bagi perekonomian dunia, dimulai dengan
meluasnya krisis keuangan global pada periode
awal tahun hingga kembali pada tahap pemulihan
pada kuartal terakhir tahun 2009. Makroekonomi
dan sektor perbankan Indonesia juga terkena
dampak akibat krisis ekonomi global, terutama
pada semester pertama tahun 2009, yang
ditandai dengan kerugian yang dilaporkan
berbagai institusi keuangan, ketatnya likuiditas
global dan jatuhnya harga-harga komoditas
utama. Namun demikian, bagi perekonomian dan
sektor perbankan Indonesia, kondisi tersebut
telah dilalui dan pada saat ini menuju
pertumbuhan ekonomi yang moderat untuk tahun
2010.
Amid the impact of global crisis, Indonesia
recorded an economic growth of 4.5% in 2009,
higher than world real GDP growth at -0.9% and
OECD at -3.4%. Meanwhile, inflation in Dec09
stood at 2.78%, driven by lower global prices for
oil and food, a slowdown in domestic demand
growth and the rupiah’s strong recovery since its
sharp fall in late 2008 has helped to limit
imported inflation.
Di tengah dampak krisis global, Indonesia
berhasil mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar
4,5% pada tahun 2009, lebih tinggi dari
pertumbuhan GDP riil dunia yang berada pada
level -0,9% dan negara-negara OECD yang
berada pada level -3,4%. Sementara itu, inflasi
pada bulan Desember 2009 tercatat sebesar
2,78%, yang disebabkan oleh turunnya tingkat
harga minyak dunia dan bahan makanan,
penurunan pertumbuhan atas permintaan dalam
negeri dan penguatan mata uang rupiah sejak
penurunan tajam pada akhir tahun 2008 yang
telah membantu mengurangi tekanan inflasi dari
luar.
Annual Report – 2009
51
Laporan Tahunan - 2009
Kantor Cabang Indonesia
The global crisis also caused liquidity to tighten in
the markets. Capital flying out from Indonesia,
triggered by the collapse of many financial
institutions in both US and Europe as well as
increase in risk premium in emerging markets. In
Mar09,
the
Indonesia
Stock
Exchange
Composite Index or JCI dropped to the lowest
level at 1,434 before gradually rebounded as the
economic recover. During period of late 2009,
JCI was recognized as the second best
performing market in Asia Pacific after China.
The JCI was closed at 2,534 in Dec09 or
increased by 77% as compared to Mar09.
Krisis global juga menyebabkan ketatnya
likuiditas di pasar. Aliran modal keluar dari
Indonesia, dipicu oleh runtuhnya berbagai
lembaga keuangan baik di AS dan Eropa serta
kenaikan premi risiko di pasar negara-negara
berkembang. Pada bulan Maret 2009, index
harga saham gabungan atau IHSG turun ke level
terendah pada kisaran 1.434 hingga akhirnya
kembali naik secara bertahap seiring pulihnya
perekonomian. Selama tahun 2009, Bursa Efek
Indonesia diakui sebagai pasar saham berkinerja
terbaik kedua di Asia Pasifik setelah China. IHSG
ditutup pada posisi 2.534 pada bulan Desember
2009 atau meningkat sebesar 77% dibandingkan
dengan posisi bulan Maret 2009.
Regarding monetary policy, between Dec08 and
Aug09 BI cut interest rates nine times, and by a
total of 300 basis points. The cuts were made in
response to the global financial crisis, and also to
a downward trend in inflation, which fell to a nine
year low of 2.4% year on year in Nov09. The
rupiah has been on an appreciating trend against
the US dollar since Mar09 and was trading at
around Rp9,400 per US$1 in Dec09. Global
investors have also regained their appetite for
carry trades (whereby speculators borrow from
countries where interest rates are low, such as
the US and Japan, in order to purchase assets in
countries with high rates, such as Indonesia).
Strong domestic economic growth in spite of the
global recession has also encouraged investor
interest in Indonesian assets.
Sehubungan dengan kebijakan moneter, pada
periode Desember 2008 hingga Agustus 2009, BI
telah menurunkan tingkat suku bunga sembilan
kali dengan total penurunan sebesar 300 basis
poin. Penurunan ini tidak hanya untuk mengatasi
krisis keuangan global, namun juga seiring
dengan tren inflasi yang menurun, yang berada
pada level terendah dalam sembilan tahun
terakhir sebesar 2,4% pada bulan November
2009. Nilai tukar rupiah menunjukkan tren yang
menguat terhadap dolar AS sejak bulan Maret
2009 dan diperdagangkan pada level sekitar Rp.
9.400 per US$1 pada bulan Desember 2009.
Para investor global juga kembali meningkatkan
aktivitas perdagangan (dimana para spekulan
meminjam dari negara-negara dengan suku
bunga rendah, seperti AS dan Jepang, untuk
membeli aset-aset di negara-negara dengan
tingkat bunga tinggi, seperti Indonesia).
Pertumbuhan ekonomi dalam negeri yang kuat,
meskipun dalam masa resesi global, juga
mendorong minat para investor pada aset-aset di
Indonesia.
Untuk sektor perbankan, pada semester pertama
tahun 2009 sektor perbankan belum sepenuhnya
pulih akibat dampak krisis. Hal ini ditunjukkan
oleh pertumbuhan kredit yang relatif lambat,
masalah
likuiditas
antar
bank,
yang
mengakibatkan penerapan strategi yang agresif
oleh kebanyakan bank untuk meningkatkan
tingkat deposito dengan menawarkan tingkat
bunga yang tinggi. Kredit bank umum meningkat
sebesar 10% pada bulan Desember 2009
dibandingkan dengan periode yang sama tahun
lalu, didukung oleh naiknya kredit dalam mata
uang Rupiah. Sementara itu, dana pihak ketiga
tumbuh sebesar 13% pada bulan Desember 2009
bila dibandingkan dengan tahun lalu, terutama
dari naiknya tabungan dan deposito berjangka.
From the banking sector, in the first half of 2009
the banking sector was still recovering from the
impact of crisis. This is shown by a relatively slow
loan growth, liquidity problem amongst banks,
which lead to aggressive strategy from most
banks to raise deposits by offering high interest
rates. Commercial banks loans increased by
10% in Dec09 as compared to the same period a
year earlier, mainly contributed from local
currency
denominated
loans.
Meanwhile,
deposits grew by 13% year-on-year in Dec09
mainly contributed from increased in savings and
time deposits.
Annual Report – 2009
52
Laporan Tahunan - 2009
Kantor Cabang Indonesia
In terms of profitability of the banking industry,
the income before tax was increased by 28% in
2009. The net interest margin (NIM) was flat at
the 5.6% level in 2009 and there was an increase
in the average Capital Adequacy Ratio (CAR) to
the 17.4% level in 2009, from 16.8% a year
earlier.
Dalam hal profitabilitas industri perbankan, laba
sebelum pajak meningkat sebesar 28% pada
tahun 2009. Net interest margin (NIM) stabil pada
tingkat 5,6% di tahun 2009 dan terjadi
peningkatan Rasio Kecukupan Modal (CAR) ke
level 17,4% pada tahun 2009 dari tahun
sebelumnya pada level 16,8%.
Market Risk Control
Pengendalian Risiko Pasar
Market risk is the risk that movements in market
risk factors, including foreign exchange rates and
commodity prices, interest rates, credit spreads
and equity prices will reduce HSBC’s income or
the value of its portfolios.
Risiko pasar adalah risiko yang disebabkan oleh
pergerakan dari faktor risiko pasar termasuk kurs
mata uang asing & harga komoditas, tingkat suku
bunga, credit spreads, serta harga ekuitas yang
dapat mengurangi pendapatan Bank atau nilai
dari portofolio.
The objective of HSBC’s market risk
management is to manage and control market
risk exposures in order to optimize return on risk
while maintaining a market profile consistent with
the Group’s status as one of the world’s largest
banking and financial services organizations.
Tujuan dari manajemen risiko pasar HSBC adalah
untuk mengelola dan mengendalikan eksposur
risiko pasar dalam rangka mengoptimalkan
tingkat pengembalian atas risiko sambil menjaga
profil pasar yang sesuai dengan posisi Grup
sebagai salah satu bank dan organisasi jasa
keuangan terbesar di dunia.
HSBC separates exposures to market risk into
trading and non trading portfolios. Trading
portfolios include those positions arising from
market-making, position-taking and other marketto-market positions so designated. Non-trading
portfolios include positions that arise from the
interest rate management of HSBC’s retail and
commercial banking assets and liabilities,
financial investments designated as available for
sale and held to maturity.
HSBC memisahkan eksposur terhadap risiko
pasar menjadi portofolio trading atau non-trading.
Portofolio trading meliputi posisi yang timbul dari
market-making dan posisi portofolio yang dimiliki.
Portofolio non-trading sebagian besar timbul dari
manajemen aktiva dan kewajiban perbankan ritel
dan komersil dan investasi keuangan yang
dikategorikan sebagai available for sale dan held
to maturity.
Pengelolaan risiko pasar dilakukan oleh Global
Market dengan menggunakan batasan-batasan
risiko yang disetujui oleh Dewan Manajemen
Grup. Batasan risiko ditentukan untuk setiap
portofolio, produk dan jenis risiko, dengan
likuiditas pasar sebagai faktor utama dalam
menentukan besarnya batasan. Unit Treasury
Finance memonitor batasan-batasan risiko pasar
secara harian dan eksposur risiko pasar yang
melampaui batasan akan dilaporkan kepada CEO
dan manajemen Regional / Grup.
The management of market risk is principally
undertaken in Global Market using risk limits
approved by the Group Management Board.
Limits are set for portfolios, products and risk
types, with market liquidity being a principal
factor in determining the level of limits set. The
market risk limits are monitored on a daily basis
by Treasury Finance, and in the event that the
market risk exposure exceeds the limit, an
excess report will be provided to the CEO and
Regional/Group management. .
Risiko pasar setiap produk dinilai untuk kemudian
ditransfer ke Global Market untuk dikelola.
Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa
semua risiko pasar telah dikonsolidasikan dalam
unit operasi yang memiliki keahlian, alat,
manajemen dan pengawasan yang diperlukan
untuk menangani risiko tersebut secara
profesional.
Market risks of every product are assessed and
transferred to Global Market for management.
The aim is to ensure that all market risks are
consolidated within operations which have the
necessary skills, tools, management and
governance to manage such risks professionally.
Annual Report – 2009
53
Laporan Tahunan - 2009
Kantor Cabang Indonesia
Group Risk, an independent unit within Group
Management Office, develops the Group’s
market
risk
management
policies
and
measurement techniques. The tools used to
monitor and limit market risk exposures include
sensitivity analysis, value at risk (‘VAR’) and
stress testing. Such measures estimate the
potential losses that could occur on risk positions
as a result of movements in market rates (i.e.
foreign exchange and interest rates) and prices.
Group Risk, suatu unit independen dalam Group
Management Office, mengembangkan kebijakan
manajemen risiko dan teknik-teknik pengukuran.
Alat ukur yang digunakan untuk memantau dan
membatasi eksposur risiko pasar adalah analisa
sensitifitas, Value at Risk (VAR) dan stress
testing. Alat-alat ukur tersebut memperkirakan
potensi kerugian yang bisa terjadi pada posisi
risiko karena pergerakan kurs mata uang asing,
tingkat suku bunga dan harga pasar.
Trading Portfolio
Portofolio trading
HSBC’s control of market risk within the trading
portfolio is based on a policy of restricting
individual operations to trading within a list of
permissible instruments authorized by Group
Risk, and of enforcing rigorous new product
approval procedures.
Pengendalian risiko pasar HSBC dalam portofolio
trading didasarkan pada kebijakan pembatasan
kegiatan individu untuk melakukan transaksi
hanya pada instrument-instrumen yang disetujui
oleh Group Risk dan melaksanakan prosedur
persetujuan produk baru secara ketat & teliti.
Non-trading Portfolio
Portofolio non-trading
The principal objective of market risk
management of non-trading portfolios is to
optimize net interest income. Interest rate risk in
non-trading portfolios arises principally from
mismatches between the future yield on assets
and their funding cost, as a result of interest rate
changes.
Tujuan utama manajemen risiko pasar untuk
portofolio non-trading adalah mengoptimalkan
pendapatan bunga. Risiko pasar portofolio nontrading timbul dari mismatch antara imbal hasil di
masa datang yang dihasilkan dari aktiva dengan
biaya pendanaannya, dikarenakan perubahan
tingkat suku bunga.
Steps and Planning in Anticipating Market
Risk
Langkah - langkah dan
mengantisipasi risiko pasar
As mentioned above, HSBC views market risk as
a very crucial component because it may affect
Bank’s income or value of its portfolios.
HSBC memandang risiko pasar sebagai suatu
yang
penting
karena
seperti
komponen
disebutkan di atas risiko pasar dapat
mempengaruhi pendapatan Bank atau nilai dari
portofolio.
The followings are the steps in anticipating
market risk :
- Regular meeting of Risk Management
Committee (RMC) which also discuss
market risk
- Only transact instruments permitted by
Group Risk where those instruments are
reviewed from different angle including
market risk
Berikut ini adalah hal-hal yang dilakukan dalam
mengantisipasi risiko pasar :
- Melakukan pertemuan RMC (Risk
Management Committee) secara periodik
yang juga mengagendakan pembahasan
posisi risiko pasar.
- Melakukan transaksi hanya produkproduk yang sudah disetujui oleh Group
Risk dimana telah dilakukan kajian dari
berbagai segi termasuk risiko pasar
- Melakukan transaksi atas produk-produk
dalam batas tenor produk / instrument
yang sudah disetujui.
- Menetapkan batasan-batasan eksposur
risiko pasar dimana unit treasury harus
-
Only transact permitted instruments
within approved maturity limit.
-
Group Management Board approves
market risk limits and treasury should
Annual Report – 2009
54
rencana
dalam
Laporan Tahunan - 2009
Kantor Cabang Indonesia
adhere to the limits. Those limits are
monitored on a daily basis.
-
Maximum stop loss limits
Calculate VaR on daily basis. VaR model
is based on Historical Simulation using
last 500 daily moves in market rates with
99% confidence level.
-
-
Perform Stress Testing periodically using
historical, hypothetical and technical
extreme scenarios.
-
mematuhi batasan-batasan tersebut dan
pemantauan eksposur dilakukan setiap
hari.
Menetapkan stop loss limit.
Melakukan perhitungan VaR setiap hari
dengan menggunakan metode Historical
Simulation yang menggunakan data
perubahan harga pasar 500 hari terakhir
dengan tingkat kepercayaan 99%.
Melakukan
Stress
Testing
secara
periodik, perhitungan menggunakan datadata ekstrim yang pernah terjadi
(historical), hipotesis dan technical.
Summary of significant transactions in 2009
Transaksi-transaksi penting
yang signifikan tahun 2009
February 2009 : PFS received an award as Top 5
Selling Agent of Sovereign Retail Sukuk from
Minister of Finance with a total sales of IDR 476
billion.
March 2009 : CMB was appointed as Sole
Underwriter of IDR 250 billion Syndicated Loan
for PT Ultrajaya Milk Industry and Trading Co
Tbk, a leading producer of food and beverage.
Februari 2009 : PFS telah menerima
penghargaan sebagai Top 5 Selling Agent of
Sovereign Retail Sukuk dari Menteri Keuangan
dengan nilai total aset sebesar Rp. 476 miliar.
Maret 2009 : CMB telah ditunjuk sebagai Sole
Underwriter atas Pinjaman Sindikasi sebesar Rp.
250 miliar untuk PT. Ultrajaya Milk Industri dan
Trading Co. Tbk, produsen terkemuka untuk
makanan dan minuman.
April 2009 : GB was appointed as Joint Lead
Manager and Book Runner of USD 650 million 5year Global Sukuk Ijarah
April 2009 : GB telah ditunjuk sebagai Lead
Manager and Book Runner atas Global Sukuk
Ijarah 5 tahun sebesar USD 650 juta.
July 2009 : CMB was appointed as Joint Lead
Underwriter of IDR 750 billion Bond and Sukuk
issuance for PT Mitra Adiperkasa Tbk, the largest
top end retailer in Indonesia
Juli 2009 : CMB telah ditunjuk sebagai Joint Lead
Underwriter atas penerbitan Bond dan Sukuk
sebesar Rp. 750 miliar untuk PT. Mitra
Adiperkasa Tbk, retailer terbesar di Indonesia.
July 2009 : CMB was mandated as Joint Lead
Underwriter in refinancing IDR 528 billion of fixed
rate bond for PT Matahari Putra Prima (Lippo
Group)
Juli 2009 : CMB telah diamanatkan sebagai Joint
Lead Underwriter untuk refinancing PT. Matahari
Putra Prima ( Lippo Grup) atas fixed rate bonds
sebesar Rp. 528 miliar.
August 2009 : GB was mandated as Lead
Arranger and Facility Agent of USD 315 million
ECA financing for PT Indosat Tbk
Agustus 2009 : GB telah diamanatkan sebagai
Lead Arranger and Facility Agent untuk ECA
financing sebesar USD 315 juta untuk PT.
Indosat.
September 09 : CMB was mandated as Joint
Lead Arranger in USD 500 million 5-yr revolving
credit facility for PT Adaro Indonesia
September 2009 : CMB telah diamanatkan
sebagai Joint Lead Arranger atas pemberian
fasilitas perpanjangan kredit 5 tahun sebesar
USD 500 juta untuk PT. Adaro Indonesia.
December 09 : GB was mandated as Joint Lead
Arranger and Book Runner of USD 700 million
Syndicated Loan for PT Pertamina
Desember 2009 : GB telah diamanatkan sebagai
Joint Lead Arranger and Book Runner atas
Pinjaman Sindikasi sebesar USD 700 juta untuk
PT. Pertamina.
Annual Report – 2009
55
dalam
jumlah
Laporan Tahunan - 2009
Kantor Cabang Indonesia
December 2009 : GB was mandated as Joint
Lead Manager and Book Runner of IDR 1.2
trillion fixed rate bond issuance for PT Oto
Multiartha
Desember 2009 : GB telah diamanatkan sebagai
Joint Lead Manager and Book Runner atas
penerbitan fixed rate bonds sebesar Rp. 1,2 triliun
untuk PT. Oto Multiartha.
December 2009 : GB was mandated as Joint
Lead Underwriter of IDR 1.5 trillion bond
issuance for PT Astra Sedaya Finance
Desember 2009 : GB telah diamanatkan sebagai
Joint Lead Underwriter atas penerbitan bond
sebesar Rp. 1,5 triliun untuk PT. Astra Sedaya
Finance.
Market Target
Target Pasar
Commercial (CMB) SME will continue to focus on
aggressively growing the SME customer base,
including internationally focused upper tier SMEs,
local SMEs focused on the domestic supply
chain, and sole proprietors in the mass SME
segment. HSBC will incorporate our new SME
Scorecard Lending model into the business
process, which will improve credit risk
assessment and improve the processing time for
the customer. The business will also focus on
increasing our E-channel offerings to our
customer base, such as internet and ATM based
solutions. These channels typically offer lower
price structures and faster processing times for
customers. In addition, we will continue building
relationships with key SME related organizations,
such as HIPMI and IWAPI, which enables HSBC
to support the local entrepreneur and participate
in various CSR related activities.
Commercial (CMB) SME akan terus fokus dalam
mengembangkan basis nasabah SME nya secara
agresif, termasuk SME yang fokus secara
internasional, SME lokal yang fokus pada supply
chain domestik, pemilik tunggal di segmen SME
masal. HSBC akan memasukan model SME
Scorecard Lending barunya dalam proses bisnis,
yang akan meningkatkan penilaian resiko kredit
dan waktu proses bagi nasabah. Bisnis juga akan
fokus dalam meningkatkan penawaran E-channel
ke basis nasabah, seperti internet dan ATM.
Saluran ini biasanya memberikan struktur biaya
yang lebih murah dan waktu proses yang lebih
cepat bagi nasabah. Sebagai tambahan, kita akan
terus membangun hubungan dengan organisasiorganisasi kunci yang berhubungan dengan SME,
seperti HIPMI dan IWAPI, sehingga HSBC dapat
mendukung
wirausahawan
lokal
dan
berpartisipasi di dalam berbagai aktivitas CSR.
PFS continue to grow customers and liabilities
with customer centric
propositions. The
proposition offers a range of products for both
affluent and mid market segment.
PFS secara terus menerus meningkatkan
pertumbuhan nasabah dan dana pihak ketiganya
dengan fokus pada penawaran yang sesuai
dengan kebutuhan nasabah. Penawaran tersebut
berupa berbagai jenis produk yang ditujukan
untuk segmen atas dan menengah.
Subsequent Event
Informasi kejadian penting setelah tanggal
Laporan Akuntan Publik/ subsequent event
The SFAS No. 50 (2006 Revision),”Financial
Instruments : Presentation and Disclosures” and
SFAS No. 55 (2006 Revision), “Financial
Instruments: Recognition and Measurement”
have become effective since 1 January 2010. In
Applying these new standards, the Bank has
identified transitional adjustments in accordance
with the transitional provisions as stated in the
transitional provisions in the SFAS No. 55 (2006
Revision), the Technical Bulletin No.4 concerning
the transitional provisions for the first adoption of
SFAS No. 50 (2006 Revision) and SFAS No. 55
(2006 Revision) as issued by the Indonesian
PSAK No. 50 (Revisi 2006), ”Instrumen Keuangan
: Penyajian dan Pengungkapan” dan PSAK No.
55 (Revisi 2006), “Instrumen Keuangan :
Pengakuan dan Pengukuran” telah berlaku efektif
sejak tanggal 1 Januari 2010. Dalam menerapkan
kedua
standar
baru
ini,
Bank
telah
mengidentifikasi penyesuaian transisi sesuai
dengan ketentuan transisi pada PSAK No. 55
(Revisi 2006), Buletin Teknis No.4 tentang
ketentuan transisi atas penerapan awal PSAK No.
50 (Revisi 2006) dan PSAK No. 55 (Revisi 2006)
yang diterbitkan oleh Ikatan Akuntansi Indonesia
dan PAPI (Revisi 2008). Penyesuaian transisi
Annual Report – 2009
56
Laporan Tahunan - 2009
Kantor Cabang Indonesia
Institute of Accountants, and PAPI (2008
Revision). The transitional Adjustments will
mainly be derived from the reassessment of
allowance for uncollectible accounts. The
difference
between
the
allowance
for
uncollectible accounts based on the new
standards and the previous standards will be
adjusted to the beginning head office accounts
as of 1 January 2010 as required by the new
accounting standards. Currently, the Bank is still
in the process of calculating the transitional
adjustment amount.
terutama akan berasal dari perhitungan ulang
penyisihan
penghapusan
aset
produktif.
Perbedaan antara penyisihan penghapusan aset
produktif berdasarkan standar yang baru dan
standar yang lama akan disesuaikan ke saldo
awal akun penyertaan kantor pusat pada tanggal
1 Januari 2010 sesuai dengan ketentuan dari
standar akuntansi yang baru. Saat ini, Bank
masih dalam tahap penghitungan besarnya
penyesuaian transisi tersebut.
In addition, certain accounting standards have
been revoked effective on 1 January 2010, as
follows:
• SFAS No. 54 (1998),”Accounting for troubled
Debt Restructuring”.
• SFAS No.31 (2000 Revision),”Accounting for
Banking Industry”.
• Interpretation
of
Financial
Accounting
Standard No. 6,”Interpretation of Paragraph
12 and 16 of SFAS No. 55 (1999) regarding
Embedded Derivatives on Foreign Exchange
Contracts”.
.
Selain itu, beberapa standar akuntansi telah
dicabut sejak tanggal 1 Januari 2010, sebagai
berikut :
• PSAK
No. 54 (1998),”Akuntansi untuk
Restrukturisasi Utang Piutang Bermasalah”
• PSAK
No.31 (Revisi 2000), “Akuntansi
Perbankan”
Network and business partners in Indonesia
and abroad
Jaringan kerja dan mitra usaha baik di dalam
maupun di luar negeri
In conducting its business activities to collect,
distribute funds and provide other services and
products to the public and its customers, HSBC
Indonesia has been working closely with other
HSBC branches spread all over the world and
some well-known banks abroad and several
business partners are located both in Indonesia
and abroad.
Dalam melakukan kegiatan usahanya untuk
menghimpun,
menyalurkan
dana
dan
memberikan jasa – jasa / layanan serta produk –
produk bank lainnya kepada masyarakat luas dan
para nasabahnya, HSBC Indonesia telah
bekerjasama dengan kantor cabang HSBC
lainnya yang tersebar di seluruh dunia dan
beberapa bank ternama di luar negeri serta
beberapa mitra usaha baik yang berlokasi di
Indonesia maupun di luar negeri.
Annual Report – 2009
•
57
Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan No.6,
“Interpretasi atas Paragraf 12 dan 16 PSAK
No. 55 (1999) tentang Instrumen Derivatif
Melekat pada Kontrak Dalam Mata Uang
Asing”.
Laporan Tahunan - 2009
Kantor Cabang Indonesia
Appendix 1
HSBC International Network
Europe
Armenia
Austria
Belgium
Channel Islands
Cyprus
Czech Republic
France
Georgia
Germany
Greece
Hungary
Ireland
Isle of Man
Italy
Luxembourg
Malta
Monaco
Netherlands
Poland
Russia
Slovakia
Spain
Sweden
Switzerland
Turkey
Ukraine
United Kingdom
Office/
Kantor
7
1
2
39
1
4
423
2
14
20
1
7
5
3
4
49
2
1
16
8
2
4
2
16
339
1
1,555
Annual Report – 2009
Lampiran 1
Jaringan Kantor Internasional HSBC
Asia - Pacific
Australia
Bangladesh
Brunei Darussalam
China
Cook Islands
Hong Kong SAR
India
Indonesia
Japan
Kazakhstan
Korea, Republic of
Macau SAR
Malaysia
Office/
Kantor
34
11
12
170
1
330
150
211
14
4
15
7
51
Maldives
New Zealand
Pakistan
Philippines
Singapore
1
11
12
27
27
Sri Lanka
Taiwan
Thailand
Vietnam
16
44
1
12
Americas
Argentina
Bahamas
Bermuda
Brazil
British Virgin Island
Canada
Cayman Islands
Cile
Costa Rica
El Salvador
Guatemala
Honduras
Mexico
Nicaragua
Panama
Peru
United States of
America
Uruguay
Venezuela
58
Office/
Kantor
181
6
14
1,518
3
268
13
3
39
82
1
79
1,206
1
78
22
Middle East and
Africa
Algeria
Bahrain
Egypt
Iran
Iraq
Israel
Jordan
Kuwait
Lebanon
Libya
Mauritius
Nigeria
Oman
Palestinian
Autonomous Area
Qatar
Saudi Arabia
South Africa
United Arab Emirates
Office/
Kantor
2
9
79
1
17
3
5
1
8
2
12
1
9
1
6
94
5
30
528
12
1
Laporan Tahunan - 2009
Kantor Cabang Indonesia
Appendix 2 – Branches in Indonesia
Lampiran 2 – Kantor Cabang di Indonesia
HSBC Offices in Indonesia
Kantor Cabang HSBC di Indonesia
Head Office
World Trade Center, Jl. Jend. Sudirman Kav. 29-31, Jakarta 12920
Phone :(62- 21) 5291 4722, Fax (62 -.21) 521 1103
SWIFT : HSBCIDJA
Credit Card Services
Mezzanine Floor
World Trade Center, Jl. Jend. Sudirman Kav. 29-31, Jakarta 12920
Branches
South Jakarta
Kemang, Plaza Kuningan, Talavera Office Park, Melawai, Wisma 46, World Trande Center,
Pondok Indah, Senayan
Central Jakarta
Matraman, Tanah Abang, PELNI Building
North Jakarta
Sunter, Mangga Dua, Pluit, Kelapa Gading
West Jakarta
Kebon Jeruk, Puri Kencana, Tomang
Banten
Bumi Serpong Damai (BSD)
Bogor
Bogor
Bandung
Wisma HSBC, Jl. Asia Afrika No, 116, Bandung 40261
(62-22) 426 7300, 423 3022, Facs : (62-22) 426 7330, 423 0182
Martadinata, Flamboyan Square
Medan
Wisma HSBC 1/F-2/F , Jl. Diponegoro no. 11, Medan 20152
(62-61) 453 8080, Facs : (62-61) 453 8181
Sun Plaza
Semarang
Wisma HSBC 1/F, Jl. Gajah Mada 135, Semarang 50134
(62-24) 841 5502, Facs (62-24) 841 5504,
Surabaya
Hyatt Graha Bumi Modern 1/F - 3/F, Jl. Jend. Basuki Rachmat 106-128, Surabaya 60271
(62-31) 550 5500, Facs (62-31) 532 6380
Darmo Park, Manyar
Batam
Wisma Batamindo, Jalan Rasamala No. 1, Batamindo Industrial Park, Muka Kuning,
Batam 29433
(62 - 770) 611 111, Facs (62 - 770) 611 118
HSBC Amanah Syariah
World Trade Center, Jl. Jend. Sudirman Kav 29-31, Jakarta 12920
(62-21) 524 6222, Facs (62-21) 524 6699
Annual Report – 2009
59
Laporan Tahunan - 2009
Kantor Cabang Indonesia
- Appendix 3 : Organisation Chart of HSBC
Indonesia
HSBC Indonesia
Organization Chart
31 December 2009
Head of Corporate
Institutional Banking
Babel, Rajeev
SVP and Head of
Personal Financial
Services
Javier, Fransisco S M
SVP and Head of
HSBC Securities
Services
Darsia, Tjin Tjin
Cindralela
SVP Payments &
Cash
Management
Veetil, Sunil
Karankunanth
SVP Credit
Approval Unit
Keery, Richard
SVP and Head of
Wealth Mgt PFS
Widjaja, Ivy
SVP Prod &
Business
Development
Suhendra,
Susiana
SVP Trade
Services
Sugianto, Vincent
SVP Risk Strategy
Sharma, Abishek
SVP Finance &
Planning PFS
Madiadipoera,
Leka R Kautzia Z
SVP Global
Banking
Julyasari
VP Risk Analysis
Unit
Kurniawati, Diah
SVP Corporate
Banking
Suganda,
Haryanto
SVP Institutional
Banking
Martha, Feisel
SVP Corporate
Banking
Lemasoa, Sheky
Hermawan
SVP and Head
Strategy Planning
& Sustainability &
PPC
Saigal, Anurag
HSBC Indonesia
Struktur Organisasi
31 Desember 2009
Chief Executive Officer
Bhatia, Rakesh
Head of Corporate
Chief Risk Officer
Banking
Vacant
Emmerson, Mark
SVP and Head of
Commercial
Banking CP
Widjaja, Martin
Lampiran 3 : Struktur Organisasi HSBC
Indonesia
SVP Special Asset
Management
Ho, Liliauwati
SVP Operational
Risk & Control
Muliawan, Jeti
VP Planning &
Business
Development
Djawi, Wisaksana
SVP and Head of
Commercial
Banking MME
Sudarma, Thomas
SVP Risk Analysis
Unit CMB
Budiman, Setiatno
SVP & Head of
SME
Tjoeng, Jeffrey C
Chief Financial
Officer
Gwee, Paul
Choon Guan
SVP & Head of SVP Treasury
Services
Marketing
Salum, Wawan Life, Andrew W
SVP Tax
Management &
Regulatory Reporting
Wiguna, Gede Shanta
SVP Customer
Experience
Vacant
SVP Deputy Finance
Controller
Tantani, Hanna
SVP & Head
Consumer Asset
Agarwal, Vivek
SVP Cost Mgt &
Financial Reporting
Samsoeri, Dio
Alexander
SVP and Head of
Legal &
Compliance
Hartadi, Felix
SVP Legal
Kuwera,
Mustika
SVP
Compliance
Silalahi,
Humiras Renata
SVP
Compliance
Bhambhani,
Nisha Asha
Chief Technology &
Service Officer
Cheung, Jeffrey Chi
Ming
SVP and Head
of Human
Resources
Sitohang,
Marulam
SVP CRE
Budisaroso,
Kukuh
SVP Service
Delivery
Linggar, Alfons
SVP Integration
Project-OPS
Wirianata, M F
Jetty
VP IT Operation
Effendi, D Saladin
SVP BSE
Irene Sitanala
SVP Direct
Channel
Lubis, Azizah
SVP Services
Suryapranata,
Andree
SVP PFS Branch
Sales & Distrib
JAK
Whardana,
Caramia
SVP TRY & Invest.
Banking
Chakravarty, Apratim
SVP & Head of
FX Trading
Ruben, Teguh
Kristianto
SVP & Co-Head
of Rates Trading
Widjaja, Andy
William
SVP & Head of
Sales
Setiawan, Ali
SVP and Head
Balance Sheet
Mgt
Wiguno, Irene
SVP & Head of HSBC
Amanah*
Sud, Sanjiv
SVP and Head
Onshore Banking
Ksatryo, Dharma
SVP Shariah
Banking-Retail &
Pro
Ascobat, Gahet
SVP & Head of
Group
Communication &
Corporate
Sustainability
Vacant
AVP Shariah Bus.
Development
Andarmawanty,
Layla Safira
AVP Shariah
Institutional
Banking
Ratnawardani,
Elisa
Manager Sharia
Compliance
Sofarman,
Andhiko Putra
SVP Software
Delivery
Madjid, Mikail
SVP PFS Branch
Sales & Distrib
Outregion
Saputra, Hartini
VP HTS Planning
Finance & Quality
Sabandar, Robert
SVP Project &
Business Dev
Soemarko,
Tripudjo
VP Risk Analysis
Unit
Agustia, Valentina
*= Pending BI approval/ menunggu persetujuan BI
Annual Report – 2009
60
Laporan Tahunan - 2009
Kantor Cabang Indonesia
Appendix 4
Lampiran 4
Structure Chart of HSBC Holdings plc
Struktur Kepemilikan HSBC Holdings plc
HSBC Holdings plc
99.99%
HSBC Mexico
S.A., Institucion de
Banca
Multiple, Grupo
Financiero HSBC
HSBC Latin America
Holdings (UK) Ltd
HSBC Finance
(Netherlands)
HSBC Overseas
Holdings (UK) Ltd
HSBC Bank plc.
99.99%
HSBC Bank Brasil
S.A – Banco
Multiplo
HSBC North America
Holdings Inc.
HSBC Bank
Canada
HSBC Europe BV
HSBC Germany
Holdings GmbH
HSBC France
HSBC Latin
America B.V.
78.6%
HSBC Investments
(North America) Inc.
HSBC Holdings
BV
99.99%
HSBC Bank
Argentina S.A.
HSBC Asset
Finance (UK)
Ltd
94.53%
HSBC Asia
Holdings (UK) Ltd
HSBC Middle
East Holdings BV
HSBC Bank Egypt
S.A.E
HSBC Asia
Holdings BV
HSBC Life (UK)
Ltd
HSBC Securities
(USA) Inc
HSBC Bank USA.
N. A
HSBC Trinkaus &
Burkhardt AG
HSBC Bank
A.S.
HSBC Finance
Corporation
Marks and
Spencer Retail
Financial
Services
Holdings
Limited
70.03%
HSBC Bank Malta
p.l.c.
99.84%
HSBC Bank
International
Limited
HSBC Private
Banking Holdings
(Suisse) S.A.
HSBC Bank
Middle East Ltd
The Bank of Bermuda
Ltd
The Hongkong and
Shanghai Banking
Corporation Ltd
HSBC Bank
(Panama) S.A.
HSBC Insurance
(Asia) Ltd
HSBC Bank
Malaysia Berhad
HSBC Bank
Australia Ltd
62.14%
HSBC Bank
(China) Company
Limited
Hang Seng
Bank Ltd
HSBC Life
(International) Ltd
Annual Report – 2009
61
Laporan Tahunan - 2009
Kantor Cabang Indonesia
Appendix 5
Lampiran 5
Structure Chart of HSBC Indonesia
Struktur Kepemilikan HSBC Indonesia
HSBC HOLDINGS PLC
THE HONGKONG AND SHANGHAI
BANKING CORPORATION LIMITED
THE HONGKONG AND SHANGHAI
BANKING CORPORATION LIMITED
CABANG JAKARTA
PT. HSBC SECURITIES
INDONESIA
Note / Catatan :
- HSBC Indonesia is an operation branch of The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Ltd and 100% shares owned by HSBC Holdings plc.
- HSBC Indonesia merupakan kantor cabang operasional dari The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Ltd dan sahamnya 100%
dimiliki oleh HSBC Holdings plc.
Annual Report – 2009
2009
62
Laporan Tahunan -
Kantor Cabang Indonesia
Appendix 6:
Combined Financial Statements years ended 31 December 2009 and 2008
Lampiran 6 :
Laporan Keuangan Gabungan Tahun berakhir 31 Desember 2009 dan 2008
Annual Report – 2009
63
Laporan Tahunan - 2009
The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited Indonesian Branches
THE HONGKONG AND SHANGHAI BANKING CORPORATION LIMITED INDONESIAN BRANCHES
COMBINED FINANCIAL STATEMENTS
YEARS ENDED 31 DECEMBER 2009 AND 2008
CONTENTS
INDEPENDENT AUDITOR’S REPORT ----------------------------------------------------------
Page
1
COMBINED BALANCE SHEETS
31 DECEMBER 2009 AND 2008 ---------------------------------------------------------------
2-3
COMBINED STATEMENTS OF INCOME
YEARS ENDED 31 DECEMBER 2009 AND 2008 ------------------------------------------
4
COMBINED STATEMENTS OF CHANGES IN HEAD OFFICE ACCOUNTS
YEARS ENDED 31 DECEMBER 2009 AND 2008 ------------------------------------------
5
COMBINED STATEMENTS OF CASH FLOWS
YEARS ENDED 31 DECEMBER 2009 AND 2008 ------------------------------------------
6-7
NOTES TO THE COMBINED FINANCIAL STATEMENTS
YEARS ENDED 31 DECEMBER 2009 AND 2008 ------------------------------------------
The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited Indonesian Branches
8 - 46
The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited Indonesian Branches
1
THE HONGKONG AND SHANGHAI BANKING CORPORATION LIMITED –
INDONESIAN BRANCHES
COMBINED BALANCE SHEETS
31 DECEMBER 2009 AND 2008
ASSETS
CASH ON HAND
DEMAND DEPOSITS AT BANK INDONESIA
DEMAND DEPOSITS AT OTHER BANKS
Allowance for uncollectible accounts
PLACEMENTS WITH OTHER BANKS
Allowance for uncollectible accounts
SECURITIES PURCHASED WITH AGREEMENTS
TO RESELL
Allowance for uncollectible accounts
MARKETABLE SECURITIES
Allowance for uncollectible accounts
DERIVATIVE RECEIVABLES
Allowance for uncollectible accounts
LOANS AND ADVANCES
Allowance for uncollectible accounts
EXPORT BILLS NEGOTIATED
Allowance for uncollectible accounts
ACCEPTANCE RECEIVABLES
Allowance for uncollectible accounts
ACCRUED INCOME
LONG-TERM INVESTMENT
FIXED ASSETS, net
DEFERRED TAX ASSETS, net
OTHER ASSETS, net
TOTAL ASSETS
Notes
2009
2008
Rp million
Rp million
2a
2a,3
2a,2c,4,13,24
2m,4
2c,2f,5,24
2m,5
220,163
988,622
200,994
(1,906)
10,153,186
(96,914)
233,528
1,183,054
2g
2m
2h,6
2m,6
2c,2i,7,24
2m,7
2c,2k,2l,8,24
2m,8
240,062
(2,401)
6,815,501
(957)
1,420,605
(13,998)
19,949,199
(3,202,062)
548,448
(27,200)
887,026
(13,091)
203,238
1,500
248,673
275,278
397,807
39,191,773
499,999
(4,999)
9,237,835
(18,766)
4,930,177
(41,793)
22,397,579
(2,356,871)
1,017,242
(29,015)
960,974
(14,462)
365,952
1,500
281,988
282,981
932,881
47,969,708
2m
2n
2m
2d
2j,9
2o
2p,19
2c,2m,24
1,623,548
(15,788)
6,567,842
(65,678)
See Notes to the Combined Financial Statements, which form an integral part of these combined financial
statements.
The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited Indonesian Branches
2
THE HONGKONG AND SHANGHAI BANKING CORPORATION LIMITED –
INDONESIAN BRANCHES
COMBINED BALANCE SHEETS (Continued)
31 DECEMBER 2009 AND 2008
LIABILITIES AND HEAD OFFICE
ACCOUNTS
DEPOSITS FROM NON-BANK CUSTOMERS
DEPOSITS FROM OTHER BANKS
DERIVATIVE PAYABLES
ACCEPTANCE PAYABLES
ACCRUED EXPENSES
TAXES PAYABLE
ESTIMATED LOSSES FROM OFF-BALANCE SHEET
TRANSACTIONS
DUE TO OTHER BRANCHES
OTHER LIABILITIES
TOTAL LIABILITIES
HEAD OFFICE INVESTMENT
UNREALIZED GAIN (LOSS) FROM CHANGES IN
FAIR VALUE OF AVAILABLE-FOR-SALE
MARKETABLE SECURITIES, NET
SHARE-BASED PAYMENTS
UNREMITTED PROFIT
TOTAL HEAD OFFICE ACCOUNTS
TOTAL LIABILITIES AND HEAD
OFFICE ACCOUNTS
Notes
2009
2008
Rp million
Rp million
2c,10,24
2c,10,24
2c,2i,7,24
2n
2d,2q
27,591,532
1,500,465
1,754,684
887,026
873,843
258,157
33,285,709
913,514
4,482,051
960,974
1,004,523
457,211
2m,11
2c,12,13,24
78,448
3,500,273
1,903,057
38,347,485
81,674
4,236,234
1,813,266
47,235,156
25
28,000
28,000
2h,6
2r,27
27
10,325
40,960
765,003
844,288
(14,317)
34,421
686,448
734,552
39,191,773
47,969,708
See Notes to the Combined Financial Statements, which form an integral part of these combined financial
statements.
The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited Indonesian Branches
3
THE HONGKONG AND SHANGHAI BANKING CORPORATION LIMITED –
INDONESIAN BRANCHES
COMBINED STATEMENTS OF INCOME
YEARS ENDED 31 DECEMBER 2009 AND 2008
Notes
OPERATIONAL REVENUE AND EXPENSES:
INTEREST INCOME:
Interest
Commission and commitment fees
INTEREST EXPENSES:
Interest
2009
2008
Rp million
Rp million
2c,2d,16,24
2e
3,298,573
684,182
3,982,755
3,546,874
580,660
4,127,534
2c,2d,17,24
(1,004,142)
(1,212,623)
2,978,613
2,914,911
527,909
198,431
44,092
336,509
(113,781)
(945,710)
595,691
513,353
238,625
184,277
(97,778)
(949,032)
3,226
(15,080)
(1,216,336)
(836,355)
79,901
(1,346,683)
(828,430)
26,040
8,270
(1,982,785)
(21,244)
(9,335)
(1,640,655)
995,828
(2,265)
993,563
(501,511)
492,052
1,274,256
206
1,274,462
(637,696)
636,766
Net interest income
OTHER OPERATIONAL REVENUE (EXPENSES):
Other commission income
Gain on derivative instruments, net
Foreign exchange gain, net
Gain on trading marketable securities, net
Other commission expenses
Addition of allowance for uncollectible accounts
Reversal of estimated losses from
off-balance sheet transactions
Loss on sale of loan
General and administrative expenses
Personnel expenses
Gain (loss) on sale of available-for-sale marketable
securities, net
Other income (expenses), net
Net other operational expenses
NET OPERATING INCOME
NON-OPERATIONAL (EXPENSES) INCOME, NET
INCOME BEFORE TAX
INCOME TAX EXPENSE
NET INCOME
2c,2e,24
2i
2b
2h
2c,24
2m
2m,11
2c,18,24,27
2q
2h,6
2p,19
See Notes to the Combined Financial Statements, which form an integral part of these combined financial
statements.
The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited Indonesian Branches
4
THE HONGKONG AND SHANGHAI BANKING CORPORATION LIMITED –
INDONESIAN BRANCHES
COMBINED STATEMENTS OF CHANGES IN HEAD OFFICE ACCOUNTS
YEARS ENDED 31 DECEMBER 2009 AND 2008
Head office
investment
Rp million
Unrealized
gain (loss)
from
changes in
fair value of
availablefor-sale
marketable
securities, net
Rp million
Share-based
payments
Rp million
Unremitted
profit
Rp million
Total
head office
accounts
Rp million
28,000
11,617
13,496
279,436
332,549
Profit remitted to head office
during the year
-
-
-
(229,754)
(229,754)
Movement of unrealized gain
(loss) from changes in fair value
of available-for-sale marketable
securities, net (Notes 2h and 6)
-
(25,934)
-
-
(25,934)
Movement of share-based
payments (Note 2r)
-
-
20,925
-
20,925
Net income for the year
-
-
-
636,766
636,766
28,000
(14,317)
34,421
686,448)
734,552)
Profit remitted to head office
during the year
-
-)
-
(413,497)
(413,497)
Movement of unrealized gain
(loss) from changes in fair value
of available-for-sale marketable
securities, net (Notes 2h and 6)
-
24,642)
-
-)
24,642)
Movement of share-based
payments (Note 2r)
-
-)
6,539
-)
6,539)
Net income for the year
-
-)
-
492,052)
492,052)
28,000
10,325)
40,960
765,003)
844,288)
Balance as of 31 December 2007
Balance as of 31 December 2008
Balance as of 31 December 2009
See Notes to the Combined Financial Statements, which form an integral part of these combined financial
statements.
The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited Indonesian Branches
5
THE HONGKONG AND SHANGHAI BANKING CORPORATION LIMITED –
INDONESIAN BRANCHES
COMBINED STATEMENTS OF CASH FLOWS
YEARS ENDED 31 DECEMBER 2009 AND 2008
CASH FLOWS FROM OPERATING ACTIVITIES:
Income before tax
Adjustments to reconcile income before tax to net cash (used in)
provided by operating activities:
Addition of allowance for uncollectible accounts
Reversal of estimated loss from off-balance sheet transactions
Depreciation of fixed assets
Post-employment benefits expense
Loss on sale of loan
Loss (gain) on disposal/sale of fixed assets
Foreign exchange (gain) loss, net
Interest income
Interest expenses
Share-based payments
Changes in assets and liabilities:
Placements with other banks
Trading marketable securities
Derivative receivables
Loans and advances
Export bills negotiated
Securities purchased with agreements to resell
Other assets
Deposits from non-bank customers
Deposits from other banks
Derivative payables
Accrued expenses
Taxes payable
Other liabilities
Interest paid
Interest received
Income tax paid
Net cash (used in) provided by operating activities
2009
2008
Rp million
Rp million
993,563)
1,274,462)
945,710)
(3,226)
65,020)
12,473)
15,080)
2,264)
(74,301)
(3,298,573)
1,004,142)
6,539)
949,032)
(79,901)
55,744)
29,535)
-)
(206)
62,827)
(3,546,874)
1,212,623)
21,523)
(3,585,344)
1,931,338)
3,509,572)
2,415,969)
468,794)
259,937)
492,152)
(5,694,177)
586,951)
(2,727,367)
(46,529)
(7,437)
89,792)
(1,100,765)
3,461,287)
(702,397)
(979,533)
156,246)
(558,194)
(4,233,467)
(6,385,114)
(27,947)
(499,999)
(635,464)
8,788,836
(1,406,205)
3,749,855)
165,331)
(9,509)
611,201
(1,131,237)
3,419,956)
(515,764)
1,467,290)
(35,467)
1,497)
532,610)
498,640)
(149,646)
473)
(1,084,462)
(1,233,635)
CASH FLOWS FROM INVESTING ACTIVITIES:
Acquisition of fixed assets
Proceeds on sale of fixed assets
Net changes in available-for-sale marketable securities
Net cash provided by (used in) investing activities
See Notes to the Combined Financial Statements, which form an integral part of these combined financial
statements.
The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited Indonesian Branches
6
THE HONGKONG AND SHANGHAI BANKING CORPORATION LIMITED –
INDONESIAN BRANCHES
COMBINED STATEMENTS OF CASH FLOWS (Continued)
YEARS ENDED 31 DECEMBER 2009 AND 2008
2009
2008
Rp million
Rp million
CASH FLOWS FROM FINANCING ACTIVITIES:
Profit remitted to head office
Net changes in due to other branches
Net cash (used in) provided by financing activities
(413,497)
(735,961)
(1,149,458)
(229,754)
666,604)
436,850)
Net (decrease) increase in cash and cash equivalents
Cash and cash equivalents at the beginning of year
Cash and cash equivalents at the end of year
(1,630,351)
3,040,130)
1,409,779)
670,505)
2,369,625)
3,040,130)
220,163)
988,622)
200,994)
1,409,779)
233,528)
1,183,054)
1,623,548)
3,040,130)
Cash and cash equivalents consist of:
Cash on hand
Demand deposits at Bank Indonesia
Demand deposits at other banks
See Notes to the Combined Financial Statements, which form an integral part of these combined financial
statements.
The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited Indonesian Branches
7
THE HONGKONG AND SHANGHAI BANKING CORPORATION LIMITED –
INDONESIAN BRANCHES
NOTES TO THE COMBINED FINANCIAL STATEMENTS
YEARS ENDED 31 DECEMBER 2009 AND 2008
1. GENERAL
a.
The Hongkong and Shanghai Banking Corporation first opened a branch in Indonesia in 1884.
In the mid 1960's, the Corporation temporarily withdrew from Indonesia. Reestablishment of
The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited - Indonesian Branches (the “Bank”)
was approved by the Ministry of Finance with its letter No. D.15.6.4.21 dated 23 August 1968.
The Bank’s office is located at the World Trade Center Building, Jl. Jend. Sudirman Kav. 29-31,
Jakarta. The Bank’s operation conducted through the Jakarta main branch and its sub-branches
in Surabaya, Bandung, Batam, Semarang and Medan.
The Bank established a sharia sub-branch, HSBC Amanah Finance in 2003. The establishment
was approved by Bank Indonesia with its letter No. 5/628/DPIP/Prz dated 13 October 2003. The
Bank’s operation conducted through the Jakarta main branch and its sub-branches in Surabaya,
Bandung, Semarang and Medan.
The ultimate holding company of the Bank is HSBC Holdings Plc., which is incorporated in
England. HSBC Holdings Plc. has subsidiaries and affiliates throughout the world.
b.
As of 31 December 2009 and 2008, the composition of the Bank’s management was as follows:
2009
Chief Executive Officer
Chief Operating Officer
Chief Financial Officer
Chief Technology and Service
Officer
Head of Corporate Banking
Head of Corporate and Institutional
Banking
Chief Risk Officer
Senior Vice President Credit and
Risk Management
Senior Vice President Treasury and
Investment Banking
Senior Vice President and Head of
Personal Financial Services
Senior Vice President HSBC
Sharia
Compliance Director
2008
: Rakesh Bhatia
: : Paul C.G. Gwee
Rakesh Bhatia
Endy P.R. Abdurrahman
Paul C.G. Gwee
: Jeffrey Chi Ming Cheung
: Mark Emmerson
Mark Emmerson
: Rajeev Babel
: To be appointed
Rajeev Babel
-
: -
Stewart Luscott Evans
: Apratim Chakravarty
Apratim Chakravarty
: Francisco Javier Salgado-Munoz
Ravi Sreedharan
: To be appointed
: Felix Istyono Hartadi
Mahmoud Abushamma
Dian M. Noer
c.
As of 31 December 2009 and 2008, the Bank employed 2,648 and 2,888 permanent employees,
respectively.
d.
The combined financial statements were completed by the Bank’s management on 3 March
2010.
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES
The accounting and reporting policies followed by the Bank conform to accounting principles
generally accepted in Indonesia. The significant accounting policies, consistently applied in the
preparation of the combined financial statements for the years ended 31 December 2009 and 2008,
were as follows:
a.
Basis for preparation of combined financial statements
The Bank’s combined financial statements, presented in millions of Rupiah, are prepared on the
accrual basis except for interest on non-performing loans and other productive assets which are
recorded on a cash basis (Note 2d). In addition, the Bank uses the historical cost concept in
preparing its combined financial statements, except for certain marketable securities (Note 2h)
and derivative receivables/payables (Note 2i) which are stated at fair value.
The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited Indonesian Branches
8
THE HONGKONG AND SHANGHAI BANKING CORPORATION LIMITED –
INDONESIAN BRANCHES
NOTES TO THE COMBINED FINANCIAL STATEMENTS
YEARS ENDED 31 DECEMBER 2009 AND 2008
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (Continued)
The financial statements are combined from the accounts of the Jakarta, Surabaya, Bandung,
Batam, Semarang and Medan sub-branches as well as sharia sub-branches. Interbranch balances
and transactions have been eliminated.
The combined financial statements are prepared in accordance with the Statement of Financial
Accounting Standard (“SFAS”) No. 31 (2000 Revision), “Accounting for Banking Industry” and
Pedoman Akuntansi Perbankan Indonesia 2001 (accounting guidelines for banking industry)
prescribed by Bank Indonesia and Indonesian Institute of Accountants.
The combined statements of cash flows present the changes in cash and cash equivalents from
operating, investing and financing activities. The statements of cash flows are prepared using the
indirect method. Cash and cash equivalents consist of cash on hand, demand deposits at Bank
Indonesia and demand deposits at other banks.
b.
Foreign currency translation
Transactions in foreign currencies are translated into Rupiah at the rates prevailing at the
transaction date. Year-end balances of monetary assets and monetary liabilities denominated in
foreign currencies are translated into Rupiah using the Reuters’ middle rates on the balance sheet
date at 4:00 PM (Western Indonesian Time).
The principal rates of exchange used as of 31 December 2009 and 2008 were as follows:
2009
Rp
USD
AUD
CHF
DEM
EUR
GBP
HKD
JPY
NZD
SGD
CAD
1.-1.-1.-1.-1.-1.-1.-100.-1.-1.-1.--
9,395.00
8,453.16
9,116.94
6,905.44
13,542.43
15,164.94
1,211.48
10,219.00
6,828.29
6,704.50
8,965.12
2008
Rp
10,900.00
7,554.26
10,319.06
8,034.18
15,356.48
15,755.42
1,406.44
12,605.00
6,319.29
7,587.91
8,984.88
Foreign exchange gains (losses), realized and unrealized, are credited (charged) to the current
year combined statement of income.
c.
Transactions with related parties
In this combined financial statements, the term related parties is used as defined in SFAS No. 7,
”Related Party Disclosures” and the prevailing Bank Indonesia regulations concerning Legal
Lending Limit.
d.
Interest income and expenses
Interest income and expenses from interest-earning assets and interest-bearing liabilities are
recognized on the accrual basis. Discounts or premiums are amortized on a straight-line basis
and are reflected as an adjustment to interest.
The recognition of interest income on loans and other productive assets is discontinued when
they are classified as non-performing (substandard, doubtful and loss). Interest income from
non-performing loans and other productive assets is reported as contingent receivables and
recognized when the cash is received (cash basis).
The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited Indonesian Branches
9
THE HONGKONG AND SHANGHAI BANKING CORPORATION LIMITED –
INDONESIAN BRANCHES
NOTES TO THE COMBINED FINANCIAL STATEMENTS
YEARS ENDED 31 DECEMBER 2009 AND 2008
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (Continued)
Loans and advances with principal or interest that are past due for 90 days or more, or where
reasonable doubt exists as to timely collection, are generally classified as non-performing loans
and advances. Non-performing loans and advances include loans and advances classified as
substandard, doubtful and loss. Interest accrued but not yet collected is reversed when a loan or
advance is classified as non-performing.
All cash receipts related to non-performing loans and advances classified as doubtful and loss
are applied as a reduction to the principal. The excess of cash receipts over the outstanding
principal is recognized as interest income in the current year combined statement of income.
e.
Fees and commission income
Fees and commission income which are directly related to lending activities and/or covers
specific periods is deferred and amortized based on the straight-line method over the terms of
the related loans. The balance of deferred fees and commission income on loans settled prior to
maturity is recognized as income at settlement. Fees and commissions which are not directly
related to specific periods are recognized when the transactions occur.
f.
Placements with other banks
Placements with other banks are stated at their outstanding balance, net of allowance for
uncollectible accounts, which is determined based on the management’s review of the
collectibility of each individual placement at year end.
g.
Securities purchased with agreements to resell
Securities purchased with agreements to resell (reverse repos) are presented as receivables and
stated at the agreed resale price less the difference between the purchase price and the agreed
resale price. The difference between the purchase price and the agreed resale price is amortised
as interest income over the year commencing from the acquisition date to the resale date.
h.
Marketable securities
Investments in marketable securities are classified as one of these categories: trading and
available-for-sale.
The marketable securities which are classified as trading and available-for-sale are stated at fair
value at balance sheet date. The difference between the fair value and the acquisition cost of
trading securities, realized or unrealized, is recognized in the current year combined statement of
income. The unrealized differences between the fair value and the acquisition cost of availablefor-sale securities, is recorded as part of head office accounts and recognized in the combined
statement of income when the securities are sold. Fair value is determined based on quoted
market price.
Realized gains or losses on the sale of marketable securities are recognized or charged to the
current year combined statement of income based on the specific identification basis.
The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited Indonesian Branches
10
THE HONGKONG AND SHANGHAI BANKING CORPORATION LIMITED –
INDONESIAN BRANCHES
NOTES TO THE COMBINED FINANCIAL STATEMENTS
YEARS ENDED 31 DECEMBER 2009 AND 2008
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (Continued)
i.
Derivative instruments
Derivative transactions are accounted for in accordance with SFAS No. 55, “Accounting for
Derivative Instruments and Hedging Activities”, which requires that all derivative instruments
be recognized in the combined financial statements at fair value. To qualify for hedge
accounting, SFAS No. 55 requires certain criteria to be met, including documentation required to
have been in place at the inception of the hedge.
Changes in fair value of derivative instruments that do not qualify for hedge accounting are
recognized in the combined statement of income for the year. If derivative instruments are
designated and qualify for hedge accounting, changes in fair value of derivative instruments are
recorded as adjustments to the items being hedged in the income of the current year or as part of
head office accounts, depending on the type of hedge transaction represented and the
effectiveness of the hedge.
j.
Long-term investment
Long-term investment is carried at cost. Impairment in investment value below cost that is other
than temporary is recorded as a write-down to the investment’s realizable value and is charged
to the current year combined statement of income.
k.
Loans and advances
Loans and advances are stated at the principal amount outstanding, net of allowance for
uncollectible accounts. For restructured loans, the gross amount of loans consists of loan
principal, interest and other charges which are capitalized into loan principal amount. The
capitalized interest is recognized as unearned interest income.
Syndicated loans and advances are stated at the principal amount in accordance with the risk
borne by the Bank.
l.
Troubled debt restructuring
The Bank accounts for troubled debt restructuring in accordance with the type of restructuring.
In troubled debt restructuring which involves a receipt of assets, the Bank records those assets at
their fair value at the time of restructuring. The excess of the carrying amount of the receivables
over the fair value of assets received less estimated costs to sell, is recognized as a loss in the
current year.
In troubled debt restructuring which only involves a modification of terms, the Bank accounts
for the effects of the restructuring prospectively and does not change the carrying value of
receivables at the time of restructuring unless the amount exceeds the present value of the total
future cash receipts specified in the new terms. If the present value of the total future cash
receipts specified in the new terms is lower than the recorded receivables balance prior to
restructuring, the Bank reduces the receivables balance to the amount equal to the present value
of the total future cash receipts. The amount of the reduction is recognized as a loss in the
current year.
The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited Indonesian Branches
11
THE HONGKONG AND SHANGHAI BANKING CORPORATION LIMITED –
INDONESIAN BRANCHES
NOTES TO THE COMBINED FINANCIAL STATEMENTS
YEARS ENDED 31 DECEMBER 2009 AND 2008
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (Continued)
m.
Allowance for uncollectible accounts and estimated losses from off-balance sheet transactions
The Bank provides an allowance for uncollectible accounts (productive and non-productive
assets) and estimated losses from off-balance sheet transactions.
Productive assets consist of demand deposits at other banks, placements with other banks,
securities purchased with agreements to resell, marketable securities, derivative receivables,
loans and advances, export bills negotiated, acceptance receivables, and off-balance sheet
commitments and contingencies which carry credit risk.
Commitments and contingencies which carry credit risk consist of committed unused loan
facility, irrevocable letter of credit and bank guarantees issued.
Non-productive assets represent inter-office and suspense accounts.
The allowance for uncollectible accounts and estimated losses from off-balance sheet
transactions are established through estimation for such losses. The allowance amount and
estimated losses which management believes to be adequate to absorb possible losses from
uncollectible accounts and off-balance sheet transactions are determined based on evaluation of
the collectibility of each individual asset and off-balance sheet transaction with credit risk. The
management’s evaluation on the collectibility of each individual asset and off-balance sheet
transaction is based on a number of subjective factors, including current and anticipated
economic conditions/business prospects, financial conditions, payment ability and other relevant
factors.
The Bank follows the regulations from Bank Indonesia concerning the assets quality of a bank
as a guidance in determining the allowance for uncollectible accounts and estimated losses from
off-balance sheet transactions, with general guidelines as follows:
1.
General allowance of a minimum of 1% of productive assets and off-balance sheet
transactions that are classified as “pass”.
2.
Specific allowance for productive and non-productive assets and off-balance sheet
transactions:
Classification
Special mention
Substandard
Doubtful
Loss
Minimum percentage
5%
15%
50%
100%
Specific allowance for productive assets and off-balance sheet transactions classified as
special mention, substandard, doubtful and loss is calculated after deducting the value of
allowable collateral.
Estimated losses from off-balance sheet transactions are presented in the liability section of the
combined balance sheet.
The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited Indonesian Branches
12
THE HONGKONG AND SHANGHAI BANKING CORPORATION LIMITED –
INDONESIAN BRANCHES
NOTES TO THE COMBINED FINANCIAL STATEMENTS
YEARS ENDED 31 DECEMBER 2009 AND 2008
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (Continued)
Adjustments to the allowance for uncollectible accounts and estimated losses from off-balance
sheet transactions are reported in the period such adjustments become known or can be
reasonably estimated. These adjustments include additional allowance for uncollectible accounts
and estimated losses from off-balance sheet transactions, and recovery of assets previously
written off.
Assets are written off against the respective allowance for uncollectible accounts when
management believes that the collectibility of the principal is unlikely.
n.
Acceptance receivables and payables
Acceptance receivables and payables are stated at the value of the letters of credit or the realized
value of the letter of credit accepted by the accepting banks.
o.
Fixed assets
Fixed assets are stated at acquisition cost (initial measurement) less accumulated depreciation.
Acquisition cost includes expenditures directly attributable for the acquisition of fixed assets.
Subsequent to initial measurement, fixed assets are measured using cost model. Depreciation is
calculated from the month the asset is placed into service, based on the straight-line method over
the estimated useful lives as follows:
Leasehold improvements
Furniture and fixtures, office
equipment, motor vehicles
p.
:
10 years
:
3 - 5 years
Income tax
The Bank adopts the asset and liability method for accounting of its income tax. Under this
method, deferred tax assets and liabilities are recognized for temporary differences between the
financial and tax bases of assets and liabilities at each reporting date. This method also requires
the recognition of future tax benefits, such as tax loss carryforwards, to the extent that
realization of such benefits is probable.
q.
Obligation for post-employment benefits
The obligation for post-employment benefits is calculated at present value of estimated future
benefits that the employees have earned in return for their services in the current and prior
periods, deducted by any plan assets. The calculation is performed by an independent actuary
using the projected-unit-credit method.
When the benefits of a plan change, the portion of the changed benefits relating to past service
by employees is reflected in the current year combined statement of income on a straight-line
basis over the average period until the benefits become vested. To the extend that the benefits
vest immediately, the expense is recognized immediately in the current year combined statement
of income.
The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited Indonesian Branches
13
THE HONGKONG AND SHANGHAI BANKING CORPORATION LIMITED –
INDONESIAN BRANCHES
NOTES TO THE COMBINED FINANCIAL STATEMENTS
YEARS ENDED 31 DECEMBER 2009 AND 2008
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (Continued)
Actuarial gains and losses are recognized as income or expense when the cumulative
unrecognized actuarial gains or losses at the end of the previous reporting year exceeded 10
percent of the greater of the present value of the defined benefit obligation (before deducted by
plan assets) and the fair value of the plan assets at the date. These gains or losses are recognized
on a straight-line basis over the expected average remaining working lives of employees.
Otherwise, the actuarial gains or losses are not recognized.
r.
Share-based payments
The Bank’s eligible employees participate in HSBC Holdings Plc’s share-based compensation
payments. There are two share-based payments scheme i.e. share award and share option.
Under share award scheme, HSBC Holdings Plc. through the Bank will grant the shares of
HSBC Holdings Plc. (shares award) to its eligible employees. The Bank has purchased a certain
number of HSBC Holdings Plc. shares and recorded them as other assets.
Under share option scheme, the eligible employees are invited to participate in a savings-related
share options program to buy the shares of HSBC Holdings Plc. at a certain price when the share
options are vested.
The compensation cost for share options is measured at grant date based on the fair value of the
share option and is recognized on a straight-line basis over the vesting period, with the
corresponding credit to head office account.
The compensation cost for share awards is measured at grant date based on the fair value of the
share award and is recognized on a straight-line basis over the vesting period, with the
corresponding credit to other liabilities account. On balance sheet date, the share awards are
measured at fair value of the share awards on balance sheet date, and the changes in fair value
are recognized as part of head office account.
The fair value of the share option is calculated using the standard Black-Scholes method, while
the fair value of share award is determined based on the market price of the share.
s.
Use of estimates
The preparation of financial statements in conformity with generally accepted accounting
principles requires management to make estimates and assumptions that affect the reported
amounts of assets and liabilities, and disclosure of contingent assets and liabilities at the date of
the financial statements, and the reported amounts of revenues and expenses during the reporting
period. Actual results could differ from those estimates.
3. DEMAND DEPOSITS AT BANK INDONESIA
2009
Rp million
Rupiah
US Dollar
822,800
165,822
988,622
The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited Indonesian Branches
2008
Rp million
985,219
197,835
1,183,054
14
THE HONGKONG AND SHANGHAI BANKING CORPORATION LIMITED –
INDONESIAN BRANCHES
NOTES TO THE COMBINED FINANCIAL STATEMENTS
YEARS ENDED 31 DECEMBER 2009 AND 2008
4. DEMAND DEPOSITS AT OTHER BANKS
Average interest rate per annum in 2009 was Rupiah 1.12%, US Dollar 0.04% and other foreign
currencies 0.33%, and in 2008 was Rupiah 0.48%, US Dollar 4.73% and other foreign currencies
2.21%.
2009
Rp million
Classified by currency:
Rupiah
US Dollar
Other foreign currencies
Total demand deposits at other banks
Allowance for uncollectible accounts
Total demand deposits at other banks, net
3,294)
168,541
29,159)
200,994
(1,906)
199,088
2008
Rp million
14,363
1,535,827
73,358
1,623,548
(15,788)
1,607,760
As of 31 December 2009 and 2008, all demand deposits at other banks were classified as “pass”.
5. PLACEMENTS WITH OTHER BANKS
Represent short-term placements with other banks in the form of call money which are due within
3 months from placement date and other placements which are due within 1 year from placement date.
Average interest rate per annum in 2009 was Rupiah 6.93%, US Dollar 0.40% and other foreign
currencies 1.03%, and in 2008 was Rupiah 8.96%, US Dollar 2.98% and other foreign currencies
4.81%.
2009
Rp million
Classified by currency:
Rupiah
US Dollar
Other foreign currencies
Total placements with other banks
Allowance for uncollectible accounts
Total placement with other banks, net
1,295,361
7,831,132
1,026,693
10,153,186
(96,914)
10,056,272
2008
Rp million
1,010,580
4,817,320
739,942
6,567,842
(65,678)
6,502,164
As of 31 December 2009 and 2008, all placements with other banks were classified as “pass”.
The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited Indonesian Branches
15
THE HONGKONG AND SHANGHAI BANKING CORPORATION LIMITED –
INDONESIAN BRANCHES
NOTES TO THE COMBINED FINANCIAL STATEMENTS
YEARS ENDED 31 DECEMBER 2009 AND 2008
6. MARKETABLE SECURITIES
As of 31 December 2009 and 2008, the Bank’s marketable securities were as follows:
2009
Maturity date
Acquisition cost
Rp million
Unrealized gain (loss)
Rp million
Fair value
Rp million
a. Trading marketable securities:
Certificates of Bank Indonesia
(nominal value Rp 249,500
million)
248,344
-
248,344
Indonesian treasury bills (Surat
Perbendaharaan Negara)
(nominal value Rp 1,484
million)
Various dates between
11 March 2010 and
2 September 2010
1,477
-
1,477
Bonds issued by:
Government of Republic of
Indonesia (nominal value
Rp 1,218,039 million)
Various dates between
20 February 2010 and
15 July 2038
1,205,058
(23,753)
1,181,305
11 December 2011
91,846
124)
91,970
26 April 2012
4,206
1,550,931
(429)
(24,058)
3,777
1,526,873
4,400,190
(325)
4,399,865
587,941
1,138
589,079
283,231
5,271,362
16,453
17,266
299,684
5,288,628
PT Oto Multiartha Tbk
(nominal value Rp 92,000
million)
PT XL Axiata Tbk (previously
PT Excelcomindo Pratama
Tbk) (nominal value
Rp 4,200 million)
b. Available-for-sale
marketable securities:
Certificate of Bank Indonesia
(nominal value Rp 4,440,000
million)
Indonesian treasury bills (Surat
Perbendaharaan Negara)
(nominal value Rp 600 million)
Various dates between
14 January 2010 and
15 July 2010
Bonds issued by:
Government of Republic of
Indonesia (nominal value
Rp 292,201 million)
Various dates between
20 February 2010 and
15 October 2011
The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited Indonesian Branches
16
THE HONGKONG AND SHANGHAI BANKING CORPORATION LIMITED –
INDONESIAN BRANCHES
NOTES TO THE COMBINED FINANCIAL STATEMENTS
YEARS ENDED 31 DECEMBER 2009 AND 2008
6. MARKETABLE SECURITIES (Continued)
2008
Maturity date
Acquisition cost
Rp million
Unrealized gain (loss)
Rp million
Fair value
Rp million
30,900
(239)
30,661)
a. Trading marketable securities:
Certificates of Bank Indonesia
(nominal value Rp 30,573
million)
Indonesian treasury bills (Surat
Perbendaharaan Negara)
(nominal value Rp 50,000
million)
31 July 2009
46,841
(391)
46,450)
Treasury bills issued by
Government of the United
States of America (nominal
value USD 104 million)
Various dates between
22 January 2009 and
25 June 2009
1,133,726
314)
1,134,040)
Bonds issued by:
Government of Republic of
Indonesia (nominal value
Rp 2,407,847 million)
Various dates between
15 June 2009 and
15 May 2037
2,276,891
(33,045)
2,243,846)
26 October 2009
3,021
30)
3,051)
26 April 2012
128
3,491,507
35)
(33,296)
163)
3,458,211)
4,262,064
(3,473)
4,258,591)
Various dates between
9 August 2009 and
15 October 2014
789,330
(7,620)
781,710)
14 September 2009
534,395
(5,931)
528,464)
6 November 2009
218,183
5,803,972
(7,324)
(24,348)
210,859)
5,779,624)
PT HM Sampoerna Tbk
(nominal value Rp
3,050 million)
PT Excelcomindo Pratama
Tbk (nominal value Rp 200
million)
b. Available-for-sale
marketable securities:
Certificate of Bank Indonesia
(nominal value Rp 4,347,769
million)
Bonds issued by:
Government of Republic of
Indonesia (nominal value
Rp 810,201 million)
Halifax Bank of Scotland
(nominal value USD 49
million)
Suntrust Bank (nominal value
USD 20 million)
The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited Indonesian Branches
17
THE HONGKONG AND SHANGHAI BANKING CORPORATION LIMITED –
INDONESIAN BRANCHES
NOTES TO THE COMBINED FINANCIAL STATEMENTS
YEARS ENDED 31 DECEMBER 2009 AND 2008
6.
MARKETABLE SECURITIES (Continued)
2009
Rp million
Total marketable securities:
Acquisition cost (after premium/discount amortization)
Unrealized loss from changes in fair value of trading
marketable securities, net
Unrealized gain (loss) from changes in fair value of available-forsale marketable securities, net
Allowance for uncollectible accounts
Total marketable securities, net
2008
Rp million
6,822,293
9,295,479)
(24,058)
(33,296)
17,266
6,815,501
(957)
6,814,544
(24,348)
9,237,835)
(18,766)
9,219,069)
Movement of unrealized gain (loss) from changes in fair value of available-for-sale marketable
securities during the years ended 31 December 2009 and 2008 was as follows:
2009
Rp million
Balance, beginning of year – before deferred income tax
Addition of unrealized gain (loss) during the year – net
Realized loss (gain) from sale of available-for-sale marketable
securities during the year – net
Total before deferred income tax
Deferred income tax (Note 19)
Balance, end of year – net
2008
Rp million
(24,348)
15,279
20,745
(23,849)
26,335
17,266
(6,941)
10,325
(21,244)
(24,348)
10,031
(14,317)
The outstanding Certificates of Bank Indonesia as of 31 December 2009 and 2008 have maturity
period of three months since acquisition date.
The ratings of the marketable securities were as follows:
2009
Rating
PT Oto Multiartha Tbk
PT XL Axiata Tbk (previously
PT Excelcomindo Pratama Tbk)
Treasury bills issued by Government of
the United States of America
PT HM Sampoerna Tbk
Halifax Bank of Scotland
Suntrust Bank
2008
Rated by
Rating
Rated by
AA-
Pefindo**
-
-
BB-
S & P**
AA-
Pefindo**
-
-
AAA
AAA
AAAA-
S & P**
Pefindo**
S & P**
S & P**
* PT Pemeringkat Efek Indonesia
** Standard & Poor
Average interest rate per annum:
2009
%
Certificates of Bank Indonesia
Indonesian treasury bills
USA treasury bills
Bonds (denominated in Rupiah)
Bonds (denominated in US Dollar)
8.95
10.23
12.15
1.08
2008
%
9.20
10.71
0.15
12.25
3.13
As of 31 December 2009 and 2008, all marketable securities were classified as “pass”.
The proceeds from the sales of available-for-sale marketable securities during the years ended
31 December 2009 and 2008 amounted to Rp 1,372,046 million and Rp 379,531 million, respectively.
The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited Indonesian Branches
18
THE HONGKONG AND SHANGHAI BANKING CORPORATION LIMITED –
INDONESIAN BRANCHES
NOTES TO THE COMBINED FINANCIAL STATEMENTS
YEARS ENDED 31 DECEMBER 2009 AND 2008
7. DERIVATIVE RECEIVABLES/PAYABLES
2009
Derivative
receivables
Rp million
Currency forward contracts
Banks
Non-banks
Cross currency swap contracts
Banks
Non-banks
Interest rate swap contracts
Banks
Non-banks
Derivative
receivables
Rp million
Derivative
payables
Rp million
351,589)
107,838)
459,427)
796,387
101,799
898,186
2,105,308)
184,464)
2,289,772)
847,019)
254,804)
1,101,823)
467,734)
264,689)
732,423)
423,791
105,065
528,856
841,568)
344,780)
1,186,348)
964,513)
776,266)
1,740,779)
156,863)
71,880)
228,743)
158,713
168,924
327,637
142,721)
178,631)
321,352)
289,140)
331,047)
620,187)
-)
12)
12)
5
5
645,916)
486,789)
1,132,705)
648,114)
371,148)
1,019,262)
1,420,605)
1,754,684
4,930,177)
4,482,051)
(13,998)
1,406,607)
1,754,684
(41,793)
4,888,384)
-)
4,482,051)
Currency option contracts
Banks
Non-banks
Total
Allowance for uncollectible
accounts
Total, net
2008
Derivative
payables
Rp million
The contract amount and period of currency forward and currency option contracts were as follows:
Currency
Currency forward buying
contracts
Currency forward selling
contracts
Contract amount (in USD)
2009
2008
Range of contract period
2009
2008
USD
Others, USD equivalent
1,319,509,141
205,415,527
1,673,951,856
485,623,459
6 days – 5.06 years
6 days – 1.03 years
5 days – 5.06 years
5 days – 1.38 years
USD
Others, USD equivalent
536,330,527
57,829,242
1,264,960,830
286,697,632
6 days – 1.03 years
6 days – 1.03 years
5 days – 1.38 years
5 days – 1.38 years
The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited Indonesian Branches
19
THE HONGKONG AND SHANGHAI BANKING CORPORATION LIMITED –
INDONESIAN BRANCHES
NOTES TO THE COMBINED FINANCIAL STATEMENTS
YEARS ENDED 31 DECEMBER 2009 AND 2008
7. DERIVATIVE RECEIVABLES/PAYABLES (Continued)
Currency
Currency option buying
contracts
Currency option selling
contracts
Contract amount (in USD)
2009
2008
Range of contract period
2009
2008
USD and others
(USD equivalent)
1,525,000
679,453,043
268 days – 1.13 years
7 days – 2.91 years
USD and others
(USD equivalent)
1,326,000
611,939,418
221 days – 1.13 years
7 days – 2.91 years
The notional amount and average interest rate of cross currency swap and interest rate swap contracts
were as follows:
Currency
Cross currency swap
buying contracts
Cross currency swap
selling contracts
Interest rate swap contracts:
Receive
Pay
Notional amount
(original currency)
2009
2008
Average interest rate
(% per annum)
2009
2008
USD
JPY
220,977,696
6,477,975,754
266,645,159
28,981,227,777
1.95
1.29
4.52
1.33
USD
JPY
594,503,676
9,777,920,198
977,281,883
9,031,499,999
1.22
0.95
3.60
1.26
USD
USD
1,107,001,708
1,107,001,708
1,343,867,449
1,343,867,449
1.52
3.04
2.99
3.77
The average period of cross currency swap and interest rate swap contracts were as follows:
Average period of contract:
Cross currency swap
Interest rate swap
Average period of interest settlement:
Cross currency swap
Interest rate swap
2009
2008
2.52 years
3.10 years
2.23 years
2.99 years
1 - 12 months
1 - 12 months
1 - 12 months
1 - 12 months
The Bank entered into derivative instrument transactions for trading and hedging the Bank’s net open
position, interest rate gap risk, maturity gap risk, and other risks in the Bank’s daily operations. The
Bank did not apply hedge accounting to all of the derivative instrument transactions.
As of 31 December 2009, derivative receivables amounted to Rp 108 million was classified as
“special mention”. The remaining balance of derivative receivables as of 31 December 2009 was
classified as “pass”. As of 31 December 2008, derivative receivables amounted to Rp 63,442 million
and Rp 5,091 million were classified as “special mention” and “substandard”, respectively. The
remaining balance of derivative receivables as of 31 December 2008 was classified as “pass”.
The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited Indonesian Branches
20
THE HONGKONG AND SHANGHAI BANKING CORPORATION LIMITED –
INDONESIAN BRANCHES
NOTES TO THE COMBINED FINANCIAL STATEMENTS
YEARS ENDED 31 DECEMBER 2009 AND 2008
7. DERIVATIVE RECEIVABLES/PAYABLES (Continued)
During the year ended 31 December 2008, the Bank entered into several structured foreign exchange
forward contracts with specific option features. These contracts have certain specific characteristics
such as the requirement to deliver a series of foreign currency exchange settlements during a period of
time (6 - 52 weeks). These contracts have been executed based on the instruction received from the
Bank’s counterparties and do not represent proprietary trading activities of the Bank. In order to
manage the market risk arising on these contracts, the Bank has entered into back-to-back contracts
with another bank on the same terms and conditions (mirroring) for all the above-mentioned contracts.
Due to a significant increase in United States Dollar foreign exchange rate against Rupiah in the last
quarter of 2008, and the impact of unfavorable global economic conditions to their businesses, certain
counterparty customers failed to deliver the foreign currency amount to the Bank when they were due.
The amount outstanding from counterparties as of 31 December 2008 arising from the abovementioned contracts, was recorded as derivative receivables with a total fair value of Rp 570,588
million and total allowance for losses of Rp 6,437 million. Whilst, the amount outstanding with
counterparty bank, arising from the mirroring these contract, which was recorded as derivative
payables, had a total value of Rp 570,588 million.
During 2009, the Bank has been actively engaging counterparty customers to restructure or terminate
the underlying contracts with the consent of the counterparty customers impacted. Where agreement
with the counterparty customers has been reached, the contracts were restructured or terminated. The
Bank continues to reserve its rights to terminate those structured contracts where agreement with the
counterparty customer can not be reached.
The restructuring was done through the conversion to loans and plain vanilla derivative contracts. The
derivative receivables which have been restructured into loans have outstanding amount as of
31 December 2009 of Rp 22,413 million (2008: Rp 17,331 million), were recorded as loans and
advances. The derivative receivables which have been restructured into plain vanilla derivative
contracts have outstanding amount as of 31 December 2009 of Rp 10 million (2008: Rp 2,601
million).
As of 31 December 2009, the total defaulted derivative receivables arising from the above mentioned
contracts which have not been restructured amounted to Rp 95,047 million with the allowance for
uncollectible accounts of Rp 78,893 million (2008: Rp 57,501 million with the allowance for
uncollectible accounts of Rp 35,970 million), were recorded as other assets.
As of 31 December 2009, all of mirroring transactions with counterparty banks have been fully
settled.
The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited Indonesian Branches
21
THE HONGKONG AND SHANGHAI BANKING CORPORATION LIMITED –
INDONESIAN BRANCHES
NOTES TO THE COMBINED FINANCIAL STATEMENTS
YEARS ENDED 31 DECEMBER 2009 AND 2008
8. LOANS AND ADVANCES
Loans and advances by type of loan:
Working capital
Investment
Consumer
Employee loan
Total
Allowance for
uncollectible accounts
2009
2008
Rupiah
Foreign
currencies
Total
Rupiah
Foreign
currencies
Total
Rp million
Rp million
Rp million
Rp million
Rp million
Rp million
3,907,761
391,294
7,688,235
488,833
12,476,123
5,409,347
2,040,846
22,883
7,473,076
9,317,108
2,432,140
7,711,118
488,833
19,949,199
3,535,542
655,358
7,517,556
406,286
12,114,742
8,596,142
1,612,088
74,607
10,282,837
12,131,684
2,267,446
7,592,163
406,286
22,397,579
(2,790,351)
(411,711)
(3,202,062)
(1,912,766)
(444,105)
(2,356,871)
9,685,772
7,061,365
16,747,137
10,201,976
9,838,732
20,040,708
The movement of allowance for uncollectible loans and advances during the years ended
31 December 2009 and 2008 was as follows:
2009
Rp million
Balance, beginning of the year
Addition of allowance during the year, net
Exchange rate differences from translation of allowance for
uncollectible loans and advances in foreign currencies
Loans written off during the year
Sale of loan during the year
Recovery from loans which were previously written off
Other movement
Balance, end of the year
2008
Rp million
(2,356,871)
(936,822)
(1,604,657)
(826,301)
74,299)
15,080)
(957)
3,209
(3,202,062)
(62,827)
144,524)
-)
(6,698)
(912)
(2,356,871)
Management believes that the balance of allowance for uncollectible loans and advances provided is
sufficient to cover the possible losses on uncollectible loans and advances.
The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited Indonesian Branches
22
THE HONGKONG AND SHANGHAI BANKING CORPORATION LIMITED –
INDONESIAN BRANCHES
NOTES TO THE COMBINED FINANCIAL STATEMENTS
YEARS ENDED 31 DECEMBER 2009 AND 2008
8. LOANS AND ADVANCES (Continued)
Loans and advances by type of industry:
2009
Pass
Rp million
Special
mention
Rp million
Substandard
Rp million
Doubtful
Rp million
Loss
Rp million
Total
Rp million
Rupiah:
Commercial and industrial
Allowance for uncollectible
accounts
2,241,905
12,555
47,631
-
11,228
2,313,319
(37,634)
2,204,271
(628)
11,927
(47,140)
491
-
(11,228)
-
(96,630)
2,216,689
Commercial real estate
Allowance for uncollectible
accounts
5,344
-
-
-
-
5,344
(90)
5,254
-
-
-
-
(90)
5,254
1,051,535
-
-
-
-
1,051,535
(17,652)
1,033,883
-
-
-
-
(17,652)
1,033,883
6,293
-
-
-
-
6,293
(106)
6,187
-
-
-
-
(106)
6,187
Individual
Allowance for uncollectible
accounts
5,040,415
381,703
116,508
138,118
2,500,180
8,176,924
(54,532)
4,985,883
(19,085)
362,618
(17,476)
99,032
(69,059)
69,059
(2,500,180)
-
(2,660,332)
5,516,592
Other market sectors
Allowance for uncollectible
accounts
922,572
41
51
-
44
922,708
(15,487)
907,085
(2)
39
(8)
43
-
(44)
-
(15,541)
907,167
9,268,064
394,299
164,190
138,118
2,511,452
12,476,123
(125,501)
(19,715)
(64,624)
(69,059)
(2,511,452)
(2,790,351)
9,142,563
374,584
99,566
69,059
-
9,685,772
Trading, restaurant and
hotel
Allowance for uncollectible
accounts
Agriculture, forestry and
mining
Allowance for uncollectible
accounts
Total loans and advances in
Rupiah
Allowance for uncollectible
accounts
Total loans and advances
in Rupiah, net
The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited Indonesian Branches
23
THE HONGKONG AND SHANGHAI BANKING CORPORATION LIMITED –
INDONESIAN BRANCHES
NOTES TO THE COMBINED FINANCIAL STATEMENTS
YEARS ENDED 31 DECEMBER 2009 AND 2008
8. LOANS AND ADVANCES (Continued)
2009
Pass
Rp million
Special
mention
Rp million
Substandard
Rp million
Doubtful
Rp million
Loss
Rp million
Total
Rp million
Foreign currencies:
Commercial and industrial
Allowance for uncollectible
accounts
4,749,238
180,539
81,602
-
258,123
5,269,502
(79,722)
4,669,516
(9,027)
171,512
(20,789)
60,813
-
(258,123)
-
(367,661)
4,901,841
Commercial real estate
Allowance for uncollectible
accounts
152,538
-
-
-
-
152,538
(2,560)
149,978
-
-
-
-
(2,560)
149,978
691,900
-
-
-
5,737
697,637
(11,614)
680,286
-
-
-
(5,737)
-
(17,351)
680,286
415,394
-
-
-
1,481
416,875
(6,972)
408,422
-
-
-
(1,481)
-
(8,453)
408,422
Energy
Allowance for uncollectible
accounts
9,411
-
-
-
-
9,411
(158)
9,253
-
-
-
-
(158)
9,253
Individual
Allowance for uncollectible
accounts
22,883
-
-
-
-
22,883
(349)
22,534
-
-
-
-
(349)
22,534
Other market sectors
Allowance for uncollectible
accounts
904,230
-
-
-
-
904,230
(15,179)
889,051
-
-
-
-
(15,179)
889,051
6,945,594
180,539
81,602
-
265,341
7,473,076
(116,554)
(9,027)
(20,789)
-
(265,341)
(411,711)
6,829,040
171,512
60,813
-
-
7,061,365
15,971,603
546,096
160,379
69,059
-
16,747,137
Trading, restaurant and
hotel
Allowance for uncollectible
accounts
Agriculture, forestry and
mining
Allowance for uncollectible
accounts
Total loans and advances in
foreign currencies
Allowance for uncollectible
accounts
Total loans and advances in
foreign currencies, net
Total loans and advances, net
The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited Indonesian Branches
24
THE HONGKONG AND SHANGHAI BANKING CORPORATION LIMITED –
INDONESIAN BRANCHES
NOTES TO THE COMBINED FINANCIAL STATEMENTS
YEARS ENDED 31 DECEMBER 2009 AND 2008
8. LOANS AND ADVANCES (Continued)
Loans and advances by type of industry:
2008
Pass
Rp million
Special
mention
Rp million
Substandard
Rp million
Doubtful
Rp million
Loss
Rp million
Total
Rp million
Rupiah:
Commercial and industrial
Allowance for uncollectible
accounts
2,334,508
45,452
54,688
-
2,444
2,437,092
(30,679)
2,303,829
(2,749)
42,703)
(8,203)
46,485)
-
(2,444)
-)
(44,075)
2,393,017
Commercial real estate
Allowance for uncollectible
accounts
103,509
-
-
-
-
103,509
(1,360)
102,149
-
-
-
-
(1,360)
102,149
818,316
-
-
-
-
818,316
(10,754)
807,562
-
-
-
-
(10,754)
807,562
10,968
-
-
-
-
10,968
(144)
10,824
-
-
-
-
(144)
10,824
Energy
Allowance for uncollectible
accounts
1,423
-
-
-
-
1,423
(19)
1,404
-
-
-
-
(19)
1,404
Individual
Allowance for uncollectible
accounts
5,228,055
560,904
78,228
123,151
1,671,776
7,662,114
(69,001)
5,159,054
(28,045)
532,859
(11,734)
66,494
(61,576)
61,575
(1,671,776)
-
(1,842,132)
5,819,982
Other market sectors
Allowance for uncollectible
accounts
1,081,204
45
-
8
63
1,081,320
(14,209)
1,066,995
(2)
43
-
(8)
-)
(63)
-
(14,282)
1,067,038
9,577,983
606,401
132,916
123,159
1,674,283
12,114,742
(126,166)
(30,796)
(19,937)
(61,584)
(1,674,283)
(1,912,766)
9,451,817
575,605
112,979
61,575
-
10,201,976
Trading, restaurant and
hotel
Allowance for uncollectible
accounts
Agriculture, forestry and
mining
Allowance for uncollectible
accounts
Total loans and advances in
Rupiah
Allowance for uncollectible
accounts
Total loans and advances
in Rupiah, net
The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited Indonesian Branches
25
THE HONGKONG AND SHANGHAI BANKING CORPORATION LIMITED –
INDONESIAN BRANCHES
NOTES TO THE COMBINED FINANCIAL STATEMENTS
YEARS ENDED 31 DECEMBER 2009 AND 2008
8. LOANS AND ADVANCES (Continued)
2008
Pass
Rp million
Special
mention
Rp million
Substandard
Rp million
Doubtful
Rp million
Loss
Rp million
Total
Rp million
Foreign currencies:
Commercial and industrial
Allowance for uncollectible
accounts
6,419,425
280,204
101,816
198,007
110,634
7,110,086
(84,361)
6,335,064
(22,920)
257,284
(45,150)
56,666
(131,716)
66,291
(110,634)
-
(394,781)
6,715,305
Commercial real estate
Allowance for uncollectible
accounts
258,320
-
-
-
-
258,320
(3,395)
254,925
-
-
-
-
(3,395)
254,925
448,220
-
6,595
-
-
454,815
(5,890)
442,330
-
(5,897)
698
-
-
(11,787)
443,028
506,975
-
-
-
1,789
508,764
(6,662)
500,313
-
-
-
(1,789)
-
(8,451)
500,313
Energy
Allowance for uncollectible
accounts
35,771
-
-
-
-
35,771
(470)
35,301
-
-
-
-
(470)
35,301
Individual
Allowance for uncollectible
accounts
42,638
-
-
-
-
42,638
(614)
42,024
-
-
-
-
(614)
42,024
Other market sectors
Allowance for uncollectible
accounts
1,872,443
-
-
-
-
1,872,443
(24,607)
1,847,836
-
-
-
-
(24,607)
1,847,836
9,583,792
280,204
108,411
198,007
112,423
10,282,837)
(125,999)
(22,920)
(51,047)
(131,716)
(112,423)
(444,105)
9,457,793
257,284
57,364
66,291
-
9,838,732
18,909,610
832,889
170,343
127,866
-
20,040,708
Trading, restaurant and
hotel
Allowance for uncollectible
accounts
Agriculture, forestry and
mining
Allowance for uncollectible
accounts
Total loans and advances in
foreign currencies
Allowance for uncollectible
accounts
Total loans and advances in
foreign currencies, net
Total loans and advances, net
The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited Indonesian Branches
26
THE HONGKONG AND SHANGHAI BANKING CORPORATION LIMITED –
INDONESIAN BRANCHES
NOTES TO THE COMBINED FINANCIAL STATEMENTS
YEARS ENDED 31 DECEMBER 2009 AND 2008
8. LOANS AND ADVANCES (Continued)
Loans and advances by maturity period based on loan agreement:
Up to 1 year
More than 1 year to
2.years
More than 2 years to
5.years
More than 5 years
Total loans and advances
2009
2008
Rupiah
Foreign
currencies
Total
Rupiah
Foreign
currencies
Total
Rp million
Rp million
Rp million
Rp million
Rp million
Rp million
8,086,383
4,731,135
12,817,518
8,455,017
6,565,062
15,020,079
1,317,081
556,911
1,873,992
791,140
953,520
1,744,660
3,042,787
29,872
12,476,123
1,680,761
504,269
7,473,076
4,723,548
534,141
19,949,199
2,847,594
20,991
12,114,742
2,208,564
555,691
10,282,837
5,056,158
576,682
22,397,579
Loans and advances by maturity period based on the remaining period to maturity date:
Up to 1 year
More than 1 year to
2.years
More than 2 years to
5.years
More than 5 years
Total loans and advances
2009
2008
Rupiah
Foreign
currencies
Total
Rupiah
Foreign
currencies
Total
Rp million
Rp million
Rp million
Rp million
Rp million
Rp million
10,218,881
5,931,247
16,150,128
8,980,656
7,914,960
16,895,616
733,647
280,560
1,014,207
631,505
692,122
1,323,627
1,523,115
480
12,476,123
1,140,448
120,821
7,473,076
2,663,563
121,301
19,949,199
2,502,560
21
12,114,742
1,397,402
278,353
10,282,837
3,899,962
278,374
22,397,579
2009
Rp million
Syndicated loans, with risk sharing proportional to the Bank’s
funding amount, the Bank as participant with participation ranges
between 5.00% - 50.07% in 2009 and ranges between 6.35% 27.27% in 2008, outstanding balance was USD 163,514,394 and
Rp 38,250 million at year end 2009 and USD 27,516,964 and
Rp 100,000 million at year end 2008
1,574,468
The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited Indonesian Branches
2008
Rp million
399,935
27
THE HONGKONG AND SHANGHAI BANKING CORPORATION LIMITED –
INDONESIAN BRANCHES
NOTES TO THE COMBINED FINANCIAL STATEMENTS
YEARS ENDED 31 DECEMBER 2009 AND 2008
8. LOANS AND ADVANCES (Continued)
Average interest rate per annum:
2009
%
US Dollar
Rupiah
Other foreign currencies
2008
%
4.99
19.58
3.64
5.47
20.93
4.94
The above loans and advances include loans supported by various types of collaterals, including lands,
buildings, other tangible assets, corporate guarantees and personal guarantees.
During 2009 and 2008, loan restructuring was conducted through modification of terms. Total
outstanding balance of loans restructured as of 31 December 2009 was USD 4,432,706 and Rp 2,669
million with the respective allowance for uncollectible accounts amounted to USD 4,432,706 and
Rp 2,669 million (2008: USD 3,021,737 with the respective allowance for uncollectible accounts
amounted to USD 3,015,853).
For restructured loans, the Bank did not have any commitments to extend additional loans.
Loans and advances classified as substandard, doubtful and loss (non-performing loans and advances NPL) as of 31 December 2009 and 2008 amounted to Rp 3,160,703 million and Rp 2,349,199 million,
respectively. Thus, the ratio of NPL-gross, based on financial ratio calculation guidance issued by
Bank Indonesia was 15.84% and 10.49% as of 31 December 2009 and 2008, respectively. Ratio of
NPL-net as of 31 December 2009 and 2008 was 1.15% and 1.33%, respectively.
The Bank’s reports to Bank Indonesia stated that its Legal Lending Limit (LLL) as of 31 December
2009 and 2008 was in compliance with LLL requirements.
9. LONG-TERM INVESTMENT
Represents investment in PT Kustodian Sentral Efek Indonesia, at cost, amounted to Rp 1,500 million
(300 shares at par value of Rp 5 million each).
The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited Indonesian Branches
28
THE HONGKONG AND SHANGHAI BANKING CORPORATION LIMITED –
INDONESIAN BRANCHES
NOTES TO THE COMBINED FINANCIAL STATEMENTS
YEARS ENDED 31 DECEMBER 2009 AND 2008
10. DEPOSITS FROM NON-BANK CUSTOMERS AND OTHER BANKS
2009
Rp million
2008
Rp million
Non-bank customers:
Demand deposits:
Rupiah
Foreign currencies
6,029,054
11,375,964
17,405,018
5,264,198)
12,000,632)
17,264,830)
109,811
109,811
1,134)
9,434)
10,568)
6,369,131
3,028,457
9,397,588
8,290,525)
5,421,838)
13,712,363)
373,407
230,533
603,940
1,728,922)
248,526)
1,977,448)
75,175
75,175
157,000)
163,500)
320,500)
27,591,532
33,285,709)
188,663
440
189,103
234,972)
8,354)
243,326)
1,310,484
670,188)
Call deposits, due within one month since placement date:
Rupiah
Foreign currencies
Time deposits by maturity period based on the remaining period to
maturity date:
Up to 3 months:
Rupiah
Foreign currencies
More than 3 months to 12 months:
Rupiah
Foreign currencies
More than 1 year:
Rupiah
Foreign currencies
Total deposits from non-bank customers
Other banks:
Demand deposits:
Rupiah
Foreign currencies
Interbank call money, due within 90 days since placement date:
Rupiah
The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited Indonesian Branches
29
THE HONGKONG AND SHANGHAI BANKING CORPORATION LIMITED –
INDONESIAN BRANCHES
NOTES TO THE COMBINED FINANCIAL STATEMENTS
YEARS ENDED 31 DECEMBER 2009 AND 2008
10. DEPOSITS FROM NON-BANK CUSTOMERS AND OTHER BANKS (Continued)
2009
Rp million
Interbank call money, due more than 90 days since placement date:
Rupiah
Total deposits from other banks
2008
Rp million
878
-)
1,500,465
913,514)
Demand deposits include the Bank’s inter-group accounts.
From the total amount of demand deposits, Rp 179,856 million and Rp 5,185 million at year end 2009
and 2008, respectively, were restricted.
From the total amount of time deposits, Rp 156,600 million and Rp 314,410 million at year end 2009
and 2008, respectively, were pledged for loans and advances.
Average interest rate per annum:
2009
%
2008
%
Demand deposits
Rupiah
US Dollar
Other foreign currencies
3.58
0.01
0.14
3.74
0.68
1.24
Call deposits
Rupiah
US Dollar
4.06
0.00
3.99
1.09
Time deposits
Rupiah
US Dollar
Other foreign currencies
8.18
0.58
1.84
8.51
2.30
5.24
Interbank call money
Rupiah
US Dollar
Other foreign currencies
6.93
0.59
2.46
9.44
4.06
6.04
The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited Indonesian Branches
30
THE HONGKONG AND SHANGHAI BANKING CORPORATION LIMITED –
INDONESIAN BRANCHES
NOTES TO THE COMBINED FINANCIAL STATEMENTS
YEARS ENDED 31 DECEMBER 2009 AND 2008
11. ESTIMATED LOSSES FROM OFF-BALANCE SHEET TRANSACTIONS
Represent the estimated losses from letters of credit, bank guarantees issued and other off-balance
sheet transactions.
The movement of estimated losses from off-balance sheet transactions during the years ended
31 December 2009 and 2008 was as follows:
2009
Rp million
Balance, beginning of the year
Reversal during the year, net
Balance, end of the year
81,674)
(3,226)
78,448)
2008
Rp million
161,575)
(79,901)
81,674)
12. DUE TO OTHER BRANCHES
Represent the funds placed in Indonesia by head office which are rolled-over on a periodical basis.
As of 31 December 2009 and 2008, the outstanding balance of due to head office was as follows:
2009
Rp million
Rupiah:
Borrowings, 2009: due on 30 July 2010, 2008: due on 27 April
2009 and 4 May 2009
Others
Foreign currencies:
Borrowings, 2009: due on 30 July 2010 and 21 July 2011, 2008:
due on 23 February 2009, 20 July 2010 and 26 July
2010
2008
Rp million
1,150,000
1,523
1,150,000
1,551
2,348,750
3,500,273
3,084,683
4,236,234
2009
%
Average interest rate per annum:
Rupiah
Foreign currencies
The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited Indonesian Branches
2008
%
0.00
1.15
0.00
1.75
31
THE HONGKONG AND SHANGHAI BANKING CORPORATION LIMITED –
INDONESIAN BRANCHES
NOTES TO THE COMBINED FINANCIAL STATEMENTS
YEARS ENDED 31 DECEMBER 2009 AND 2008
13. OPERATING FUNDS
Operating funds represent the difference between funds placed in Indonesia by the Bank’s head office
and the funds placed by the Bank with its head office and other branches outside Indonesia, in
accordance with Decree of the Directors of Bank Indonesia No. 32/37/KEP/DIR dated 12.May 1999
concerning the requirements and procedures for the opening of branch offices, auxiliary branch offices
and representative offices of foreign banks.
As of 31 December 2009 and 2008, the Bank’s operating funds comprised of as follows:
2009
Rp million
2008
Rp million
Demand deposits at other banks
Due to other branches (Note 12)
Derivative receivables to other branches
Derivative payables to head office
10,399)
(3,500,273)
21,222)
(247,071)
44,726)
(4,236,234)
1,075,910)
(96,718)
Operating funds
(3,715,723)
(3,212,316)
As of 31 December 2009 and 2008, the Bank’s declared operating funds amounted to Rp 3,498,750
million and Rp 4,234,683 million, respectively. The declaration for the years ended 31 December
2009 and 2008 was made in accordance with Bank Indonesia Regulation No. 7/1/PBI/2005 dated
10 January 2005.
The operating funds or the declared operating funds, whichever is lower, is included in the calculation
of the Bank’s capital adequacy ratio (Note 25).
The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited Indonesian Branches
32
THE HONGKONG AND SHANGHAI BANKING CORPORATION LIMITED –
INDONESIAN BRANCHES
NOTES TO THE COMBINED FINANCIAL STATEMENTS
YEARS ENDED 31 DECEMBER 2009 AND 2008
14. COMMITMENTS AND CONTINGENCIES
Currency
Amount in foreign currencies
2009
2008
2009
Rp million
2008
Rp million
COMMITMENTS
Committed receivables:
Unused loan facilities
Committed liabilities:
Unused loan facilities
Irrevocable L/C
facilities
USD
Rp
Others, USD
equivalent
Rp
USD
Others, USD
equivalent
Lease commitments
Rp
USD
Others, USD
equivalent
250,000,000
200,000,000
85,364,875
60,689,358
148,604,231
76,409,820
42,973,204
18,617,727
5,182,472
8,476,512
83,222
-
Total commitments net liabilities
2,348,750)
2,180,000
(242,500)
(154,500)
(802,003)
(1,044,503)
(661,514)
(816,014)
(22,326)
(1,396,137)
(13,469)
(832,867)
(403,733)
(1,822,196)
(202,934)
(1,049,270)
(20,179)
(48,689)
(21,416)
(92,394)
(782)
(69,650)
-)
(113,810)
(587,599)
200,906
76,330)
33,633)
109,963)
145,763)
23,446)
169,209)
89,283)
14,504,720)
80,454)
14,805,659)
161,170)
14,755,173)
176,494)
15,062,607)
(697,703)
(3,055,448)
(602,166)
(4,007,702)
CONTINGENCIES
Contingent receivables:
Interest on nonperforming loans
Guarantees received
from other banks
Contingent liabilities:
Bank guarantees issued
Others
Rp
USD
Rp
USD
Others, USD
equivalent
Rp
USD
Others, USD
equivalent
USD
3,579,847
2,151,035
1,543,876,503
1,358,317,360
17,154,850
16,192,099
325,220,625
367,679,077
13,961,896
15,723,268
(131,172)
(3,884,323)
(171,384)
(4,781,252)
3,303,879
20,679,389
(31,040)
(225,405)
10,949,773)
10,225,159)
10,362,174)
10,426,065)
Total contingencies net liabilities
Total commitments and
contingencies net liabilities
The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited Indonesian Branches
33
THE HONGKONG AND SHANGHAI BANKING CORPORATION LIMITED –
INDONESIAN BRANCHES
NOTES TO THE COMBINED FINANCIAL STATEMENTS
YEARS ENDED 31 DECEMBER 2009 AND 2008
14. COMMITMENTS AND CONTINGENCIES (Continued)
The Bank is a party to various unresolved legal actions, administrative proceedings, and claims in the
ordinary course of its business. It is not possible to predict with certainty whether or not the Bank will
ultimately be successful in any of these legal matters or, if not, what the impact might be. However,
the Bank’s management does not expect that the results in any of these proceedings will have a
material adverse effect on the Bank’s results of operations, financial position or liquidity.
15. UNSETTLED SPOT FOREIGN EXCHANGE TRANSACTIONS
The outstanding unsettled spot exchange contracts as of 31 December 2009 and 2008 were as follows:
2009
Unsettled spot buying
contracts
Unsettled spot selling
contracts
2008
Currency
In original
currency
USD
JPY
SGD
EUR
AUD
CAD
CHF
GBP
HKD
NZD
126,378,744
1,438,079,184
64,622,141
42,801,422
58,234,288
1,313,417
2,230,000
11,348,266
64,451,093
-
1,187,328
146,957
433,259
579,635
492,264
11,775
20,331
172,096
78,081
3,121,726
49,708,992
59,492,400
3,655,142
6,821,503
10,369,589
33,697
1,879,729
532,145
541,828
7,178
27,735
104,754
78,335
303
29,616
3,363
793,112
USD
JPY
SGD
EUR
GBP
AUD
CAD
NZD
CHF
HKD
281,885,288
2,865,077
833,811
5,408,946
5,210,000
2,232,149
11,472
300,000
771,093
2,648,312
293
5,590
73,250
79,009
18,869
78
2,735
934
2,829,070
54,470,446
58,222,840
1,230,734
5,691,605
580,620
3,241,833
261,273
532,145
-
593,728
7,025
9,339
87,403
9,148
24,490
2,348
3,363
736,844
Rp million
The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited Indonesian Branches
In original
currency
Rp million
34
THE HONGKONG AND SHANGHAI BANKING CORPORATION LIMITED –
INDONESIAN BRANCHES
NOTES TO THE COMBINED FINANCIAL STATEMENTS
YEARS ENDED 31 DECEMBER 2009 AND 2008
16. INTEREST INCOME
2009
Rp million
Represents interest income from:
Placements with other banks
Marketable securities
Loans and advances
Others
126,765
728,043
2,441,547
2,218
3,298,573
2008
Rp million
346,200)
661,426)
2,500,229)
39,019)
3,546,874)
17. INTEREST EXPENSES
2009
Rp million
Represent interest expenses on:
Deposits from non-bank customers and other banks
Others
932,555
71,587
1,004,142
2008
Rp million
1,156,706)
55,917)
1,212,623)
18. GENERAL AND ADMINISTRATIVE EXPENSES
2009
Rp million
Premises and equipments
Depreciation of fixed assets
Communication
Service contracted out
Promotion and marketing
Head office allocation expenses
Others
158,885
65,020
66,679
75,456
308,601
385,768
155,927
1,216,336
The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited Indonesian Branches
2008
Rp million
150,237)
55,744)
78,423)
81,937)
339,198)
364,619)
276,525)
1,346,683)
35
THE HONGKONG AND SHANGHAI BANKING CORPORATION LIMITED –
INDONESIAN BRANCHES
NOTES TO THE COMBINED FINANCIAL STATEMENTS
YEARS ENDED 31 DECEMBER 2009 AND 2008
19. INCOME TAX
a.
The components of income tax expense are as follows:
2009
Rp million
Current tax
Deferred tax
b.
510,780)
(9,269)
501,511)
706,579)
(68,883)
637,696)
The reconciliation between income before tax multiplied by the maximum marginal tax rate and
income tax expense is as follows:
2009
Rp million
Income before tax
Enacted maximum marginal tax rate
Permanent differences (at 42.4% tax rate in 2009 and 44%
tax rate in 2008)
Effect of graduated tax rates
Effect of changes in tax rate
Income tax expense
c.
2008
Rp million
2008
Rp million
993,563)
42.4%)
421,271)
1,274,462)
44%)
560,763)
71,258)
-)
8,982)
501,511)
58,397)
(14)
18,550)
637,696)
The items that give rise to significant portions of the deferred tax assets and liabilities as of
31 December 2009 and 2008 were as follows:
2009
Rp million
Deferred tax assets:
Allowance for uncollectible accounts
Accrual for bonuses
Obligation for post-employment benefits
Share-based payments
Unrealized loss from changes in fair value of availablefor-sale marketable securities, net
Deferred tax liabilities:
Depreciation of fixed assets
Unrealized gain from changes in fair value of availablefor-sale marketable securities, net
Deferred tax assets, net
The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited Indonesian Branches
2008
Rp million
221,569)
70,166)
34,734)
9,220)
213,139)
58,613)
33,698)
7,758)
-)
335,689)
10,031)
323,239)
(53,470)
(40,258)
(6,941)
(60,411)
-)
(40,258)
275,278)
282,981)
36
THE HONGKONG AND SHANGHAI BANKING CORPORATION LIMITED –
INDONESIAN BRANCHES
NOTES TO THE COMBINED FINANCIAL STATEMENTS
YEARS ENDED 31 DECEMBER 2009 AND 2008
19. INCOME TAX (Continued)
d.
In September 2008, the income tax law was amended, whereby effective January 2009, the
existing graduated corporate income tax rates were replaced with a single rate of 28% for 2009
and 25% for 2010 and thereafter. The effect of the enactment of the new statutory tax rate has
been accounted for in the valuation of deferred tax assets and liabilities as of 31 December 2009
and 2008. As a branch, the Bank also has applied branch income tax of 20% from net income.
e.
Total deferred tax liabilities as of 31 December 2009 included the deferred tax liabilities arising
from unrealized gain from changes in fair value of available-for-sale marketable securities (net)
amounting to Rp 6,941 million, and total deferred tax asset as of 31 December 2008 included the
deferred tax assets arising from unrealized loss from changes in fair value of available-for-sale
marketable securities (net) amounting to Rp 10,031 million, which has been recorded as part of
head office accounts.
f.
Under the taxation laws of Indonesia, the Bank submits tax returns on the basis of selfassessment. The tax authorities may assess or amend taxes within the statute of limitations,
under prevailing regulations.
20. CUSTODIAL SERVICES
The Bank’s Custodial Services Division obtained a license to provide custodial services from the
Capital Market Supervisory Agency (now Capital Market and Financial Institution Supervisory
Board) under its Decree No. KEP-81/PM/1991 dated 27 September 1991.
As of 31 December 2009 and 2008, the assets which were custodized and administered by the Bank’s
Custodial Services Division consisted of shares, bonds, time deposits, certificate of deposits,
commercial papers and other capital market and money market instruments.
The services offered by the Bank’s Custodial Services Division include safekeeping, settlement and
transaction handling and income collection.
The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited Indonesian Branches
37
THE HONGKONG AND SHANGHAI BANKING CORPORATION LIMITED –
INDONESIAN BRANCHES
NOTES TO THE COMBINED FINANCIAL STATEMENTS
YEARS ENDED 31 DECEMBER 2009 AND 2008
21. SHARIA SUB-BRANCH
Financial information of the Bank’s sharia banking operations (HSBC Amanah Finance) as of and for
the years ended 31 December 2009 and 2008 was as follows:
2009
Rp million
Balance sheets:
Total assets
Total liabilities
Loss balance
2008
Rp million
387,738)
396,453)
(8,715)
310,482)
341,728)
(31,246)
29,042)
37,757)
8,715)
8,534)
39,780)
31,246)
Statements of income:
Total revenue
Total expenses
Net loss
22. NET FOREIGN EXCHANGE POSITION
The Bank’s net foreign exchange position as of 31 December 2009 and 2008 was calculated in
accordance with the prevailing Bank Indonesia regulation. In accordance with the regulation, banks
are required to maintain both overall and balance sheet net foreign exchange position at a maximum of
20% of its capital.
The Bank’s net foreign exchange position as of 31 December 2009 and 2008 was as follows:
2009
Balance sheet
net
foreign
exchange
position
(net
differences
between
assets and
liabilities)
Rp million
Currency
AUD
CAD
CHF
DKK
EUR
GBP
HKD
INR
SAR
JPY
MYR
NOK
NZD
SEK
SGD
THB
USD
Total
(1,019,808)
(37,210)
(39,851)
13137)
(666,774)
(305,087)
(78,018)
(396)
117)
(130,319)
(1)
156)
(99,007)
189)
(426,186)
(4)
3,339,375)
537,313)
Total capital (Note 25)
Net foreign exchange position
Net
differences
between
receivables
and liabilities
in off-balance
sheet
accounts
Rp million
1,022,267)
38,884)
37,863)
-)
665,373)
304,133)
77,148)
-)
-)
129,495)
-)
-)
97,967)
-)
427,674)
-)
(3,342,067)
2008
Aggregate
net
foreign
exchange
position
(absolute
amount)
Rp million
2,459
1,674
1,988
137
1,401
954
870
396
117)
824
1
156
1,040
189
1,488
4
2,692
16,390
Balance
sheet net
foreign
exchange
position
(net
differences
between
assets and
liabilities)
Rp million
(1,406,793)
(55,077)
(40,998)
463)
(1,099,993)
(208,902)
(464,532)
(394)
1,791)
(504,736)
(1)
311)
(274,435)
368)
(397,482)
(103)
4,541,331)
90,818)
Net
differences
between
receivables
and liabilities
in off-balance
sheet
accounts
Rp million
1,408,266)
56,358)
37,819)
-)
1,096,126)
204,793)
464,001)
-)
-)
485,465)
-)
-)
271,672)
-)
378,909)
(332)
(4,494,691)
Aggregate
net
foreign
exchange
position
(absolute
amount)
Rp million
1,473
1,281
3,179
463
3,867
4,109
531
394
1,791
19,271
1
311
2,763
368
18,573
435
46,640
105,450
4,017,522)
4,017,522
3,735,385)
3,735,385
13.37%
0.41%
2.43%
2.82%
The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited Indonesian Branches
38
THE HONGKONG AND SHANGHAI BANKING CORPORATION LIMITED –
INDONESIAN BRANCHES
NOTES TO THE COMBINED FINANCIAL STATEMENTS
YEARS ENDED 31 DECEMBER 2009 AND 2008
23. MATURITY OF ASSETS AND LIABILITIES
The maturity of assets and liabilities as of 31 December 2009 based on the remaining period to
maturity date was summarized as follows:
Up to 1
month
Rp million
Assets:
Cash on hand
Demand deposits
at Bank
Indonesia
Demand deposits
at other
banks, net
Placements with
other banks,
net
Securities
purchased
with
agreements
to resell, net
Marketable
securities, net
Derivative
receivables,
net
Loans and
advances, net
Export bills
negotiated,
net
Acceptance
receivables,
net
Accrued income
Long-term
investment
Fixed assets, net
Deferred tax
assets, net
Other assets, net
Liabilities:
Deposits from
non-bank
customers
Deposits from
other banks
Derivative
payables
Acceptance
payables
Accrued
expenses
Taxes payable
Estimated losses
from offbalance sheet
transactions
Due to other
branches
Other liabilities
Net position
>1 to 3
months
Rp million
>3 to 12
months
Rp million
>1 to 5
years
Rp million
No contractual
maturity
Rp million
>5 years
Rp million
Total
Rp million
-)
-)
-)
-)
-)
220,163)
220,163)
-)
-)
-)
-)
-)
988,622)
988,622)
-)
-)
-)
-)
-)
199,088)
199,088)
9,257,254)
782,131)
16,887)
-)
-)
-)
10,056,272)
-)
-)
237,661)
-)
-)
-)
237,661)
1,952,974)
2,208,902)
1,186,512)
1,102,389)
363,767)
-)
6,814,544)
15,589)
16,295)
177,535)
762,154)
435,034)
-)
1,406,607)
9,427,090)
2,859,468)
1,718,909)
2,622,405)
119,265)
-)
16,747,137)
300,699)
127,987)
92,562)
-)
-)
-)
521,248)
401,433)
-)
323,988)
-)
148,514)
-)
-)
-)
-)
-)
-)
203,238)
873,935)
203,238)
-)
-)
-)
-)
-)
-)
-)
-)
-)
-)
1,500)
248,673)
1,500)
248,673)
-)
-)
21,355,039)
-)
-)
6,318,771)
-)
-)
3,578,580)
-)
-)
4,486,948)
-)
-)
918,066)
275,278)
397,807)
2,534,369)
275,278)
397,807)
39,191,773)
24,102,744)
2,809,673)
603,940)
-)
75,175)
-)
27,591,532)
1,390,844)
109,621)
-)
-)
-)
-)
1,500,465)
14,015)
15,484)
237,857)
957,274)
530,054)
-)
1,754,684)
409,076)
327,928)
150,022)
-)
-)
-)
887,026)
-)
57,052)
-)
-)
-)
201,105)
-)
-)
-)
-)
873,843)
-)
873,843)
258,157)
-)
-)
-)
-)
-)
78,448)
78,448)
1,523)
924,788)
26,900,042)
-)
264,099)
3,526,805)
1,619,750)
116,238)
2,928,912)
1,879,000)
55,029)
2,891,303)
-)
1,399)
606,628)
-)
541,504)
1,493,795)
3,500,273)
1,903,057)
38,347,485)
(5,545 ,003)
2,791,966)
649,668)
1,595,645)
311,438)
1,040,574)
844,288)
The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited Indonesian Branches
39
THE HONGKONG AND SHANGHAI BANKING CORPORATION LIMITED –
INDONESIAN BRANCHES
NOTES TO THE COMBINED FINANCIAL STATEMENTS
YEARS ENDED 31 DECEMBER 2009 AND 2008
24. RELATED PARTY TRANSACTIONS
The Bank has financial transactions with related parties which were made under normal terms and
conditions as those with third parties.
The significant balances and transactions with related parties as of and for the years ended
31 December 2009 and 2008 were as follows:
2009
Rp million
Demand deposits at other banks
Placements with other banks
Derivative receivables
Loans and advances
Other assets
Deposits from other banks
Derivative payables
Due to other branches
Other liabilities
Interest income
Interest expenses
Other commission income
Other commission expenses
General and administrative expenses
196,374
1,686,497
129,928
3,315
43,637
131,810
340,389
3,500,273
720,203
2,207
61,015
47,546
28,224
397,728
2008
Rp million
1,600,001
401,056
1,918,729
4,516
275,740
16,877
825,920
4,236,234
1,277
38,880
36,918
97,915
15,607
377,158
The details of contingent receivables/liabilities with related parties as of 31 December 2009 and 2008
were as follows:
2009
Rp million
2008
Rp million
Contingent receivables:
Guarantees received from other banks
1,747,824
2,512,408
Contingent liabilities:
Bank guarantees issued
1,069,515
1,209,778
The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited Indonesian Branches
40
THE HONGKONG AND SHANGHAI BANKING CORPORATION LIMITED –
INDONESIAN BRANCHES
NOTES TO THE COMBINED FINANCIAL STATEMENTS
YEARS ENDED 31 DECEMBER 2009 AND 2008
25. CAPITAL ADEQUACY RATIO
The Bank’s capital adequacy ratio as of 31 December 2009 and 2008, calculated in accordance with
the prevailing Bank Indonesia regulations, was as follows:
2009
Rp million
Component of capital:
Head office investment
Operating funds (Note 13)
Current year income (50%)
Previous years’ income (without deferred income tax effect)
General reserve for allowance for uncollectible productive assets
(maximum 1.25% of risk weighted assets)
Less: Long-term investment
Total capital
Risk weighted assets
2008
Rp million
28,000)
3,498,750)
241,392)
-)
28,000)
3,212,316)
283,942)
(154,385)
250,880)
4,019,022)
(1,500)
4,017,522)
367,012)
3,736,885)
(1,500)
3,735,385)
21,004,058)
31,135,527)
19.13%)
12.00%)
Capital adequacy ratio
In accordance with the prevailing Bank Indonesia regulation, the capital adequacy ratio should be
calculated without including the tax effect of deferred income tax.
26. RISK MANAGEMENT
Risk management
All of the Bank’s activities involve, to varying degrees, the analysis, evaluation, acceptance and
management of risks or combination of risks. The most important category of risk that the Bank is
exposed to are credit risk (including cross-border country risk), liquidity risk, market risk (including
foreign exchange, interest rate and equity price risk), operational risk and reputational risk.
The Bank’s risk management policies, encapsulated in the Group Standards Manual and cascaded in a
hierarchy of policy manuals throughout the Group and communicate standards, instructions and
guidance to employees. They support the formulation of risk appetite and controlling risks, with
timely and reliable reporting to management. The Bank regularly reviews and updates its risk
management policies, system and methodologies to reflect changes in laws, markets, products and
emerging best practice.
The Group Management Board, under authority delegated by the Board of Directors, formulates highlevel Group risk management policies. Risk Management Meeting monitors risks, receives reports,
determines action to be taken and reviews the efficacy of the Bank ’s risk management framework.
The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited Indonesian Branches
41
THE HONGKONG AND SHANGHAI BANKING CORPORATION LIMITED –
INDONESIAN BRANCHES
NOTES TO THE COMBINED FINANCIAL STATEMENTS
YEARS ENDED 31 DECEMBER 2009 AND 2008
26. RISK MANAGEMENT (Continued)
Credit risk management
Credit risk is the risk of financial loss if a customer or counterparty fails to meet its obligation under a
contract. It arises principally from lending/placements, trade finance, certain off-balance sheet
products such as guarantees and foreign exchange transaction and from the Bank’s holding of assets in
the form of debt securities. The Bank has dedicated standards, policies and procedures to monitor and
manage risk from such activities.
The Credit Risk function within the Group Management Office provides high-level oversight and
management of credit risk for HSBC worldwide. Its responsibilities include the following:






Formulating credit policies and monitoring compliance with them
Establishing and maintaining the operating companies’ large credit exposure policy
Issuing lending guidelines to HSBC’s operating companies on the Group’s attitude towards, and
appetite for lending to specified market sectors, activities and banking products
Undertaking an independent review and objective assessment of risks
Maintaining and developing HSBC’s risk rating framework and systems, to classify exposures
meaningfully and enable focused management of the risks
Controlling exposure for debt securities held, where a security is not held solely for the purposes
of trading, a formal issuer risk limit is established
The Bank makes reports to senior executives on aspects of the Bank’s credit risk portfolio. Reports are
produced for senior management, including the Group Management Board, the Risk Management
Meeting, the Group Audit Committee and the Board, covering:








Risk concentration and exposures to industry sectors
Retail portfolio performance
Specific higher-risk portfolio segments
A Risk Map of the status of key risk topics, with associated preventive and mitigating actions
Individual large impaired account, and impairment allowances/charges for all customer segments
Country limits, cross-border exposures and related impairment allowances
Portfolio and analytical model performance data, and
Stress testing results and recommendations
The Bank is required to implement credit policies, procedures and lending guidelines which conform
to HSBC Group standards.
The Bank’s management is responsible for the quality and performance of its credit portfolio and for
monitoring and controlling all credit risks in its portfolio.
Special attention is paid to problem loans. Specialized units are established by the Bank to provide
solutions and minimize credit losses by restructuring credit facilities or liquidating assets/collateral at
optimum value to reduce the losses.
The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited Indonesian Branches
42
THE HONGKONG AND SHANGHAI BANKING CORPORATION LIMITED –
INDONESIAN BRANCHES
NOTES TO THE COMBINED FINANCIAL STATEMENTS
YEARS ENDED 31 DECEMBER 2009 AND 2008
26. RISK MANAGEMENT (Continued)
The summary of concentration of credit risk on loans and advances is presented in Note 8.
Liquidity and funding management
Liquidity risk is the risk that the Bank does not have sufficient financial resources to meet its
obligation when they fall due, or will have to do so at an excessive cost. This risk arises from
mismatches in the timing of cash flows. Funding risk arises when the necessary liquidity needed to
fund illiquid assets positions cannot be obtained at the expected terms and when required.
The objective of the Bank’s liquidity and funding management framework is to ensure that all
foreseeable funding commitments can be met when due and that market access is coordinated and cost
effective.
The Bank is required to maintain strong liquidity positions and to manage the liquidity profiles of its
assets, liabilities and commitments with the objective of ensuring that its cash flows are balanced
appropriately and that all its anticipated obligations can be met when due.
The Group’s liquidity and funding management process includes:
 Projecting cash flows under various stress scenarios and considering the level of liquid assets
necessary in relation thereto
 Monitoring balance sheet liquidity and loans and advances to deposit ratios against internal and
regulatory requirements
 Maintaining a diverse range of funding sources with back-up facilities
 Managing contingent liquidity commitment
 Monitoring depositor concentrations in order to avoid undue reliance on large individual
depositors and ensuring a satisfactory overall funding mix
 Maintenance of robust and practical liquidity and funding contingency plans
The maturity profile of the Bank’s asset and liabilities is presented in Note 23.
The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited Indonesian Branches
43
THE HONGKONG AND SHANGHAI BANKING CORPORATION LIMITED –
INDONESIAN BRANCHES
NOTES TO THE COMBINED FINANCIAL STATEMENTS
YEARS ENDED 31 DECEMBER 2009 AND 2008
26. RISK MANAGEMENT (Continued)
Market risk management
Market risk is the risk that movements in market rates, including foreign exchange rates and
commodity price, interest rates, credit spreads and equity prices will reduce the Bank’s income or the
value of its portfolios.
The objective of the Bank’s market risk management is to manage and control market risk exposures
in order to optimize return on risk while maintaining a market profile consistent with the Group’s
position as one of the world’s largest banking and financial services organizations.
The Bank separates exposure to market risk into either trading or non-trading portfolios. Trading
portfolio includes those positions arising from market-making and proprietary position taking. Nontrading portfolio is primarily arising from interest rate management of the Bank’s retail and
commercial banking assets and liabilities, and financial investments designated as available for sale.
The Bank manages market risk through risk limits approved by the Group Management Board. Limits
are set for portfolios, product and risk types, with market liquidity being a principal factor in
determining the level of limit set. Traded Credit and Market Risk, an independent unit within the
Group Management Office, develops risk management policies and measurement techniques, and
reviews limit utilization on a daily basis.
The Bank is required to assess the market risks which arise from each product in its business and to
transfer these risks to either its local Global Market unit for management, or to separate books
managed under the supervision of the local Assets and Liability Management Committee (ALCO).
The aim is to ensure that all market risks are consolidated within operations which have the necessary
skills, tools, management and governance to manage such risks professionally.
The Bank uses a range of tools to monitor and limit market risk exposure. These include sensitivity
analysis, stress testing and Value at Risk (VAR), a technique that estimates the potential losses that
could occur on risk position as a result of movements in market rates and prices over a specified time
horizon and to a given level of confidence.
Trading portfolios
The Bank’s control of market risk is based on a policy of restricting individual operations to trading
within a list of permissible instruments authorized for each operating entities by Group Risk, of
enforcing rigorous new product approval procedures, and of restricting trading in the more complex
derivative products only to operating entities with appropriate level of product expertise and robust
control systems.
The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited Indonesian Branches
44
THE HONGKONG AND SHANGHAI BANKING CORPORATION LIMITED –
INDONESIAN BRANCHES
NOTES TO THE COMBINED FINANCIAL STATEMENTS
YEARS ENDED 31 DECEMBER 2009 AND 2008
26. RISK MANAGEMENT (Continued)
Non-trading portfolio
The principal objective of market risk management of non-trading portfolios is to optimize net interest
income. Market risk in non-trading portfolios arises from mismatches between the future yield on
assets and their funding cost, as a result of interest rate changes. A principal part of the Bank’s
management of market risk in non-trading portfolios is to monitor the sensitivity of projected net
interest income under various interest rate scenarios.
Operational risk management
Operational risk is the risk of loss resulting from inadequate or failed internal process, people and
systems or from external events, including legal risk. It is inherent in every business organization and
covers a wide spectrum of issues.
The objective of the Bank’s operational risk management is to manage and control operational risk in
cost effective manner within targeted levels or operational risk consistent with the Group’s risk
appetite, as defined by Group Management Board.
Individual line managers are responsible for managing operational risk, including its identification,
assessment, mitigation and control, loss identification and reporting in accordance with the
framework. It is the responsibility of all employees to be actively aware of the operational risks or
potential risks in their fields.
A centralized database is use to record the results of the operational risk management process.
Reputational risk management
Reputational risks can arise from social, ethical or environmental issues, or as a consequence of
operational risk events.
Reputational risks are assessed by the Board, the Group Management Board, the Risk Management
Meeting and senior management during the formulation of policy and the establishment of HSBC
standard. These policies, which form an integral part of the internal control system are communicated
through manuals and statements of policy and are promulgated through internal communications and
training.
The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited Indonesian Branches
45
THE HONGKONG AND SHANGHAI BANKING CORPORATION LIMITED –
INDONESIAN BRANCHES
NOTES TO THE COMBINED FINANCIAL STATEMENTS
YEARS ENDED 31 DECEMBER 2009 AND 2008
27. SUBSEQUENT EVENTS
The SFAS No. 50 (2006 Revision), “Financial Instruments: Presentation and Disclosures” and SFAS
No. 55 (2006 Revision), “Financial Instruments: Recognition and Measurement” have become
effective since 1 January 2010. In applying these two new standards, the Bank has identified
transitional adjustments in accordance with the transitional provisions as stated in the transitional
provisions in the SFAS No. 55 (2006 Revision), the Technical Bulletin No. 4 concerning the
transitional provisions for the first adoption of SFAS No. 50 (2006 Revision) and SFAS No. 55 (2006
Revision) as issued by the Indonesian Institute of Accountants, and PAPI (2008 Revision). The
transitional adjustments will mainly be derived from the reassessment of allowance for uncollectible
accounts. The difference between the allowance for uncollectible accounts based on the new standards
and the previous standards will be adjusted to the beginning head office accounts as of 1 January 2010
as required by the new accounting standards. Currently, the Bank is still in the process of calculating
the transitional adjustment amount.
In addition, certain accounting standards have been revoked effective on 1 January 2010, as follows:
•
•
•
SFAS No. 54 (1998), “Accounting for Troubled Debt Restructuring”.
SFAS No. 31 (2000 Revision), “Accounting for Banking Industry”.
Interpretation of Financial Accounting Standard No. 6, “Interpretation of Paragraph 12 and 16 of
SFAS No. 55 (1999) regarding Embedded Derivatives on Foreign Exchange Contracts”.
The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited Indonesian Branches
46
The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited Cabang Indonesia
THE HONGKONG AND SHANGHAI BANKING CORPORATION LIMITED –
CABANG INDONESIA
LAPORAN KEUANGAN GABUNGAN
TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2009 DAN 2008
ISI
LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN ------------------------------------------------------------
Halaman
1
NERACA GABUNGAN
31 DESEMBER 2009 DAN 2008 ----------------------------------------------------------------
2-3
LAPORAN LABA RUGI GABUNGAN
TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2009 DAN 2008 -------------------------------------
4
LAPORAN PERUBAHAN REKENING KANTOR PUSAT GABUNGAN
TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2009 DAN 2008 -------------------------------------
5
LAPORAN ARUS KAS GABUNGAN
TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2009 DAN 2008 -------------------------------------
6-7
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN GABUNGAN
TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2009 DAN 2008 -------------------------------------
The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited Cabang Indonesia
8 - 46
The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited Cabang Indonesia
1
THE HONGKONG AND SHANGHAI BANKING CORPORATION LIMITED –
CABANG INDONESIA
NERACA GABUNGAN
31 DESEMBER 2009 DAN 2008
ASET
KAS
GIRO PADA BANK INDONESIA
GIRO PADA BANK-BANK LAIN
Penyisihan penghapusan aset produktif
PENEMPATAN PADA BANK-BANK LAIN
Penyisihan penghapusan aset produktif
EFEK YANG DIBELI DENGAN JANJI DIJUAL
KEMBALI
Penyisihan penghapusan aset produktif
SURAT-SURAT BERHARGA
Penyisihan penghapusan aset produktif
TAGIHAN DERIVATIF
Penyisihan penghapusan aset produktif
KREDIT YANG DIBERIKAN
Penyisihan penghapusan aset produktif
WESEL EKSPOR DENGAN NEGOSIASI
Penyisihan penghapusan aset produktif
TAGIHAN AKSEPTASI
Penyisihan penghapusan aset produktif
PENDAPATAN MASIH HARUS DITERIMA
INVESTASI JANGKA PANJANG
ASET TETAP, bersih
ASET PAJAK TANGGUHAN, bersih
ASET LAIN-LAIN, bersih
JUMLAH ASET
Catatan
2009
2008
Rp juta
Rp juta
2a
2a,3
2a,2c,4,13,24
2m,4
2c,2f,5,24
2m,5
220.163)
988.622)
200.994)
(1.906)
10.153.186)
(96.914)
233.528)
1.183.054)
1.623.548)
(15.788)
6.567.842)
(65.678)
2g
2m
2h,6
2m,6
2c,2i,7,24
2m,7
2c,2k,2l,8,24
2m,8
240.062)
(2.401)
6.815.501)
(957)
1.420.605)
(13.998)
19.949.199)
(3.202.062)
548.448)
(27.200)
887.026)
(13.091)
203.238)
1.500)
248.673)
275.278)
397.807)
39.191.773)
499.999)
(4.999)
9.237.835)
(18.766)
4.930.177)
(41.793)
22.397.579)
(2.356.871)
1.017.242)
(29.015)
960.974)
(14.462)
365.952)
1.500)
281.988
282.981
932.881
47.969.708)
2m
2n
2m
2d
2j,9
2o
2p,19
2c,2m,24
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Gabungan, yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari
laporan keuangan gabungan.
The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited Cabang Indonesia
2
THE HONGKONG AND SHANGHAI BANKING CORPORATION LIMITED –
CABANG INDONESIA
NERACA GABUNGAN (Lanjutan)
31 DESEMBER 2009 DAN 2008
KEWAJIBAN DAN REKENING KANTOR
PUSAT
SIMPANAN DARI NASABAH BUKAN BANK
SIMPANAN DARI BANK-BANK LAIN
KEWAJIBAN DERIVATIF
KEWAJIBAN AKSEPTASI
BEBAN MASIH HARUS DIBAYAR
HUTANG PAJAK
TAKSIRAN KERUGIAN ATAS TRANSAKSI
REKENING ADMINISTRATIF
KEWAJIBAN PADA KANTOR CABANG LAIN
KEWAJIBAN LAIN-LAIN
JUMLAH KEWAJIBAN
PENYERTAAN KANTOR PUSAT
LABA (RUGI) BELUM DIREALISASI ATAS
PERUBAHAN NILAI WAJAR SURAT-SURAT
BERHARGA YANG TERSEDIA UNTUK DIJUAL,
BERSIH
KOMPENSASI BERBASIS SAHAM
LABA YANG BELUM DIPINDAHKAN KE KANTOR
PUSAT
JUMLAH REKENING KANTOR PUSAT
JUMLAH KEWAJIBAN DAN
REKENING KANTOR PUSAT
Catatan
2009
2008
Rp juta
Rp juta
2c,10,24
2c,10,24
2c,2i,7,24
2n
2d,2q
27.591.532)
1.500.465)
1.754.684)
887.026)
873.843)
258.157)
33.285.709)
913.514)
4.482.051)
960.974)
1.004.523)
457.211)
2m,11
2c,12,13,24
78.448)
3.500.273)
1.903.057)
38.347.485)
81.674)
4.236.234)
1.813.266)
47.235.156)
25
28.000)
28.000)
2h,6
2r,27
10.325)
40.960)
(14.317)
34.421)
27
765.003)
844.288)
686.448)
734.552)
39.191.773)
47.969.708)
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Gabungan, yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari
laporan keuangan gabungan.
The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited Cabang Indonesia
3
THE HONGKONG AND SHANGHAI BANKING CORPORATION LIMITED –
CABANG INDONESIA
LAPORAN LABA RUGI GABUNGAN
TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2009 DAN 2008
Catatan
PENDAPATAN DAN BEBAN OPERASIONAL:
PENDAPATAN BUNGA:
Bunga
Provisi dan komisi
BEBAN BUNGA:
Bunga
2009
2008
Rp juta
Rp juta
2c,2d,16,24
2e
3.298.573)
684.182)
3.982.755)
3.546.874)
580.660)
4.127.534)
2c,2d,17,24
(1.004.142)
(1.212.623)
2.978.613)
2.914.911)
2c,2e,24
2i
2b
527.909)
198.431)
44.092)
595.691)
513.353)
238.625)
2h
2c,24
2m
336.509)
(113.781)
(945.710)
184.277)
(97.778)
(949.032)
2m,11
3.226)
(15.080)
(1.216.336)
(836.355)
79.901)
-)
(1.346.683)
(828.430)
26.040)
8.270)
(1.982.785)
(21.244)
(9.335)
(1.640.655)
995.828)
1.274.256)
(2.265)
993.563)
(501.511)
492.052)
206)
1.274.462)
(637.696)
636.766)
Pendapatan bunga bersih
PENDAPATAN (BEBAN) OPERASIONAL
LAINNYA:
Pendapatan komisi lainnya
Laba dari instrumen derivatif, bersih
Laba selisih kurs, bersih
Laba dari surat-surat berharga untuk diperdagangkan,
bersih
Beban komisi lainnya
Penambahan penyisihan penghapusan aset produktif
Pemulihan taksiran kerugian atas transaksi rekening
administratif
Rugi atas penjualan kredit
Beban umum dan administrasi
Beban karyawan
Laba (rugi) atas penjualan surat-surat berharga yang
tersedia untuk dijual, bersih
Pendapatan (beban) lainnya, bersih
Beban operasional lainnya, bersih
LABA BERSIH OPERASI
(BEBAN) PENDAPATAN NON-OPERASIONAL,
BERSIH
LABA SEBELUM PAJAK
BEBAN PAJAK
LABA BERSIH
2c,18,24,27
2q
2h,6
2p,19
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Gabungan, yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari
laporan keuangan gabungan.
The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited Cabang Indonesia
4
THE HONGKONG AND SHANGHAI BANKING CORPORATION LIMITED –
CABANG INDONESIA
LAPORAN PERUBAHAN REKENING KANTOR PUSAT GABUNGAN
TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2009 DAN 2008
Penyertaan
kantor
pusat
Rp juta
Laba
(rugi) belum
direalisasi
atas
perubahan
nilai
wajar
surat-surat
berharga yang
tersedia
untuk
dijual, bersih
Rp juta
28.000
11.617
13.496
279.436)
332.549
Pemindahan laba ke kantor
pusat selama tahun berjalan
-
-
-
(229.754)
(229.754)
Perubahan laba (rugi) belum
direalisasi atas perubahan
nilai wajar surat-surat
berharga yang tersedia
untuk dijual, bersih
(Catatan 2h dan 6)
-
(25.934)
-
-
(25.934)
Perubahan kompensasi
berbasis saham
(Catatan 2r)
-
-
20.925
-
20.925
Laba bersih tahun berjalan
-
-
-
636.766)
636.766
28.000
(14.317)
34.421
686.448
734.552
Pemindahan laba ke kantor
pusat selama tahun berjalan
-
-
-
(413.497)
(413.497)
Perubahan laba (rugi) belum
direalisasi atas perubahan
nilai wajar surat-surat
berharga yang tersedia
untuk dijual, bersih
(Catatan 2h dan 6)
-
24.642
-
-
24.642
Perubahan kompensasi
berbasis saham (Catatan 2r)
-
-
6.539
-
6.539
Laba bersih tahun berjalan
-
-
-
492.052
492.052
28.000
10.325
40.960
765.003
844.288
Saldo 31 Desember 2007
Saldo 31 Desember 2008
Saldo 31 Desember 2009
Laba yang
belum
dipindahkan
ke kantor
pusat
Rp juta
Kompensasi
berbasis
saham
Rp juta
Jumlah
rekening
kantor pusat
Rp juta
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Gabungan, yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari
laporan keuangan gabungan.
The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited Cabang Indonesia
5
THE HONGKONG AND SHANGHAI BANKING CORPORATION LIMITED –
CABANG INDONESIA
LAPORAN ARUS KAS GABUNGAN
TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2009 DAN 2008
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI:
Laba sebelum pajak
Penyesuaian untuk merekonsiliasi laba sebelum pajak
menjadi kas bersih (digunakan untuk) diperoleh dari aktivitas
operasi:
Penambahan penyisihan penghapusan aset produktif
Pemulihan taksiran kerugian atas transaksi rekening administratif
Penyusutan aset tetap
Beban imbalan pasca-kerja
Rugi atas penjualan kredit
Rugi (laba) pelepasan/penjualan aset tetap
(Laba) rugi selisih kurs, bersih
Pendapatan bunga
Beban bunga
Kompensasi berbasis saham
Perubahan aset dan kewajiban:
Penempatan pada bank-bank lain
Surat-surat berharga untuk diperdagangkan
Tagihan derivatif
Kredit yang diberikan
Wesel ekspor dengan negosiasi
Efek yang dibeli dengan janji dijual kembali
Aset lain-lain
Simpanan dari nasabah bukan bank
Simpanan dari bank-bank lain
Kewajiban derivatif
Beban masih harus dibayar
Hutang pajak
Kewajiban lain-lain
Pembayaran bunga
Penerimaan bunga
Pembayaran pajak penghasilan
Kas bersih (digunakan untuk) diperoleh dari aktivitas operasi
2009
2008
Rp juta
Rp juta
993.563)
1.274.462
945.710)
(3.226)
65.020)
12.473)
15.080)
2.264)
(74.301)
(3.298.573)
1.004.142)
6.539)
949.032
(79.901)
55.744
29.535
(206)
62.827
(3.546.874)
1.212.623
21.523
(3.585.344)
1.931.338)
3.509.572)
2.415.969)
468.794)
259.937)
492.152)
(5.694.177)
586.951)
(2.727.367)
(46.529)
(7.437)
89.792)
(1.100.765)
3.461.287)
(702.397)
(979.533)
156.246
(558.194)
(4.233.467)
(6.385.114)
(27.947)
(499.999)
(635.464)
8.788.836)
(1.406.205)
3.749.855
165.331
(9.509)
611.201
(1.131.237)
3.419.956
(515.764)
1.467.290
(35.467)
1.497)
532.610)
498.640)
(149.646)
473
(1.084.462)
(1.233.635)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI:
Perolehan aset tetap
Hasil penjualan aset tetap
Perubahan bersih surat-surat berharga tersedia untuk dijual
Kas bersih diperoleh dari (digunakan untuk) aktivitas investasi
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Gabungan, yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari
laporan keuangan gabungan.
The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited Cabang Indonesia
6
THE HONGKONG AND SHANGHAI BANKING CORPORATION LIMITED –
CABANG INDONESIA
LAPORAN ARUS KAS GABUNGAN (Lanjutan)
TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2009 DAN 2008
2009
2008
Rp juta
Rp juta
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN:
Pemindahan laba ke kantor pusat
Perubahan bersih kewajiban pada kantor cabang lain
Kas bersih (digunakan untuk) diperoleh dari aktivitas pendanaan
(413.497)
(735.961)
(1.149.458)
(229.754)
666.604)
436.850)
(Penurunan) kenaikan bersih kas dan setara kas
Kas dan setara kas awal tahun
Kas dan setara kas akhir tahun
(1.630.351)
3.040.130)
1.409.779)
670.505)
2.369.625)
3.040.130)
220.163)
988.622)
200.994)
1.409.779)
233.528)
1.183.054)
1.623.548)
3.040.130)
Kas dan setara kas terdiri dari:
Kas
Giro pada Bank Indonesia
Giro pada bank-bank lain
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Gabungan, yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari
laporan keuangan gabungan.
The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited Cabang Indonesia
7
THE HONGKONG AND SHANGHAI BANKING CORPORATION LIMITED –
CABANG INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN GABUNGAN
TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2009 DAN 2008
1. UMUM
a.
The Hongkong and Shanghai Banking Corporation pertama kali mendirikan cabang di Indonesia
pada tahun 1884. Pada pertengahan tahun 1960-an, perusahaan menarik investasinya dari
Indonesia untuk sementara waktu. Pendirian kembali The Hongkong and Shanghai Banking
Corporation Limited - Cabang Indonesia (“Bank”) disetujui oleh Menteri Keuangan dengan
Surat Keputusan No. D.15.6.4.21 tanggal 23 Agustus 1968. Kantor Bank beralamat di Gedung
World Trade Center, Jl. Jend. Sudirman Kav. 29-31, Jakarta. Operasi Bank dilakukan di kantor
cabang utama di Jakarta dan kantor-kantor cabang pembantu di Surabaya, Bandung, Batam,
Semarang dan Medan.
Bank mendirikan kantor cabang pembantu syariah, HSBC Amanah Finance pada tahun 2003.
Pendirian tersebut disetujui oleh Bank Indonesia dengan Surat No. 5/628/DPIP/Prz tanggal
13 Oktober 2003. Operasi Bank dilakukan di kantor cabang utama di Jakarta dan kantor-kantor
cabang pembantu di Surabaya, Bandung, Semarang dan Medan.
Induk perusahaan Bank adalah HSBC Holdings Plc., yang didirikan di Inggris. HSBC Holdings
Plc. memiliki anak perusahaan dan perusahaan afiliasi yang tersebar di seluruh dunia.
b.
Susunan manajemen Bank pada tanggal 31 Desember 2009 dan 2008 adalah sebagai berikut:
2009
Chief Executive Officer
Chief Operating Officer
Chief Financial Officer
Chief Technology and Service
Officer
Head of Corporate Banking
Head of Corporate and
Institutional Banking
Chief Risk Officer
Senior Vice President Credit and
Risk Management
Senior Vice President Treasury
and Investment Banking
Senior Vice President and Head of
Personal Financial Services
Senior Vice President HSBC
Sharia
Direktur Kepatuhan
2008
: Rakesh Bhatia
: : Paul C.G. Gwee
Rakesh Bhatia
Endy P.R. Abdurrahman
Paul C.G. Gwee
: Jeffrey Chi Ming Cheung
: Mark Emmerson
Mark Emmerson
: Rajeev Babel
: Dalam penunjukan
Rajeev Babel
-
: -
Stewart Luscott Evans
: Apratim Chakravarty
Apratim Chakravarty
: Francisco Javier Salgado-Munoz
Ravi Sreedharan
: Dalam penunjukan
: Felix Istyono Hartadi
Mahmoud Abushamma
Dian M. Noer
c.
Pada tanggal 31 Desember 2009 dan 2008, Bank mempekerjakan masing-masing 2.648 dan
2.888 karyawan tetap.
d.
Laporan keuangan gabungan ini diselesaikan oleh manajemen Bank pada tanggal 3 Maret 2010.
The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited Cabang Indonesia
8
THE HONGKONG AND SHANGHAI BANKING CORPORATION LIMITED –
CABANG INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN GABUNGAN
TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2009 DAN 2008
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN
Dalam pembukuan dan pelaporan keuangannya Bank menganut kebijakan akuntansi sesuai dengan
prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. Kebijakan-kebijakan akuntansi yang penting, yang
diterapkan secara konsisten dalam penyusunan laporan keuangan gabungan untuk tahun-tahun
berakhir 31 Desember 2009 dan 2008, adalah sebagai berikut:
a.
Dasar penyusunan laporan keuangan gabungan
Laporan keuangan gabungan Bank, yang disajikan dalam jutaan Rupiah, disusun atas dasar
akrual, kecuali untuk bunga atas kredit yang diberikan dan aset produktif lainnya yang
digolongkan sebagai non-performing dicatat pada saat kas diterima (Catatan 2d). Bank juga
menerapkan konsep nilai historis dalam penyusunan laporan keuangan gabungannya, kecuali
untuk investasi dalam surat-surat berharga tertentu (Catatan 2h) dan tagihan/kewajiban derivatif
(Catatan 2i) yang disajikan dengan nilai wajar.
Laporan keuangan Bank merupakan gabungan laporan keuangan dari kantor-kantor cabang
pembantu di Jakarta, Surabaya, Bandung, Batam, Semarang dan Medan serta kantor cabang
pembantu syariah. Saldo dan transaksi antar cabang telah dieliminasi.
Laporan keuangan gabungan disusun sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan
(“PSAK”) No. 31 (Revisi 2000) “Akuntansi Perbankan” dan Pedoman Akuntansi Perbankan
Indonesia 2001 yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia dan Ikatan Akuntan Indonesia.
Laporan arus kas gabungan menyajikan perubahan dalam kas dan setara kas dari aktivitas
operasi, investasi dan pendanaan. Laporan arus kas disusun dengan metode tidak langsung. Kas
dan setara kas terdiri dari kas, giro pada Bank Indonesia dan giro pada bank-bank lain.
b.
Penjabaran transaksi dalam valuta asing
Transaksi-transaksi dalam valuta asing dijabarkan ke dalam mata uang Rupiah dengan
menggunakan kurs pada tanggal transaksi. Saldo akhir tahun aset moneter dan kewajiban
moneter dalam valuta asing dijabarkan ke dalam mata uang Rupiah dengan menggunakan kurs
tengah Reuters pukul 16:00 WIB pada tanggal neraca.
Kurs valuta asing utama pada tanggal 31 Desember 2009 dan 2008 adalah sebagai berikut:
2009
Rp
USD
AUD
CHF
DEM
EUR
GBP
HKD
JPY
NZD
SGD
CAD
1,-1,-1,-1,-1,-1,-1,-100,-1,-1,-1,--
9.395,00
8.453,16
9.116,94
6.905,44
13.542,43
15.164,94
1.211,48
10.219,00
6.828,29
6.704,50
8.965,12
2008
Rp
10.900,00
7.554,26
10.319,06
8.034,18
15.356,48
15.755,42
1.406,44
12.605,00
6.319,29
7.587,91
8.984,88
Laba (rugi) selisih kurs, yang telah maupun yang belum direalisasi, dikreditkan (dibebankan)
dalam laporan laba rugi gabungan tahun yang bersangkutan.
The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited Cabang Indonesia
9
THE HONGKONG AND SHANGHAI BANKING CORPORATION LIMITED –
CABANG INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN GABUNGAN
TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2009 DAN 2008
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (Lanjutan)
c.
Transaksi dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa
Dalam laporan keuangan gabungan ini, istilah pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa
digunakan sesuai dengan PSAK No. 7, “Pengungkapan Pihak-Pihak yang Mempunyai Hubungan
Istimewa” dan peraturan Bank Indonesia yang berlaku mengenai Batas Maksimum Pemberian
Kredit.
d.
Pendapatan dan beban bunga
Pendapatan dan beban bunga dari aset produktif dan kewajiban yang berbunga diakui dengan
menggunakan metode akrual. Diskonto atau premi diamortisasi dengan metode garis lurus dan
dicatat sebagai penyesuaian atas bunga.
Pengakuan pendapatan bunga dari kredit dan aset produktif lainnya dihentikan pada saat kredit
dan aset produktif lainnya tersebut diklasifikasikan sebagai non-performing (kurang lancar,
diragukan dan macet). Pendapatan bunga dari kredit dan aset produktif lainnya yang
diklasifikasikan sebagai non-performing dilaporkan sebagai tagihan kontinjensi dan diakui
sebagai pendapatan pada saat kas diterima (cash basis).
Kredit yang pembayaran angsuran pokok atau bunganya telah lewat 90 hari atau lebih setelah
jatuh tempo, atau kredit yang pembayarannya secara tepat waktu diragukan, secara umum
diklasifikasikan sebagai kredit non-performing. Kredit non-performing terdiri dari kredit yang
digolongkan sebagai kredit kurang lancar, diragukan dan macet. Bunga yang telah diakui tetapi
belum tertagih akan dibatalkan pada saat kredit diklasifikasikan sebagai kredit non-performing.
Seluruh penerimaan kas yang berhubungan dengan kredit non-performing yang digolongkan
sebagai diragukan dan macet diakui terlebih dahulu sebagai pengurang pokok kredit. Kelebihan
penerimaan kas di atas pokok kredit diakui sebagai pendapatan bunga dalam laporan laba rugi
gabungan tahun yang bersangkutan.
e.
Pendapatan provisi dan komisi
Pendapatan provisi dan komisi yang berhubungan langsung dengan kegiatan pemberian kredit
dan/atau mempunyai jangka waktu tertentu diakui sebagai pendapatan ditangguhkan dan
diamortisasi dengan menggunakan metode garis lurus selama jangka waktu kredit. Saldo
pendapatan provisi dan komisi yang ditangguhkan dari kredit yang diselesaikan sebelum jatuh
tempo diakui sebagai pendapatan pada saat penyelesaian kredit. Pendapatan provisi dan komisi
yang tidak berhubungan langsung dengan jangka waktu tertentu diakui sebagai pendapatan pada
saat terjadinya transaksi.
f.
Penempatan pada bank-bank lain
Penempatan pada bank-bank lain disajikan sebesar saldo penempatan dikurangi penyisihan
penghapusan penempatan pada bank-bank lain tersebut, yang jumlahnya ditentukan berdasarkan
evaluasi manajemen atas kolektibilitas masing-masing penempatan pada akhir tahun.
The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited Cabang Indonesia
10
THE HONGKONG AND SHANGHAI BANKING CORPORATION LIMITED –
CABANG INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN GABUNGAN
TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2009 DAN 2008
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (Lanjutan)
g.
Efek yang dibeli dengan janji dijual kembali
Efek yang dibeli dengan janji dijual kembali (reverse repo) disajikan sebagai tagihan sebesar
harga jual kembali efek yang disepakati dikurangi selisih antara harga beli dan harga jual
kembali yang disepakati. Selisih antara harga beli dan harga jual kembali yang disepakati
tersebut diamortisasi sebagai pendapatan bunga selama tahun sejak efek dibeli hingga dijual
kembali.
h.
Surat-surat berharga
Investasi dalam surat-surat berharga diklasifikasikan ke dalam salah satu dari kelompok berikut
ini: diperdagangkan (trading) dan tersedia untuk dijual (available-for-sale).
Surat-surat berharga yang diklasifikasikan dalam kelompok diperdagangkan dan tersedia untuk
dijual disajikan sebesar nilai wajar pada tanggal neraca. Laba atau rugi, yang telah maupun yang
belum direalisasi akibat selisih antara nilai wajar dan harga perolehan surat-surat berharga untuk
tujuan diperdagangkan, diakui atau dibebankan dalam laporan laba rugi gabungan tahun yang
bersangkutan. Selisih antara nilai wajar dan harga perolehan surat-surat berharga tersedia untuk
dijual yang belum direalisasi dicatat sebagai bagian dari rekening kantor pusat dan diakui dalam
laporan laba rugi gabungan tahun yang bersangkutan pada saat surat-surat berharga tersebut
dijual. Nilai wajar ditentukan berdasarkan harga pasar.
Laba atau rugi yang direalisasi dari penjualan surat-surat berharga diakui atau dibebankan dalam
laporan laba rugi gabungan tahun yang bersangkutan berdasarkan metode identifikasi khusus.
i.
Instrumen derivatif
Transaksi derivatif diakui sesuai dengan PSAK No. 55, “Akuntansi Instrumen Derivatif dan
Aktivitas Lindung Nilai”, yang mensyaratkan bahwa semua instrumen derivatif diakui dalam
laporan keuangan gabungan pada nilai wajarnya. Untuk memenuhi persyaratan akuntansi
lindung nilai, PSAK No. 55 mensyaratkan beberapa kriteria tertentu yang harus dipenuhi,
termasuk adanya dokumentasi formal pada awal lindung nilai.
Perubahan nilai wajar instrumen derivatif yang tidak memenuhi kriteria akuntansi lindung nilai
dicatat dalam laporan laba rugi gabungan tahun berjalan. Jika instrumen derivatif dirancang dan
memenuhi syarat akuntansi lindung nilai, perubahan nilai wajar instrumen derivatif diakui
sebagai penyesuaian terhadap transaksi/saldo yang dilindung nilai dalam laba rugi tahun berjalan
atau disajikan sebagai bagian dari rekening kantor pusat, tergantung pada jenis transaksi dan
efektivitas dari lindung nilai tersebut.
j.
Investasi jangka panjang
Investasi jangka panjang dicatat sebesar harga perolehan. Penurunan nilai investasi di bawah
harga perolehan yang tidak bersifat sementara dicatat sebagai penurunan dari nilai investasi yang
dapat direalisasi dan dibebankan dalam laporan laba rugi gabungan tahun yang bersangkutan.
The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited Cabang Indonesia
11
THE HONGKONG AND SHANGHAI BANKING CORPORATION LIMITED –
CABANG INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN GABUNGAN
TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2009 DAN 2008
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (Lanjutan)
k.
Kredit yang diberikan
Kredit yang diberikan disajikan sebesar nilai pokok kredit dikurangi penyisihan penghapusan
kredit yang diberikan. Untuk kredit yang telah direstrukturisasi, jumlah bruto kredit yang
direstrukturisasi mencakup pokok kredit, bunga dan beban lainnya yang dikapitalisasi ke pokok
kredit. Bunga yang dikapitalisasi ke dalam pokok kredit tersebut diakui sebagai pendapatan
bunga yang ditangguhkan.
Kredit dalam rangka pembiayaan bersama (kredit sindikasi) disajikan sebesar pokok kredit
sesuai porsi risiko yang ditanggung Bank.
l.
Restrukturisasi kredit bermasalah
Bank mencatat restrukturisasi kredit bermasalah berdasarkan jenis restrukturisasi.
Dalam restrukturisasi kredit bermasalah yang dilakukan dengan penerimaan aset, Bank mencatat
aset tersebut sebesar nilai wajarnya pada saat restrukturisasi. Kelebihan nilai tercatat kredit yang
diberikan atas nilai wajar aset tersebut setelah dikurangi estimasi biaya untuk menjual aset
tersebut, diakui sebagai kerugian dalam tahun yang bersangkutan.
Dalam restrukturisasi kredit bermasalah yang dilakukan dengan modifikasi persyaratan kredit,
Bank mencatat dampak restrukturisasi tersebut secara prospektif dan tidak mengubah nilai
tercatat kredit yang diberikan pada tanggal restrukturisasi, kecuali jika jumlahnya melebihi nilai
tunai penerimaan kas masa depan yang ditentukan dalam persyaratan baru. Jika nilai tunai
penerimaan kas masa depan sebagaimana yang ditentukan dalam persyaratan baru dari kredit
yang diberikan tersebut lebih rendah daripada nilai tercatat kredit yang diberikan, Bank akan
mengurangi saldo kredit yang diberikan ke suatu jumlah yang sama dengan jumlah nilai tunai
penerimaan kas masa depan. Jumlah pengurangan tersebut diakui sebagai kerugian dalam tahun
yang bersangkutan.
m.
Penyisihan penghapusan aset dan taksiran kerugian atas transaksi rekening administratif
Bank membentuk penyisihan penghapusan aset (aset produktif dan non-produktif) dan taksiran
kerugian atas transaksi rekening administratif.
Aset produktif terdiri dari giro pada bank-bank lain, penempatan pada bank-bank lain, efek yang
dibeli dengan janji dijual kembali, surat-surat berharga, tagihan derivatif, kredit yang diberikan,
wesel ekspor dengan negosiasi, tagihan akseptasi serta komitmen dan kontinjensi pada rekening
administratif yang memiliki risiko kredit.
Komitmen dan kontinjensi yang memiliki risiko kredit terdiri atas komitmen fasilitas kredit yang
belum digunakan, fasilitas letter of credit yang tidak dapat dibatalkan dan bank garansi yang
diterbitkan.
Aset non-produktif adalah rekening antar kantor dan suspense account.
The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited Cabang Indonesia
12
THE HONGKONG AND SHANGHAI BANKING CORPORATION LIMITED –
CABANG INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN GABUNGAN
TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2009 DAN 2008
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (Lanjutan)
Jumlah penyisihan penghapusan aset produktif dan taksiran kerugian atas transaksi rekening
administratif dibentuk berdasarkan estimasi atas kerugian yang mungkin timbul. Jumlah
penyisihan dan taksiran kerugian, yang menurut manajemen cukup untuk menutup risiko
kerugian yang mungkin timbul akibat tidak tertagihnya aset produktif dan transaksi rekening
administratif, didasarkan atas evaluasi kolektibilitas masing-masing aset produktif dan transaksi
rekening administratif dengan risiko kredit. Evaluasi manajemen atas kolektibilitas masingmasing aset produktif dan transaksi rekening administratif ini dilakukan berdasarkan sejumlah
faktor subyektif, termasuk keadaan ekonomi/prospek usaha saat ini maupun yang diantisipasi
untuk masa yang akan datang, kondisi keuangan, kemampuan membayar dan faktor-faktor lain
yang relevan.
Bank menggunakan ketentuan Bank Indonesia tentang penilaian kualitas aset bank sebagai
acuan dalam menentukan penyisihan penghapusan aset produktif dan taksiran kerugian atas
transaksi rekening administratif, dengan garis besar pedoman sebagai berikut:
1.
Penyisihan umum sekurang-kurangnya 1% dari saldo aset produktif dan transaksi
rekening administratif yang digolongkan sebagai “lancar”.
2.
Penyisihan khusus untuk aset produktif dan non-produktif dan transaksi rekening
administratif:
Penggolongan
Dalam perhatian khusus
Kurang lancar
Diragukan
Macet
Persentase minimum
5%
15%
50%
100%
Penyisihan khusus untuk aset produktif dan transaksi rekening administratif yang
digolongkan sebagai dalam perhatian khusus, kurang lancar, diragukan dan macet dihitung
atas jumlah pokok pinjaman setelah dikurangi dengan nilai agunan yang diperkenankan.
Taksiran kerugian atas transaksi rekening administratif disajikan sebagai bagian kewajiban pada
neraca gabungan.
Penyesuaian atas penyisihan penghapusan aset dan taksiran kerugian atas transaksi rekening
administratif dicatat dalam periode dimana penyesuaian tersebut diketahui atau dapat ditaksir
secara wajar. Penyesuaian ini termasuk penambahan penyisihan penghapusan aset dan taksiran
kerugian atas transaksi rekening administratif, maupun pemulihan aset yang telah
dihapusbukukan sebelumnya.
Aset dihapusbukukan dengan mengurangi penyisihan penghapusan aset yang bersangkutan,
apabila menurut manajemen aset tersebut tidak mungkin tertagih lagi.
n.
Tagihan dan kewajiban akseptasi
Tagihan dan kewajiban akseptasi disajikan sebesar nilai nominal letter of credit (L/C) atau nilai
realisasi L/C yang diaksep oleh bank pengaksep (accepting bank).
The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited Cabang Indonesia
13
THE HONGKONG AND SHANGHAI BANKING CORPORATION LIMITED –
CABANG INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN GABUNGAN
TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2009 DAN 2008
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (Lanjutan)
o.
Aset tetap
Aset tetap disajikan pada harga perolehan (pengukuran awal) dikurangi akumulasi penyusutan.
Harga perolehan mencakup semua pengeluaran yang terkait secara langsung dengan perolehan
aset tetap. Setelah pengukuran awal, aset tetap diukur dengan model biaya. Penyusutan dihitung
sejak bulan aset yang bersangkutan digunakan, dengan metode garis lurus, berdasarkan taksiran
masa manfaatnya sebagai berikut:
Instalasi kantor
Perabot/peralatan kantor, kendaraan bermotor
p.
:
:
10 tahun
3 - 5 tahun
Pajak penghasilan
Bank menerapkan metode aset dan kewajiban dalam menghitung beban pajak penghasilan.
Dengan metode ini, aset dan kewajiban pajak tangguhan diakui pada setiap tanggal pelaporan
sebesar perbedaan temporer aset dan kewajiban untuk tujuan akuntansi dan tujuan pajak. Metode
ini juga mengharuskan pengakuan manfaat pajak di masa yang akan datang, seperti kompensasi
rugi fiskal, jika kemungkinan realisasi manfaat tersebut di masa mendatang cukup besar
(probable).
q.
Kewajiban imbalan pasca-kerja
Kewajiban imbalan pasca-kerja dihitung sebesar nilai kini dari taksiran jumlah kewajiban
imbalan pasca-kerja di masa depan yang timbul dari jasa yang telah diberikan oleh karyawan
pada masa kini dan masa lalu, dikurangi dengan aset program. Perhitungan dilakukan oleh
aktuaris independen dengan metode projected-unit-credit.
Ketika imbalan pasca-kerja berubah, porsi perubahan sehubungan dengan jasa yang telah
diberikan oleh karyawan pada masa lalu diakui di dalam laporan laba rugi gabungan tahun
berjalan dengan menggunakan metode garis lurus (straight-line method) selama periode rata-rata
hingga imbalan pasca-kerja menjadi hak karyawan (vested). Imbalan pasca-kerja yang telah
menjadi hak karyawan diakui segera sebagai beban dalam laporan laba rugi gabungan tahun
yang bersangkutan.
Keuntungan atau kerugian aktuaria diakui sebagai pendapatan atau beban apabila akumulasi
keuntungan atau kerugian aktuaria bersih yang belum diakui pada akhir tahun pelaporan
sebelumnya melebihi 10% atas nilai yang lebih besar antara nilai kini kewajiban imbalan pasti
(sebelum dikurangi aset program) dan nilai wajar dari aset program pada tanggal tersebut.
Keuntungan atau kerugian diakui dengan metode garis lurus (straight-line method) selama ratarata sisa masa kerja karyawan yang diharapkan. Jika kondisi tersebut tidak terjadi, keuntungan
atau kerugian aktuaria tidak diakui.
r.
Kompensasi berbasis saham
Karyawan Bank yang memenuhi syarat ikut berpartisipasi dalam kompensasi berbasis saham
yang diadakan oleh HSBC Holdings Plc. Ada dua skema kompensasi berbasis saham yaitu
saham penghargaan (share award) dan opsi saham (share option).
The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited Cabang Indonesia
14
THE HONGKONG AND SHANGHAI BANKING CORPORATION LIMITED –
CABANG INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN GABUNGAN
TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2009 DAN 2008
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (Lanjutan)
Dalam skema saham penghargaan, HSBC Holdings Plc. melalui Bank akan memberikan saham
HSBC Holdings Plc. (saham penghargaan) kepada karyawan yang memenuhi persyaratan. Bank
telah membeli sejumlah saham HSBC Holdings Plc. dan mencatatnya sebagai aset lain-lain.
Dalam skema opsi saham, karyawan yang memenuhi persyaratan diundang untuk berpartisipasi
dalam program opsi saham yang bersifat simpanan (savings-related) untuk membeli saham
HSBC Holdings Plc. pada harga tertentu pada saat opsi saham menjadi hak karyawan (vested).
Beban kompensasi dari opsi saham ditentukan pada tanggal pemberian berdasarkan nilai wajar
dari opsi saham tersebut dan diakui dengan menggunakan metode garis lurus selama periode
hingga opsi saham menjadi hak karyawan (vesting period), serta mengkredit akun rekening
kantor pusat.
Beban kompensasi dari saham penghargaan ditentukan pada tanggal pemberian berdasarkan
nilai wajar dari saham penghargaan dan diakui dengan menggunakan metode garis lurus selama
periode hingga opsi saham menjadi hak karyawan (vesting period), serta mengkredit akun
kewajiban lain-lain. Pada tanggal neraca, saham penghargaan diukur dengan menggunakan nilai
wajar dari saham penghargaan pada tanggal neraca, dan perubahan pada nilai wajar diakui
sebagai bagian dari akun rekening kantor pusat.
Nilai wajar opsi saham dihitung dengan menggunakan metode Black-Scholes standar, sedangkan
nilai wajar saham penghargaan ditentukan berdasarkan harga pasar saham tersebut.
s.
Penggunaan taksiran
Penyusunan laporan keuangan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum
menyebabkan manajemen perlu membuat taksiran-taksiran dan asumsi-asumsi yang
mempengaruhi jumlah aset dan kewajiban yang dilaporkan serta pengungkapan aset dan
kewajiban kontinjensi pada tanggal laporan keuangan, dan jumlah pendapatan dan beban yang
dilaporkan selama periode laporan. Hasil yang sesungguhnya dapat berbeda dari taksirantaksiran tersebut.
3. GIRO PADA BANK INDONESIA
2009
Rp juta
Rupiah
US Dollar
822.800
165.822
988.622
The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited Cabang Indonesia
2008
Rp juta
985.219
197.835
1.183.054
15
THE HONGKONG AND SHANGHAI BANKING CORPORATION LIMITED –
CABANG INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN GABUNGAN
TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2009 DAN 2008
4.
GIRO PADA BANK-BANK LAIN
Tingkat suku bunga rata-rata setahun di tahun 2009 adalah untuk Rupiah 1,12%, US Dollar 0,04% dan
valuta asing lainnya 0,33%, dan di tahun 2008 adalah untuk Rupiah 0,48%, US Dollar 4,73% dan
valuta asing lainnya 2,21%.
2009
Rp juta
Klasifikasi menurut jenis valuta:
Rupiah
US Dollar
Valuta asing lainnya
Jumlah giro pada bank-bank lain
Penyisihan penghapusan aset produktif
Jumlah giro pada bank-bank lain, bersih
3.294)
168.541)
29.159)
200.994)
(1.906)
199.088)
2008
Rp juta
14.363)
1.535.827)
73.358)
1.623.548)
(15.788)
1.607.760)
Pada tanggal 31 Desember 2009 dan 2008, seluruh saldo giro pada bank-bank lain diklasifikasikan
sebagai “lancar”.
5.
PENEMPATAN PADA BANK-BANK LAIN
Merupakan penempatan jangka pendek pada bank-bank lain dalam bentuk call money yang akan jatuh
tempo dalam 3 bulan sejak tanggal penempatan dan penempatan lainnya yang akan jatuh tempo dalam
1 tahun sejak tanggal penempatan. Tingkat suku bunga rata-rata setahun di tahun 2009 adalah untuk
Rupiah 6,93%, US Dollar 0,40% dan valuta asing lainnya 1,03%, dan di tahun 2008 adalah untuk
Rupiah 8,96%, US Dollar 2,98% dan valuta asing lainnya 4,81%.
2009
Rp juta
Klasifikasi menurut jenis valuta:
Rupiah
US Dollar
Valuta asing lainnya
Jumlah penempatan pada bank-bank lain
Penyisihan penghapusan aset produktif
Jumlah penempatan pada bank-bank lain, bersih
1.295.361)
7.831.132)
1.026.693)
10.153.186)
(96.914)
10.056.272)
2008
Rp juta
1.010.580)
4.817.320)
739.942)
6.567.842)
(65.678)
6.502.164)
Pada tanggal 31 Desember 2009 dan 2008, seluruh saldo penempatan pada bank-bank lain
diklasifikasikan sebagai “lancar”.
The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited Cabang Indonesia
16
THE HONGKONG AND SHANGHAI BANKING CORPORATION LIMITED –
CABANG INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN GABUNGAN
TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2009 DAN 2008
6. SURAT-SURAT BERHARGA
Pada tanggal 31 Desember 2009 dan 2008, surat-surat berharga Bank adalah sebagai berikut:
2009
Tanggal
jatuh tempo
Harga
perolehan
Rp juta
Laba (rugi)
belum
direalisasi
Rp juta
Nilai wajar
Rp juta
a. Surat-surat berharga
untuk diperdagangkan:
Sertifikat Bank Indonesia
(nilai nominal Rp 249.500 juta)
Surat Perbendaharaan Negara
(nilai nominal Rp 1.484 juta)
Obligasi yang diterbitkan oleh:
Pemerintah Republik Indonesia
(nilai nominal Rp 1.218.039 juta)
PT Oto Multiartha Tbk
(nilai nominal Rp 92.000 juta)
PT XL Axiata Tbk
(sebelumnya PT Excelcomindo
Pratama Tbk) (nilai nominal Rp 4.200
juta)
248.344
-)
248.344
Berbagai tanggal antara
11 Maret 2010 dan
2 September 2010
1.477
-)
1.477
Berbagai tanggal antara
20 Pebruari 2010 dan
15 Juli 2038
1.205.058
(23.753)
1.181.305
11 Desember 2011
91.846
124)
91.970
26 April 2012
4.206
(429)
3.777
1.550.931
(24.058)
1.526.873
4.400.190
(325)
4.399.865
587.941
1.138)
589.079
283.231
16.453)
299.684
5.271.362
17.266)
5.288.628
b. Surat-surat berharga
tersedia untuk dijual:
Sertifikat Bank Indonesia
(nilai nominal Rp 4.440.000 juta)
Surat Perbendaharaan Negara
(nilai nominal Rp 600 juta)
Obligasi yang diterbitkan oleh:
Pemerintah Republik Indonesia
(nilai nominal Rp 292.201 juta)
Berbagai tanggal antara
14 Januari 2010 dan
15 Juli 2010
Berbagai tanggal antara
20 Pebruari 2010 dan
15 Oktober 2011
The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited Cabang Indonesia
17
THE HONGKONG AND SHANGHAI BANKING CORPORATION LIMITED –
CABANG INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN GABUNGAN
TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2009 DAN 2008
6. SURAT-SURAT BERHARGA (Lanjutan)
2008
Tanggal
jatuh tempo
Harga
perolehan
Rp juta
Laba (rugi)
belum
direalisasi
Rp juta
Nilai wajar
Rp juta
a. Surat-surat berharga
untuk diperdagangkan:
Sertifikat Bank Indonesia
(nilai nominal Rp 30.573 juta)
30.900
(239)
30.661
31 Juli 2009
46.841
(391)
46.450
Berbagai tanggal antara
22 Januari 2009 dan
25 Juni 2009
1.133.726
314)
1.134.040
Berbagai tanggal antara
15 Juni 2009 dan
15 Mei 2037
2.276.891
(33.045)
2.243.846
PT HM Sampoerna Tbk
(nilai nominal Rp 3.050 juta)
26 Oktober 2009
3.021
30)
3.051
PT Excelcomindo Pratama Tbk
(nilai nominal Rp 200 juta)
26 April 2012
Surat Perbendaharaan Negara
(nilai nominal Rp 50.000 juta)
Surat berharga yang diterbitkan oleh
Pemerintah Amerika Serikat
(nilai nominal USD 104 juta)
Obligasi yang diterbitkan oleh:
Pemerintah Republik Indonesia
(nilai nominal Rp 2.407.847 juta)
128
35)
163
3.491.507
(33.296)
3.458.211
4.262.064
(3.473)
4.258.591
Berbagai tanggal antara
9 Agustus 2009 dan
15 Oktober 2014
789.330
(7.620)
781.710
Halifax Bank of Scotland
(nilai nominal USD 49 juta)
14 September 2009
534.395
(5.931)
528.464
Suntrust Bank
(nilai nominal USD 20 juta)
6 Nopember 2009
b. Surat-surat berharga
tersedia untuk dijual:
Sertifikat Bank Indonesia
(nilai nominal Rp 4.347.769 juta)
Obligasi yang diterbitkan oleh:
Pemerintah Republik Indonesia
(nilai nominal Rp 810.201 juta)
218.183
(7.324)
210.859
5.803.972
(24.348)
5.779.624
The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited Cabang Indonesia
18
THE HONGKONG AND SHANGHAI BANKING CORPORATION LIMITED –
CABANG INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN GABUNGAN
TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2009 DAN 2008
6. SURAT-SURAT BERHARGA (Lanjutan)
Jumlah surat-surat berharga:
Harga perolehan (setelah amortisasi premi/diskonto)
Rugi belum direalisasi atas perubahan nilai wajar
surat-surat berharga untuk diperdagangkan, bersih
Laba (rugi) belum direalisasi atas perubahan nilai wajar
surat-surat berharga yang tersedia untuk dijual, bersih
Penyisihan penghapusan aset produktif
Jumlah surat-surat berharga, bersih
2009
Rp juta
2008
Rp juta
6.822.293)
9.295.479)
(24.058)
(33.296)
17.266)
6.815.501)
(957)
6.814.544)
(24.348)
9.237.835)
(18.766)
9.219.069)
Perubahan laba (rugi) yang belum direalisasi atas perubahan nilai wajar surat-surat berharga yang
tersedia untuk dijual selama tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2009 dan 2008 adalah sebagai
berikut:
2009
Rp juta
Saldo awal tahun – sebelum pajak penghasilan tangguhan
Penambahan laba (rugi) yang belum direalisasi selama tahun berjalan - bersih
Rugi (laba) yang telah direalisasi atas penjualan surat-surat berharga yang
tersedia untuk dijual selama tahun berjalan - bersih
Jumlah sebelum pajak penghasilan tangguhan
Pajak penghasilan tangguhan (Catatan 19)
Saldo akhir tahun - bersih
2008
Rp juta
(24.348)
15.279)
20.745)
(23.849)
26.335)
17.266)
(6.941)
10.325)
(21.244)
(24.348)
10.031)
(14.317)
Sertifikat Bank Indonesia pada tanggal 31 Desember 2009 dan 2008 mempunyai periode jatuh tempo
tiga bulan sejak tanggal perolehan.
Peringkat surat-surat berharga adalah sebagai berikut:
2009
Peringkat
PT Oto Multiartha Tbk
PT XL Axiata Tbk (sebelumnya
PT Excelcomindo Pratama Tbk)
Surat berharga yang diterbitkan oleh Pemerintah
Amerika Serikat
PT HM Sampoerna Tbk
Halifax Bank of Scotland
Suntrust Bank
2008
Pemeringkat
AA-
Peringkat
Pemeringkat
-
Pefindo*
-
BB-
S & P**
AA-
Pefindo*
-
-
AAA
AAA
AAAA-
S & P**
Pefindo*
S & P**
S & P**
* PT Pemeringkat Efek Indonesia
** Standard & Poor
Tingkat suku bunga rata-rata setahun:
Sertifikat Bank Indonesia
Surat Perbendaharaan Negara
Surat berharga yang diterbitkan oleh Pemerintah Amerika Serikat
Obligasi (dalam Rupiah)
Obligasi (dalam US Dollar)
2009
%
8,95
10,23
12,15
1,08
2008
%
9,20
10,71
0,15
12,25
3,13
Pada tanggal 31 Desember 2009 dan 2008, seluruh surat-surat berharga diklasifikasikan sebagai
“lancar”.
Penerimaan dari penjualan surat-surat berharga tersedia untuk dijual selama tahun yang berakhir
31 Desember 2009 dan 2008 adalah masing-masing sebesar Rp 1.372.046 juta dan Rp 379.531 juta.
The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited Cabang Indonesia
19
THE HONGKONG AND SHANGHAI BANKING CORPORATION LIMITED –
CABANG INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN GABUNGAN
TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2009 DAN 2008
7. TAGIHAN/KEWAJIBAN DERIVATIF
2009
Tagihan
derivatif
Rp juta
Kontrak valuta berjangka
Bank
Bukan bank
Kontrak cross currency swap
Bank
Bukan bank
Kontrak swap suku bunga
Bank
Bukan bank
Tagihan
derivatif
Rp juta
Kewajiban
derivatif
Rp juta
351.589)
107.838)
459.427)
796.387
101.799
898.186
2.105.308)
184.464)
2.289.772)
847.019
254.804
1.101.823
467.734)
264.689)
732.423)
423.791
105.065
528.856
841.568)
344.780)
1.186.348)
964.513
776.266
1.740.779
156.863)
71.880)
228.743)
158.713
168.924
327.637
142.721)
178.631)
321.352)
289.140
331.047
620.187
-)
12)
12)
5
5
645.916)
486.789)
1.132.705)
648.114
371.148
1.019.262
1.420.605)
1.754.684
4.930.177)
4.482.051
(13.998)
1.406.607)
1.754.684
(41.793)
4.888.384)
4.482.051
Kontrak currency option
Bank
Bukan bank
Jumlah
Penyisihan penghapusan aset
produktif
Jumlah, bersih
2008
Kewajiban
derivatif
Rp juta
Nilai dan periode kontrak valuta berjangka dan currency option adalah sebagai berikut:
Jenis valuta
Kontrak pembelian valuta
berjangka
Kontrak penjualan valuta
berjangka
Nilai kontrak (dalam USD)
2009
2008
Rentang waktu periode kontrak
2009
2008
USD
Lainnya, ekuivalen USD
1.319.509.141
205.415.527
1.673.951.856
485.623.459
6 hari – 5,06 tahun
6 hari – 1,03 tahun
5 hari – 5,06 tahun
5 hari – 1,38 tahun
USD
Lainnya, ekuivalen USD
536.330.527
57.829.242
1.264.960.830
286.697.632
6 hari – 1,03 tahun
6 hari – 1,03 tahun
5 hari – 1,38 tahun
5 hari – 1,38 tahun
The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited Cabang Indonesia
20
THE HONGKONG AND SHANGHAI BANKING CORPORATION LIMITED –
CABANG INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN GABUNGAN
TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2009 DAN 2008
7. TAGIHAN/KEWAJIBAN DERIVATIF (Lanjutan)
Jenis valuta
Kontrak pembelian
currency option
Kontrak penjualan
currency option
Nilai kontrak (dalam USD)
2009
2008
Rentang waktu periode kontrak
2009
2008
USD dan lainnya
(ekuivalen USD)
1.525.000
679.453.043
268 hari – 1,13 tahun
7 hari – 2,91 tahun
USD dan lainnya
(ekuivalen USD)
1.326.000
611.939.418
221 hari – 1,13 tahun
7 hari – 2,91 tahun
Nilai nosional dan tingkat suku bunga rata-rata kontrak cross currency swap dan swap suku bunga
adalah sebagai berikut:
Jenis valuta
Kontrak pembelian cross
currency swap
Kontrak penjualan cross
currency swap
Kontrak swap suku bunga:
Terima
Bayar
Nilai nosional
(mata uang asal)
2009
2008
Suku bunga rata-rata
(% per tahun)
2009
2008
USD
JPY
220.977.696
6.477.975.754
266.645.159
28.981.227.777
1,95
1,29
4,52
1,33
USD
JPY
594.503.676
9.777.920.198
977.281.883
9.031.499.999
1,22
0,95
3,60
1,26
USD
USD
1.107.001.708
1.107.001.708
1.343.867.449
1.343.867.449
1,52
3,04
2,99
3,77
Periode rata-rata kontrak cross currency swap dan swap suku bunga adalah sebagai berikut:
Periode rata-rata dari kontrak:
Cross currency swap
Swap suku bunga
Periode rata-rata pertukaran bunga:
Cross currency swap
Swap suku bunga
2009
2008
2,52 tahun
3,10 tahun
2,23 tahun
2,99 tahun
1 - 12 bulan
1 - 12 bulan
1 - 12 bulan
1 - 12 bulan
Bank melakukan transaksi instrumen derivatif untuk tujuan diperdagangkan (trading) dan tujuan
lindung nilai (hedging) terhadap posisi devisa neto Bank, risiko tingkat bunga, risiko jatuh tempo dan
risiko lainnya dalam kegiatan operasional Bank sehari-hari. Bank tidak menerapkan akuntansi lindung
nilai (hedge accounting) atas seluruh instrumen derivatif.
Pada tanggal 31 Desember 2009, tagihan derivatif senilai Rp 108 juta diklasifikasikan sebagai “dalam
perhatian khusus”. Sisa saldo tagihan derivatif pada tanggal 31 Desember 2009 diklasifikasikan
sebagai “lancar”. Pada tanggal 31 Desember 2008, tagihan derivatif sebesar Rp 63.442 juta dan
Rp 5.091 juta diklasifikasikan masing-masing sebagai “dalam perhatian khusus” dan “kurang lancar”.
Sisa saldo tagihan derivatif pada tanggal 31 Desember 2008 diklasifikasikan sebagai “lancar”.
The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited Cabang Indonesia
21
THE HONGKONG AND SHANGHAI BANKING CORPORATION LIMITED –
CABANG INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN GABUNGAN
TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2009 DAN 2008
7. TAGIHAN/KEWAJIBAN DERIVATIF (Lanjutan)
Selama tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2008, Bank melakukan beberapa kontrak
berjangka mata uang asing terstruktur dengan fitur opsi khusus. Kontrak-kontrak ini memiliki
beberapa karakteristik khusus seperti adanya keharusan untuk menyerahkan sejumlah mata uang asing
sebagai penyelesaian transaksi selama jangka waktu tertentu (berkisar dari 6 - 52 minggu). Kontrakkontrak ini dilakukan berdasarkan instruksi yang diterima dari nasabah Bank dan tidak mencerminkan
aktivitas perdagangan Bank. Untuk mengeliminasi risiko pasar yang timbul, Bank telah melakukan
kontrak back-to-back dengan bank lain dengan persyaratan dan kondisi yang sama (mirroring) untuk
sebagian besar kontrak terstruktur ini.
Karena adanya kenaikan signifikan pada nilai tukar mata uang Dolar Amerika Serikat terhadap
Rupiah pada kuartal keempat tahun 2008, dan pengaruh memburuknya kondisi ekonomi global,
nasabah tertentu telah gagal dalam menyerahkan sejumlah mata uang asing kepada Bank pada saat
jatuh tempo.
Saldo dari nasabah pada tanggal 31 Desember 2008 yang berasal dari kontrak-kontrak sebagaimana
dijelaskan di atas, dicatat sebagai tagihan derivatif pada nilai wajar sebesar Rp 570.588 juta dan
jumlah penyisihan penghapusan sebesar Rp 6.437 juta. Sementara, saldo dengan bank yang
bersangkutan yang timbul dari transaksi mirroring sebagaimana dijelaskan di atas, dicatat sebagai
kewajiban derivatif sebesar Rp 570.588 juta.
Selama tahun 2009, Bank secara aktif telah melakukan diskusi dengan nasabah-nasabah untuk
melakukan restrukturisasi atau pemutusan kontrak dengan kesepakatan nasabah-nasabah yg terkait.
Apabila kesepakatan dengan nasabah telah tercapai, maka kontrak-kontrak tersebut direstrukturisasi
atau diakhiri. Bank selalu memiliki hak untuk mengakhiri kontrak-kontrak tersebut apabila
kesepakatan dengan nasabah tidak tercapai.
Restrukturisasi dilakukan melalui konversi tagihan menjadi kredit atau kontrak derivatif valuta asing
biasa (plain vanilla). Tagihan derivatif yang telah direstrukturisasi menjadi kredit memiliki saldo pada
tanggal 31 Desember 2009 sebesar Rp 22.413 juta (2008: Rp 17.331 juta), dicatat sebagai kredit yang
diberikan. Tagihan derivatif yang telah direstrukturisasi menjadi kontrak derivatif valuta asing biasa
(plain vanilla) memiliki saldo pada tanggal 31 Desember 2009 sebesar Rp 10 juta (2008: Rp 2.601
juta).
Pada tanggal 31 Desember 2009, jumlah tagihan derivatif yang gagal diselesaikan dari kontrakkontrak sebagaimana dijelaskan di atas yang belum direstrukturisasi adalah sebesar Rp 95.047 juta
dengan penyisihan penghapusan aset produktif sebesar Rp 78.893 juta (2008: Rp 57.501 juta dengan
penyisihan penghapusan aset produktif sebesar Rp 35.970 juta), dicatat sebagai aset lain-lain.
Pada tanggal 31 Desember 2009, seluruh transaksi mirroring dengan nasabah bank lain juga telah
diselesaikan.
The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited Cabang Indonesia
22
THE HONGKONG AND SHANGHAI BANKING CORPORATION LIMITED –
CABANG INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN GABUNGAN
TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2009 DAN 2008
8. KREDIT YANG DIBERIKAN
Kredit yang diberikan menurut jenis pinjaman:
Modal kerja
Investasi
Konsumen
Pinjaman karyawan
Jumlah
Penyisihan penghapusan
aset produktif
2009
2008
Rupiah
Valuta
asing
Jumlah
Rupiah
Valuta
asing
Jumlah
Rp juta
Rp juta
Rp juta
Rp juta
Rp juta
Rp juta
3.907.761)
391.294)
7.688.235)
488.833)
12.476.123)
5.409.347)
2.040.846)
22.883)
-)
7.473.076)
9.317.108)
2.432.140)
7.711.118)
488.833)
19.949.199)
3.535.542)
655.358)
7.517.556)
406.286)
12.114.742)
8.596.142)
1.612.088)
74.607)
-)
10.282.837)
12.131.684)
2.267.446)
7.592.163)
406.286)
22.397.579)
(2.790.351)
9.685.772)
(411.711)
7.061.365)
(3.202.062)
16.747.137)
(1.912.766)
10.201.976)
(444.105)
9.838.732)
(2.356.871)
20.040.708)
Perubahan penyisihan penghapusan kredit yang diberikan selama tahun-tahun yang berakhir
31 Desember 2009 dan 2008 adalah sebagai berikut:
2009
Rp juta
Saldo awal tahun
Penambahan penyisihan penghapusan selama tahun berjalan, bersih
Selisih kurs karena penjabaran penyisihan penghapusan kredit yang
diberikan dalam valuta asing
Penghapusan kredit selama tahun berjalan
Penjualan kredit selama tahun berjalan
Pemulihan kredit yang telah dihapusbukukan sebelumnya
Perubahan lainnya
Saldo akhir tahun
2008
Rp juta
(2.356.871)
(936.822)
(1.604.657)
(826.301)
74.299)
-)
15.080)
(957)
3.209)
(3.202.062)
(62.827)
144.524)
-)
(6.698)
(912)
(2.356.871)
Manajemen yakin bahwa saldo penyisihan penghapusan kredit yang diberikan yang telah dibentuk
cukup untuk menutup kerugian yang mungkin timbul akibat tidak tertagihnya kredit yang diberikan.
The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited Cabang Indonesia
23
THE HONGKONG AND SHANGHAI BANKING CORPORATION LIMITED –
CABANG INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN GABUNGAN
TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2009 DAN 2008
8. KREDIT YANG DIBERIKAN (Lanjutan)
Kredit yang diberikan menurut jenis industri:
2009
Lancar
Rp juta
Dalam
perhatian
khusus
Rp juta
Kurang
lancar
Rp juta
Diragukan
Rp juta
Macet
Rp juta
Jumlah
Rp juta
Rupiah:
Komersil dan industri
Penyisihan penghapusan
aset produktif
2.241.905)
12.555)
47.631)
-)
11.228)
2.313.319)
(37.634)
2.204.271)
(628)
11.927)
(47.140)
491)
-)
-)
(11.228)
-)
(96.630)
2.216.689)
Real estat komersil
Penyisihan penghapusan
aset produktif
5.344)
-)
-)
-)
-)
5.344)
(90)
5.254)
-)
-)
-)
-)
-)
-)
-)
-)
(90)
5.254)
1.051.535)
-)
-)
-)
-)
1.051.535)
(17.652)
1.033.883)
-)
-)
-)
-)
-)
-)
-)
-)
(17.652)
1.033.883)
Perdagangan, restoran dan
hotel
Penyisihan penghapusan
aset produktif
Pertanian, kehutanan dan
pertambangan
Penyisihan penghapusan
aset produktif
6.293)
-)
-)
-)
-)
6.293)
(106)
6.187)
-)
-)
-)
-)
-)
-)
-)
-)
(106)
6.187)
Perorangan
Penyisihan penghapusan
aset produktif
5.040.415)
381.703)
116.508)
138.118)
2.500.180)
8.176.924)
(54.532)
4.985.883)
(19.085)
362.618)
(17.476)
99.032)
(69.059)
69.059)
(2.500.180)
-)
(2.660.332)
5.516.592)
Sektor lainnya
Penyisihan penghapusan
aset produktif
922.572)
41)
51)
-)
44)
922.708)
(15.487)
907.085)
(2)
39)
(8)
43)
-)
-)
(44)
-)
(15.541)
907.167)
9.268.064)
394.299)
164.190)
138.118)
2.511.452)
12.476.123)
(125.501)
(19.715)
(64.624)
(69.059)
(2.511.452)
(2.790.351)
9.142.563)
374.584)
99.566)
69.059)
-)
9.685.772)
Jumlah kredit yang
diberikan dalam Rupiah
Penyisihan penghapusan
aset produktif
Jumlah kredit yang
diberikan dalam Rupiah,
bersih
The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited Cabang Indonesia
24
THE HONGKONG AND SHANGHAI BANKING CORPORATION LIMITED –
CABANG INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN GABUNGAN
TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2009 DAN 2008
8. KREDIT YANG DIBERIKAN (Lanjutan)
2009
Lancar
Rp juta
Dalam
perhatian
khusus
Rp juta
Kurang lancar
Rp juta
Diragukan
Rp juta
Macet
Rp juta
Jumlah
Rp juta
Valuta asing:
Komersil dan industri
Penyisihan penghapusan
aset produktif
Real estat komersil
Penyisihan penghapusan
aset produktif
Perdagangan, restoran dan
hotel
Penyisihan penghapusan
aset produktif
Pertanian, kehutanan dan
pertambangan
Penyisihan penghapusan
aset produktif
4.749.238)
180.539)
81.602)
-)
258.123)
5.269.502)
(79.722)
4.669.516)
)
152.538)
(9.027)
171.512)
(20.789)
60.813)
-)
-)
(258.123)
-)
(367.661)
4.901.841)
-)
-)
-)
-)
152.538)
(2.560)
149.978)
-)
-)
-)
-)
-)
-)
-)
-)
(2.560)
149.978)
691.900)
-)
-)
-)
5.737)
697.637)
(11.614)
680.286)
-)
-)
-)
-)
-)
-)
(5.737)
-)
(17.351)
680.286)
415.394)
-)
-)
-)
1.481)
416.875)
(6.972)
408.422)
-)
-)
-)
-)
-)
-)
(1.481)
-)
(8.453)
408.422)
Energi
Penyisihan penghapusan
aset produktif
9.411)
-)
-)
-)
-)
9.411)
(158)
9.253)
-)
-)
-)
-)
-)
-)
-)
-)
(158)
9.253)
Perorangan
Penyisihan penghapusan
aset produktif
22.883)
-)
-)
-)
-)
22.883)
(349)
22.534)
-)
-)
-)
-)
-)
-)
-)
-)
(349)
22.534)
Sektor lainnya
Penyisihan penghapusan
aset produktif
904.230)
-)
-)
-)
-)
904.230)
(15.179)
889.051)
-)
-)
-)
-)
-)
-)
-)
-)
(15.179)
889.051)
6.945.594)
180.539)
81.602)
-)
265.341)
7.473.076)
(116.554)
(9.027)
(20.789)
-)
(265.341)
(411.711)
6.829.040)
171.512)
60.813)
-)
-)
7.061.365)
15.971.603)
546.096)
160.379)
69.059)
-)
16.747.137)
Jumlah kredit yang diberikan
dalam valuta asing
Penyisihan penghapusan
aset produktif
Jumlah kredit yang
diberikan dalam valuta
asing, bersih
Jumlah kredit yang
diberikan, bersih
The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited Cabang Indonesia
25
THE HONGKONG AND SHANGHAI BANKING CORPORATION LIMITED –
CABANG INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN GABUNGAN
TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2009 DAN 2008
8. KREDIT YANG DIBERIKAN (Lanjutan)
Kredit yang diberikan menurut jenis industri:
2008
Lancar
Rp juta
Dalam
perhatian
khusus
Rp juta
Kurang
lancar
Rp juta
Diragukan
Rp juta
Macet
Rp juta
Jumlah
Rp juta
Rupiah:
Komersil dan industri
Penyisihan penghapusan
aset produktif
2.334.508)
45.452)
54.688)
-)
2.444)
2.437.092)
(30.679)
2.303.829)
(2.749)
42.703)
(8.203)
46.485)
-)
-)
(2.444)
-)
(44.075)
2.393.017)
Real estat komersil
Penyisihan penghapusan
aset produktif
103.509)
-)
-)
-)
-)
103.509)
(1.360)
102.149)
-)
-)
-)
-)
-)
-)
-)
-)
(1.360)
102.149)
818.316)
-)
-)
-)
-)
818.316)
(10.754)
807.562)
-)
-)
-)
-)
-)
-)
-)
-)
(10.754)
807.562)
10.968)
-)
-)
-)
-)
10.968)
(144)
10.824)
-)
-)
-)
-)
-)
-)
-)
-)
(144)
10.824)
Energi
Penyisihan penghapusan
aset produktif
1.423)
-)
-)
-)
-)
1.423)
(19)
1.404)
-)
-)
-)
-)
-)
-)
-)
-)
(19)
1.404)
Perorangan
Penyisihan penghapusan
aset produktif
5.228.055)
560.904)
78.228)
123.151)
1.671.776)
7.662.114)
(69.001)
5.159.054)
(28.045)
532.859)
(11.734)
66.494)
(61.576)
61.575)
(1.671.776)
-)
(1.842.132)
5.819.982)
Sektor lainnya
Penyisihan penghapusan
aset produktif
1.081.204)
45)
-)
8)
63)
1.081.320)
(14.209)
1.066.995)
(2)
43)
-)
-)
(8)
-)
(63)
-)
(14.282)
1.067.038)
9.577.983)
606.401)
132.916)
123.159)
1.674.283)
12.114.742)
(126.166)
(30.796)
(19.937)
(61.584)
(1.674.283)
(1.912.766)
9.451.817)
575.605)
112.979)
61.575)
-)
10.201.976)
Perdagangan, restoran dan
hotel
Penyisihan penghapusan
aset produktif
Pertanian, kehutanan dan
pertambangan
Penyisihan penghapusan
aset produktif
Jumlah kredit yang
diberikan dalam Rupiah
Penyisihan penghapusan
aset produktif
Jumlah kredit yang
diberikan dalam Rupiah,
bersih
The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited Cabang Indonesia
26
THE HONGKONG AND SHANGHAI BANKING CORPORATION LIMITED –
CABANG INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN GABUNGAN
TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2009 DAN 2008
8. KREDIT YANG DIBERIKAN (Lanjutan)
2008
Lancar
Rp juta
Dalam
perhatian
khusus
Rp juta
Kurang lancar
Rp juta
Diragukan
Rp juta
Macet
Rp juta
Jumlah
Rp juta
Valuta asing:
Komersil dan industri
Penyisihan penghapusan
aset produktif
6.419.425)
280.204)
101.816)
198.007)
110.634)
7.110.086)
(84.361)
6.335.064)
(22.920)
257.284)
(45.150)
56.666)
(131.716)
66.291)
(110.634)
-)
(394.781)
6.715.305)
Real estat komersil
Penyisihan penghapusan
aset produktif
258.320)
-)
-)
-)
-)
258.320)
(3.395)
254.925)
-)
-)
-)
-)
-)
-)
-)
-)
(3.395)
254.925)
448.220)
-)
6.595)
-)
-)
454.815)
(5.890)
442.330)
-)
-)
(5.897)
698)
-)
-)
-)
-)
(11.787)
443.028)
506.975)
-)
-)
-)
1.789)
508.764)
(6.662)
500.313)
-)
-)
-)
-)
-)
-)
(1.789)
-)
(8.451)
500.313)
Energi
Penyisihan penghapusan
aset produktif
35.771)
-)
-)
-)
-)
35.771)
(470)
35.301)
-)
-)
-)
-)
-)
-)
-)
-)
(470)
35.301)
Perorangan
Penyisihan penghapusan
aset produktif
42.638)
-)
-)
-)
-)
42.638)
(614)
42.024)
-)
-)
-)
-)
-)
-)
-)
-)
(614)
42.024)
Sektor lainnya
Penyisihan penghapusan
aset produktif
1.872.443)
-)
-)
-)
-)
1.872.443)
(24.607)
1.847.836)
-)
-)
-)
-)
-)
-)
-)
-)
(24.607)
1.847.836)
9.583.792)
280.204)
108.411)
198.007)
112.423)
10.282.837)
(125.999)
(22.920)
(51.047)
(131.716)
(112.423)
(444.105)
9.457.793)
257.284)
57.364)
66.291)
-)
9.838.732)
18.909.610)
832.889)
170.343)
127.866)
-)
20.040.708)
Perdagangan, restoran dan
hotel
Penyisihan penghapusan
aset produktif
Pertanian, kehutanan dan
pertambangan
Penyisihan penghapusan
aset produktif
Jumlah kredit yang diberikan
dalam valuta asing
Penyisihan penghapusan
aset produktif
Jumlah kredit yang
diberikan dalam valuta
asing, bersih
Jumlah kredit yang
diberikan, bersih
The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited Cabang Indonesia
27
THE HONGKONG AND SHANGHAI BANKING CORPORATION LIMITED –
CABANG INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN GABUNGAN
TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2009 DAN 2008
8. KREDIT YANG DIBERIKAN (Lanjutan)
Kredit yang diberikan menurut periode jatuh tempo berdasarkan perjanjian kredit:
Hingga 1 tahun
Lebih dari 1 tahun
hingga 2 tahun
Lebih dari 2 tahun
hingga 5 tahun
Lebih dari 5 tahun
Jumlah kredit yang
diberikan
2009
2008
Rupiah
Valuta
asing
Jumlah
Rupiah
Valuta
asing
Jumlah
Rp juta
Rp juta
Rp juta
Rp juta
Rp juta
Rp juta
8.086.383
4.731.135
12.817.518
8.455.017
6.565.062
15.020.079
1.317.081
556.911
1.873.992
791.140
953.520
1.744.660
3.042.787
29.872
1.680.761
504.269
4.723.548
534.141
2.847.594
20.991
2.208.564
555.691
5.056.158
576.682
12.476.123
7.473.076
19.949.199
12.114.742
10.282.837
22.397.579
Kredit yang diberikan menurut periode jatuh tempo berdasarkan sisa jangka waktu sampai dengan
tanggal jatuh tempo:
Hingga 1 tahun
Lebih dari 1 tahun
hingga 2 tahun
Lebih dari 2 tahun
hingga 5 tahun
Lebih dari 5 tahun
Jumlah kredit yang
diberikan
2009
2008
Rupiah
Valuta
asing
Jumlah
Rupiah
Valuta
asing
Jumlah
Rp juta
Rp juta
Rp juta
Rp juta
Rp juta
Rp juta
10.218.881
5.931.247
16.150.128
8.980.656
7.914.960
16.895.616
733.647
280.560
1.014.207
631.505
692.122
1.323.627
1.523.115
480
1.140.448
120.821
2.663.563
121.301
2.502.560
21
1.397.402
278.353
3.899.962
278.374
12.476.123
7.473.076
19.949.199
12.114.742
10.282.837
22.397.579
2009
Rp juta
Kredit sindikasi, dengan pembagian risiko secara proporsional
terhadap jumlah pendanaan Bank, Bank sebagai partisipan dengan
partisipasi pada tahun 2009 berkisar antara 5,00% - 50,07% dan
pada tahun 2008 berkisar antara 6,35% - 27,27%, dengan saldo
sebesar USD 163.514.394 dan Rp 38.250 juta pada akhir tahun
2009 dan USD 27.516.964 dan Rp 100.000 juta pada akhir tahun
2008
1.574.468
The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited Cabang Indonesia
2008
Rp juta
399.935
28
THE HONGKONG AND SHANGHAI BANKING CORPORATION LIMITED –
CABANG INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN GABUNGAN
TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2009 DAN 2008
8.
KREDIT YANG DIBERIKAN (Lanjutan)
Tingkat suku bunga rata-rata setahun:
2009
%
US Dollar
Rupiah
Valuta asing lainnya
2008
%
4,99
19,58
3,64
5,47
20,93
4,94
Kredit yang diberikan tersebut di atas termasuk kredit dengan berbagai bentuk jaminan seperti tanah,
bangunan, aset berwujud lainnya, jaminan perusahaan dan jaminan pribadi.
Selama tahun 2009 dan 2008, restrukturisasi kredit yang diberikan dilakukan dengan modifikasi
persyaratan kredit. Saldo kredit yang diberikan yang telah direstrukturisasi pada tanggal 31 Desember
2009 adalah sebesar USD 4.432.706 dan Rp 2.669 juta dengan penyisihan penghapusan aset produktif
sebesar USD 4.432.706 dan Rp 2.669 juta (2008: USD 3.021.737 dengan penyisihan penghapusan
aset produktif sebesar USD 3.015.853).
Untuk kredit yang direstrukturisasi, Bank tidak mempunyai komitmen untuk memberikan tambahan
kredit.
Kredit yang diberikan yang digolongkan sebagai kurang lancar, diragukan dan macet (kredit nonperforming) pada tanggal 31 Desember 2009 dan 2008 masing-masing sebesar Rp 3.160.703 juta dan
Rp 2.349.199 juta. Dengan demikian, rasio kredit non-performing secara bruto, berdasarkan pedoman
perhitungan rasio keuangan yang diterbitkan oleh Bank Indonesia adalah masing-masing sebesar
15,84% dan 10,49% pada tanggal 31 Desember 2009 dan 2008. Secara neto, rasio kredit nonperforming pada tanggal 31 Desember 2009 dan 2008 adalah masing-masing sebesar 1,15% dan
1,33%.
Laporan Bank kepada Bank Indonesia menyatakan bahwa Batas Maksimum Pemberian Kredit
(BMPK) Bank pada tanggal 31 Desember 2009 dan 2008 telah memenuhi ketentuan BMPK.
9.
INVESTASI JANGKA PANJANG
Merupakan investasi di PT Kustodian Sentral Efek Indonesia, pada harga perolehan, sejumlah
Rp 1.500 juta (300 saham dengan nilai nominal Rp 5 juta per saham).
The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited Cabang Indonesia
29
THE HONGKONG AND SHANGHAI BANKING CORPORATION LIMITED –
CABANG INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN GABUNGAN
TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2009 DAN 2008
10. SIMPANAN DARI NASABAH BUKAN BANK DAN BANK-BANK LAIN
2009
Rp juta
2008
Rp juta
Nasabah bukan bank:
Giro:
Rupiah
Valuta asing
6.029.054
11.375.964
17.405.018
5.264.198
12.000.632
17.264.830
109.811
109.811
1.134
9.434
10.568
6.369.131
3.028.457
9.397.588
8.290.525
5.421.838
13.712.363
373.407
230.533
603.940
1.728.922
248.526
1.977.448
75.175
75.175
157.000
163.500
320.500
27.591.532
33.285.709
188.663
440
189.103
234.972
8.354
243.326
1.310.484
670.188
878
-
1.500.465
913.514
Call deposit, jatuh tempo dalam satu bulan sejak tanggal
penempatan:
Rupiah
Valuta asing
Deposito berjangka menurut periode jatuh tempo berdasarkan
sisa jangka waktu sampai dengan tanggal jatuh tempo:
Hingga 3 bulan:
Rupiah
Valuta asing
Lebih dari 3 bulan hingga 12 bulan:
Rupiah
Valuta asing
Lebih dari 1 tahun:
Rupiah
Valuta asing
Jumlah simpanan dari nasabah bukan bank
Bank-bank lain:
Giro:
Rupiah
Valuta asing
Interbank call money, jatuh tempo dalam 90 hari sejak tanggal
penempatan:
Rupiah
Interbank call money, jatuh tempo lebih dari 90 hari sejak tanggal
penempatan:
Rupiah
Jumlah simpanan dari bank-bank lain
The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited Cabang Indonesia
30
THE HONGKONG AND SHANGHAI BANKING CORPORATION LIMITED –
CABANG INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN GABUNGAN
TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2009 DAN 2008
10. SIMPANAN DARI NASABAH BUKAN BANK DAN BANK-BANK LAIN (Lanjutan)
Giro meliputi rekening antar kantor Bank.
Dari total rekening giro, jumlah yang diblokir pada akhir tahun 2009 dan 2008 adalah masing-masing
sebesar Rp 179.856 juta dan Rp 5.185 juta.
Dari total deposito berjangka, yang dijaminkan untuk kredit yang diberikan pada akhir tahun 2009 dan
2008 adalah masing-masing sebesar Rp 156.600 juta dan Rp 314.410 juta.
Tingkat suku bunga rata-rata setahun:
2009
%
2008
%
Giro
Rupiah
US Dollar
Valuta asing lainnya
3,58
0,01
0,14
3,74
0,68
1,24
Call deposit
Rupiah
US Dollar
4,06
0,00
3,99
1,09
Deposito berjangka
Rupiah
US Dollar
Valuta asing lainnya
8,18
0,58
1,84
8,51
2,30
5,24
Interbank call money
Rupiah
US Dollar
Valuta asing lainnya
6,93
0,59
2,46
9,44
4,06
6,04
11. TAKSIRAN KERUGIAN ATAS TRANSAKSI REKENING ADMINISTRATIF
Merupakan taksiran kerugian atas letter of credit, bank garansi yang diterbitkan dan transaksi rekening
administratif lainnya.
Perubahan taksiran kerugian atas transaksi rekening administratif selama tahun-tahun yang berakhir
31.Desember 2009 dan 2008 adalah sebagai berikut:
2009
Rp juta
Saldo awal tahun
Pemulihan selama tahun berjalan, bersih
Saldo akhir tahun
The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited Cabang Indonesia
81.674)
(3.226)
78.448)
2008
Rp juta
161.575)
(79.901)
81.674)
31
THE HONGKONG AND SHANGHAI BANKING CORPORATION LIMITED –
CABANG INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN GABUNGAN
TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2009 DAN 2008
12. KEWAJIBAN PADA KANTOR CABANG LAIN
Merupakan dana yang ditempatkan di Indonesia oleh kantor pusat, dengan perpanjangan jangka waktu
dilakukan secara berkala.
Pada tanggal 31 Desember 2009 dan 2008, saldo kewajiban pada kantor pusat adalah sebagai berikut:
2009
Rp juta
Rupiah:
Pinjaman, 2009: jatuh tempo tanggal 30 Juli 2010, 2008:
jatuh tempo tanggal 27 April 2009 dan 4 Mei 2009
Lain-lain
Valuta asing:
Pinjaman, 2009: jatuh tempo tanggal 30 Juli 2010 dan 21 Juli 2011,
2008: jatuh tempo tanggal 23 Pebruari 2009, 20 Juli 2010
dan 26 Juli 2010
2008
Rp juta
1.150.000
1.523
1.150.000
1.551
2.348.750
3.500.273
3.084.683
4.236.234
2009
%
2008
%
Tingkat suku bunga rata-rata setahun:
Rupiah
Valuta asing
0,00
1,15
0,00
1,75
13. DANA USAHA
Dana usaha merupakan selisih antara dana yang ditempatkan di Indonesia oleh kantor pusat Bank
dengan dana yang ditempatkan Bank di kantor pusat dan cabang-cabang di luar Indonesia, sesuai
dengan Surat Keputusan Direksi Bank Indonesia No. 32/37/KEP/DIR tanggal 12 Mei 1999 mengenai
persyaratan dan tata cara pembukaan kantor cabang, kantor cabang pembantu dan kantor perwakilan
dari bank yang berkedudukan di luar negeri.
Pada tanggal 31 Desember 2009 dan 2008, dana usaha Bank terdiri dari:
Giro pada bank-bank lain
Kewajiban pada kantor cabang lain (Catatan 12)
Tagihan derivatif kepada kantor cabang lain
Kewajiban derivatif kepada kantor pusat
Dana usaha
2009
Rp juta
2008
Rp juta
10.399)
(3.500.273)
21.222)
(247.071)
(3.715.723)
44.726)
(4.236.234)
1.075.910)
(96.718)
(3.212.316)
Pada tanggal 31 Desember 2009 dan 2008, saldo dana usaha yang dilaporkan (declared operating
funds) masing-masing sebesar Rp 3.498.750 juta dan Rp 4.234.683 juta. Pelaporan pada tahun yang
berakhir 31 Desember 2009 dan 2008 sesuai dengan Peraturan Bank Indonesia No..7/1/PBI/2005
tanggal 10 Januari 2005.
Dana usaha atau dana usaha yang dilaporkan (declared operating funds), mana yang lebih rendah,
diperhitungkan dalam rasio kewajiban penyediaan modal minimum Bank (Catatan 25).
The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited Cabang Indonesia
32
THE HONGKONG AND SHANGHAI BANKING CORPORATION LIMITED –
CABANG INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN GABUNGAN
TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2009 DAN 2008
14. KOMITMEN DAN KONTINJENSI
Jenis valuta
Jumlah dalam valuta asing
2009
2008
2009
Rp juta
2008
Rp juta
KOMITMEN
Tagihan komitmen:
Fasilitas kredit yang
belum digunakan
USD
Kewajiban komitmen:
Fasilitas kredit yang
belum digunakan
Rp
Lainnya,
ekuivalen
USD
Fasilitas L/C yang tidak
dapat dibatalkan
Komitmen sewa
Rp
USD
Lainnya,
ekuivalen
USD
Rp
USD
Lainnya,
ekuivalen
USD
250.000.000)
200.000.000
85.364.875)
60.689.358
148.604.231)
76.409.820
42.973.204)
18.617.727
5.182.472)
8.476.512
83.222)
-
Jumlah komitmen kewajiban bersih
2.348.750)
2.180.000)
(242.500)
(154.500)
(802.003)
(1.044.503)
(661.514)
(816.014)
(22.326)
(1.396.137)
(13.469)
(832.867)
(403.733)
(1.822.196)
(202.934)
(1.049.270)
(20.179)
(48.689)
(21.416)
(92.394)
(782)
(69.650)
-)
(113.810)
(587.599)
200.906)
76.330)
33.633)
109.963)
145.763)
23.446)
169.209)
89.283)
14.504.720)
80.454)
14.805.659)
161.170)
14.755.173)
176.494)
15.062.607)
(697.703)
(3.055.448)
(602.166)
(4.007.702)
KONTINJENSI
Tagihan kontinjensi:
Pendapatan bunga atas
kredit non-performing
Rp
USD
3.579.847)
2.151.035
1.543.876.503)
1.358.317.360
17.154.850)
16.192.099
325.220.625)
367.679.077
13.961.896)
15.723.268
(131.172)
(3.884.323)
(171.384)
(4.781.252)
3.303.879)
20.679.389
(31.040)
(225.405)
Jumlah kontinjensi kewajiban bersih
10.949.733)
10.225.159)
Jumlah komitmen dan
kontinjensi - kewajiban
bersih
10.362.174)
10.426.065)
Garansi yang diterima
dari bank-bank lain
Kewajiban kontinjensi:
Bank garansi yang
diterbitkan
Rp
USD
Lainnya,
ekuivalen
USD
Rp
USD
Lainnya,
ekuivalen
USD
Lain-lain
USD
The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited Cabang Indonesia
33
THE HONGKONG AND SHANGHAI BANKING CORPORATION LIMITED –
CABANG INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN GABUNGAN
TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2009 DAN 2008
14. KOMITMEN DAN KONTINJENSI (Lanjutan)
Bank menghadapi berbagai macam jenis tuntutan hukum, pengurusan administrasi dan klaim yang
belum terselesaikan, dalam kegiatan usahanya. Dampak serta hasil akhir dari masalah atau tuntutan
hukum tersebut apakah dapat dimenangkan oleh Bank atau tidak, tidak dapat dipastikan. Namun
demikian, manajemen Bank memiliki keyakinan bahwa hasil keputusan masalah atau tuntutan hukum
tersebut tidak akan membawa dampak yang signifikan pada hasil usaha, posisi keuangan maupun
likuiditas Bank.
15. TRANSAKSI SPOT VALUTA ASING YANG BELUM DISELESAIKAN
Transaksi spot yang belum diselesaikan pada tanggal 31 Desember 2009 dan 2008 adalah sebagai
berikut:
Jenis
valuta
Kontrak pembelian spot
yang belum diselesaikan
Kontrak penjualan spot
yang belum diselesaikan
2009
Jumlah
dalam mata
uang asal
2008
Rp juta
Jumlah
dalam mata
uang asal
Rp juta
USD
JPY
SGD
EUR
AUD
CAD
CHF
GBP
HKD
NZD
126.378.744
1.438.079.184
64.622.141
42.801.422
58.234.288
1.313.417
2.230.000
11.348.266
64.451.093
-
1.187.328
146.957
433.259
579.635
492.264
11.775
20.331
172.096
78.081
3.121.726
49.708.992
59.492.400
3.655.142
6.821.503
10.369.589
33.697
1.879.729
532.145
541.828
7.178
27.735
104.754
78.335
303
29.616
3.363
793.112
USD
JPY
SGD
EUR
GBP
AUD
CAD
NZD
CHF
HKD
281.885.288
2.865.077
833.811
5.408.946
5.210.000
2.232.149
11.472
300.000
771.093
2.648.312
293
5.590
73.250
79.009
18.869
78
2.735
934
2.829.070
54.470.446
58.222.840
1.230.734
5.691.605
580.620
3.241.833
261.273
532.145
-
593.728
7.025
9.339
87.403
9.148
24.490
2.348
3.363
736.844
The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited Cabang Indonesia
34
THE HONGKONG AND SHANGHAI BANKING CORPORATION LIMITED –
CABANG INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN GABUNGAN
TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2009 DAN 2008
16. PENDAPATAN BUNGA
2009
Rp juta
Merupakan pendapatan bunga dari:
Penempatan pada bank-bank lain
Surat-surat berharga
Kredit yang diberikan
Lain-lain
126.765
728.043
2.441.547
2.218
3.298.573
2008
Rp juta
346.200
661.426
2.500.229
39.019
3.546.874
17. BEBAN BUNGA
2009
Rp juta
Merupakan beban bunga atas:
Simpanan dari nasabah bukan bank dan bank-bank lain
Lain-lain
932.555
71.587
1.004.142
2008
Rp juta
1.156.706
55.917
1.212.623
18. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI
2009
Rp juta
Bangunan dan peralatan
Beban penyusutan aset tetap
Komunikasi
Jasa diberikan oleh pihak di luar Bank (service contracted out)
Promosi dan pemasaran
Beban alokasi kantor pusat
Lain-lain
158.885
65.020
66.679
75.456
308.601
385.768
155.927
1.216.336
The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited Cabang Indonesia
2008
Rp juta
150.237
55.744
78.423
81.937
339.198
364.619
276.525
1.346.683
35
THE HONGKONG AND SHANGHAI BANKING CORPORATION LIMITED –
CABANG INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN GABUNGAN
TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2009 DAN 2008
19. PAJAK PENGHASILAN
a.
Komponen beban pajak adalah sebagai berikut:
2009
Rp juta
Pajak kini
Pajak tangguhan
b.
510.780)
(9.269)
501.511)
706.579
(68.883)
637.696)
Rekonsiliasi antara laba sebelum pajak dikalikan dengan tarif pajak maksimum yang berlaku dan
beban pajak adalah sebagai berikut:
2009
Rp juta
Laba sebelum pajak
Tarif pajak maksimum yang berlaku
Perbedaan permanen (pada tarif pajak 42,4% pada tahun
2009 dan 44% pada tahun 2008)
Efek dari tarif pajak progresif
Efek perubahan tarif pajak
Beban pajak
c.
2008
Rp juta
2008
Rp juta
993.563)
42,4%)
421.271)
1.274.462)
44%)
560.763)
71.258)
-)
8.982)
501.511)
58.397)
(14)
18.550)
637.696)
Aset dan kewajiban pajak tangguhan yang signifikan pada tanggal 31 Desember 2009 dan 2008
adalah sebagai berikut:
2009
Rp juta
Aset pajak tangguhan:
Penyisihan penghapusan aset produktif
Bonus masih harus dibayar
Kewajiban imbalan pasca-kerja
Kompensasi berbasis saham
Rugi belum direalisasi atas perubahan nilai wajar suratsurat berharga yang tersedia untuk dijual, bersih
Kewajiban pajak tangguhan:
Penyusutan aset tetap
Laba belum direalisasi atas perubahan nilai wajar suratsurat berharga yang tersedia untuk dijual, bersih
Aset pajak tangguhan, bersih
The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited Cabang Indonesia
2008
Rp juta
221.569)
70.166)
34.734)
9.220)
213.139)
58.613)
33.698)
7.758)
-)
335.689)
10.031)
323.239)
(53.470)
(40.258)
(6.941)
(60.411)
-)
(40.258)
275.278)
282.981)
36
THE HONGKONG AND SHANGHAI BANKING CORPORATION LIMITED –
CABANG INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN GABUNGAN
TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2009 DAN 2008
19. PAJAK PENGHASILAN (Lanjutan)
d.
Pada bulan September 2008, Undang-Undang Pajak Penghasilan telah berubah, dimana efektif
sejak Januari 2009, tarif progresif pajak penghasilan badan telah diubah menjadi tarif tunggal
sebesar 28% untuk tahun fiskal 2009 dan 25% untuk tahun fiskal 2010 dan seterusnya. Efek dari
berlakunya tarif pajak yang baru telah diperhitungkan dalam penilaian aset dan kewajiban pajak
tangguhan pada tanggal 31 Desember 2009 dan 2008. Sebagai cabang, Bank juga menerapkan
pajak penghasilan cabang sebesar 20% dari laba bersih.
e.
Pada tanggal 31 Desember 2009, jumlah kewajiban pajak tangguhan termasuk kewajiban pajak
tangguhan yang berasal dari laba belum direalisasi atas perubahan nilai wajar surat-surat
berharga yang tersedia untuk dijual (bersih) adalah sebesar Rp 6.941 juta, dan jumlah aset pajak
tangguhan pada tanggal 31 Desember 2008 termasuk aset pajak tangguhan yang berasal dari rugi
belum direalisasi atas perubahan nilai wajar surat-surat berharga yang tersedia untuk dijual
(bersih) sebesar Rp 10.031 juta, yang telah dicatat sebagai bagian dari rekening kantor pusat.
f.
Sesuai peraturan perpajakan di Indonesia, Bank melaporkan/menyetorkan pajak berdasarkan
sistem self-assessment. Fiskus dapat menetapkan atau mengubah pajak-pajak tersebut dalam
jangka waktu tertentu sesuai dengan peraturan yang berlaku.
20. JASA KUSTODIAN
Divisi Jasa Kustodian Bank mendapatkan ijin untuk menyediakan jasa kustodian dari Badan
Pengawas Pasar Modal (sekarang Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan)
berdasarkan Surat Keputusan No. KEP-81/PM/1991 tanggal 27 September 1991.
Pada tanggal 31 Desember 2009 dan 2008, aset yang disimpan dan diadministrasikan oleh Divisi Jasa
Kustodian Bank terdiri dari saham, obligasi, deposito berjangka, sertifikat deposito, surat-surat
berharga dan instrumen pasar modal dan pasar uang lainnya.
Jasa yang ditawarkan oleh Divisi Jasa Kustodian Bank meliputi jasa penyimpanan, penyelesaian dan
penanganan transaksi serta penagihan pendapatan.
The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited Cabang Indonesia
37
THE HONGKONG AND SHANGHAI BANKING CORPORATION LIMITED –
CABANG INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN GABUNGAN
TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2009 DAN 2008
21. KANTOR CABANG PEMBANTU SYARIAH
Informasi keuangan kantor cabang pembantu syariah Bank (HSBC Amanah Finance) pada tanggal
dan untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2009 dan 2008 adalah sebagai berikut:
2009
Rp juta
2008
Rp juta
Neraca:
Jumlah aset
Jumlah kewajiban
Saldo rugi
387.738)
396.453)
(8.715)
310.482(
341.728(
(31.246)
Laporan laba rugi:
Jumlah pendapatan
Jumlah beban
Rugi bersih
29.042)
37.757)
8.715)
8.534(
39.780(
31.246(
22. POSISI DEVISA NETO
Posisi devisa neto Bank pada tanggal 31 Desember 2009 dan 2008 dihitung berdasarkan peraturan
Bank Indonesia yang berlaku. Berdasarkan peraturan tersebut, bank-bank diwajibkan untuk
memelihara posisi devisa neto secara keseluruhan dan untuk neraca setinggi-tingginya 20% dari
modal.
Pada tanggal 31 Desember 2009 dan 2008, posisi devisa neto Bank adalah sebagai berikut:
Jenis valuta
AUD
CAD
CHF
DKK
EUR
GBP
HKD
INR
SAR
JPY
MYR
NOK
NZD
SEK
SGD
THB
USD
Jumlah
Jumlah modal
(Catatan 25)
Posisi devisa
neto
Posisi
devisa neto
untuk neraca
(selisih bersih
aset dan
kewajiban)
Rp juta
(1.019.808)
(37.210)
(39.851)
137)
(666.774)
(305.087)
(78.018)
(396)
117)
(130.319)
(1)
156)
(99.007)
189)
(426.186)
(4)
3.339.375)
537.313)
2009
Selisih
bersih
tagihan dan
kewajiban
di rekening
administratif
Rp juta
1.022.267)
38.884)
37.863)
-)
665.373)
304.133)
77.148)
-)
-)
129.495)
-)
-)
97.967)
-)
427.674)
-)
(3.342.067)
Posisi devisa
neto secara
keseluruhan
(nilai absolut)
Rp juta
Posisi
devisa neto
untuk neraca
(selisih bersih
aset dan
kewajiban)
Rp juta
2008
Selisih
bersih
tagihan dan
kewajiban
di rekening
administratif
Rp juta
2.459
1.674
1.988
137
1.401
954
870
396
117
824
1
156
1.040
189
1.488
4
2.692
16.390
(1.406.793)
(55.077)
(40.998)
463)
(1.099.993)
(208.902)
(464.532)
(394)
1.791)
(504.736)
(1)
311)
(274.435)
368)
(397.482)
(103)
4.541.331)
90.818)
4.017.522)
4.017.522
3.735.385)
3.735.385
13,37%)
0,41%
2,43%)
2,82%
The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited Cabang Indonesia
1.408.266)
56.358)
37.819)
-)
1.096.126)
204.793)
464.001)
-)
-)
485.465)
-)
-)
271.672)
-)
378.909)
(332)
(4.494.691)
Posisi devisa
neto secara
keseluruhan
(nilai absolut)
Rp juta
1.473
1.281
3.179
463
3.867
4.109
531
394
1.791
19.271
1
311
2.763
368
18.573
435
46.640
105.450
38
THE HONGKONG AND SHANGHAI BANKING CORPORATION LIMITED –
CABANG INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN GABUNGAN
TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2009 DAN 2008
23. JATUH TEMPO ASET DAN KEWAJIBAN
Jatuh tempo dari aset dan kewajiban pada tanggal 31 Desember 2009 berdasarkan sisa jangka waktu
sampai dengan tanggal jatuh tempo dapat diikhtisarkan sebagai berikut:
Hingga
1 bulan
Rp juta
Aset:
Kas
Giro pada Bank
Indonesia
Giro pada bank-bank
lain, bersih
Penempatan pada
bank-bank lain,
bersih
Efek yang dibeli
dengan janji dijual
kembali, bersih
Surat-surat berharga,
bersih
Tagihan derivatif,
bersih
Kredit yang diberikan,
bersih
Wesel ekspor dengan
negosiasi, bersih
Tagihan akseptasi,
bersih
Pendapatan masih
harus diterima
Investasi jangka
panjang
Aset tetap, bersih
Aset pajak
tangguhan, bersih
Aset lain-lain, bersih
Kewajiban:
Simpanan dari
nasabah bukan
bank
Simpanan dari bankbank lain
Kewajiban derivatif
Kewajiban akseptasi
Beban masih harus
dibayar
Hutang pajak
Taksiran kerugian
atas transaksi
rekening
administratif
Kewajiban pada
kantor cabang lain
Kewajiban lain-lain
Posisi neto
> 1 hingga 3
bulan
Rp juta
> 3 hingga 12
bulan
Rp juta
> 1 hingga 5
tahun
Rp juta
Tidak mempunyai
tanggal jatuh
tempo secara
kontraktual
Rp juta
> 5 tahun
Rp juta
Jumlah
Rp juta
-)
-)
-)
-)
-)
220.163)
220.163)
-)
-)
-)
-)
-)
988.622)
988.622)
-)
-)
-)
-)
-)
199.088)
199.088)
9.257.254)
782.131)
16.887)
-)
-)
-)
10.056.272)
-)
-)
237.661)
-)
-)
-)
237.661)
1.952.974)
2.208.902)
1.186.512)
1.102.389)
363.767)
-)
6.814.544)
15.589)
16.295)
177.535)
762.154)
435.034)
-)
1.406.607)
9.427.090)
2.859.468)
1.718.909)
2.622.405)
119.265)
-)
16.747.137)
300.699)
127.987)
92.562)
-)
-)
-)
521.248)
401.433)
323.988)
148.514)
-)
-)
-)
873.935)
-)
-)
-)
-)
-)
203.238)
203.238)
-)
-)
-)
-)
-)
-)
-)
-)
-)
-)
1.500)
248.673)
1.500)
248.673)
-)
-)
21.355.039)
-)
-)
6.318.771)
-)
-)
3.578.580)
-)
-)
4.486.948)
-)
-)
918.066)
275.278)
397.807)
2.534.369)
275.278)
397.807)
39.191.773)
24.102.744)
2.809.673)
603.940)
-)
75.175)
-)
27.591.532)
1.390.844)
14.015)
409.076)
109.621)
15.484)
327.928)
-)
237.857)
150.022)
-)
957.274)
-)
-)
530.054)
-)
-)
-)
-)
1.500.465)
1.754.684)
887.026)
-)
57.052)
-)
-)
-)
201.105)
-)
-)
-)
-)
873.843)
-)
873.843)
258.157)
-)
-)
-)
-)
-)
78.448)
78.448)
1.523)
924.788)
26.900.042)
-)
264.099)
3.526.805)
1.619.750)
116.238)
2.928.912)
1.879.000)
55.029)
2.891.303)
-)
1.399)
606.628)
-)
541.504)
1.493.795)
3.500.273)
1.903.057)
38.347.485)
(5.545.003)
2.791.966)
649.668)
1.595.645)
311.438)
1.040.574)
844.288)
The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited Cabang Indonesia
39
THE HONGKONG AND SHANGHAI BANKING CORPORATION LIMITED –
CABANG INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN GABUNGAN
TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2009 DAN 2008
24. TRANSAKSI DENGAN PIHAK-PIHAK YANG MEMPUNYAI HUBUNGAN
ISTIMEWA
Bank melakukan transaksi keuangan dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa, yang
dilakukan sesuai dengan syarat dan kondisi normal seperti yang dilakukan dengan pihak ketiga.
Saldo dan transaksi yang signifikan dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa pada
tanggal dan selama tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2009 dan 2008 adalah sebagai berikut:
2009
Rp juta
Giro pada bank-bank lain
Penempatan pada bank-bank lain
Tagihan derivatif
Kredit yang diberikan
Aset lain-lain
Simpanan dari bank-bank lain
Kewajiban derivatif
Kewajiban pada kantor cabang lain
Kewajiban lain-lain
Pendapatan bunga
Beban bunga
Pendapatan komisi lainnya
Beban komisi lainnya
Beban umum dan administrasi
196.374
1.686.497
129.928
3.315
43.637
131.810
340.389
3.500.273
720.203
2.207
61.015
47.546
28.224
397.728
2008
Rp juta
1.600.001
401.056
1.918.729
4.516
275.740
16.877
825.920
4.236.234
1.277
38.880
36.918
97.915
15.607
377.158
Rincian tagihan/kewajiban kontinjensi dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa pada
tanggal 31 Desember 2009 dan 2008 adalah sebagai berikut:
2009
Rp juta
2008
Rp juta
Tagihan kontinjensi:
Garansi yang diterima dari bank-bank lain
1.747.824
2.512.408
Kewajiban kontinjensi:
Bank garansi yang diterbitkan
1.069.515
1.209.778
The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited Cabang Indonesia
40
THE HONGKONG AND SHANGHAI BANKING CORPORATION LIMITED –
CABANG INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN GABUNGAN
TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2009 DAN 2008
25. RASIO KEWAJIBAN PENYEDIAAN MODAL MINIMUM
Rasio kewajiban penyediaan modal minimum Bank pada tanggal 31 Desember 2009 dan 2008, yang
dihitung berdasarkan peraturan Bank Indonesia yang berlaku adalah sebagai berikut:
2009
Rp juta
Komponen modal:
Penyertaan kantor pusat
Dana usaha (Catatan 13)
Laba tahun berjalan (50%)
Laba tahun-tahun sebelumnya (tanpa memperhitungkan dampak
pajak penghasilan tangguhan)
Cadangan umum penyisihan penghapusan aset produktif
(maksimum 1,25% dari aset tertimbang menurut resiko)
Dikurangi: Investasi jangka panjang
Jumlah modal
Aset tertimbang menurut resiko
2008
Rp juta
28.000)
3.498.750)
241.392)
28.000)
3.212.316)
283.942)
-)
(154.385)
250.880)
4.019.022)
(1.500)
4.017.522)
367.012)
3.736.885)
(1.500)
3.735.385)
21.004.058)
31.135.527)
19,13%)
12,00%)
Rasio kewajiban penyediaan modal minimum
Sesuai dengan peraturan Bank Indonesia yang berlaku, rasio kewajiban penyediaan modal minimum
harus dihitung tanpa memperhitungkan dampak dari pajak penghasilan tangguhan.
26. MANAJEMEN RISIKO
Manajemen risiko
Seluruh aktivitas Bank meliputi, dengan berbagai tingkatan, analisa, evaluasi, penerimaan dan
pengelolaan atas risiko atau kombinasi risiko. Kategori risiko utama yang dihadapi oleh Bank adalah
risiko kredit (termasuk risiko lintas batas negara/cross-border country risk), risiko likuiditas, risiko
pasar (termasuk risiko mata uang asing, tingkat suku bunga dan harga ekuitas), risiko operasional dan
risiko reputasi.
Kebijakan manajemen risiko Bank, yang dimuat dalam Group Standard Manual dan diteruskan dalam
hirarki kebijakan manual ke seluruh Grup serta mengkomunikasikan standar, instruksi dan pedoman
kepada para karyawan. Kebijakan ini membantu merumuskan appetite risiko serta pengendalian
risiko-risiko, melalui pelaporan kepada manajemen secara tepat waktu dan terpercaya. Bank secara
berkala meninjau kembali dan menyempurnakan kebijakan manajemen risiko, sistem dan metodologi
untuk mencerminkan perubahan dalam hukum, pasar, produk dan praktik terbaik.
The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited Cabang Indonesia
41
THE HONGKONG AND SHANGHAI BANKING CORPORATION LIMITED –
CABANG INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN GABUNGAN
TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2009 DAN 2008
26. MANAJEMEN RISIKO (Lanjutan)
Dewan Manajemen Grup (Group Management Board), dengan wewenang yang diberikan oleh Dewan
Direksi, merumuskan kebijakan manajemen risiko di tingkat tinggi. Rapat Manajemen Risiko (Risk
Management Meeting) memantau risiko, menerima laporan, menentukan langkah yang akan diambil
dan menelaah keefektifan dari kebijakan manajemen risiko Bank.
Manajemen risiko kredit
Risiko kredit adalah risiko kerugian keuangan yang terjadi jika nasabah atau counterparty gagal untuk
memenuhi kewajiban berdasarkan kontrak. Risiko ini pada dasarnya timbul dari aktivitas pemberian
kredit/penempatan, pembiayaan perdagangan (trade finance), beberapa produk rekening administratif
seperti garansi dan transaksi mata uang asing dan dari kepemilikan Bank atas aset dalam bentuk surat
utang. Bank telah menetapkan standar, kebijakan dan prosedur untuk memantau dan mengelola risiko
dari aktivitas tersebut.
Fungsi Risiko Kredit (Credit Risk Function) dalam Kantor Manajemen Grup (Group Management
Office) melakukan pengawasan tingkat tinggi dan manajemen risiko kredit untuk seluruh cabang
HSBC secara global. Tanggung jawab Credit Risk Function meliputi hal-hal berikut:
 Merumuskan kebijakan kredit dan memantau kepatuhan terhadap kebijakan tersebut
 Membentuk dan memelihara kebijakan eksposur kredit skala besar dari entitas-entitas yang
beroperasi (operating entities)
 Menerbitkan pedoman pemberian kredit untuk entitas-entitas HSBC yang didasarkan pada
anggapan dan appetite Grup dalam pemberian kredit untuk sektor pasar, kegiatan dan produk
perbankan tertentu
 Melakukan penelaahan yang independen dan penilaian risiko yang obyektif
 Memelihara dan mengembangkan sistem dan kerangka kerja peringkat risiko HSBC, untuk
menggolongkan eksposur secara tepat dan memungkinkan pelaksanaan manajemen risiko yang
terfokus
 Mengendalikan eksposur untuk surat utang yang dimiliki, dan dimana surat berharga yang dimiliki
tidak hanya untuk tujuan diperdagangkan, menetapkan batasan risiko penerbit yang formal.
Bank melaporkan berbagai aspek dari portofolio risiko kredit kepada eksekutif senior. Laporanlaporan yang dibuat untuk manajemen senior, termasuk kepada Dewan Manajemen Grup, Rapat
Manajemen Risiko, Komite Audit Grup (Group Audit Committee) dan Dewan, meliputi:
 Konsentrasi risiko dan eksposur terhadap sektor industri
 Kinerja portofolio retail
 Portofolio segmen tertentu dengan risiko yang lebih tinggi
 Pemetaan risiko (Risk Map) dari status topik risiko utama, dengan berbagai tindakan pencegahan
dan mitigasi terkait
 Debitur bermasalah berskala besar dan penyisihan penghapusan aset untuk semua segmen nasabah
 Country limit, cross-border exposure dan penyisihan penghapusan aset yang terkait
 Portofolio dan model analisa data kinerja, dan
 Hasil stress testing dan rekomendasi
The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited Cabang Indonesia
42
THE HONGKONG AND SHANGHAI BANKING CORPORATION LIMITED –
CABANG INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN GABUNGAN
TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2009 DAN 2008
26. MANAJEMEN RISIKO (Lanjutan)
Bank diharuskan untuk menerapkan kebijakan kredit, prosedur dan pedoman pemberian kredit yang
sesuai dengan standar Grup HSBC.
Manajemen Bank bertanggung jawab atas kualitas dan kinerja portofolio kredit dan untuk memantau
dan mengendalikan semua risiko kredit yang terkandung di dalam portofolionya.
Perhatian khusus diberikan atas kredit bermasalah. Unit khusus dibentuk oleh Bank untuk
menyediakan solusi dan memperkecil kerugian kredit dengan melakukan restrukturisasi atas fasilitas
kredit atau likuidasi aset/jaminan pada nilai tertinggi untuk mengurangi kerugian.
Ikhtisar mengenai konsentrasi risiko kredit pada kredit yang diberikan disajikan pada Catatan 8.
Manajemen likuiditas dan pendanaan
Risiko likuiditas adalah risiko dimana Bank tidak memiliki sumber dana yang memadai untuk
memenuhi kewajibannya pada saat jatuh tempo, atau akan memenuhinya namun dengan biaya yang
tinggi. Risiko ini timbul dari ketidakcocokan (mismatch) waktu arus kas. Risiko pendanaan timbul
ketika likuiditas yang diperlukan untuk mendanai posisi aset yang tidak likuid tidak dapat diperoleh
pada waktu yang tepat dan ketika diperlukan.
Tujuan dari kerangka dasar manajemen likuiditas dan pendanaan Bank adalah untuk memastikan
bahwa semua komitmen pendanaan dapat dipenuhi secara tepat waktu dan akses ke pasar pendanaan
dapat terkoordinasi dengan biaya yang tepat.
Bank diharuskan memelihara posisi likuiditas yang kuat dan mengelola profil likuiditas asetnya,
kewajiban dan komitmen untuk memastikan arus kas yang seimbang dan semua kewajiban yang
diantisipasi dapat dipenuhi secara tepat waktu.
Proses manajemen likuiditas dan pendanaan Grup meliputi:
 Memproyeksikan arus kas dalam berbagai stress scenario dan mempertimbangkan besarnya aset
lancar yang dibutuhkan
 Memantau likuiditas neraca dan rasio kredit yang diberikan terhadap pendanaan yang
dibandingkan dengan ketentuan internal dan regulator
 Memelihara sumber pendanaan yang beragam dengan fasilitas pendukung
 Mengelola komitmen likuiditas kontinjensi
 Memantau konsentrasi deposan agar terhindar dari ketergantungan terhadap deposan besar tertentu
dan memastikan kecukupan komposisi pendanaan secara keseluruhan
 Pemeliharaan rencana kontinjensi untuk likuiditas dan pendanaan yang matang dan praktis.
Profil jatuh tempo aset dan kewajiban Bank disajikan pada Catatan 23.
The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited Cabang Indonesia
43
THE HONGKONG AND SHANGHAI BANKING CORPORATION LIMITED –
CABANG INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN GABUNGAN
TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2009 DAN 2008
26. MANAJEMEN RISIKO (Lanjutan)
Manajemen risiko pasar
Risiko pasar adalah risiko atas pergerakan tingkat pasar, meliputi kurs mata uang asing dan harga
komoditas, tingkat suku bunga, credit spreads serta harga ekuitas yang dapat mengurangi pendapatan
Bank atau nilai dari portofolionya.
Tujuan dari manajemen risiko pasar Bank adalah untuk mengelola dan mengendalikan eksposur risiko
pasar dalam rangka mengoptimalkan tingkat pengembalian atas risiko serta memelihara profil pasar
sesuai dengan posisi Grup sebagai salah satu bank dan organisasi jasa keuangan terbesar di dunia.
Bank memisahkan eksposur terhadap risiko pasar menjadi portofolio trading atau non-trading.
Portofolio trading meliputi posisi yang timbul dari pembentukan pasar dan posisi portofolio yang
dimiliki. Portofolio non-trading terutama timbul dari manajemen aset dan kewajiban perbankan ritel
dan komersil dan investasi keuangan yang dikategorikan sebagai tersedia untuk dijual.
Bank menangani risiko pasar melalui batasan risiko yang disetujui oleh Dewan Manajemen Grup.
Batasan risiko ditentukan untuk setiap portofolio, produk dan jenis risiko, dengan likuiditas pasar
sebagai faktor utama dalam menentukan besarnya batasan (limit). Traded Credit and Market Risk,
suatu unit independen dalam Group Management Office, mengembangkan kebijakan manajemen
risiko dan teknik pengukuran, serta menelaah penggunaan batasan secara harian.
Bank diharuskan untuk menilai risiko pasar yang timbul dari setiap produk dalam usahanya dan untuk
memindahkan risiko tersebut ke unit Global Market lokal, atau ke pembukuan terpisah yang ditangani
di bawah Assets and Liability Management Committee (ALCO) lokal untuk dikelola. Tujuannya
adalah untuk memastikan bahwa semua risiko pasar telah dikonsolidasikan dalam bagian yang
memiliki keahlian, perangkat, tata kendali dan struktur pengawasan yang diperlukan untuk menangani
risiko tersebut secara profesional.
Bank menggunakan beragam cara untuk memantau dan membatasi eksposur risiko pasar. Diantaranya
adalah analisa sensitifitas, stress testing dan Value at Risk (VAR), teknik perkiraan potensi kerugian
yang bisa terjadi pada posisi risiko karena pergerakan kurs mata uang asing, tingkat suku bunga dan
harga pasar dalam jangka waktu dan tingkat keyakinan tertentu.
Portofolio trading
Pengendalian risiko pasar Bank didasarkan pada kebijakan pembatasan operasi untuk melakukan
perdagangan hanya pada instrumen yang diperkenankan oleh Group Risk untuk masing-masing entitas
yang beroperasi, melaksanakan prosedur persetujuan produk baru secara tepat, dan pembatasan
perdagangan produk derivatif yang kompleks hanya untuk entitas dalam Grup yang beroperasi dengan
tingkat keahlian dan sistem pengendalian yang memadai.
The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited Cabang Indonesia
44
THE HONGKONG AND SHANGHAI BANKING CORPORATION LIMITED –
CABANG INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN GABUNGAN
TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2009 DAN 2008
26. MANAJEMEN RISIKO (Lanjutan)
Portofolio non-trading
Tujuan utama manajemen risiko pasar untuk portofolio non-trading adalah mengoptimalkan
pendapatan bunga. Risiko pasar portofolio non-trading timbul dari mismatch antara imbal hasil di
masa datang yang dihasilkan dari aset dengan biaya pendanaannya, dikarenakan perubahan tingkat
suku bunga. Bagian terpenting dari manajemen risiko pasar Bank atas portofolio non-trading adalah
memantau sensitivitas proyeksi pendapatan bunga bersih berdasarkan berbagai skenario tingkat suku
bunga.
Manajemen risiko operasional
Risiko operasional adalah risiko kerugian yang timbul karena kegagalan proses internal, manusia dan
sistem atau dari peristiwa eksternal, termasuk risiko hukum. Risiko ini melekat pada setiap organisasi
usaha dan mencakup masalah yang luas dan beragam.
Tujuan dari manajemen risiko operasional Bank adalah untuk mengelola dan mengendalikan risiko
operasional dengan biaya yang tepat di dalam cakupan atau tingkatan risiko operasional yang sesuai
dengan appetite risiko Grup, seperti yang ditentukan oleh Dewan Manajemen Grup.
Manajer lini secara individual bertanggung jawab atas pengelolaan risiko operasional, termasuk
identifikasi, penilaian, pencegahan dan pengendalian, identifikasi kerugian dan pelaporan sesuai
dengan kerangka kerja yang ada. Merupakan tanggung jawab semua karyawan masing-masing secara
aktif mencermati adanya risiko operasional maupun potensi risiko di bidangnya.
Basis data (database) yang tersentralisasi digunakan untuk mencatat hasil dari proses manajemen
risiko operasional.
Manajemen risiko reputasi
Risiko reputasi dapat timbul dari masalah sosial, etika atau lingkungan, atau sebagai akibat dari
peristiwa yang timbul akibat risiko operasional.
Risiko reputasi ditelaah oleh Dewan, Dewan Manajemen Grup, Risk Management Meeting dan
manajemen senior pada saat perumusan kebijakan dan pembentukan standar HSBC. Kebijakankebijakan ini, yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari penjabaran sistem pengendalian
internal, dikomunikasikan melalui petunjuk dan kebijakan serta disebarluaskan melalui komunikasi
internal dan pelatihan.
The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited Cabang Indonesia
45
THE HONGKONG AND SHANGHAI BANKING CORPORATION LIMITED –
CABANG INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN GABUNGAN
TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2009 DAN 2008
27. PERISTIWA SETELAH TANGGAL NERACA
PSAK No. 50 (Revisi 2006), “Instrumen Keuangan: Pernyajian dan Pengungkapan” dan PSAK No. 55
(Revisi 2006), “Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran” telah berlaku efektif sejak tanggal
1.Januari 2010. Dalam menerapkan kedua standar baru ini, Bank telah mengidentifikasi penyesuaian
transisi sesuai dengan ketentuan transisi pada PSAK No. 55 (Revisi 2006), Buletin Teknis No. 4
tentang ketentuan transisi atas penerapan awal PSAK No. 50 (Revisi 2006) dan PSAK No. 55 (Revisi
2006) yang diterbitkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia, dan PAPI (Revisi 2008). Penyesuaian transisi
terutama akan berasal dari perhitungan ulang penyisihan penghapusan aset produktif. Perbedaan
antara penyisihan penghapusan aset produktif berdasarkan standar yang baru dan standar yang lama
akan disesuaikan ke saldo awal akun penyertaan kantor pusat pada tanggal 1 Januari 2010 sesuai
dengan ketentuan dari standar akuntansi yang baru. Saat ini, Bank masih dalam tahap penghitungan
besarnya penyesuaian transisi tersebut.
Selain itu, beberapa standar akuntansi telah dicabut sejak tanggal 1 Januari 2010, sebagai berikut:
•
•
•
PSAK No. 54 (1998), “Akuntansi untuk Restrukturisasi Utang-Piutang Bermasalah”
PSAK No. 31 (Revisi 2000), “Akuntansi Perbankan”
Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan No. 6, “Interpretasi atas Paragraf 12 dan 16 PSAK
No..55 (1999) tentang Instrumen Derivatif Melekat pada Kontrak Dalam Mata Uang Asing”.
The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited Cabang Indonesia
46