LAPORAN TAHUNAN 2013

Comments

Transcription

LAPORAN TAHUNAN 2013
LAPORAN
TAHUNAN
2013
ANNUAL
REPORT
2013
Laporan Tahunan 2013 | An n u a l R e p o r t 2013
1
2
Laporan Tahunan 2013 | A n n u a l R e p o r t 2 0 1 3
LAPORAN
TAHUNAN
2013
ANNUAL
REPORT
2013
Laporan Tahunan 2013 | An n u a l R e p o r t 2013
3
TENTANG
KEHATI
About KEHATI
Y
ayasan KEHATI adalah lembaga
nirlaba yang mengemban amanah
untuk menghimpun, mengelola dan
K
EHATI Foundation is a non-profit
organization working to collect, manage,
and distribute grants for the preservation
menyalurkan dana hibah untuk pelestarian
and utilization of biodiversity in a way that is
dan pemanfaatan keanekaragaman
prospering for the people of Indonesia. The
hayati menuju masyarakat Indonesia
Foundation was established on 12 January
yang sejahtera. Yayasan KEHATI didirikan
1994 in Jakarta; its Articles of Association has
pada tanggal 12 Januari 1994 di Jakarta
been officially recognized by the Minister of
dan memiliki akte anggaran dasar yang
Law and Human Rights as a legal foundation
telah mendapatkan pengesahan Menteri
in accordance with Law number 16 of 2001
Hukum dan HAM sebagai Badan Hukum
concerning Foundations and its changes with
Y ay asan ses ua i denga n kete ntua n
Law number 28 of 2004. KEHATI is also listed
Undang-Undang Nomor 16 tahun 2001
in the Internal Revenue Service of the United
tentang Yayasan serta perubahannya
States as a grantmaking foundation for
sesuai dengan Undang-Undang Nomor 28
biodiversity conservation efforts in Indonesia.
tahun 2004. Lembaga ini juga terdaftar di
Departemen Perpajakan Amerika Serikat
sebagai yayasan pemberi hibah untuk
kegiatan konservasi keanekaragaman
hayati di Indonesia.
4
Laporan Tahunan 2013 | A n n u a l R e p o r t 2 0 1 3
Keberadaan KEHATI erat kaitannya dengan
The existence of KEHATI Foundation is closely
komitmen Indonesia untuk melaksanakan
related to Indonesia’s commitment to the
Konvensi Keanekaragaman Hayati yang
realization of the Convention on Biodiversity
dihasilkan dari KTT Bumi di Rio de Janeiro
resulted from the 1992 Earth Summit held
pada tahun 1992 dan Deklarasi Tokyo
in Rio de Janeiro and the Tokyo Declaration
tahun 1993 dimana pemimpin tiga negara
in 1993, in which Indonesia, the United
yaitu Indonesia, Amerika Serikat dan
States and Japan agreed to work together
Jepang sepakat untuk bekerjasama dalam
to preserve biodiversity as part of the global
melestarikan keanekaragaman hayati
effort of preventing the loss of the world’s
sebagai bagian dari upaya global untuk
natural resources. In accordance with
mencegah hilangnya sumber daya hayati
the agreements of the Tokyo Declaration,
dunia. Sesuai dengan kesepakatan dalam
the Government of the United States of
Deklarasi Tokyo, Pemerintah Amerika Serikat
America provided supports for Indonesia’s
memberikan dukungannya untuk pelestarian
biodiversity conservation, which formed
keanekaragaman hayati Indonesia, yang
a basis for the KEHATI Foundation. Japan
menjadi cikal bakal keberadaan organisasi
also offered supports for the Government
KEHATI. Sementara, Pemerintah Jepang
of Indonesia by developing our national
memberikan dukungan kepada Pemerintah
biodiversity information system (National
Indonesia dengan membangun sistem
Biodiversity Information Network and the
informasi keanekaragaman hayati nasional
Information Centre for Nature Conservation).
(National Biodiversity Information Network,
dan Pusat Informasi Konservasi Alam).
Since its establishment earlier, KEHATI
Foundation has been trusted with an
Pada awal keberadaannya, Yayasan KEHATI
endowment fund of USD 16.5 million
mendapat kepercayaan mengelola Dana
through an agreement with USAID
Abadi (endowment fund) sebesar 16.5 juta
(United States Agency for International
Dollar Amerika, melalui sebuah perjanjian
Development), which was signed in 1995 for
kerja sama antara KEHATI dan USAID
a ten-year period. Then since 2006, KEHATI
(United States Agency for International
Foundation has still been fully entrusted
Development) yang ditandatangani pada
to manage those funds as its endowment
tahun 1995 untuk jangka waktu 10 tahun.
fund to provide supports for resources and
Selanjutnya, sejak tahun 2006, Yayasan
to facilitate the activities of various civil
KEHATI telah sepenuhnya dipercaya
society organizations, e.g., Non-Government
mengelola dana tersebut sebagai Dana Abadi
Or ga n i za ti o n s, i n d i ge n o u s a n d l oca l
yayasan untuk mendukung sumber daya dan
groups, research, educational and cultural
memfasilitasi kegiatan berbagai organisasi
organizations, and other components of the
antara lain, Lembaga Swadaya Masyarakat
society.
(LSM), Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM),
lembaga penelitian, pendidikan, kebudayaan
dan komponen masyarakat madani lainnya.
Laporan Tahunan 2013 | An n u a l R e p o r t 2013
5
KEHATI terus berupaya melakukan
Furthermore, KEHATI continuously strives
perbaikan dan peningkatan kualitas
to improve and increase its quality in
manajemen pengelolaan hibah antara
managing the process of awarding grants
lain termasuk proses pemberian hibah
to its partners, which was proven by its
kepada mitra, dimana Yayasan KEHATI
obtaining ISO 9001:2008 certifications since
telah berhasil mendapatkan sertifikasi ISO
2012.
9001: 2008 sejak tahun 2012
KEHATI also ensures transparency and
Transparansi dan akuntabilitas senantiasa
accountability through annual financial
KEHATI jaga melalui pelaksanaan audit
audits with results published in national
keuangan setiap tahun yang hasilnya
mass media, as well as through periodic
dipublikasikan di media massa nasional,
evaluation by external independent
serta evaluasi program oleh tim
consultants that provide objective feedbacks
konsultan eksternal independen untuk
to further improve the Foundation.
menghasilkan masukan yang obyektif
untuk mendorong KEHATI ke arah yang
lebih baik.
In the first year of the realization of its
Strategic Plan (Rencana Strategis/Strategic
Plan) 2013-2017, KEHATI achived several
Di tahun pertama pelaksanaan Renstra
accomplishments, one of which was
2013 - 2017, beberapa kemajuan telah
that through Multistakeholder Forestry
berhasil dicatat oleh Yayasan KEHATI. Salah
Prorgamme (MFP), Indonesia government
satunya adalah melalui Multistakeholder
successfully signed the mutual agreement
Forestry Prorgamme (MFP) Pemerintah
on legal Indonesian timber trade for
Indonesia berhasil merealisasikan
European market. The voluntary partnership
penandatanganan kesepakatan bersama
agreement (VPA) concerning Forest Law
perdagangan kayu legal Indonesia di
Enforcement, Governance and Trade (FLEGT)
pasar Eropa. Kesepakatan kemitraan
with European Union (EU) had been aimed
sukarela (voluntary partnership agreement,
for years and finally came into realization
VPA) tentang penegakan hukum,
and was signed on 30 September 2013.
tatakelola, dan perdagangan hasil hutan
(Forest Law Enforcement, Governance and
Trade, FLEGT) dengan Uni Eropa (UE) ini
telah diusahakan selama bertahun-tahun,
hingga akhirnya bisa ditandatangani pada
30 September 2013.
6
Laporan Tahunan 2013 | A n n u a l R e p o r t 2 0 1 3
Laporan Tahunan 2013 | An n u a l R e p o r t 2013
7
DAFTAR ISI
I.
Visi dan Misi KEHATI
II.
Nilai-nilai Dasar Organisasi
10
Vision & Mission
12
Pendekatan KEHATI
14
Berdasarkan Renstra 2013-2017
IV.
42
A. Forest Ecosystem
ii. TFCA Sumatera
45
iii. TFCA Kalimantan
62
iv. MFP2
71
B. Ekosistem Pertanian:
80
Di mana KEHATI bekerja?
20
24
B. Agro Ecosystem
Pesan Ketua Pengurus
i. Taman Kehati dan Pemberdayaan
26
Yayasan Kehati
28
Introduction from the
Program Performance
ii. Pelestarian Sumber Pangan Lokal
Pulau-Pulau Kecil:
31
82
ii. Conservation of Local Food Sources
C. Ekosistem Pesisir dan
Executive Director
Kinerja Program
Masyarakat Lokal
Empowerment
of the Executive Board
Pengantar Direktur Eksekutif
81
i. Taman Kehati and Local Community
Message from Chairman
8
8
A. Ekosistem Hutan
42
of the Governing Board
VIII.
Sustainable Conservation and
Renstra 2013-2017
Message from Chair
VII.
Pemanfaatan Berkelanjutan
i. Green Corridor Initiatives
Pesan Ketua Pembina
VI.
39
Kehati’s Approach Based on
Where KEHATI Works?
V.
Program Pelestarian dan
Utilization program
Organization’s Values
III.
IX.
C. Coastal & Small Islands Ecosystem
Laporan Tahunan 2013 | A n n u a l R e p o r t 2 0 1 3
Laporan Tahunan 2013 | A n n u a l R e p o r t 2 0 1 3
85
CONTENTS
i. Konservasi Spesies Terancam,
86
Dilindungi, atau Langka
Threatened Species
88
89
masyarakat lokal
91
91
95
Sumber Daya
Communication and Resource
Mobilization
Laporan Tahunan 2013 | An n u a l R e p o r t 2013
Laporan Tahunan 2013 | An n u a l R e p o r t 2013
i. List of KEHATI Partners of 2013
ii. Struktur Organisasi KEHATI
142
iii. Daftar Publikasi yang didukung
144
iii. List of Publications Supported
iv. Dewan Pembina, Pengawas,
145
Pengurus, Komite dan
i. Agricultural Ecosystems
Komunikasi dan Penggalangan
130
by KEHATI Foundation
i. Forest Ecosystems
X.
i. Daftar Mitra KEHATI 2013
KEHATI
D. Advocacy for Public Policy
ii. Ekosistem Pertanian
129
KEHATI Foundation
Empowerment
i. Ekosistem Hutan
Financial Report
ii. Organizational Structure of the
iii. Ecotourism and Local Community
D. Advokasi Kebijakan Publik
115
Attachments
ii. Mangrove Forest Conservation
iii. Ekowisata dan pemberdayaan
Laporan Audit Keuangan
XII. Lampiran
i. Conservation of Rare, Protected and
ii. Konservasi Hutan Mangrove
XI.
99
Manajemen
iv. Governing Board, Oversight
Committee, Executive Board,
Executive Committee and
Management of KEHATI
Foundation
9
9
I. VISI
& MISI KEHATI
Vision & Mission
FOTO
10
Laporan Tahunan 2013 | A n n u a l R e p o r t 2 0 1 3
VISI
KEHATI
2013-2017
KEHATI’S
VISION
2013-2017
Visi KEHATI 2013 - 2017
Menjadi agen perubahan yang terpercaya dan berpengaruh
dalam mendukung pelestarian dan pemanfaatan
keanekaragaman hayati dan lingkungan hidup secara adil dan
berkelanjutan.
Becoming a trustworthy agent of change that draws impacts in
supporting conservation and utilization of the environment and
biodiversity in fair and sustainable manners
MISI KEHATI
2013-2017
·
Peningkatan
kesadartahuan dan
pemahaman untuk
mendorong perubahan
perilaku masyarakat
· Raising public awareness
and understanding to
stimulate changes in public
behaviour
·
Penggalangan,
pengelolaan dan
penyaluran sumber daya · Developing, managing and
distributing resources ·
Pemberdayaan lembaga
masyarakat · Empowering community
groups ·
Pemberian dukungan
kepada pertumbuhan
gerakan ekonomi berbasis
sumber daya alam
terbarukan
· Facilitating and supporting
economy movement growth
that is based on renewable
natural resources
·
Pendorongan terciptanya
kebijakan publik
untuk pelestarian
keanekaragaman hayati
Laporan Tahunan 2013 | An n u a l R e p o r t 2013
Indonesia
· Enhancing the establishment
of public policies for the
conservation of biodiversity
in Indonesia
11
II. NILAI-NILAI
DASAR ORGANISASI
Keanekaragaman.
KEHATI meyakini bahwa
keanekaragaman hayati dan kehidupan
di dalamnya menjamin keberlangsungan
kehidupan di bumi.
Keberlanjutan.
KEHATI menjunjung tinggi prinsipprinsip pembangunan yang
berkelanjutan dengan mengedepankan
wawasan yang holistik dan berjangka
panjang melalui pendekatan yang
Keadilan.
Meyakini bahwa kehidupan yang adil
merupakan cita-cita bagi semua manusia
menyeluruh dan terpadu
Kemandirian.
tanpa pengecualian, termasuk golongan
KEHATI mengutamakan kemampuan
masyarakat dan daerah; antar-wilayah
dan keswadayaan masyarakat dalam
dan antar-generasi.
memenuhi kebutuhan sendiri.
Mencegah kondisi ketergantungan pada
pihak luar dengan mengembangkan
Kepedulian.
kemandirian dalam mengelola sumber
Meyakini bahwa kehidupan yang adil
penyelesaian masalah.
merupakan cita-cita bagi semua manusia
tanpa pengecualian, termasuk golongan
daya, mengambil keputusan dan
masyarakat dan daerah; antar-wilayah
Kepercayaan.
dan antar-generasi.
KEHATI mengutamakan kemampuan
dan keswadayaan masyarakat dalam
memenuhi kebutuhan sendiri.
Bertanggung Jawab &
Mencegah kondisi ketergantungan pada
Bertanggung Gugat.
kemandirian dalam mengelola sumber
pihak luar dengan mengembangkan
KEHATI menumbuhkan sikap jujur,
daya, mengambil keputusan dan
terbuka, dan bertanggung jawab
penyelesaian masalah.
kepada komunitas, publik dan generasi
yang akan datang dan mendorong tata
kelola yang baik dengan perangkat
sistem yang menjamin transparansi dan
akuntabilitas kepada publik dan para
pemangku kepentingan.
12
Laporan Tahunan 2013 | A n n u a l R e p o r t 2 0 1 3
Organization’s Values
Diversity.
KEHATI believes that biodiversity
and all organisms contained within
ensure the sustainability of life on
earth.
Sustainability.
KEHATI holds high principles of sustainable
development that applies a holistic and
long-term perspective through integrated
and inclusive approaches.
Equality.
Independence.
KEHATI believes that equality is an
Meyakini bahwa kehidupan yang adil
aspiration shared by all people on earth
without exception, including all members
of communities and places; across regions
and generations.
Sense of Concern.
KEHATI shows great concern and
supports the values of humanity and
life. KEHATI pays close attention to all
organisms, ecological integrity and
natural preservation, poor and marginal
community groups, as well as local and
indigenous wisdom and rights.
merupakan cita-cita bagi semua manusia
tanpa pengecualian, termasuk golongan
masyarakat dan daerah; antar-wilayah
dan antar-generasi.
Trust.
KEHATI values trust as a mandate; a
principal asset in maintaining cooperation
and partnership. KEHATI strives to develop
and maintain its mandate and the high
confidence the Foundation has been
entrusted with.
Responsibility and
Accountability.
KEHATI instills the values of honesty,
openness, and responsibility into the
community, public, and future generations
and encourages good governance through
systems that ensure transparency and
accountability to the community and
stakeholders.
Laporan Tahunan 2013 | An n u a l R e p o r t 2013
13
III. PENDEKATAN
III. PENDEKATAN
KEHATI
KEHATI
BERDASARKAN
BERDASARKAN
RENSTRA
RENSTRA
2013-2017
2013-2017
KEHATI’s Approach
Based
on Renstra
2013-2017
KEHATI’s
Approach
K
yang sangat luar biasa. Oleh karena itu,
B
diperlukan pendekatan yang tepat untuk
potentials for utilization and conservation.
dapat menggali potensi tersebut sehingga
For KEHATI Foundation, these approaches
dapat dimanfaatkan dan dilestarikan.
translate into strategies to implement its
Bagi Yayasan Keanekaragaman Hayati
vision and missions.
eanekaragaman hayati (kehati)
di Indonesia adalah aset yang
besar, dan menyimpan potensi
Indonesia (KEHATI), pendekatan ini juga
berarti strategi untuk menjalankan visi
dan misinya.
iodiversity is undoubtedly a great asset
in Indonesia, and it holds as great
potentials.
Therefore,
appropriate
approaches are needed to bring forth those
In facing threats to biodiversity in Indonesia,
KEHATI Foundation plays two strategic roles
and positions. Firstly, it is a grantmaking
Dalam upayanya menghadapi ancaman
foundation, the role which has become
terhadap kehati di Indonesia, Yayasan
a specific characteristic of KEHATI. As a
KEHATI mengambil dua posisi dan
grantmaking foundation, KEHATI provides
peran strategis. Pertama adalah
financial supports to its partners and
sebagai Lembaga Grant-making yang
stakeholders in implementing programmes
merupakan ciri khusus dari yayasan ini.
in accordance to the efforts of biodiversity
Dengan perannya itu, Yayasan KEHATI
conservation. These funds are distributed
memberikan dukungan dana terhadap
openly and hold public accountability.
mitra dan pemangku kepentingan dalam
Secondly, KEHATI plays the roles of facilitator
menjalankan program-program yang
and multiparty mediator. These roles allow
selaras dengan upaya pelestarian kehati.
KEHATI Foundation to build and maintain
Dana tersebut diberikan secara terbuka
strategic relationships with various parties to
dan memiliki akuntabilitas kepada publik.
ensure the conservations and utilization of
Kedua, sebagai Fasilitator dan Jembatan
biodiversity in Indonesia.
Multipihak. Peran ini memungkinkan
Yayasan KEHATI untuk menjalin
14
Laporan Tahunan 2013 | A n n u a l R e p o r t 2 0 1 3
hubungan strategis dengan berbagai
For the next five years since 2013, in
pihak demi terlaksananya pelestarian dan
order to achieve effective and efficient
pemanfaatan kehati di Indonesia.
objectives, KEHATI’s strategic programmes
Selama lima tahun ke depan, dimulai
sejak tahun 2013, guna mencapai tujuan
efektif dan tepat guna, rangkaian program
strategis KEHATI perlu memiliki titik-titik
fokus yang diidentifikasi sebagai perhatian
utama. Titik-titik fokus implementasi
program antara lain akan didasarkan
melalui pendekatan berbasis ekosistem,
dilaksanakan dengan skema programatik
dan terkait kepada isu Pangan, Energi,
Kesehatan, dan Air (PEKA). Komponen
need to focus on certain identified main
concerns. These focus concerns of the
programme implementation are based on
ecosystem-based approaches, realized using
programmed schemes and in accordance to
the issue of food, energy, health and water
(Pangan, Energi, Kesehatan, dan Air / PEKA).
These components are basic needs of human
and biodiversity is essentially necessary to
provide PEKA at the levels of ecosystem,
species, as well as genetics.
PEKA merupakan kebutuhan dasar
Meanwhile, in terms of basic strategies of
manusia, sehingga adanya kehati menjadi
KEHATI Foundation work implementation, in
mutlak untuk dapat berfungsi sebagai
the effort of conservation and utilization of
penyedia jasa PEKA baik di tingkat
biodiversity, the foundation’s interventions
ekosistem, spesies maupun genetik.
target three areas of ecosystem types:
Kemudian dari sisi strategi dasar
pelaksanaan kerja Yayasan KEHATI,
agricultural ecosystems, forest ecosystems,
and coastal and small island ecosystems.
dapat dijelaskan bahwa dalam upaya
In agricultural ecosystems, KEHATI reinforces
pelestarian dan pemanfaatan kehati, area
the development of ecological farming models
intervensi yayasan diarahkan pada tiga
and practices that put local knowledge and
tipe ekosistem, yaitu ekosistem pertanian,
wisdom in line with technology advancement,
ekosistem hutan serta ekosistem pesisir
based on local contexts. KEHATI also supports
dan pulau pulau kecil.
the conservation efforts of genetic resources
Pada ekosistem pertanian, KEHATI
mendorong pengembangan model
dan praktek pertanian ekologis yang
and plant species, especially neglected
farm plants that are necessary for food
sustainability.
menyelaraskan kearifan pengetahuan
lokal dan pengembangan teknologi,
sesuai dengan konteks lokal. KEHATI
juga akan mendukung upaya pelestarian
sumberdaya genetik, dan spesies
tanaman, terutama tanaman pertanian
yang terabaikan dan berhubungan dengan
ketahanan pangan.
Laporan Tahunan 2013 | An n u a l R e p o r t 2013
15
Pada ekosistem hutan, KEHATI mendorong
In forest ecosystems, KEHATI enhances
penerapan secara ketat kaidah-kaidah
the strict application of sustainable forest
pengelolaan hutan lestari, termasuk
management principles, including preventing
mencegah kerusakan sumber daya hutan
further destruction of forest resources,
lebih lanjut, dan pada saat yang sama
and at the same time accelerating forest
melakukan percepatan rehabilitasi hutan
rehabilitation
yang telah rusak untuk memulihkan
increase its productivity, and minimize
fungsi, meningkatkan produktivitas dan
global warming effects. Beside opening doors
m e m i ni m a l k a n d a m p a k p e m a n a s a n
of opportunity for cooperations in forest
global. Selain membuka peluang
conservation with forest industries, KEHATI
kerjasama pelestarian kawasan hutan
also provides partnership to the government
dengan perusahaan industri kehutanan,
in perfecting the policy on community-based
KEHATI juga mendampingi pemerintah
forest management efforts.
dalam penyempurnaan kebijakan dalam
kaitan upaya-upaya pengelolaan hutan
berbasis masyarakat.
to
restore
its
functions,
Particularly in coastal and small island
ecosystems, KEHATI encourages endemic/
rare/protected species conservation efforts,
Khusus pada ekosistem pesisir dan
development of community-based coast
pulau-pulau kecil, KEHATI mendorong
and small island management models,
upaya konservasi spesies endemik/
rehabilitation of coastal and small island
langka/dilindungi, pengembangan model
ecosystems, as well as adaptations to climate
pengelolaan pesisir dan pulau-pulau
change.
kecil berbasis masyarakat, mendorong
rehabilitasi ekosistem pesisir dan pulaupulau kecil serta upaya adaptasi terhadap
perubahan iklim.
To ensure that the activities in those
ecosystems work in accordance to KEHATI’s
vision and missions, the foundation uses
following patterns of approach: community
Agar kegiatan kerja di masing-masing
empowerment for sustainable conservation
ekosistem itu sejalan dengan visi dan misi
and utilization, advocacy on public policy
Yayasan KEHATI, maka pola pendekatan
for better policies, shared learning process
yang diambil berupa; pemberdayaan
for the increase of stakeholder’s capacity,
masyarakat guna mendorong pelestarian
and support and participation raising from
dan pemanfaatan secara berkelanjutan,
various parties to optimize the roles of KEHATI
advokasi kebijakan publik untuk
Foundation’s multiparty partner groups.
mendorong terjadinya perubahan
kebijakan ke arah yang lebih baik,
pembelajaran bersama untuk lebih
meningkatkan kapasitas pemangku
kepentingan, dan penggalangan
dukungan dan pertisipasi para pihak
untuk mengoptimalkan peran masing-
16
Laporan Tahunan 2013 | A n n u a l R e p o r t 2 0 1 3
masing lembaga yang telah menjadi mitra
The implementation of 2013-2017 Strategic
multipihak Yayasan KEHATI.
Plan programmes will be fully put into
Implementasi program pada Renstra 2013
– 2017 akan dilaksanakan secara utuh
di tingkat tapak. Pada periode berjalan,
masyarakat didorong lebih intensif sebagai
subyek sekaligus penerima manfaat
dalam konservasi dan pemanfaatan
kehati. Desain program diarahkan
agar masyarakat menajdi mandiri dan
berdaulat atas Pangan, Energi, Kesehatan,
dan Air (PEKA) serta bersumber pada
potensi kehati dan jasa ekosistem di
wilayahnya. Tidak hanya itu, program
juga dirancang dengan sistem kelola yang
ramah lingkungan dan berkelanjutan serta
berpegang pada kearifan lokal, baik pada
skala komunitas, desa, maupun kawasan.
Selaras dengan arah pendekatan tersebut,
kebijakan manajemen untuk mencapai
tujuan sesuai dengan Renstra 2013-2017
terbagi kedalam tiga kelompok: Program,
Komunikasi & Penggalangan Sumber
effect at the site level. In the ongoing period,
communities are intensively encouraged to
become subjects as well as beneficiary in
biodiversity conservation and utilization.
Programmes are purposefully designed to
assist communities to be independent and
self-governing in food, energy, health and
water issues (Pangan, Energi, Kesehatan dan
Air / PEKA) and based on the biodiversity
and ecosystem potentials in the area.
Furthermore, these programmes are also
designed
using
environmentally
friendly
management system and in line with local
wisdom in the scopes of community group,
village, as well as area. Because of this
approach aim, the management’s policy
to achieve the objectives in 2013-2017
Strategic Plan is categorized in three aspects:
Programmes, Communication and Resource
Development, and Grant Management and
Administration; and described as follows:
Daya, dan Penglolaan Dana Hibah &
First, Sustainable Conservation and Utilization
Administrasi, sebagai berikut:
Programme, which targets the establishment
Pertama adalah Program Pelestarian dan
Pemanfaatan Berkelanjutan yang arahnya
ditujukan pada terwujudnya kelompokkelompok masyarakat yang berdaya dan
mandiri sebagai kunci keberhasilan upaya
pelestarian dan pemanfaatan kehati yang
of empowered and independent community
groups as the key to the success of sustainable
biodiversity conservation and utilization
efforts.
As
a
grantmaking
foundation,
providing grants is a means to strengthen
and empower those community groups.
lestari. Sebagai lembaga grantmaking,
Second,
upaya penguatan dan pemberdayaan
Development
kelompok-kelompok masyarakat tersebut
one of the main components of KEHATI
dilakukan melalui pemberian dana hibah.
Foundation as a grantmaking foundation.
Kedua, melalui Program Komunikasi
dan Penggalangan Sumber Daya yang
merupakan salah satu komponen
utama Yayasan KEHATI sebagai lembaga
Laporan Tahunan 2013 | An n u a l R e p o r t 2013
Communication
and
Programme,
Resource
which
is
KEHATI is fully aware that communication
is the initial step in the efforst of resource
development,
and
therefore
will
keep
striving to promote innovative alternative
fund raising methods, each using specific
17
grantmaking. disadari bahwa komunikasi
set of strategies and approaches as well as
merupakan langkah awal dalam upaya
requiring new mechanism development in
penggalangan sumber daya. Yayasan
its implementation. Resource development
KEHATI akan terus mengembangkan
efforts in private/corporate sector need to
alternatif penggalangan dana inovatif, yang
relate to Corporate Social Responsibility (CSR)
masing-masing memerlukan strategi dan
policy and programmes of the interested
pendekatan berbeda, dan membutuhkan
companies.
pengembangan mekanisme baru bagi
pelaksanaannya. Upaya penggalangan
sumberdaya dari sektor swasta/korporasi
perlu dikaitkan dengan kebijakan dan
program Corporate Social Responsibility
(CSR) dari perusahaan yang berminat.
Third, Grant Management and Administration,
which allows the establishment of new
endowment funds through development
of investment products and partnerships
with government and donor foundations,
among of which by developing “Debt-for-
Ketiga, melalui Pengelolaan dan
Nature”/”Environmental Swap” schemes,
Administrasi Dana Abadi dibentuklah
“Green Fund” (“Reksadana Hijau”) through
‘pot-pot’ Endowment Fund baru melalui
Stock Exchange in the capital market.
pengembangan produk-produk investasi
dan kerjasama dengan lembaga donor dan
pemerintah, antara lain mengembangkan
skema “Debt-for-Nature/Environmental
Swap” dan pengembangan “Green Fund”
atau “Reksadana Hijau” melalui Bursa Efek
di pasar modal.
The clear intervention areas with their specific
focus, together with the well-categorized
management’s policy, are expected to be
able to create the sustainable biodiversity in
Indonesia. Furthermore, it is even envisioned
that forms of continuous biodiversity
utilization will also be established.
Area intervensi yang jelas dengan fokus
yang terarah ditambah lagi dengan
kebijakan manajemen yang terbagi dengan
baik diharapkan mampu menciptakan
kelestarian kehati di Indonesia. Bahkan
pada tingkat selanjutnya akan muncul
bentuk-bentuk pemanfaatan kehati yang
berkelanjutan.
18
Laporan Tahunan 2013 | A n n u a l R e p o r t 2 0 1 3
Laporan Tahunan 2013 | An n u a l R e p o r t 2013
19
IV. DI MANA KEHATI BEKERJA?
IV. Where KEHATI Works?
20
Laporan Tahunan 2013 | A n n u a l R e p o r t 2 0 1 3
Laporan Tahunan 2013 | An n u a l R e p o r t 2013
21
22
Laporan Tahunan 2013 | A n n u a l R e p o r t 2 0 1 3
Laporan Tahunan 2013 | An n u a l R e p o r t 2013
23
V. PESAN
KETUA PEMBINA
YAYASAN KEHATI
Pertama-tama sebagai Ketua Pembina saya mengucapkan terima kasih kepada pengurus, pengawas,
komite-komite, manajemen, serta seluruh karyawan dan mitra kerja Yayasan KEHATI yang setelah
melalui proses pemikiran, diskusi dan konsultasi cukup panjang, akhirnya berhasil menyusun Rencana Strategis (Renstra) KEHATI untuk periode 2013-2017 . Dengan adanya Renstra yang merangkum
20 tahun hasil perjalanan yayasan bersama para mitranya ini, kami yakin bahwa KEHATI akan dapat
meningkatkan perannya sebagai lembaga nirlaba pemberi hibah untuk pelestarian dan pemanfaatan
keanekaragaman hayati secara lebih terarah, lebih baik dan berhasil-guna dalam kurun waktu sekuPertama-tama sebagai Ketua Pembina saya mengucapkan terima kasih kepada Pengurus, Pengawas,
rangnya 5-10 tahun berikutnya.
dan Komite, serta Manajemen, dan seluruh karyawan Yayasan KEHATI yang telah berhasil menyusun
Yang penting dicatat adalah bahwa Renstra ini disusun bukan hanya berdasarkan hasil 20 tahun pemRencana Strategis (Renstra) periode 2013 – 2017. Dengan adanya renstra ini, kami berkeyakinan bahwa
belajaran KEHATI di masa lalu, namun dengan mengambil fokus pendekatan pada masalah Pangan,
KEHATI akan dapat meningkatkan perannya sebagai lembaga nirlaba pemberi hibah untuk pelestarian
Energi, Kesehatan, dan Air (PEKA), Renstra KEHATI ini telah ikut menyumbangkan upaya yang sangat
dan pemanfaatan keanekaragaman hayati (kehati) berkelanjutan secara terarah.
relevan dengan tantangan terbesar yang dihadapi Indonesia dalam 10-20 tahun ke depan. Karena pada
dasarnya,
keempat bahwa
unsur sumber
daya disusun
tersebutdengan
merupakan
kebutuhan
dasarEnergi,
manusia
yang paling
Kami berkeyakinan
renstra yang
pendekatan
Pangan,
Kesehatan,
dan
pokok,
sehingga
ketersediaan
dan kelestariannya
menjadi
tantangan
kekayaan
Air (PEKA)
ini sangat
relevan dengan
tantangan yang
dihadapi
selama tersendiri,
5 tahun kemengingat
depan. Karena
pada
keanekagaman
hayati
negara
kita selama
ini belum
dimanfaatkan
untuk memenuhi
dan
dasarnya, keempat
unsur
tersebut
merupakan
kebutuhan
dasar manusia.
Sehinggakesejahteraan
ketersediaannya
kemakmuran
rakyat yang
seluas-luasnya.
harus selalu terjamin
di tahun-tahun
mendatang.
Dalam perjalanan pengabdian dan pelayanannya selama 20 tahun ini, KEHATI telah banyak berperan
Berbekal pengalaman yang didapatkan dari perjalanan selama hampir 20 tahun ini, KEHATI telah banyak
dan memberikan sumbangsihnya sebagai lembaga pengelola dan pemberi dana hibah. Di antaranya
memberikan sumbangannya untuk melindungi kekayaan kehati di ekosistem hutan, pertanian, dan
adalah dengan menyalurkan dana, membina dan memberdayakan lebih dari 1.000 mitra organisasi
pesisir dan pulau-pulau kecil kepada lebih dari 1.000 mitra dengan 1144 program kegiatan di seluruh
nirlaba pada 1.150 program kegiatan pelestarian dan pengembangan sumber daya hayati di seluruh
tanah air. Kami yakin peranan tersebut dapat ditingkatkan lagi ke depannya, sesuai dengan arahan
tanah air, namun peran dan sumbangan tersebut masih jauh dari kebutuhan yang diperlukan dan tandalam renstra tersebut.
tangan yang dihadapi, sehingga upaya pelestarian dan pemanfaatan keragaman hayati pada bidang
sasaran
terkaitPembina
dengan akan
Pangan,
Air danbimbingan
Kesehatan dan
yangarahan
telah ditetapkan
dalam Renstra
Kami sebagai
siapEnergi,
memberikan
demi keberlanjutan
kehatiinidi,
perlu
terus Semoga
digalangKEHATI
dan dikembangkan
tidak hanya oleh
KEHATInyata
sendiribagi
tapikeberlanjutan
juga semua pihak
yang
Indonesia.
dapat terus memberikan
kontribusi
kehati
di
berkepentingan
baik
Pemerintah,
Swasta
dan Masyarakat,
dukungan
seluruh ekosistem
di Indonesia,
serta
mampu
memberikanserta
dukungan
lebihmitra
besarinternasional.
bagi upaya mitigasi
Selaku
pembina,
kami juga
mendukung
pengurus
dan
manajemen
untuk
dan adaptasi
perubahan
iklim
di tingkat kerja
nasional
maupun
global.
SelamatKEHATI
bekerja,
dan terus
suksesmemberiselalu.
kan kontribusi nyata bagi upaya-upaya pelestarian dan pemanfaatan sumber daya hayati secara berkelanjutan, bukan hanya melalui program dan kegiatan konvensional, tapi terutama yang terintegrasi dalam upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim sebagai tantangan besar berikutnya yang kita hadapi
di tingkat nasional maupun global.
Ismid Hadad
Salam
Ketua lestari,
Pembina
Ismid Hadad
Ketua Pembina
24
Laporan Tahunan 2013 | A n n u a l R e p o r t 2 0 1 3
IV. Message from Chairman
of the Governing Board
Firstly, as the Chairman of Governing Board, I thank the Executive Board, Supervisory Board,
committees, management, as well as all staff and partners of KEHATI Foundation, who after the
long proceses of brainstorming, discussions and consultancy, finally completed KEHATI’s Rencana
Strategis (Strategic Plan) for the period of 2013-2017. This Strategic Plan summarizes the 20 years
of the foundation’s journey with its partners and will enable KEHATI to play more significant roles as
a grantmaking foundation for biodiversity conservation and utilization in better, more focused and
more effective ways for at least in the next 5-10 years.
It is of utmost importance to notice that this Strategic Plan was composed not only based on the 20
years of KEHATI’s past learning, but also focusing on the approaches to the issues of food, energy,
health and water (Pangan, Energi, Kesehatan dan Air / PEKA). KEHATI’s Strategic Plan has contributed
relevant efforts in facing the biggest challenges Indonesia has for the next 10-20 years. In essence, the
four resource elements are the most basic of human needs, and their availability and sustainability
are a constant challenge, considering that our country has not yet fully utilized its rich biodiversity to
prosper its people.
In the journey of the 20 years of its dedication and service, KEHATI has given contributions through
its role as a grantmaking and grantmanaging foundation, including distributing grant funds, guiding
and empowering more than 1,000 partner non-profit organizations in 1,150 biodiversity resource
conservation and development programmes in Indonesia. However, we humbly accept the fact
that those contributions are still far from enough to cover the existing needs and to overcome the
challenges. Therefore, efforts of biodiversity conservation and utilization in the issues of food, energy,
health and water (Pangan, Energi, Kesehatan dan Air / PEKA) as stated in this Strategic Plan need to be
further endorsed and developed by not only KEHATI but also by all concerning parties: government,
private and community groups, as well as with the supports from international partners.
The Governing Board also supports the work of KEHATI’s management and Executive Board, to keep
striving to give real contributions to the efforts of biodiversity resource conservation and utilization.
This may be accomplished through conventional programmes and activities, as well as and especially
through integrated mitigation and adaptation to climate change as our next big challenge in national
and global scopes.
For the sustainable nature,
Ismid Hadad
Chairman of Governing Board
Laporan Tahunan 2013 | An n u a l R e p o r t 2013
25
VI. PESAN
KETUA PENGURUS
YAYASAN KEHATI
Pada tahun 2013, Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (KEHATI) mulai mengimplementasikan
Rencana
Strategis
(Renstra)Keanekaragaman
yang baru untukHayati
lima tahun
ke depan
(2013-2017).
Renstra Strategis
tersebut
Pada tahun
2013 Yayasan
Indonesia
(KEHATI)
memulai Rencana
memuat
kerja
KEHATI
untuk perlindungan
dan pemanfaatan
(Renstra) arah
yang program
baru untuk
periode
2013-2017.
Renstra tersebut
memuat arahkeanekaragaman
gerakan yayasan hayati
untuk
(kehati)
secara
berkelanjutan
melalui
pendekatan
Pangan,
Energi,
Kesehatan,
dan
Air
(PEKA).
perlindungan dan pemanfaatan keanekaragaman hayati (kehati) melalui pendekatan Pangan, Energi,
Kesehatan, dan
Airdisepakati
(PEKA). menjadi program kerja pada Renstra KEHATI 2013-2017 karena keberadaan
Pendekatan
PEKA
pangan,
energi,
kesehatan,
dan air masih
tantangan
dibutuhkan
dalamDevelopment
kehidupan.
Pendekatan
PEKA
tersebut mengacu
padamenjadi
kesepakatan
dalambesar
Worldyang
Summit
on Sustainable
Seperti
tertuang
pada
World
Summit
on
Sustainable
Development
(WSSD)
tahun
2002
di
Johannesburg,
(WSSD) tahun 2002 di Johannesburg, Afrika Selatan (Rio +10). Pada konferensi tingkat tinggi tersebut
Afrika
(Rio +10).
dicapaiSelatan
kesepakatan
bahwa peran kunci kehati dikelompokkan ke dalam komponen utama penyangga
ketersediaan
Pangan,
Energi,
dan Airdalam
(PEKA).renstra
Pada WSSD
tahun 2012,
pendekatan
tersebut
Untuk
mencapai
sasaran
yangKesehatan,
telah ditetapkan
baru tersebut,
KEHATI
sebagai lembaga
masih
dianggap
relevan
bagi
keberlangsungan
hidup
manusia.
pemberi hibah (grant-making) memperkuat kedudukannya melalui penguatan tiga pilar penting yaitu
program
yang baru
terarah,
penggalangan
sumber
daya,
penguatan
komunikasi.
Sehingga
Dalam renstra
ini termuat
tiga pilar
penting
yangdan
menjadi
dasar gerakan
KEHATI
selamadiharapkan
5 tahun ke
KEHATI
mampu
menjadi
lembaga
yang
berpengaruh
untuk
mendorong
terciptanya
gerakan-gerakan
depan. Tiga pilar tersebut adalah program yang terarah, kemudian penggalangan sumber daya untuk
pelestarian
pemanfaatan
kehati
di seluruh
Indonesia.
mendukungdan
pencapaian
program
(grant
making),
dan komunikasi yang disusun secara baik sehingga
penyebaran
dapat
menjangkau
publik yang
lebih
luas.diamanahkan
Selain itu, melalui
2013
Satu
hal yangpengetahuan
menjadi catatan
dalam
Renstra 2013-2017
adalah
KEHATI
untukRenstra
menggalang
–
2017,
dilakukan
penguatan
dan
pengembangan
KEHATI
menjai
lembaga
yang
berpengaruh
dan
gerakan di kalangan anak muda untuk meningkatkan pemahaman dan kepedulian mereka terhadap
mendapat
dalam
melayani
pemangku
kepentingan
yangMelalui
ada demi
mewujudkan
kehati
bagikepercayaan
Indonesia, yaitu
gerakan
yangpara
diberi
nama Biodiversity
Warriors.
gerakan
tersebut
kelestarian
kehati
dan
mendorong
masyarakat
memanfaatkan
berbagai
sumber
daya
hayati
secara
diharapkan isu kehati menjadi populer di kalangan anak-anak muda, sehingga ke depan muncul
berkelanjutan.
perubahan
perilaku masyarakat yang lebih peduli terhadap pelestarian dan pemanfaatan kehati.
Karena,
mudacatatan
inilah pemimpin
masa depan
yang akan
menjadi
Indonesia.
Satu hal generasi
yang menjadi
dalam menjalankan
amanah
Renstra
2013 –harapan
2017, yaitu
adanya gerakan
di kalangan
anak muda
untuk
meningkatkan
pemahaman
tentang
kehati.
baru kecil,
yang
Pada
tahun 2013,
program
yang
terkait dengan
ekosistem:mereka
hutan, agro,
pesisir
danGerakan
pulau-pulau
pedulipersiapan
terhadapuntuk
biodiversity
ituBiodiversity
adalah biodiversity
warriors.
Diharapkan
melalui
gerakan
tersebut
isu
serta
gerakan
Warriors telah
berjalan
baik dengan
capaian
sesuai
dengan
kehati menjadi
popular
di kalangan
anak-anak muda,
sehingga
perubahan
kearahuntuk
yang lebih
baik akan
target
yang telah
ditetapkan.
Capaian-capaian
ini akan
menjadi
modal positif
dilanjutkan
di
terjadi.
Sebab
generasi
muda
inilah
yang
akan
menjadi
harapan
Indonesia.
tahun selanjutnya.
Program 2013
banyak capaian
dilakukan,
baik menyangkut
ekosistem hutan,
agro, atas
dan
Pengurus
mengucapkan
terimayang
kasihtelah
kepada
semua pihak
yang telah memberikan
dukungan
persiapan untuk
gerakan biodiversity
menjadipembina
modal positif
dilanjutkan
di
pencapaian
program-program
KEHATIwarriors,
selama sehingga
2013, terutama:
atas untuk
arahan-arahan
yang
tahun
selanjutnya.
diberikan, pengawas, komite, pemerintah, donor, mitra, dan khususnya kepada manajemen dengan
seluruh karyawan yang telah bekerja keras selama ini. Kami mengharapkan kerja sama yang telah
Pengurus mengucapkan terima kasih kepada Pembina atas arahan-arahan yang diberikan, pengawas,
terbina dengan baik ini dapat terus ditingkatkan di tahun-tahun berikutnya.
komite, pemerintah, donor, mitra, dan manajemen serta seluruh karyawan , semua pihak yang telah
memberikan dukungan atas pencapaian program-program KEHATI selama 2013. Kami mengharapkan
kerjsama yang baik dapat terus terjalin di tahun-tahun berikutnya.
Suzy Hutomo
Ketua Pengurus
Suzy Hutomo
Ketua Pengurus
26
Laporan Tahunan 2013 | A n n u a l R e p o r t 2 0 1 3
V. Message from
Chairman of Executive Board
In 2013, KEHATI Foundation started implementing its new Strategic Plan for the next five years (20132017). The Strategic Plan consisted of KEHATI’s programme focus for sustainable conservation and
utilization of biodiversity through approaches in the issues of food, energy, health and water (PEKA).
PEKA approach was agreed upon as the focus programmes in KEHATI’s Strategic Plan in 2013-2017
because the availability of food, energy, health and water remained a great challenge in people’s lives, as
addressed in World Summit on Sustainable Development (WSSD) in Johannesburg, South Africa, in 2002
(Rio +10).
To achieve the targeted objectives in the Strategic Plan, KEHATI as a grantmaking foundation strengthened
its position through three significant pillars, i.e., focused programmes, resource development and
communication enhancement. It was expected then that KEHATI would become an impactful foundation in
stimulating the establishment of biodiversity conservation and utilization movements in different parts of
Indonesia.
One of the important notes in 2013-2017 Strategic Plan was that KEHATI was trusted to raise movements
among the youth in efforts to increase their awareness and understanding on biodiversity in Indonesia,
resulting in a movement called Biodiversity Warriors. Through this movement, the issue of biodiversity is
expected to earn popularity among the youth, and this could create behavior changes in the community, to
be more attentive towards biodiversity conservation and utilization. This was a significant step since we
believe that the youth are Indonesia’s future leaders.
The ecosystem programmes in 2013: forest ecosystems, agricultural ecosystems, coastal and small island
ecosystems, as well as Biodiversity Warriors movement preparations; have run well and achieved the
targeted results. These accomplishments have become positive gain for further keeping up in the next years.
The Executive Board wishes to express its gratitude to all parties that have supported KEHATI’s programme
accomplishments in 2013: The Governing Board for the counsel and advice, the Supervisory Board,
committees, the government, donors, partners and especially the management with all staff who have
shown their dedication and hard work. We sincerely hope that this ongoing partnership and cooperation
may flourish even more in the coming years.
Suzy Hutomo
Chairman of Executive Board
Laporan Tahunan 2013 | An n u a l R e p o r t 2013
27
VII. PENGANTAR
DIREKTUR EKSEKUTIF
YAYASAN KEHATI
Pada tahun 2013, KEHATI mulai menjalankan
programnya sesuai dengan Rencana Strategis
(Renstra) yang baru untuk periode 2013 -2017
dengan tetap pada tiga ekosistem (Pertanian,
Kehutanan, Pesisir & pulau-pulau kecil) namun
lebih fokus pada PEK A (Pangan, Energi,
Kesehatan, dan Air). Pada tahun pertama
pelaksanaan Renstra tersebut, terdapat
beberapa capaian yang menggembirakan,
baik dalam pelaksanaan program maupun
penguatan kelembagaan. Sebagai lembaga
pemberi hibah (grant making), KEHATI telah
menjadi anggota C TF (Conservation Trust
Fund) dan selalu berperan aktif terkait dalam
pendanaan lingkungan untuk menyelamatkan
keanekaragaman hayati di Indonesia.
Beberapa capaian lain yang patut digarisbawahi
dalam konteks konservasi keanekaragaman
hayati, diantaranya adalah pada Ekosistem
Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil yang berhasil
menjalin kerjasama dengan Kementerian
Keuangan dalam pengelolaan hasil penjualan
ORI010 untuk restorasi mangrove di Indonesia.
Pada Ekosistem Pertanian, KEHATI telah berhasil
mendorong ekspor pala lokal Sangihe ke pasar
Eropa. Selain itu, kelompok-kelompok petani
lokal di Nusa Tenggara Timur (NTT) juga telah
berhasil melestarikan plasma nutfah dari
tanaman pangan lokal mereka.
Sementara untuk Ekosistem Kehutanan,
KEHATI telah menyelesaikan tahap pertama
program Green Corridor Initiative (GCI). Selain
itu, KEHATI melalui Multistakeholder Forestry
Programme (MFP) II, telah berhasi mendorong
penandatanganan persetujuan FLEGT-VPA
(Forest Law Enforcement Governance and Trade –
Voluntary Partnership Agreement) pada tanggal
30 September 2013 oleh Pemerintah Republik
Indonesia dan Uni Eropa. Kesepakatan ini
menjadi awal masuknya kayu legal Indonesia di
pasar Eropa.
28
Sedangkan untuk program TFCA (Tropical
Forest Conservation Action) Sumatera, KEHATI
telah berhasil mendorong masyarakat untuk
malak uk an swasembada energi dengan
membangun piko hidro (pembangkit listrik
tenaga air) di Desa Aek Mateo Jaya, Sumatera
Utara. Selain itu, TFCA Sumatera juga berhasil
mendorong penetapan 8 hutan adat, 26 hutan
desa, dan 3 hutan kemasyarakatan di Riau, Jambi,
Sumatera Barat, dan Lampung. Sementara untuk
Progam TFCA Kalimantan, mereka telah berhasil
menysusun Implementation Plan 2013 – 2017
yang akan menjadi rencana strategis mereka
dalam menjalankan program.
Selain dari Program Pelestarian & Pemanfaatan
Berkelanjutan, pada tahun 2013 Direktorat
Komunikasi dan Penggalangan Sumber Daya
(KPSD) berhasil menghimpun dana sebesar
Rp 6,6 miliar dari 14 perusahaan. Angka ini
lebih besar Rp 4,6 miliar dari target yang telah
ditetapkan. Kemudian dari sisi penyebarluasan
informasi, KEHATI berhasil berpartisipasi dalam
berbagai event nasional dan internasional.
Salah satu yang terbesar adalah menjadi
bagian dari pelaksanaan APEC di Bali pada
awal Oktober 2013. Pada acara itu, KEHATI
mendapat kesempatan untuk berpartisipasi
dalam Konferensi Internasional Pembangunan
Berkelanjutan 2013 yang diselenggarakan oleh
Pemerintah Indonesia.
Pada akhirnya, kami mengucapkan terima kasih
kepada semua pihak yang telah membantu
keberhasilan pencapaian di tahun 2013,
terutama kepada Pembina, Pengawas dan
Pengurus yang selalu memberi dukungan dan
arahan kepada Manajemen serta kerja keras dari
seluruh staf KEHATI. Semoga laporan tahunan ini
dapat memberikan informasi yang berguna bagi
semua pemangku kepentingan dan selanjutnya
diharapkan dapat terus memberi dukungannya
u n t u k m e n u n j a n g k e b e r h a s i l a n K E H AT I
dalam melaksanakan program pelestarian
dan pemanfaatan keanekaragaman hayati di
Indonesia secara berkelanjutan.
M.S Sembiring
Direktur Eksekutif
Laporan Tahunan 2013 | A n n u a l R e p o r t 2 0 1 3
VI. Message from
Executive Director
Union. This agreement has become the initial
penetration of Indonesia’s legal timber into
European market.
KEHATI Foundation started implementing its
programmes based on 2013-2017 Strategic
Plan in 2013 for three ecosystems of forest,
agriculture, and coastal and small islands,
focusing specifically to the issues of food,
energy, health and water (Pangan, Energi,
Kesehatan dan Air / PEKA). In the first year of
the Strategic Plan implementation, KEHATI has
attained several positive accomplishments,
both in its programme implementation and
in its role as a foundation. As a grantmaking
foundation, KEHATI has been registered as a
member of Conservation Trust Fund (CTF) and
has always been actively involved in funding
efforts for the conservation of biodiversity in
Indonesia.
Among the other noteworthy accomplishments
in the context of biodiversity conservation
were the Coastal and small island ecosystems
Programme that had managed to come
into agreement with Indonesia’s Ministry
of Finance on the management of ORI010
sales for mangrove restoration in Indonesia,
and the Agricultural ecosystems Programme
that had allowed local nutmeg exports from
Sangihe to European market and local famer
groups in East Nusa Tenggara to conserve
germplasms of their local food plants.
In Forest Ecosystem Programme, KEHATI
h as f i n i shed the first phase of G r e e n
Corridor Initiative (GCI) programme. In
addition, through Multistakeholder Forestry
Programme (MFP) 2, KEHATI has encouraged
the signing of Forest Law Enforcement
Governance and Trade – Voluntary
Partnership Agreement (FLEGT-VPA) on 30
September 2013 by the government of the
Republic of Indonesia and the European
Laporan Tahunan 2013 | An n u a l R e p o r t 2013
In Tropical Forest Conservation Action
(TFCA) in Sumatra, KEHATI has successfully
encouraged local communities to have energy
self-sufficiency by building pico hydro power
generator plant in Aek Village, Mateo Jaya,
North Sumatra. TFCA-Sumatra has also
assisted the establishment of 8 indigenous
forests, 26 village forests, and 3 community
forests in the provinces of Riau, Jambi,
West Sumatra and Lampung. Meanwhile,
TFCA-Kalimantan has composed 2013-2017
Implementation Plan that consists of their
strategies for programme implementation.
Aside from the Sustainable Conservation
and Utilization Programme, in 2013 the
Directorate of Communication and Resource
Development (Direktorat Komunikasi dan
Penggalangan Sumber Daya/KPSD) has
raised fund totaling IDR 6.6 billion from 14
enterprises, an amount that exceeded IDS
4.6 billion from the initial target. In terms of
information publishing, KEHATI participated
in various national and international events,
one of which was taking part in APEC in
Bali in early October 2013. In APEC, KEHATI
had the opportunity to get involved in 2013
International Conference on Sustainable
Development held by Indonesia’s government.
Finally, we express our gratitude to all
parties who provided assistance for our
accomplishments in 2013, especially to the
Governing Board, the Supervisory Board,
and the Executive Board that has always
supported and advised the management,
as well as to the whole KEHATI staff for their
hard work. I sincerely hope that this annual
report provides adequate information for
all stakeholders who will keep supporting
KEHATI for further success in implementing its
programmes of sustainable conservation and
utilization of biodiversity in Indonesia.
M.S Sembiring
Executive Director
29
FOTO
KEGIATAN
30
Laporan Tahunan 2013 | A n n u a l R e p o r t 2 0 1 3
VIII.
KINERJA
PROGRAM
Program Performance
Laporan Tahunan 2013 | An n u a l R e p o r t 2013
31
K
egiatan Yayasan KEHATI yang dilakukan pada tahun 2013 disusun berdasarkan
RENSTRA 2013-2017 dan masukan yang diperoleh dari Rapat Pembina, Pengurus, dan
pengalaman perjalanan program di tahun-tahun sebelumnya serta analisa kondisi
internal dan eksternal Lembaga yang dapat mempengaruhi trend pada tahun pelaksanaan
program itu.
K
EHATI Foundation’s activities in 2013 were planned based on its 2013-2017 Strategic
Plan and on the advice of the Governing Board and Executive Board as well as the
programme implementation experiences in the previous years and the existing internal
and external circumstances of the foundation, which influenced certain trends in the programme
implementation year.
2013 adalah tahun awal dari lima tahun
2013 was the initial year of the whole five
rencana strategis (renstra) KEHATI tahun
years of KEHATI’s Strategic Plan in 2013-2017.
2013 - 2017. Program-program yang
The programmes expressed in this Strategic
dijalankan pada renstra baru ini masih
Plan have been using ecosystem approaches
menggunakan pendekatan eksosistem,
and focusing on the most essential issues of
namun fokus kerjanya ada pada empat isu
food, energy, health and water (PEKA). Among
penting. Yaitu, pangan, energi, kesehatan,
the main programmes are: forest restoration
dan air atau disingkat menjadi PEKA.
and preparation for REDD+ implementation,
Program-program utama yang dilakukan
sustainable forest governance, food
adalah: restorasi kawasan hutan dan
sustainability and biodiversity source added
penyiapan implementasi REDD+, tata kelola
value increase by sustainable utilization. More
hutan secara lestari, ketahanan pangan
specifically, these programmes have been
dan mendorong peningkatan nilai tambah
categorized based on the principles in 2013-
sumber keanekaragaman hayati dengan
2017 Strategic Plan into three ecosystems:
pemanfaatan secara berkelanjutan.
forest ecosystems, agricultural ecosystems
Program-program itu secara lebih spesifik,
and coastal and small island ecosystems.
sesuai dengan amanat Renstra 2013-2017,
dikelompokkan dalam 3 (tiga) ekosistem,
yaitu Ekosistem Agro, Ekosistem Hutan,
dan Ekosistem Pesisir dan Pulau-Pulau
Kecil.
Throughout 2013, KEHATI Foundation has
distributed grant funds to 25 partners
through 26 MoU, totaling IDR 3,249,375,000.
Through TFCA-Sumatra programme in 2013,
grant funds distributed were totaling IDR
Sepanjang tahun 2013 Yayasan KEHATI
50,112,917,771 to 17 partners. Additionally,
telah memberikan komitmen pemberian
through MFP-2 programme, a total of IDR
dana hibah sebanyak 26 MoU kepada 25
6,604,464,728 grant funds were distributed to
mitra dengan jumlah Rp. 3.249.375.000.
11 partners.
Sedangkan dari program TFCA Sumatera
pada tahun 2013 jumlah dana hibah
yang dikucurkan sudah mencapai Rp.
50.112.917.771 kepada 17 mitra. Kemudian
32
With its new Strategic Plan, KEHATI always
strives to take part in the efforts of environment
sustainability and nature conservation.
Laporan Tahunan 2013 | A n n u a l R e p o r t 2 0 1 3
pada program MFP II , total dana yang
During 20 years of its journey in Indonesia,
disalurkan di tahun 2013 sebesar Rp.
KEHATI has faced various challenges and
6.604.464.728 kepada 11 mitra.
attained significant accomplishments.
Berbekal renstra yang baru ini, KEHATI
selalu berupaya untuk menjadi bagian
dari usaha pelestarian lingkungan dan
konservasi alam. Berbagai tantangan dan
This has upheld KEHATI’s steps to continue
providing the best endeavour. Among the
most prominent accomplishment in 2013
were:
capaian telah dialami KEHATI selama hampir
Green Corridor Initiative (GCI)
20 tahun berkontribusi di Indonesia. Hal
Programme, which is now in the phase of
tersebut semakin memantapkan langkah
implementation, has planted 46,000 local
KEHATI untuk terus memberikan yang
forest trees in Mt. Halimun-Salak National
terbaik. Beberapa capaian yang penting
Park areas of 90 hectares. This process had
untuk disampaikan sepanjang tahun 2013
been conducted with local community’s
diantaranya:
active involvement.
Program Green Corridor Initiative (GCI) yang
In addition, in the Forest Ecosystem
telah masuk pada fase implementsi dengan
Programme, the Tropical Forest
menanam pohon hutan jenis lokal Taman
Conservation Act (TFCA) and
Nasional Gunung Halimun Salak sebanyak
Multistakeholder Forestry Program (MFP)
46 ribu pohon di lahan hutan Konservasi
have shown significant progresses in 2013.
Halimun Salak seluas 90 ha. Penanaman ini
melibatkan masyarakat aktif.
Generally, TFCA-Sumatra programme has
drawn great impacts to Sumatra forest
Masih dalam rangkaian kerja di dalam
areas. Conservation Response Unit (CRU)
Ekosistem Hutan, program Tropical Forest
and four trained elephants from Leuser
Conservation Act (TFCA) dan Multistakeholder
Internasional Foundation (Yayasan Leuser
Forestry Program (MFP), pada tahun 2013
Internasional / YLI) together with TFCA-
mengalami kemajuan yang signifikan.
Sumatra have successfully decreased
Secara umum, program TFCA Sumatera
mampu memberikan dampak yang besar
terhadap kawasan hutan Sumatera.
Conservation Respon Unit (CRU) dan 4
(empat) gajah terlatih yang dibangun oleh
Yayasan Leuser Internasional (YLI) dan
TFCA Sumatera telah berhasil menurunkan
intensitas konflik manusia satwa,
diantaranya konflik gajah dan manusia.
Selain itu, pada tahun 2013 program TFCA
the intensity level of conflict between
human and animals. Besides, in 2013
TFCA-Sumatra through its partners has
expanded the restored area size of Mt.
Leuser National Park as much as 140
hectares, including 10 hectares of Bukit
Barisan Forest Park (Taman Hutan Raya
/ Tahura) and 38 hectares of Lau DebukDebuk Nature Tourism Park (Taman
Wisata Alam / TWA).
Sumatera melalui mitra-mitranya telah
On the other hand, as a result of a long
berhasil menambah luas kawasan yang
process of planning and negotiations, TFCA
Laporan Tahunan 2013 | An n u a l R e p o r t 2013
33
direstorasi di Taman Nasional Gunung
2-Kalimantan has finally opened opportunity
Leuser seluas 140 ha, diantaranya berada
for its first cycle of grant fund distribution
di Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit
through media announcements. Along 2013,
Barisan seluas 10 ha dan kawasan Taman
it has received concept notes (CN) of 60
Wisata Alam (TWA)Lau Debuk-Debuk seluas
projects for selection and proposal building
38 ha.
training. It has come to 19 proposals for
Sementara itu, setelah melalui proses
further selection.
perencanaan dan negosiasi yang panjang,
In MFP-2 programme implementation, 2013
pada akhirnya TFCA 2 Kalimantan telah
was the final year. As its closure, MFP-2 has
membuka kesempatan untuk penyaluran
achieved an important accomplishment
hibah siklus 1 (satu) melalui pengumuman
by taking Indonesia to sign Forest Law
di media. Sepanjang tahun 2013 telah
Enforcement, Governance and Trade-
diterima sebanyak 60 konsep proyek yang
Voluntary Partnership Agreement (FLEGT-VPT)
kemudian diseleksi kembali untuk dilatih
with the European Union. This agreement
mengembangkan proposal. Dari proses ini
was a form of international recognition to
didapatkan 19 proposal untuk kemudian
legal timber industry in Indonesia. Then up
diseleksi lebih lanjut.
to the end of 2013, MFP-2 has successfully
Kemudian terkait dengan pelaksanaan
program MFP II, tahun 2013 merupakan
tahun penutupan program. Sebagai
pamungkasnya, capaian penting yang dituai
assisted the establishment of 63 units of forest
right management for approximately 35,000
hectares of facilitated areas that hold timber
legality audit certification.
oleh MFP II adalah berhasil mengantarkan
In the communication field, KEHATI in 2013
Indonesia untuk menandatangani
has held several prominent events, e.g.,
kesepakatan Forest Law Enforcement,
taking part in APEC event in Bali in October
Governance and Trade-Voluntary Partnership
2013, in particular in 2013 International
Agreement (FLEGT-VPT) dengan Uni Eropa.
Conference on Sustainable Development
Kesepakatan ini adalah bentuk pengakuan
(Konferensi Internasional Pembangunan
dunia internasional terhadap kayu legal
Berkelanjutan 2013), starting Biodiversity
di Indonesia. Selain pencapaian besar itu,
Warriors movement to enhance the
hingga akhir tahun 2013, program MFP 2
popularity of biodiversity issues among the
telah berhasil mendorong pembentukan
youth as mentioned in 2013-2017 Strategic
63 unit manajemen hutan hak dengan
Plan, as well as implementing Earth’s Friend
luasan kurang lebih 35.000 ha yang telah
School (Sekolah Sobat Bumi) programme in
difasilitasi dan bahkan telah lulus audit
cooperation with Pertamina Foundation.
legalitas kayu.
Di bidang komunikasi pada tahun 2013,
KEHATI berhasil menyelenggarakan
beberapa event penting seperti ikut serta
dalam rangkaian pelaksanaan APEC di
34
Laporan Tahunan 2013 | A n n u a l R e p o r t 2 0 1 3
Bali pada Oktober 2013, yaitu Konferensi
Internasional Pembangunan Berkelanjutan
2013, kemudian memulai gerakan
Biodiversity Warriors yang bertujuan untuk
mempopulerkan kehati pada generasi
muda sesuai dengan amanah Renstra
2013 – 2017, dan melaksanakan program
Sekolah Sobat Bumi bekerjasama dengan
KEHATI Investment
Development
SRI-KEHATI Index (Indeks SRI-KEHATI)
was launched on 8 June 2009, and had
been developed by KEHATI Foundation
to encourage continuous investment
implementation in Indonesia, especially
Pertamina Foundation.
through emitents (issuers) officially
Perkembangan Investasi
KEHATI
Those emitents were selected based on
registered in Indonesia Stock Exchange.
social and environmental factors in their
business practices, which have drawn
Pada 8 Juni 2009 telah diluncurkan
positive impacts to long term sustainable
Indeks SRI-KEHATI, yang secara umum
development.
dikembangkan oleh Yayasan KEHATI untuk
mendorong implementasi investasi yg
SRI-KEHATI Index is expected to become a
berkelanjutan di Indonesia khususnya
measuring tool for local and international
melalui para emiten yg tercatat di Bursa
investors, in order to increase awareness
Efek Indonesia. Emiten tersebut dipilih
in building the image of biodiversity
dengan memperhatikan faktor sosial dan
in business world. It is one of KEHATI’s
lingkungan hidup di dalam menjalankan
responsibilities to perform transparency
usaha yang dilakukannya sehingga
and accountability to facilitate sustainable
berdampak positif bagi pembangunan
development and good organization
berkelanjutan dalam jangka panjang.
governance.
Laporan Tahunan 2013 | An n u a l R e p o r t 2013
35
Indeks SRI-KEHATI diharapkan dapat menjadi
As the manager of SRI-KEHATI Index,
barometer bagi investor lokal maupun
KEHATI Foundation is obligated to conduct
internasional.
half-yearly review to the index, in April and
Hal ini sebagai upaya guna meningkatkan
October starting in 2013. Based on the
kesadaran dalam membangun citra
reviews, it was decided as follows:
keanekaragaman hayati di dunia bisnis, yang
1. April 2013: 2 (two) new emitents, PT
merupakan tanggung jawab KEHATI dalam
Gajah Tunggal Tbk and PT Garuda
membangun akuntabilitas dan transparansi
Indonesia (Persero) Tbk joined as
untuk mendukung pembangunan
constituents of SRI-KEHATI Index,
berkelanjutan dan tata kelola organisasi yang
replacing PT Indocement Tunggal
baik.
Prakasa Tbk and PT Lippo Karawaci
Salah satu tanggungjawab Yayasan KEHATI
Tbk.
sebagai pengelola Indeks SRI-KEHATI adalah
melakukan review atas Indeks ini sebanyak
dua kali dalam setahun, yang dilakukan setiap
bulan April dan Oktober 2013. Berdasarkan
hasil review yang dilakukan di tahun 2013
diputuskan :
1. April 2013: 2 (dua) emiten baru
PT Gajah Tunggal Tbk, PT Garuda
Indonesia (Persero) Tbk masuk sebagai
konstituen dalam Indeks SRI KEHATI
menggantikan PT Indocement Tunggal
Prakasa Tbk dan PT Lippo Karawaci
Tbk.
36
Laporan Tahunan 2013 | A n n u a l R e p o r t 2 0 1 3
2. Oktober 2013 : tidak ada perubahan
2. October 2013: There were no
dalam konstituen Indeks SRI KEHATI.
changes of SRI-KEHATI Index
constituents.
Pada
31 Juli 2013, Yayasan KEHATI
bekerjasama dengan Majalah SWA
melakukan penganugerahan Indonesia Green
Company Award kepada perusahaan yang
masuk dalam Indeks SRI KEHATI, dalam acara
Appreciation 2013 yang bertempat di Hotel
Shangri-La Jakarta.
Reksa Dana Kehati-Lestari (RDKL)
Perkembangan Reksa Dana Kehati-Lestari
On 31 July 2013, KEHATI Foundation in
cooperation with SWA Magazine conducted
Indonesia Green Company Award for
business enterprises registered in SRIKEHATI Index, in the Appreciation 2013
event at Hotel Shangri-La Jakarta.
Keha ti-Lesta ri Mutual Funds
( Reksa Dana Kehati-Lestari /
RDKL)
(RDKL) :
• Nilai Aset Bersih per unit dalam Rupiah
Below is Kehati-Lestari Mutual Funds (Reksa
per 30 Desember 2013 adalah Rp.1,537
Dana Kehati-Lestari/RDKL) development
• Total Nilai Aset Bersih dalam Rupiah :
37.14 milyar
•
described in numbers:
• Nett Asset Value per unit in IDR per 30
Tingkat pertumbuhan investasi satu
tahun (year on year) per Des 2013 terjadi
December 2013: 1,537
• Nett Asset Total Value in IDR: 37.14
penurunan sebesar 8.56% sehubungan
dengan kondisi pasar modal tahun
billion
•
Year on year investment growth rate
2013 yang kurang menguntungkan.
per December 2013 declined 8.56%
Namun demikian reksadana ini secara
as an effect of unfavourable 2013
keseluruhan dari mulai diluncurkan pada
capital market situation. However,
tahun 2007 telah memberikan return
since its first launch in 2007, the
53.72%
mutual funds have booked 53.72%
Komposisi portofolio pada akhir 2013,
return.
sebagai berikut:
Investment portfolio composition at
-
Equities: 1.42%
-
Fixed Income: 94.63%
-
Equities: 1.42%
-
Cash - setara Cash: 3.95%
-
Fixed Income: 94.63%
-
Cash – equal to cash: 3.95%
RDKL adalah Reksa Dana jenis campuran,
dimana komposisi dan pemilihan obligasi atau
surat hutang yang dilakukan oleh Manager
Investasi yaitu Bahana TCW Investment
Management sesuai dengan kebijakan
investasi yang tertuang pada prospektus dan
memberikan kinerja yang baik.
the end of 2013:
RDKL is discretionary funds (reksa dana
campuran), where bond or debenture
composition and selection by the Fund
Manager, i.e. Bahana TCW Investment
Management are based on the investment
policy stated in the prospectus and showing
good performance.
Laporan Tahunan 2013 | An n u a l R e p o r t 2013
37
38
Laporan Tahunan 2013 | A n n u a l R e p o r t 2 0 1 3
IX.
PROGRAM
PELESTARIAN
& PEMANFAATAN
BERKELANJUTAN
Sustainable Conservation and
Utilization Programme
Laporan Tahunan 2013 | An n u a l R e p o r t 2013
39
D
alam upaya melakukan
In order to perform sustainable utilization and
pemanfaatan secara berkelanjutan
conservation of biodiversity in Indonesia, KEHATI
dan pelestarian keanekaragaman
plays strategic roles both as a grantmaking
hayati di Indonesia, KEHATI mengambil
foundation and a facilitator. The first role as a
peranan strategis sebagai grant-making
grantmaking foundation has been a characteristic
dan fasilitator. Pertama sebagai Lembaga
of KEHATI. Through this role, KEHATI provides
Grant-making yang merupakan ciri khusus
financial support to its partners and stakeholders
dari yayasan ini. Melalui perannya itu,
in conducting programmes specifically aimed for
KEHATI memberikan dukungan dana
sustainable biodiversity. The funds were openly
terhadap mitra dan pemangku kepentingan
distributed and perform public accountability.
dalam menjalankan program-program
Secondly, KEHATI acts as a facilitator and
yang selaras dengan upaya pelestarian
multiparty mediator. This role enables KEHATI to
keanekaragaman hayati. Dana tersebut
build strategic relationships with various parties
diberikan secara terbuka dan memiliki
for the realization of utilization and conservation
akuntabilitas kepada publik. Kedua, sebagai
of biodiversity in Indonesia.
Fasilitator dan Jembatan Multipihak. Peran
In terms of KEHATI’s basic work strategies
ini memungkinkan KEHATI untuk menjalin
for biodiversity utilization and conservation,
hubungan strategis dengan berbagai
the intervention have been focusing on three
pihak demi terlaksananya pelestarian dan
ecosystem types, i.e., agricultural ecosystems,
pemanfaatan keanekaraman hayati di
forest ecosystems and coastal and small
Indonesia.
island ecosystems.
Kemudian dari sisi strategi dasar
On agricultural ecosystems, KEHATI
pelaksanaan kerja KEHATI, dalam
encourages the development of ecological
upaya pelestarian dan pemanfaatan
farming models and practices, which integrate
keanekaragaman hayati, area intervensi
local wisdom and technological developments
diarahkan pada tiga tipe ekosistem, yaitu
based on each local context. KEHATI also
ekosistem pertanian, ekosistem hutan
supports efforts of conserving genetic
serta ekosistem pesisir dan pulau pulau
resources and plant species, particularly
kecil.
agricultural plants that have been overlooked
Pada ekosistem pertanian, KEHATI
as alternative food sources.
mendorong pengembangan model
In its work for forest ecosystems, KEHATI
dan praktek pertanian ekologis yang
encourages the application of sustainable
menyelaraskan kearifan pengetahuan
forest management principles, including
lokal dan pengembangan teknologi, sesuai
preventing further degradation of forest
40
Laporan Tahunan 2013 | A n n u a l R e p o r t 2 0 1 3
dengan konteks lokal. KEHATI juga akan
resources, and at the same time accelerating
mendukung upaya pelestarian sumberdaya
forest rehabilitation to restore its functions
genetik, dan spesies tanaman, terutama
and productivity, and minimize the impacts
tanaman pertanian yang terabaikan dan
of global warming. In addition to opening
berhubungan dengan ketahanan pangan.
channels of cooperation with forest industry
Pada ekosistem hutan, KEHATI
companies to conserve forest areas, KEHATI
mendorong penerapan kaidah-kaidah
also assists the government in improving
pengelolaan hutan lestari, termasuk
policies related to community-based forest
mencegah kerusakan sumber daya hutan
management.
lebih lanjut, dan pada saat yang sama
Meanwhile in its work for coastal and small
melakukan percepatan rehabilitasi hutan
island ecosystems, KEHATI encourages
yang telah rusak untuk memulihkan
efforts of rare/endemic/protected species
fungsi, meningkatkan produktivitas dan
conservation, developing a model for a
meminimalkan dampak pemanasan global.
community-based coastal and small island
Selain membuka peluang kerjasama
management system, rehabilitating coastal
pelestarian kawasan hutan dengan
and small island ecosystems, as well as efforts
perusahaan industri kehutanan, KEHATI
of adapting to climate change.
juga mendampingi pemerintah dalam
These three types of ecosystems are
penyempurnaan kebijakan dalam kaitan
interrelated in KEHATI Foundation’s vision and
upaya-upaya pengelolaan hutan berbasis
mission stated in Strategic Plan 2013-2017.
masyarakat.
Through these ecosystem approaches, KEHATI
Khusus pada ekosistem pesisir dan
focuses on the activities for issues of food,
pulau-pulau kecil, KEHATI mendorong
energy, health and water (PEKA).
upaya konservasi spesies endemik/
langka/dilindungi, pengembangan model
pengelolaan pesisir dan pulau-pulau
kecil berbasis masyarakat, mendorong
rehabilitasi ekosistem pesisir dan pulaupulau kecil serta upaya adaptasi terhadap
perubahan iklim.
Ketiga ekosistem tersebut saling terkait
untuk menjalankan visi dan misi Yayasan
KEHATI sesuai dengan Resntra 2013 – 2017.
Melalui pendekatan ekosistem, KEHATI
dengan renstra barunya memiliki fokus
kegiatan pada bidang Pangan, Energi,
Kesehatan, dan Air atau disingkat menjadi
PEKA.
Laporan Tahunan 2013 | An n u a l R e p o r t 2013
41
A. Ekosistem Hutan
A. Forest Ecosystems
i. Green Corridor Initiatives
i. Green Corridor Initiatives
Program Green Corridor Iniatives (GCI),
Green Corridor Iniatives (GCI) Programme is
adalah program kerja sama antara Yayasan
a cooperative work of KEHATI Foundation,
KEHATI, Chevron, dan Balai TNGHS yang
Chevron, and House of Mt. Halimun-Salak
bertujuan untuk merestorasi hutan Koridor
National Park (Balai TNGHS), which aims to
Gunung Halimun-Salak (KHS) seluas 500
restore 500 hectares of Mt. Halimun-Salak
ha melalui pemberdayaan masyarakat
Corridor (Koridor Gunung Halimun-Salak
setempat. KHS merupakan kawasan
/ KHS) forest area through empowering
penting di Taman Nasional Gunung
local communities. KHS is a key area in Mt.
Halimun-Salak yang yang menghubungkan
Halimun-Salak National Park that connects
ekosistem Gunung Halimun dan ekosistem
the ecosystems of Mt. Halimun and of Mt.
Gunung Salak, menjadi wilayah jelajah
Salak as the natural range areas of Javan
Owa Jawa (Hylobates moloch), Macan Tutul
gibbon (Hylobates moloch), Javan leopard
Jawa (Panthera pardus) dan Elang Jawa
(Panthera pardus) and Javan Hawk-eagle
(Nisaetus bartelsi). Ketiga satwa tersebut
(Nisaetus bartelsi). These three animals are
merupakan spesies kunci yang hidup di
key species whose natural habitat is in Mt.
TNGHS. Perambahan dan pembalakan liar
Halimun-Salak National Park. Illegal logging
yang tidak terkendali telah menjadikan
has created severe and rapid degradation
wilayah hutan koridor ini terdegradasi
in this corridor area, seriously threatened
dengan cepat, sehingga mengancam
its biodiversity population existence and
keberadaan populasi keragaman hayati,
reduced its function as catchment areas. GCI
dan mengurangi fungsinya sebagai daerah
Programme was developed to restore the 500
tangkapan air. Progam GCI dikembangkan
hectares area of KHS using funds of IDR 8.5
untuk merestorasi KHS seluas 500 ha
billion from Chevron Geothermal, starting
dengan komitmen pendanaan dari Chevron
from year 2012.
Geothermal sebesar Rp 8,5 milyar selama
lima tahun, dimulai sejak tahun 2012.
The
programme
implementation
phase
started in 2013 by planting more than 40
Fase implementasi program yang dimulai
types of local timber plant totaling 46,000
pada tahun 2013 ditandai dengan
trees in 90 hectares of forest areas and
penanaman lebih dari 40 jenis pohon kayu
involving local community groups: Jaringan
asli dengan 46 ribu tegakan pohon yang
Masyarakat Koridor (Jarmaskor) and Forest
ditanam di areal hutan seluas 90 hektar
Care Farmer Community Group (Kelompok
melibatkan masyarakat setempat yang
Tani Peduli Hutan) of Padajaya, Purwabakti
tergabung dalam Jaringan Masyarakat
Village, in cooperation with RMI as one of
Koridor (Jarmaskor), dan Kelompok Tani
KEHATI’s field partners. Furthermore, KEHATI
Peduli Hutan Kampung Padajaya, Desa
conducted Institutional Mapping of Ecosystem
Purwabakti, melalui koordinasi dengan
Restoration Efforts across Mt. Halimun-Salak
RMI sebagai mitra KEHATI di lapangan.
National Park (Pemetaan Kelembagaan
42
Laporan Tahunan 2013 | A n n u a l R e p o r t 2 0 1 3
Laporan Tahunan 2013 | An n u a l R e p o r t 2013
43
Selain penanaman pohon, dilakukan
Restorasi
Ekosistem
Pemetaan Kelembagaan Restorasi
Nasional
Gunung
Ekosistem Kawasan Taman Nasional
Sukabumi and Bogor assisted by Area
Gunung Halimun Salak (TNGHS) di Wilayah
Conservation
Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten
Kawasan), Faculty of Forest Study, Bogor
Bogor oleh Studio Konservasi Kawasan,
Agricultural University (IPB). The baseline
Fakultas Kehutanan IPB. Kajian Baseline
observation using Vectoral Project Analysis
dilakukan dengan metode Vectoral Project
(VPA) method and GCI Programme evaluation
Analysis (VPA), serta evaluasi program GCI
were conducted by LabSocio, University of
dilaksanakan oleh LabSocio Universitas
Indonesia. The mapping and observation were
Indonesia. Tujuan dari pemetaan dan
expected to support effective restarion efforts.
Studio
Kawasan
Halimun
(Studio
Taman
Salak)
Konservasi
kajian ini adalah untuk mendukung upaya
restorasi sehingga dapat berjalan dengan
efektif.
44
in
Laporan Tahunan 2013 | A n n u a l R e p o r t 2 0 1 3
ii. TFCA-Sumatera
ii. TFCA-Sumatera
Tahun 2013 adalah tahun keempat
2013 was the fourth year of Tropical
pelaksanaan program Tropical Forest
Forest Conservation Action for
Conservation Action for Sumatra
Sumatra (TFCA-Sumatra) programme
(TFCA-Sumatra). Hingga saat ini
implementation. Up to date, KEHATI
proses disbursement grant telah
has performed four grant disbursement
dilaksanakan sebanyak empat kali
process cycles, to 22 partner consortium/
siklus hibah dengan jumlah mitra
or proposing institutions. Along 2013, the
sebanyak 22 konsorsium/lembaga
programme has managed to perform
pengusul. Capaian program selama
grant distribution, quality assurance,
2013 terdiri dari penyaluran hibah,
staff development, on-line database
quality assurance, staff development,
system development, good governance
pengembangan sistem database on-
implementation, multiparty policy and
line, pelaksanaan tata kelola yang baik,
coordination, landscape restoration
kebijakan dan kordinasi multipihak,
and conservation, and community
konservasi dan restorasi bentang alam,
empowering and welfare development.
serta pemberdayaan dan peningkatan
Thse accomplishments are categorized
kesejahteraan masyarakat.
into two groups: administrative
Keseluruhan capaian tersebut terbagi
accomplishments and programme
ke dalam dua kelompok besar,
implementation accomplishments.
yaitu capaian administrasi, dan
implementasi program di lapangan.
Laporan Tahunan 2013 | An n u a l R e p o r t 2013
45
Capaian Administrasi
Capaian administrasi TFCA-Kalimantan
selama tahun 2013 meliputi penyaluran
hibah, quality assurance, staff development,
pengembangan sistem database on-line
dan tata kelola program.
1. Penyaluran Hibah ; Oversight
Committee (OC) telah setuju untuk
memilih 5 (lima) penerima hibah untuk
Siklus Hibah IV dengan rincian sebagai
berikut:
•
Sebanyak 3 (tiga) proposal
ditujukan untuk kegiatan restorasi
dan konservasi kawasan lindung,
termasuk wilayah koridor, yang
melibatkan pemerintah, masyarakat
dan swasta. Didalamnya termasuk
kegiatan pengembangan ekonomi
masyarakat di sekitar hutan
secara berkelanjutan. Lokasi yang
menjadi priroritas adalah Kawasan
Tangkapan Air Toba Barat, Taman
Nasional Batang Gadis di terletak
di Sumatra Utara, Kawasan Hutan
Selawah, di Propinsi Aceh. Adapun
lembaga penerima hibah untuk
kegiatan restorasi dan konservasi
ini adalah Konsorsium Padhi,
Konsorsium Sumatra Rainforest
Institute, dan Yayasan CARITAS PSE
KAM.
•
Sebanyak 2 (dua) proposal hibah
diberikan dalam bentuk small grant
untuk kegiatan yang menyentuh aspek
kebijakan konservasi hutan. Kegiatan
yang didukung berupa serangkaian FGD
dan seminar untuk merevisi UU no. 5
tahun 1990 tentang Konservasi Sumber
Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya dan
mendorong implementasi Perpres No
46
Administrative
Accomplishments
TFCA-Kalimantan has achieved several
administrative accomplishments in 2013,
which were grant distribution, quality
assurance, staff development, on-line
database system development, good
governance realization.
1. Grant Distribution . O v e r s i g h t
Committee (OC) has agreed to select
5 (five) grant beneficiary institutions
in Grant Cycle IV, as described in
following paragraphs:
• 3 (three) proposals were focusing
Laporan Tahunan 2013 | A n n u a l R e p o r t 2 0 1 3
on restoration and conservation activities in forest protection zones, including corridor
areas and involving the government, private and community groups. Among these
activities were sustainable community economy development efforts in the forest’s
surrounding areas. The priority locations were West Toba Catchment Areas, Batang
Gadis National Park in North Sumatra and Selawah Forest Area in Aceh. The grant
beneficiary institutions for these activities were Consortium Padhi, Consortium Sumatra
Rainforest Institute, dan CARITAS PSE KAM Foundation.
•
2 (two) proposals were for small grant funds for activities related to forest conservation
policies. The activities were a series of FGD and seminars to perform revisions on Law
no. 5 of 1990 concerning Conservations of Biodiversity and Its Ecosystems as well as
supporting the implementation of Presidential Regulation no. 13 of 2012 concerning
Sumatra Island Land Use. These activities were expected to result in providing inputs
for improvements of future forest conservation policies. The small grant beneficiary
institutions were Indonesia Community’s Forest Foundation (Yayasan Kehutanan
Masyarakat Indonesia) and Consortium Genesis.
Laporan Tahunan 2013 | An n u a l R e p o r t 2013
47
13 Tahun 2012 tentang Tata Ruang
These five grant beneficiary institutions
Pulau Sumatra. Hasil dari kegiatan ini
were to start their activities as proposed
diharapkan dapat menjadi input untuk
in 2014.
penyempurnaan kebijakan konservasi
hutan di masa yang akan datang.
2. Quality Assurance. To ensure that
Lembaga penerima hibah small
the field programme implementation
grant ini adalah Yayasan Kehutanan
was in accordance to its planning,
Masyarakat Indonesia, Konsorsium
administrators performed regular
Genesis.
institutional
and
programme
monitoring once every three months.
Kelima penerima hibah baru ini
Along 2013 they have performed the
diharapkan sudah mulai aktif pada
monitoring to 17 partners, consisting
tahun 2014.
of 5 (five) partners in Grant Cycle I, 7
2. Q u a l i t y A s s u r a n c e . G u n a
memastikan pelaksanaan kegiatan
(seven) partners in Grant Cycle II and 5
(five) partners in Grant Cycle III.
di lapangan sesuai dengan
perencanaan, administrator
melakukan monitoring terhadap
program dan kelembagaan
secara reguler setiap tiga bulan
sekali. Selama tahun 2013 telah
dilaksanakan monitoring terhadap
17 mitra, yang terdiri dari 5 (lima)
mitra siklus hibah I dan 7 (tujuh)
mitra siklus hibah II dan 5 (lima)
mitra siklus hibah III.
48
Laporan Tahunan 2013 | A n n u a l R e p o r t 2 0 1 3
3. S t a f f D e v e l o p m e n t . P e n i n g k a t a n
3. Staff Development. The competency
kemampuan mitra dan staf TFCA-
building
Sumatra dalam mengelola program
partners and staff in managing
dan keuangan dilakukan melalui
its programmes and its finances
beberapa pelatihan tematik. TFCA-
was conducted through thematic
Sumatra mengadakan pelatihan
trainings. TFCA-Sumatra held finance
keuangan dan administrasi bagi ke-17
and administration trainings for its
mitranya. Pelatihan yang bertujuan
17 partners. These trainings were to
untuk meningkatkan kemampuan
develop partners’ competences in
mitra dalam mengelola program dan
managing programmes and finances,
keuangan ini terbagi dalam pelatihan
and consisted of several training
pengelolaan administrasi, program,
topics: administrative management,
internal audit, serta pelatihan penulisan
programme management, internal
laporan. Sementara bagi staf TFCA-
audit, and report writing. For its
Sumatra sendiri disediakan program
staff, TFCA-Sumatra held internal
pelatihan peningkatan kapasitas internal
trainings of financial management,
berupa pelatihan keuangan, pelatihan
social entrepreneurship, and IT skills.
social entrepreneurship, dan pelatihan
In 2013 TFCA-Sumatra also sent its
yang terkait dengan IT. Pada tahun
administrative staff to participate in
2013 TFCA-Sumatra juga mengirimkan
an international TFCA programme
staf administrator untuk mengikuti
meeting in Costa Rica, South America.
of
TFCA-Sumatra
pertemuan program TFCA tingkat
internasional yang berlangsung di Kosta
Rika, Amerika Selatan.
4. Prudential Financial Management.
TFCA-Sumatra transparent and
accountable financial management
4. P r u d e n t i a l F i n a n c i a l M a n a g e m e n t .
was proven by its audit report in
Pengelolaan keuangan TFCA-
2012 with a note of auditor’s opinion
Sumatra yang transparan dan bisa
of “Unqualified Opinion”.
dipertanggungjawabkan. Hal ini
5.O n - l i n e
Database
System
ditunjukkan dengan hasil audit
D e ve l o p m e n t f o r P r o g ra m m e
pengelolaan dana periode 2012 dengan
Management. Efficient and effective
pendapat/opini auditor adalah Wajar
programme management requires
Tanpa Pengecualian.
advanced, accurate and accessible
information. It was for that
5. Pengembangan Sistim Database Online
purpose that in 2013 TFCA-Sumatra
untuk Pengelolaan Program. Pengelolaan
conducted trials of on-line database
program secara efisien dan efektif
system implementation, where
membutuhkan informasi secara akurat,
all data related to TFCA-Sumatra
mutakhir dan dapat diakses dari
management was stored in one data
manapun. Untuk itu, pada tahun 2013
server and made accessible for TFCA-
TFCA-Sumatra sedang melakukan uji
Sumatra and all its partners.
coba implementasi sistim database
Laporan Tahunan 2013 | An n u a l R e p o r t 2013
49
secara on-line di mana semua data yang
6. Good Governance Implementation.
berkenaan dengan pengelolaan TFCA-
The Oversight Committee (OC)
Sumatra berada dalam satu server dan
meetings along 2013 have resulted
dapat diakses oleh internal TFCA-Sumatra
in several significant decisions
dan seluruh mitra.
concerning grant distribution
realization as follows:
6. Pelaksanaan Tata Kelola yang Baik.
•Funding in Grant Cycle III for 5
Pertemuan Oversight Committee (OC )
(five) partners in 3 (three) priority
selama 2013 telah menghasilkan beberapa
landscape areas: Way Kambas
keputusan penting dalam pelaksanaan
National Park, South Bukit Barisan
penyaluran dana hibah, antara lain:
National Park and Berbak National
• Penetapan pendanaan siklus hibah III
Park; for grant period 2013-2016.
bagi 5 (lima) mitra di 3 (tiga) bentang
• Funding in Grant Cycle IV for 5 (five)
alam prioritas, yaitu Taman Nasional
new partners who proposed for
Way Kambas, Taman Nasional Bukit
grants in 3 (three) priority landscape
Barisan Selatan, dan Taman Nasional
areas: Batang Gadis National Park,
Berbak untuk periode hibah 2013-
West Toba Catchment Area and
2016.
Seulawah Forest Area; as well as 2
• Penetapan mitra siklus hibah IV bagi
(two) programmes related to forest
5 (lima) mitra baru yang mengusulkan
policy implementation for period
program untuk mendapatkan hibah
2014-2017.
di 3 (tiga) bentang alam prioritas,
yaitu Taman Nasional Batang Gadis,
• Work plan and budget approval for
administrators in 2014.
Kawasan Tangkapan Air Toba Barat,
dan Kawasan Hutan Seulawah dan 2
(dua) program yang terkait dengan
implementasi kebijakan kehutanan
untuk periode 2014-2017.
• Penetapan rencana kerja dan anggaran
bagi administrator untuk tahun 2014.
50
Laporan Tahunan 2013 | A n n u a l R e p o r t 2 0 1 3
Capaian Program
Programme Implementation
Beberapa capaian kegiatan program
TFCA-Sumatra field activities in 2013 have
TFCA-Sumatra di lapangan selama tahun
resulted in several accomplishments in
2013 antara lain adalah konservasi dan
conservation and restoration efforts as well
restorasi, serta pemberdayaan dan
as community empowering and welfare
peningkatan kesejahteraan masyarakat.
development.
1. Konservasi dan restorasi bentang
1. Landscape and biodiversity conservation
alam dan keanekaragaman hayati
a. P e n a n g g u l a n g a n K o n f l i k
Manusia-Satwa. Melalui
dukungan TFCA-Sumatra,
Yayasan Leuser International
telah mengoperasikan fasilitas
Conservation Response Unit (CRU)
untuk meredakan konflik satwamanusia di kawasan suaka
margasatwa Rawa Singkil, Aceh
Selatan. Fasilitas ini dilengkapi
dengan 4 (empat) gajah patroli
beserta mahud (pawang gajah)
yang melakukan patroli di
kawasan suaka margasatwa yang
tersebar di daerah Kecamatan
Laporan Tahunan 2013 | An n u a l R e p o r t 2013
and restoration
a. H u m a n - a n i m a l c o n f l i c t
ma nagement. W i t h s u p p o r t s
from TFCA-Sumatra, Leuser
Internasional Foundation (Yayasan
Leuser Internasional / YLI) has
operated Conservation Response
Unit (CRU) facility to reduce the
conflicts between human and
animals in the conservatory areas
in Rawa Singkil, South Aceh. This
facility is equipped with 4 (for)
watch elephants with their mahout
(elephant trainer) that patrol in the
conservatory areas in the villages
51
Trumon Tengah, Trumon Timur dan
of Central Trumon, East Trumon
Kecamatan Sultan Daulat, Propinsi
and Sultan Daulat, all in the
Aceh.
Regency of Aceh.
Di sisi lain, pengelolaan CRU
On the other hand, continuous CRU
yang berkelanjutan memerlukan
management requires constant
ketersediaan sumber pakan gajah
supply of elephant food sources.
secara terus-menerus. Pakan untuk
Elephant food has been sourced
gajah selama ini diperoleh dari lahan
from locations surrounding the
di sekitar kawasan serta membeli
conservatory areas and from
dari masyarakat. Di sekitar camp CRU,
community trade. Around the
juga ditanam rumput gajah (720m ),
CRU camp, 720m2 of naper grass,
tebu (240 m 2) dan bambu sebagai
240 m2 of sugarcane and bamboo
lahan pakan tambahan, terutama
were planted as additional fod
pada saat gajah berada di kandang
sources for elephants in common
sosialisasi. Hal ini dimaksudkan
spaces. This was a specific
untuk mengurangi ketergantungan
effort to decrease the elephant’s
pada pakan pelepah kelapa dan
dependance level to coconut stem
mengurangi wilayah angon yang
food source and to reduce the
sebagian besar merupakan kawasan
size of food sourcing area in the
koridor yang telah terbuka dan akan
open forest corridor, which was
dipulihkan kembali melalui kegiatan
to be restored through restoration
restorasi kawasan hutan.
programmes.
2
b. Restorasi Kawasan Konservasi.
Selama tahun 2013, upaya-upaya
restorasi yang telah dilakukan untuk
memperbaiki kawasan hutan yang
rusak dilakukan di kawasan sebagai
berikut:
•
Restorasi 140 ha di kawasan
Taman Nasional Gunung Leuser
•
•
the efforts conducted to restore
the damaged forest areas:
• restoration of 140 hectare
area in Leuser National
Park
• restoration of 10 hectare
area in Bukit Barisan
Hutan Raya Bukit Barisan
Forest Park
restorasi seluas 20 ha di Desa
• restoration of 20 hectare
Situgal yang terletak di kawasan
area in Situgal Village,
pemeliharaan kawasan seluas
38 ha di Taman Wisata Alam Lau
Debuk-Debuk
52
Along 2013, these following were
restorasi seluas 10 ha di Taman
Taman Nasional Tesso Nilo
•
b. Conservatory area restoration.
Tesso Nilo National Park
• conservation of 38 hectare
area in Lau Debuk-Debuk
Nature Tourism Park
Laporan Tahunan 2013 | A n n u a l R e p o r t 2 0 1 3
•
pembangunan 1 (satu) unit
•
persemaian di Desa Linge,
seedbed in Linge Village, Buru
kawasan penyangga Taman
Linge Isaq Park protected
forest, Central Aceh, consisting
Buru Linge Isaq, Kabupaten Aceh
of 36,500 candlenut seeds,
Tengah yang berisikan 36.500
1,050 dogfruit seeds, 1,050
bibit kemiri, 1.050 bibit jengkol,
petai bean seeds and 5,000
1.050 bibit petai dan 5.000 bibit
sengon sebanyak seeds.
sengon.
•
•
• restoration of mangrove by
restorasi mangrove sebanyak
planting 22,000 mangrove
22.000 bibit di Desa Sungai Rawa
seeds in Sungai Rawa Village,
Kabupaten Siak, Propinsi Riau.
Siak, Riau.
• planting 24,000 timber tree
penanaman tanaman meranti
seeds, 20,000 natural rubber
sebanyak 24.000 bibit, tanaman
seeds and 24,000 cocoa seeds
karet sebanyak 20.000 bibit, dan
in the areas surrounding the
tanaman coklat sebanyak 24.000
national parks.
bibit di sekitar Taman Nasional.
2. Pemberdayaan dan peningkatan
kesejahteraan masyarakat
a. Value chain dan capacity building.
Dalam rangka memberdayakan
ekonomi masyarakat, diperlukan
adanya kelembagaan yang dapat
menghubungkan masyarakat
sebagai produsen dengan pasar.
Dukungan yang diberikan oleh
program TFCA-Sumatra terhadap
mitranya selama tahun 2013 adalah
sebagai berikut:
•
development of 1 (one) unit of
3 (tiga) koperasi terbentuk di
desa sekitar Taman Buru Linge
Isaq, dan masih menyusun
Standard Operational Procedure
(SOP) pengelolaan/manajemen
koperasi dengan dampingan
dari mitra Penyangga Tengah
2. Community Empowering and Welfare
Development
a. Value chain and capacity building. In
order to empower local community’s
economy, institutions are required
to play the role of mediator between
the community as producer and its
market. TFCA-Sumatra has supported
its partners in 2013 through following
programmes:
•
Establishment of 3 (three)
community corporations in the
surrounding villages of Buru
Linge Isaq Park, whose Standard
Operational Procedure (SOP) of
management is currently being
developed with the assistance of
its partner, Penyangga Tengah of
Leuser Ecosystem Area.
Kawasan Ekosistem Leuser.
Laporan Tahunan 2013 | An n u a l R e p o r t 2013
53
•
•
2 (dua) koperasi kakao
54
Establishment of 2 (two) cacao
terbentuk di wilayah
community corporations in the
perbatasan kawasan
border area of Batang Toru
konservasi hutan Batang Toru
Forest conservatory area in
di Tapanuli Selatan dan 1 (satu)
South Tapanuli and 1 (one)
koperasi karet masyarakat
natural rubber community
di Mandailing Natal yang
corporation in Mandailing
berbatasan dengan TN Batang
Natal, which is geographically
Gadis, Propinsi Sumatra Utara
adjacent to Batang Gadis
dengan dampingan dari mitra
National Park in North
PETRA.
Sumatra, with the assistance of
1 (satu) koperasi yang
its partner, PETRA.
beranggotakan para petani
•
•
•
Establishment of 1 (one)
sawit lokal di 4 (empat) desa
community corporation among
di kawasan Semenanjung
the local palm oil farmers in
Kampar terbentuk. Prinsip
4 (four) villages in Kampar
pengelolaan kelapa sawit
Peninsula. Principles resulting
berkelanjutan atau RSPO
from the Roundtable on
(Roundtable on Sustainable
Sustainable Palm Oil (RSPO)
Palm Oil) menjadi acuan
have become benchmarks in the
dalam pengelolaan kebun
community’s palm oil farming
sawit masyarakat. Selain
management. Furthermore,
itu, telah terbentuk 1 (satu)
1 (one) micro-finance agency
lembaga keuangan mikro
was established for women
bagi kelompok perempuan
community groups in 2 (two)
yang berada di 2 (dua) desa.
villages and market access
Telah dirintis pula akses pasar
of medicinal plant products,
bagi produk tanaman obat
cosmetics, and aromatherapy
kosmetik dan aromaterapi
was opened for the cosmetics
dengan perusahaan kosmetik
company Martha Tilaar. These
Martha Tilaar. Semuanya
were made possible with
merupakan dampingan mitra
the assistance of its partner,
JIKALAHARI.
JIKALAHARI.
7 (tujuh) perusahaan menjalin
•
7 (seven) companies established
kemitraan sebagai tempat
partnerships by opening
pemasaran bagi produk karet
markets for local natural rubber
lokal hasil produksi kelompok
products by community groups
masyarakat binaan KKI-WARSI.
assisted by KKI-WARSI.
Laporan Tahunan 2013 | A n n u a l R e p o r t 2 0 1 3
b. Pembangunan pembangkit listrik
untuk masyarakat dikaitkan
b. Power generator for local communities
in relation to forest conservation
dengan konservasi hutan.
·
•
Konsorsium Petra telah selesai
building one unit of pico hydro
membangun satu unit piko hidro
plant for 27 families in Aek Jae
untuk 27 KK di Dusun Aek Jae
Mateo, Adian Koting Village, North
Mateo, Desa Adian Koting, yang
Tapanuli. The power generator
berada di Tapanuli Utara sehingga
has encouraged the community
mendorong masyarakat untuk
to preserve the protected forest
tetap menjaga hutan lindung yang
through community forest
ada di atasnya melalui pengelolaan
management activities.
hutan kemasyarakatan (Hkm).
•
·
Consortium KKI WARSI has started
Konsorsium KKI WARSI telah
building solar power generator
mulai melakukan Pembangunan
(Pembangkit Listrik Tenaga
PLTM (Pembangkit Listrik Tenaga
Matahari / PLTM) in Senamat
Matahari) di Desa Senamat Ulu,
Ulu Village, Jambi. The process
Propinsi Jambi dan saat ini telah
is currently in the phase of final
masuk ke tahap penyelesaian
completion.
kegiatan.
•
Consortium Petra has completed
·
Consortium Unila-PILI has
Konsorsium Unila-PILI telah
successfully built two units of
berhasil membangun dua piko
pico hydro plant with the support
hidro dengan dukungan dari
of local community and Bukit
masyarakat dan Balai Taman
Barisan National Park in Sukaraja.
Nasional bukit barisan di resor
The generated power supplied
Sukaraja. Listrik yang dihasilkan
electricity for 15 households.
mampu memenuhi kebutuhan 15
rumah tangga.
Laporan Tahunan 2013 | An n u a l R e p o r t 2013
55
c. Dukungan untuk pengadaan tanaman yang memiliki nilai ekonomi tinggi.
Untuk mendukung tujuan peningkatan kesejahteraan masyarakat, TFCA-Sumatra
mendukung kegiatan pembudidayaan tanaman yang bernilai ekonomi tinggi,
seperti persemaian 76.000 bibit kopi Arabika, 2.900 bibit kapulaga dan 1.066 bibit
coklat di desa Batang Kibul, Propinsi Jambi. Diharapkan harga komoditas yang
relatif tinggi dapat meningkatkan pendapatan masyarakat yang hidup di sekitar
hutan.
56
Laporan Tahunan 2013 | A n n u a l R e p o r t 2 0 1 3
c. Supports for availability of highly economical plants. To develop local community
welfare, TFCA-Sumatra supported highly economical plant farming and cultivation
activities, among of which were seedbeds of 76,000 Arabica coffee seeds, 2,900
cardamom seeds and 1,066 cacao seeds in Batang Kibul Village, Jambi. It is expected
that high price of the plant commodity would raise the income of local communities
around the forest area.
Laporan Tahunan 2013 | An n u a l R e p o r t 2013
57
TFCA-Sumatra:
Aek Jae Mateo Desa Mandiri Energi
TFCA-Sumatra: Aek Jae Mateo as An Energy Independent Village
Tahun 2013 TFCA-Sumatra telah
In 2013, TFCA-Sumatra has had 22
memiliki 22 konsorsium mitra yang
consortium partners that cooperates
bemitra dengan Lembaga Swadaya
with Non-Government Organizations
Masyarakat dan Perguruan tinggi untuk
and universities to save 13 priority
menyelamatkan 13 kawasan prioritas
areas in Sumatra, resulting in some
penting di Sumatra dengan capaian
accomplishments in administrative affairs
dari sisi administrasi (penyaluran hibah,
(grant distribution, quality assurance,
quality assurance, staff development,
staff development, on-line database
pengembangan sistem database on-
system development and good governance
line, pelaksanaan tata kelola yang baik)
implementation) as well as in programme
maupun sisi implementasi program
implementation (multiparty policy and
(kebijakan dan kordinasi multipihak,
coordination, landscape conservation and
konservasi dan restorasi bentang alam,
restoration, and community empowering
serta pemberdayaan dan peningkatan
and welfare development). One of the
kesejahteraan masyaraka). Salah satu
success stories in terms of conservation
kisah sukses dari sisi konservasi dan
and community empowerment that became
pemberdayaan masyarakat yang telah
a model of sustainable development is
dilakukan sebagai model pembangunan
the establishment of a pico hydro power
berkelanjutan adalah pembangunan
pembangkit listrik tenaga air (PLTA)
58
Laporan Tahunan 2013 | A n n u a l R e p o r t 2 0 1 3
skala kecil untuk masyarakat Dusun Aek
generator plant for the local community in
Jae Mateo, Desa Adian Koting, Tapanuli
Aek Jae Mateo, Adian Koting Village, North
Utara.
Tapanuli.
Warga dusun tersebut selama ini belum
The community members in the village
mendapatkan aliran listrik karena
have never had access to electricity before,
jaringan PLN belum mencapai dusun
due to the inavailability of electricity
mereka. Masyarakat selama ini hanya
supply from the State Electricity Company
mampu mendapatkan listrik selama 3
(Perusahaan Listrik Negara / PLN). They had
jam per hari yang berasal dari generator
used to having merely 3 hours of electricity
milik sendiri dan panel surya bantuan
supply per day as an outcome of their own
dari pemerintah. Biaya pengoperasian
generator and several solar panels provided
generator dirasakan cukup mahal
by the government. The operational cost of
sehingga masyarakat tidak mampu
those generators had been then considered
memanfaatkannya untuk mengolah
too high and they could not afford to
hasil perkebunan yang menjadi sumber
utilize them to assist their farming produce
penghasilan utama mereka.
processing. Therefore the local community
Untuk menjawab tantangan di atas,
PETRA, mitra dari KEHATI TFCA-
did not have the capacity to raise their
income.
Sumatra menfasilitasi pembangunan
To meet this significant challenge, PETRA, a
pembangkit listrik tenaga air skala kecil
partner of KEHATI’s TFCA-Sumatra, facilitated
melalui pendekatan partisipasi penuh
the building and establishment a pico hydro
masyarakat. Pembangunan piko hidro
power generator plant through approaches
dimulai pada pertengahan tahun 2013
for local community’s full participation.
dan dapat diselesaikan pada akhir
This process started in the mid of 2013 and
tahun 2013. Sebanyak 27 keluarga, satu
was completed at the end of that year. 27
sekolah dasar negeri, satu rumah ibadah,
households, 1 public elementary school, 1
satu puskesmas, serta akses transportasi
worship place, 1 community health centre
masyarakat yang ada di dusun tersebut
and all transportation access in the village
saat ini semuanya telah mendapatkan
have now been taking benefits from the
aliran listrik.
constant electricity supply.
Kunci keberhasilan dari pembangunan
The key to the pico hydro plant successful
PLTA tersebut terletak pada keterlibatan
establishment is the local community’s
masyarakat secara penuh, baik dari
full participation. They totally involved
mulai saat persiapan, pembangunan,
themselves from the phase of preparation,
pendanaan, pengoperasian serta
development, funding, operation and
pemeliharaannya. Untuk menjamin
maintenance. To ensure the generator’s
keberlangsungan PLTA tersebut, warga
sustainability, those local people agreed to
sepakat melakukan upaya-upaya
conduct fundraising efforts for preservation
penggalangan dana untuk pemeliharaan
and conservation of the forest areas around
Laporan Tahunan 2013 | An n u a l R e p o r t 2013
59
serta pelestarian hutan yang ada di sekitar
the river where their generator was located.
sungai. Warga membayar sebesar Rp
Each community member contributed IDR
20.000 tiap bulannya yang dikumpulkan
20,000 per month, which was then collected
dan dikelola oleh koperasi desa. Di sisi
and managed by the village’s community
lain, sebagai usaha pemeliharaan hutan
corporation. Meanwhile, as an effort of
warga akan mengelolanya melalui skema
forest preservation, they would manage
Hutan Kemasyarakatan.
several activities using Community Forest
Dengan keberadaan PLTA tersebut,
scheme.
diharapkan akan tercapai peningkatan
With the pico hydro plant, it is expected
kesejahteraan masyarakat, perbaikan
that the local community would develop
pelestarian lingkungan, dan peningkatan
their welfare, have better environmental
kehidupan sosial yang lebih baik. Model
conservation as well as higher social
program ini merupakan satu model
living standards. This programme model
pembangunan berkelanjutan yang
became a sustainable development model,
dibangun sesuai dengan kebutuhan
developed based on the context of local
masyarakat setempat.
needs.
Bagi Yayasan KEHATI, TFCA adalah salah
For KEHATI Foundation, TFCA is one of
satu implementasi dari rencana strategis
the implementation forms of its forest
ekosistem hutan untuk tahun 2013-
ecosystem strategic planning in 2013-
2017 dengan fokus program Pangan,
2017, focusing on the issues of food,
Energi, Kesehatan dan Air yang disingkat
energy, health and water (PEKA). On forest
menjadi PEKA. PEKA pada ekosistem
ecosystem programmes, these PEKA issues
hutan bertujuan untuk mendukung
aim to support the utilization of forest
pemanfaatan lahan dan sumber
land area and its biodiversity resources as
daya hutan dengan keanekaragaman
sources of food and alternative energy, as
hayatinya sebagai sumber pangan,
well as to encourage the preservation and
sumber energi alternatif, serta
conservation of catchment areas inside
mendorong terjaga dan berkembangnya
and outside the forest. PEKA activities
daerah tangkapan air di dalam dan di luar
in forest ecosystems focus on managing
hutan. Aktivitas PEKA pada ekosistem
conserved forests to prevent forest
hutan berpusat pada pengelolaan hutan
resource destruction, accelerating forest
lestari untuk mencegah kerusakan
rehabilitation and restoration to prevent
sumber daya hutan, percepatan
global warming effects, and community-
pemulihan rehabilitasi, restorasi hutan
based forest management to optimize
untuk mencegah pemanasan global dan
sustainable forest utilization.
pengelolaan hutan berbasis masyarakat
untuk mengoptimalkan pemanfaatan
hutan berkelanjutan.
60
Laporan Tahunan 2013 | A n n u a l R e p o r t 2 0 1 3
Laporan Tahunan 2013 | An n u a l R e p o r t 2013
61
iii. TFCA-Kalimantan
D
iii. TFCA-Kalimantan
ampak perubahan ataupun
The effects of deforestation in Kalimantan
kerusakan hutan yang terjadi
have not only impacted Indonesia but also
di Kalimantan tidak hanya
other parts of the world. Kalimantan forests
memberikan pengaruh pada Indonesia,
are among the world’s valuable riches in
tetapi juga pada dunia. Saat ini hutan
terms of biodiversity because they have
Kalimantan menjadi salah satu kekayaan
been home to 15,000 flower species as well
dunia dalam hal keanekaragaman hayati.
as to endangered animals, e.g., Proboscis
Di hutan tersebut terdapat 15.000 jenis
Monkey, Orangutan, Gibbon, Leopard,
bunga-bungaan. Pulau itu juga menjadi
Pygmy Elephant and Hornbill bird.
habitat bagi spesies terancam seperti
Bekantan, Orangutan, Gibbon, Leopard,
Gajah pygmy, dan burung Rangkong.
In further survey in February 2013, the
collective surveyor team from WWFIndonesia and West Kutai Forestry Taskforce
Dalam survey lanjutan pada bulan
Unit (Dinas Kehutanan Kabupaten
Februari 2013, tim survey gabungan yang
Kutai Barat), Mulawarman University
terdiri dari WWF-Indonesia bersama
and the local community, found several
Dinas Kehutanan Kabupaten Kutai Barat,
footprints of what was strongly believed
Universitas Mulawarman dan masyarakat
as Sumatran rhinoceros (Dicerorhinus
setempat, menemukan beberapa jejak
sumatrensis). The survey finding was also
kaki badak yang kemungkinan besar
supported by historical data of Sumatran
adalah Badak Sumatra (Dicerorhinus
rhinoceros range in Kalimantan previously
sumatrensis). Temuan survei tersebut
documented. Unfortunately, this valuable
juga didukung data historis sebaran
rich of nature has been in its most difficult
Badak Sumatra di Kalimantan yang
telah terdokumentasi sebelumnya.
62
Laporan Tahunan 2013 | A n n u a l R e p o r t 2 0 1 3
Akan tetapi kekayaan dunia itu sedang
time. It was recorded in 2005 that only 50%
dalam masa-masa sulit. Pada tahun
of the forest area in Kalimantan remained.
2005 tercatat bahwa tutupan hutan di
Data also showed that between 1985 and
Kalimantan hanya tersisa 50 persen saja.
2005, at least 850,000 hectare area is
Data juga mencatat bahwa antara tahun
missing per year.
1985 sampai tahun 2005, setidaknya
ada 850.000 ha lahan hutan yang hilang
setiap tahunnya.
Today, only half of the whole Kalimantan still
has forest areas. This tragic deforestation
was an outcome of the conversion of forests
Saat ini, hanya separuh pulau Kalimantan
into farmfields and mining fields. The
yang masih memiliki hutan. Rusaknya
government’s frail management and lack of
hutan ini adalah akibat dari konversi
planning on forest utilization contributed
lahan hutan menjadi perkebunan dan
to it, and furthermore, illegal logging only
pertambangan. Kondisi juga diperparah
worsened this situation.
dengan parktek illegal logging. Dari sisi
pemerintah, lemahnya pengelolaan
dan kurangnya perencanaan tentang
penggunaan hutan juga turut
menyumbang terjadinya deforestasi.
Laporan Tahunan 2013 | An n u a l R e p o r t 2013
63
Untuk menanggulangi masalah tersebut,
To overcome this, Tropical Forest
program TFCA (Tropical Forest Conservation
Conservation Act (TFCA) programme, which
Act), yang sebelumnya hanya dilakukan di
had before only been conducted in Sumatra,
Sumatra, kemudian ditambah program
but now aimed for Kalimantan forest
baru dengan daerah sasaran pada
ecosystems. Debt for Nature Swap (DNS)
ekosistem hutan Kalimantan. Program
programme between the governments of
Debt for Nature Swap (DNS) antara
the US and Indonesia started its process
Pemerintah Amerika dan Pemerintah
in February 2012, after long planning and
Indonesia ini dimulai prosesnya pada
negotiations.
Februari 2012, setelah sebelumnya
melewati proses perencanaan dan
negosiasi yang panjang.
Through TFCA-Kalimantan, KEHATI plays
the role of an administrator. The Swap
Partners are The Nature Conservancy (TNC)
Pada TFCA-Kalimantan, KEHATI
and World Wildlife Fund Indonesia (WWF
mengambil peran sebagai administrator.
Indonesia) Foundation.
Sedangkan yang menjadi Swap Partner
adalah The Nature Conservancy (TNC)
dan Yayasan World Wildlife Fund
Indonesia (WWF).
In 2012, TFCA-Kalimantan recruited 6
people into its human resource team, in
addition to the existing 5 people in its
Supervisory Board. The 6 people were
Di tahun 2012, TFCA-Kalimantan telah
representatives of Indonesia’s government,
melakukan rekrutmen sumber daya
the US government, TNC, WWF and the
manusia sejumlah 6 orang, melengkapi
appointed member from Pelangi NGO.
anggota Dewan Pengawas menjadi 5
orang, yang terdiri dari wakil pemerintah
RI, US, TNC, WWF dan 1 orang anggota
yang ditunjuk; dalam hal ini wakil dari
LSM Pelangi.
Still in 2012, TFCA-Kalimantan programme
implementation started by institutional
document completion, i.e., 2013-2017
Implementation Plan, 2013 Work Plan
and Environmental and Social Safety
Pada tahun 2012, pelaksanaan program
Document (Dokumen Pengaman Sosial
TFCA-Kalimantan dimulai
dengan
dan Lingkungan). It also started composing
penyelesaian dokumen kelembagaan
some guidance for implementation
seperti: dokumen Rencana Implementasi
2013-2017, Rencana Kerja
Tahun
2013 serta dokumen Pengaman Sosial
dan Lingkungan.
Beberapa panduan
pelaksanaan kegiatan juga sudah mulai
disusun. Kegiatan lain yang sudah
dilakukan pada masa persiapan ini adalah
kunjungan lapangan dan sosialisasi
activities. In this preparatory phase, field
visits and programme socializing were
conducted in target locations: the towns
of Berau and West Kutai. TFCA-Kalimantan
has also operated its official website as a
tool for information distribution, along with
supporting documents such as brochures
and flyers.
program TFCA-Kalimantan di Kabupaten
64
Laporan Tahunan 2013 | A n n u a l R e p o r t 2 0 1 3
Laporan Tahunan 2013 | An n u a l R e p o r t 2013
65
target, yaitu Kabupaten Berau dan
Starting on 12 May 2013, TFCA-Kalimantan
Kabupaten Kutai Barat. Website sebagai
announced the open opportunities for
sarana informasi TFCA-Kalimantan juga
potential grant beneficiary project concept
telah disusun, lengkap dengan dokumen
notes on mass media as a way of grant
informasi pendukung seperti brosur dan
distribution. The next steps were perfecting
leaflet.
the implementation guide manual, public
Pengumuman penerimaan konsep
proyek melalui media sebagai penanda
dimulainya proses penyaluran hibah
dimulai pada tanggal 12 Mei 2013. Proses
selanjutnya adalah penyempurnaan
consultancy, coordinations to related
parties, project concept submission
and selection, proposal submission and
selection, then project assessment and
trainings for potential partners.
panduan pelaksanaan, konsultasi
Below were several significant activities of
publik, koordinasi dengan para pihak,
TFCA-Kalimantan in 2013:
penerimaan dan penilaian konsep
proyek, penerimaan dan penilaian
proposal, pelaksanaan uji tuntas serta
pelatihan bagi calon mitra.
1. Engagement to related parties.
Series of socialization, consultancy
and coordination were performed
to/with Regional Government,
Beberapa catatan mengenai
NGOs, CBOs, and potential partners
perkembangan kegiatan program TFCA-
in target areas: towns of Berau in
Kalimantan di tahun 2013 adalah sebagai
East Kalimantan, West Kutai, Kapuas
berikut:
Hulu and Mahakam Ulu in West
1. Engagement d en g an p ara
pihak. Sosialisasi, konsultasi dan
koordinasi telah dilakukan dengan
Kalimantan. These were to search
for potential partners as well as to
ensure the programme effectiveness.
Pemda, LSM, KSM, dan calon mitra
pada empat kabupaten target,
y ait u K a bu paten B e rau ya ng
berada di Propinsi Kalimantan
Timur, Kabupaten Kutai Barat,
Kabupten Kapuas Hulu dan
Kabupaten Mahakam Ulu yang
berada di Propinsi Kalimantan
Barat. Hal ini diperlukan untuk
memastikan kelancaran jalannya
program dan pencarian calon
mitra.
66
Laporan Tahunan 2013 | A n n u a l R e p o r t 2 0 1 3
2. Inisiasi program hibah. Pada
2. Grant programme initiatives. In
siklus 1 TFCA-Kalimantan telah
its Grant Cycle I, TFCA-Kalimantan
dilakukan beberapa kegiatan yang
has conducted several activities:
meliputi: pengumuman, sosialisasi,
announcement, socialization, and
dan penilaian terhadap konsep
assessment to potential partner’s
proyek (concept note/CN). Dari
project concept note (CN). 60 CNs
60 CN yang diterima, diadakan
were given initial assessment in
penilaian pendahuluan terhadap
terms of their administrative and
aspek kelayakan administrasi dan
technical feasibility, which resulted
teknis, di mana akhirnya tersaring
in 21 selected CNs for further
sebanyak 21 CN yang layak untuk
verification. Those 21 CNs were
diverifikasi lebih lanjut. Kepada
proposed by 19 potential partners,
21 CN yang diajukan oleh 19
who then were given the opportunity
calon mitra tersebut diberikan
to revise and convert their concept
kesempatan menyempurnakan
notes into full proposals through
concept note menjadi proposal
training and assistance.
lengkap (full proposal) melalui
pelatihan dan bimbingan.
3. Good governance. Documents
concerning grant distribution policy
3. T a t a k e l o l a y a n g b a i k .
and procedures as well as proposal
Telah dilakukan penyusunan
and project assessment procedures
dan penyempurnaan dokumen
were composed and revised.
kebijakan dan prosedur penyaluran
hib ah da n tata c a ra penila ia n
4. P r o g r a m m e i n f o r m a t i o n
publishing. To make programme
konsep proyek dan proposal.
information publicly accessible, the
4. Penyebarluasan informasi
official website of TFCA-Kalimantan
program. Untuk penyebaran
(www.tfcakalimantan.org) was
informasi program, telah tersedia
launched. This website is connected
situs resmi TFCA-Kalimantan
to the official website of KEHATI
(www.tfcakalimantan.org) yang
Foundation (www.kehati.or.id),
tersambung dengan situs Yayasan
social media, socialization resources
KEHATI (www.kehati.or.id), media
and publications.
sosial, dan materi sosialisasi dan
publikasi.
5. Capacity Building. Pengembangan
5. Ca p a c i t y b u i l d i n g. H u m a n
resource development is essential to
the effectiveness of this programme.
kapasistas SDM merupakan unsur
Therefore, in 2013 TFCA-Kalimantan
penting untuk keberhasilan dari
conducted an in-house training,
program ini. Untuk itu, pada tahun
proposal writing and development
2013 telah dilakukan in-house
training, as well as participated in
training, pelatihan pengembangan
related seminars.
proposal, dan keikutsertaan dalam
berbagai seminar.
Laporan Tahunan 2013 | An n u a l R e p o r t 2013
67
Dukungan Masyarakat Terhadap Keberadaan
Program Melalui Konsultasi Publik yang Intens
Community Support to Programmes through Intensive Public Consultancy
P
68
elaksanaan Program TFCA-
Community members have always been and
Kalimantan akan selalu melibatkan
will always be TFCA-Kalimantan programme
masyarakat sebagai salah satu
stakeholders, as the final outcome of
pemangku kepentingan. Hasil akhir
each programme would evidently go to
dari setiap program ini tentunya akan
the community. It is for that reason that
bermuara pada masyarakat. Oleh
coordination and consultancy in target
karena itu, koordinasi dan konsultasi di
areas were continuously performed.
kabupaten target terus dilakukan. Pada
In 2013, TFCA-Kalimantan team that
tahun 2013, Tim TFCA-Kalimantan yang
consisted of administrators, supervisory
terdiri dari administrator beserta dewan
board and technical officials, has done
pengawas dan tim teknis, telah melakukan
series of coordination and consultancy to
koordinasi dan konsultasi dengan Pemda
West Kalimantan Provincial Government
Propinsi Kalimantan Barat di Pontianak
in Pontianak, and Kapuas Hulu Regional
dan Pemda Kabupaten Kapuas Hulu
Government in Putussibau. Consequently,
di Putussibau. Hasilnya, pemerintah
those local governments stated their
daerah menyatakan dukungannya
supports to TFCA-Kalimantan programme
terhadap program TFCA-Kalimantan
and it did successfully give actual impacts on
Laporan Tahunan 2013 | A n n u a l R e p o r t 2 0 1 3
dan sekaligus mengharapkan program
forest management and local community’s
TFCA-Kalimantan dapat memberikan hasil
welfare.
nyata peningkatan pengelolaan hutan dan
kesejahteraan masyarakat setempat.
In addition, TFCA-Kalimantan also performed
coordination to the national parks in target
Kemudian kepada pemangku kepentingan
areas, as another stakeholder party. One
yang lain, TFCA-Kalimantan juga
of which was a visit to Betung Kerihun
melakukan kordinasi ke Taman Nasional
National Park. There, the team observed
yang berada di daerah target. Misalnya,
ecotourism development programmes
kunjungan ke Taman Nasional Betung
held by House of Betung Kerihun National
Kerihun. Di sana, tim telah meninjau
Park, together with the local community
program pengembangan ekowisata yang
and local government. Another was a visit
dilaksanakan oleh pihak Balai Besar
to Lake Sentarum National Park, which
Taman Nasional Betung Kerihunn (TNBK),
includes discussions with Priau forest
masyarakat dan Pemda. Lalu kunjungan
natural honey farmer community group
ke Taman Nasional Danau Sentarum
to obtain detailed information related to
(TNDS) yang diwarnai dengan diskusi
natural honey management process. As a
bersama kelompok Priau (kelompok
result of these visits, local community and
masyarakat pemanen madu hutan)
local officials in target areas stated their
unt uk m e ndapatkan i nform a si r inc i
support to TFCA-Kalimantan programme
terkait dengan pelaksanaan pengelolaan
and their commitment of participation
madu. Hasil dari kunjungan-kunjungan
in Lake Sentarum natural honey quality
ini adalah dukungan dari pengelola
development, ecoutourism development
kawasan dan masyarakat di sekitar
and forest protection programmes.
taman nasional terhadap program TFCA-
Meanwhile, 2013 was the year when
Kalimantan dan siap berpartisipasi dalam
program peningkatan mutu madu Danau
Sentarum, pengembangan ekowisata serta
perlindungan hutan.
Selain itu, pada tahun 2013 telah
dilanjutkan proses penyaluran hibah
TFCA-Kalimantan siklus 1; sebagai respon
terhadap pengumuman kepada publik
tentang hibah siklus 1 TFCA-Kalimantan,
administrator telah menerima sebanayak
60 konsep proyek. Dalam proses seleksi
bertahap, beberapa lembaga telah
mendapatkan persetujuan prinsip Dewan
Laporan Tahunan 2013 | An n u a l R e p o r t 2013
TFCA-Kalimantan continued its grant
distribution in Grant Cycle I. In response
to the public announcement on this Grant
Cycle I, administrators received 60 project
concept notes (CN). In the steps of selection
process, several organizations gained
principle approval from the Supervisory
Board. Generally, the proposed activities
included community involvement in
programme implementation, e.g., key
species conservation efforts, protected
forest and biodiversity corridor
management in the Heart of Borneo area;
69
Pengaw as. S ec a ra u m u m , l i ngk up
community economy development through
kegiatan yang diusulkan lembaga
the utilization of environmental services,
tersebut meliputi pelibatan masyarakat
ecotourism, non-timber forest resources,
dalam pelaksanaan program berupa
organic natural honey and traditional
penguatan konservasi species kunci
natural rubber farming protection; carbon
serta pengelolaan kawasan lindung dan
emission reduction through forest carbon
koridor biodiversity di kawasan Heart
absorption increase in newly founded
of Borneo; pengembangan ekonomi
partnerships in Mahakam Hulu town; and
masyarakat melalui pemanfaatan jasa
village forest development to encourage
lingkungan dan ekowisata, hasil hutan
sustainable forest utilization.
bukan kayu, peningkatan mutu madu
hutan organis serta pemanfaatan
dan perlindungan perkebunan karet
tradisional; pengurangan emisi karbon
melalui peningkatan penyerapan karbon
hutan secara kemitraan di Kabupaten
Mahakam Hulu yang baru terbentuk;
serta pengembangan hutan desa untuk
mendukung upaya pamanfaatan hutas
secara lestari.
70
Laporan Tahunan 2013 | A n n u a l R e p o r t 2 0 1 3
iv. MFP (Multistakeholder
Foresty Programme) 2
iv.Multistakeholder Foresty
Programme (MFP) 2
Kementerian Kehutanan menyebut
Indonesia’s Ministry of Forestry stated
program MFP2 sebagai program kerja
that MFP-2 was the most successful
sama yang paling berhasil dan akan
programme that would become a model
menjadi model bagi berbagai kerja
for
sama luar negeri lainnya.
programmes.
Pelaksanaan program MFP-2 oleh
MFP-2
Yayasan KEHATI secara resmi berakhir
Foundation officially ended on 31
pada 31 Desember 2013. Berbagai
December 2013. The foundation has
capaian luar biasa telah diraih oleh
accomplished
Yayasan KEHATI dalam menjalankan
in
program pengembangan dan
Timber
implementasi Sistem Verifikasi Legalitas
(Sistem Verifikasi Legalitas Kayu /
Kayu (SVLK) dalam pengelolaan hutan
SVLK) in order to perform sustainable
lestari di Indonesia menuju tata kelola
forest management for good forestry
kehutanan yang baik. Program ini
governance in Indonesia. This particular
berhasil membangun sistem verifikasi
programme has successfully built the
legalitas kayu nasional yang diakui
national timber legality verification
oleh dunia dengan penandatanganan
system
Voluntary Partnership Agreement
recognition
Laporan Tahunan 2013 | An n u a l R e p o r t 2013
more
international
partnership
implementation
KEHATI
several
achievements
and
implementing
developing
Legality
that
by
Verification
received
though
the
System
international
signing
of
71
(VPA), sehingga komunikasi aktif
Voluntary Partnership Agreement (VPA).
lintas kementerian dan komunikasi
This helped to maintain and strengthen
dengan ne gara -negara lain te rus
the
dibangun untuk lebih memantapkan
between the country’s ministries and
sistem tersebut. Selain itu, Program
internationally. Moreover, MFP-2 also
MFP2 juga mendukung dibangunnya
supported the establishment of Timber
Sistem Informasi Legalitas Kayu (SILK)
Legality Information System (Sistem
serta terus melakukan fasilitasi dan
Informasi Legalitas Kayu / SILK). MFP-
pendampingan pengelolaan SILK,
2 also facilitated and assisted SILK
terutama mendorong kinerja SILK
management, especially by encouraging
dalam implementasi SVLK khususnya
SILK
dalam memfasilitasi proses penerbitan
implementation, specifically in terms of
dokumen V-Legal.
V-Legal document publishing.
Sementara itu, dukungan terhadap
Meanwhile, KEHATI Foundation’s MFP-2
kelompok masyarakat kecil ditunjukkan
showed its supports to small community
dengan dukungan Yayasan KEHATI
groups through facilitating 63 units
melalui program MFP2
of
dengan
active
communication
performance
Community
raise
Forest
process
in
SVLK
Management
memberikan fasililitasi kepada
Unit (Unit Managemen Hutan Rakyat
63 unit UMHR dan 130 IKM untuk
/ UMHR) and 130 IKMs to obtain
mendapatkan sertifikat SVLK. Ini
SVLK certification.
termasuk pembangunan Klinik SVLK di
establishment of SVLK Clinics in Solo,
Solo, Bali, Jepara dan Pasuruan untuk
Bali, Jepara and Pasuruan.
This included the
memfasilitasi kelompok-kelompok IKM
dalam mendapatkan SVLK.
In its MFP-2, KEHATI Foundation also
performed efforts of involving local
Yayasan KEHATI melalui program
community to implement good forestry
MFP juga melakukan berbagai upaya
governance in Indonesia, by supporting
perlibatan partisipasi masyarakat sipil
independent forest watch groups through
dalam menuju good forestry governance
watch group capacity enhancement,
d i Ind o ne s i a de n g a n m e n du ku ng
watch group network enhancement and
kelompok-kelompok pemantau
watch group performance assistance.
independen kehutanan melalui
penguatan kapasitas pemantau,
memperkuat kelembagaan jejaring
pemantau, serta dukungan pada kerjakerja pemantauan.
72
Laporan Tahunan 2013 | A n n u a l R e p o r t 2 0 1 3
Berbagai capaian tersebut
antara lain:
a. P e n a n d a t a n g a n a n F o r e s t L a w
Enforcement, Governance and TradeVoluntary Partnership Agreement
(FLEGT-VPA) pada tanggal 30
September 2013 antara Pemerintah
Republik Indonesia dengan Uni
Eropa adalah capaian terbesar
Multistakeholder Forestry Programme
(MFP2). Dengan ditandatanganinya
perjanjian internasional ini,
maka I ndone si a m endapa t k a n
pengakuan dunia internasional
akan kesungguhannya dalam
menangani praktik pembalakan
kayu liar, melalui sebuah sistem
yang terintegrasi dan lintas sektoral
untuk memperbaiki tata kelola
kehutanan, sekaligus meningkatkan
martabat Indonesia di mata
internasional. Indonesia adalah
negara pertama yang telah memiliki
sistem verifikasi legalitas kayu yang
diakui oleh pasar Uni Eropa.
b. Interactive Maket Dialogue (IMD):
Salah satu upaya untuk memperluas
kepercayaan pasar internasional
terhadap SVLK adalah melalui
IMD, selain juga menjalani proses
negosiasi bilateral dengan negara
pasar Uni Eropa melalui Voluntary
Partnership Agreement (VPA) dan
negosiasi bilateral yang lain. IMD
Laporan Tahunan 2013 | An n u a l R e p o r t 2013
Below were the
accomplishments of MFP-2:
a. Signing of Forest Law Enforcement,
Governance and Trade-Voluntary
Partnership Agreement (FLEGT-VPA)
on 30 September 2013 between
the governments of Republic of
Indonesia
and European Union
was
the
highest
achievement
of
Multistakeholder
Forestry
Programme (MFP-2). Through the
international agreement, Indonesia
gained
world’s
recognition
for
its designated intention to fight
illegal logging using integrated and
intersectoral systems in forestry
governance, as well as proved higher
dignity among other countries as the
first country having timber legality
verification system approved by
European Union market.
b. Interactive Market Dialogue (IMD):
One of the efforts to strengthen
international
market’s
trust
in
SVLK is IMD, in addition to bilateral
negotiations with European Union
countries
Partnership
or
other
through
Voluntary
Agreement
bilateral
(VPA)
negotiation
forms. IMD is expected to provide
information and channels of dialog
with business enterprises in market
countries on the topics of Indonesian
timber
credibility
through
SVLK
73
dimaksudkan untuk memberikan
implementation. KEHATI Foundation
informasi dan dialog dengan pada
with its MFP-2 has facilitated IMD
pelaku bisnis di negara-negara
events in several countries: France,
pembeli tentang kredibilitas
UK, Belgium, Germany, Canada,
produk kayu Indonesia melalui
United Arab Emirates, Japan and
implementasi SVLK. Yayasan KEHATI
South Korea.
dengan program MFP2 telah
memfasilitasi penyelenggaran IMD
c. Information System Development:
di beberapa negara seperti Perancis,
MFP-2 has facilitated and assisted
UK, Belgia, Jerman, Kanada, Uni
SILK
Emirat Arab, Jepang dan Korea.
Indonesia’s Ministry of Forestry. This
management
applied
in
system was created to encourage
c. Pengembangan Sistem Informasi:
SVLK implementation, particularly
MFP-2 telah melakukan fasilitasi dan
in facilitating the publishing of
pendampingan pada pengelolaan
V-Legal documents. Since 1 January
Sistem Informasi Legalitas
2013, SILK has raised the ministry’s
Kayu (SILK) yang diterapkan
performance
di Kementerian Kehutanan
real-time
(Kemenhut). Sistem ini dibuat untuk
transaction
mendorong implementasi SVLK
the relevant body of the Ministry of
khususnya dalam memfasilitasi
Forestry (Direktorat Jenderal Bina
proses penerbitan dokumen V-Legal.
Usaha Kehutanan).
level
timber
in
terms
product
bookkeeping
of
trade
under
Sejak tanggal 1 Januari 2013, SILK
telah mampu meningkatkan kinerja
d. Forest
Management
Unit:
In
Kemenhut dalam hal pencatatan
performing its programmes, MFP-
transaksi perdagangan produk kayu
2 formed VLK (Verifikasi Legalitas
yang bersifat real time, di bawah
Kayu – Timber Legality Verification)
Direktorat Jenderal Bina Usaha
certified forest management units.
Kehutanan Kementerian Kehutanan
These community forest management
RI.
units facilitated by MFP-2 partners
for SVLK implementation spread
d. Unit Manajemen Hutan: Dalam
in the provinces of North Sumatra,
melaksanakan programnya, MFP2
Lampung, Banten, West Java, Central
membentuk unit-unit manajemen
Java, Yogyakarta Special Region,
hutan bersertifikat VLK (Verifikasi
East Java, Bali, South Sulawesi
Legalitas Kayu). Unit manajemen
hutan rakyat yang berhasil difasilitasi
74
Laporan Tahunan 2013 | A n n u a l R e p o r t 2 0 1 3
oleh mitra-mitra MFP2 untuk
and Southeast Sulawesi. Up to the
implementasi SVLK ini tersebar di
end of 2013 when the programme
Propinsi Sumatra Utara, Lampung,
ended, there had been 63 Claimed
Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah,
Forest Management Units with total
Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa
land area of approximately 35,000
Timur, Bali, Sulawesi Selatan, dan
hectares facilitated and certified of
Sulawesi Tenggara. Hingga akhir
timber legality audit.
program di tahun 2013, terdapat 63
unit manajemen hutan hak dengan
e. Capacity Building for Small and
luasan + 35.000 ha yang telah
Middle-size
difasilitasi dan bahkan telah lulus
Kecil Menengah / IKM): MFP-2
audit legalitas kayu.
provided facilitation to IKMs up
Industries
(Industri
to the stage of internal audit, and
e. Capacity Building untuk Industri Kecil
further provided funding for VLK
Menengah (IKM): MFP2 memberikan
certification processing. Over 130
fasilitasi kepada IKM sampai pada
IKMs were facilitated, 35 of which
tahap internal audit, kemudian
participated in audit process and
dilanjutkan dengan pemberian
33 obtained certification from the
pembiayaan proses sertifikasi VLK.
verification institution.
Terdapat lebih dari 130 IKM yang
difasilitasi, di mana dari jumlah
In addition to facilitating Claimed
tersebut 35 di antaranya mengikuti
Forest Management Units and IKMs to
proses audit, dan 33 dari jumlah
obtain Timber Legality Certification,
tersebut dinyatakan lulus proses
MFP-2 has also prepared more
audit oleh lembaga verifikasi.
than 150 IKM and claimed forest
assisting
mentors
from forestry
Selain memfasilitasi Unit Masyarakat
mentor groups and NGOs in order
(UM) Hutan Hak dan IKM hingga
to expand SVLK implementation in
dapat memegang sertifikat Legalitas
the future. To complete this effort,
Kayu, MFP-2 juga telah menyiapkan
MFP-2 has equipped publishers of
lebih dari 150 pendamping hutan
Origin Information Document (Surat
hak dan IKM dari kalangan penyuluh
Keterangan
kehutanan dan LSM untuk perluasan
for community timber as well as
implementasi SVLK di masa
technical officers of the publishers
mendatang. Sebagai pendukung,
of
MFP-2 telah pula menyiapkan para
Invoice (Faktur Angkutan Kayu
penerbit Surat Keterangan Asal-
Olahan / FAKO), who have been key
Usul (SKAU) untuk kayu rakyat
performers in forestry governance
dan tenaga teknis penerbit Faktur
as the main element of SVLK.
Laporan Tahunan 2013 | An n u a l R e p o r t 2013
Asal-Usul
Processed
Timber
/
SKAU)
Shipping
75
Angkutan Kayu Olahan (FAKO)
yang merupakan pelaku penting
f. Good governance: SVLK Clinic is one
dalam penata-usahaan hasil hutan,
of the most significant innovative
komponen utama penopang SVLK.
efforts of MFP-2 and its partners.
This was the programme’s attempt
f. Tata kelola yang baik: Klinik SVLK
to ensure the continuity of SVLK
adalah salah satu inovasi penting
facilitation
yang dilahirkan oleh MFP-2 dan
which had started previously. The
mitra-mitranya. Inovasi ini adalah
clinics were located at Trade and
usaha program untuk menjamin
Industry
keberlanjutan fasilitasi SVLK bagi
Perindustrian dan Perdagangan) in
industri kecil yang telah dimulai
Jepara, Pasuruan, Solo, Yogyakarta,
sebelumnya. Kliniknya sendiri
and Bali.
for
small
Taskforce
industries,
Unit
(Dinas
berada di Dinas Perindustrian dan
Perdagangan di Jepara, Pasuruan,
To guarantee good forestry governance
Solo, Yogyakarta, dan Bali.
in Indonesia, MFP-2 always involved local
community’s
Untuk menjamin tata kelola hutan yang
baik di Indonesia, MFP2 selalu melibatkan
masyarakat sipil, antara lain seperti yang
dilakukan bersama Jaringan Pemantau
Independen Kehutanan (JPIK) serta
Aliansi Pemantau Independen Kehutanan
Sumatra (APIKS). Pelibatan ini adalah upaya
MFP-2 untuk mendorong akuntabilitas dan
kredibilitas SVLK. Kegiatan yang dilakukan
MFP2 meliputi penguatan kapasitas
pemantau, memperkuat kelembagaan
jejaring pemantau, serta dukungan pada
kerja-kerja pemantauan. Saat ini jumlah
pemantau yang ditingkatkan kapasitasnya
what
was
participation,
performed
in
including
cooperation
with Independent Forest Watch Network
(Jaringan
Pemantau
Independen
Kehutanan / JPIK) and Sumatra Independent
Forest Watch Alliance (Aliansi Pemantau
Independen Kehutanan Sumatra / APIKS),
in order to encourage SLVK credibility and
accountability. MFP-2 activities ranged from
watch group capacity enhancement, watch
group network institutional enhancement
and watch group performance assistance.
Today, 282 people from different parts of
Indonesia have had their capacity developed
through trainings performed by MFP.
melalui pelatihan/training yang didukung
oleh MFP sebanyak 282 orang yang
tersebar di berbagai wilayah.
76
Laporan Tahunan 2013 | A n n u a l R e p o r t 2 0 1 3
Laporan Tahunan 2013 | An n u a l R e p o r t 2013
77
Persetujuan FLEGT-VPA Sebagai Pintu Masuk
Kayu Legal Indonesia di Pasar Eropa
FLEGT-VPA Approval as the Entrance for Indonesian Legal Timber
Tanggal 30 September 2013 adalah hari
30 September 2013 was a historic day for
yang bersejarah bagi Indonesia dalam
Indonesia in terms of legal timber trade,
kaitannya dengan perdagangan kayu
since it was when the governments of the
legal. Sebab, pada tanggal tersebut
Republic of Indonesia (RI) and European
Pemerintah Republik Indonesia (RI)
Union (EU) signed Forest Law Enforcement
dan Uni Eropa (UE) menandatangani
Governance and Trade - Voluntary
Persetujuan Forest Law Enforcement
Partnership Agreement (FLEGT-VPA). The
Governance and Trade - Voluntary
signing took place at EU’s Headquarter in
Partnership Agreement (FLEGT-VPA).
Brussels, Belgium, by Indonesia’s Minister
Penandatanganan Persetujuan FLEGT-
of Forestry, Environmental Comissioner and
VPA berlangsung di Markas Besar UE di
EU’s Presidency.
Brussel (Belgia) oleh Menteri Kehutanan
RI, Komisioner Lingkungan, dan
Presidensi UE.
FLEGT-VPA signing was an outcome of the
long process of negotiations between RI and
EU since January 2007. Multistakeholder
Penandatanganan FLEGT-VPA ini
Forestry Programme (MFP) of KEHATI
merupakan hasil dari rangkaian panjang
Foundation played a prominent role to
negosiasi antara RI-UE sejak Januari
encourage the agreement signing. FLEGT-
2007. Program Multistakeholder Forestry
VPA was a form of EU’s trust of better
Programme (MFP) yang dikelola oleh
forestry governance and forestry industries
Yayasan Keanekaragaman Hayati
through Timber Legality Verification System
Indonesia (KEHATI) memiliki peran
(SVLK).
penting untuk mendorong kesepakatan
tersebut. FLEGT-VPA adalah sebuah
proses yang memastikan kepercayaan
UE terhadap perbaikan tata-kelola
kehutanan dan industri kehutanan yang
dilakukan melalui pembangunan sebuah
Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK).
Rangkaian proses yang difasilitasi
Yayasan KEHATI melalui Multistakeholder
Forestry Programme ini diharapkan
78
This Multistakeholder Forestry Programme
facilitated by KEHATI Foundation was
expected to strengthen the efforts of forestry
governance improvement in Indonesia and
in turn creating positive impacts towards
illegal logging.
Timber legalization process for trade in
Indonesia has been proven to run well, by
legality guarantee for timber and timber
products traded through SVLK4, where
Laporan Tahunan 2013 | A n n u a l R e p o r t 2 0 1 3
mampu memperkuat upaya perbaikan tata
civil community becomes an essential
kelola kehutanan di Indonesia. Hal ini tentunya
element as independent watch force
akan berdampak positif bagi pengurangan
to guard the accountability system
illegal logging.
together with independent verification
Di Indonesia, proses legalisasi kayu untuk
diperdagangkan telah berjalan dengan baik.
institutions that perform audit
assessments to forestry industries.
Penjaminan legalitas atas kayu dan produk
Since it was first put into effect, SVLK
kayu yang diperdagangkan dilakukan melalui
have been an obligatory system for
instrumen SVLK4, di mana Masyarakat Sipil
implementation by timber industries.
merupakan satu elemen yang berperan penting
This was confirmed by Regulation of the
sebagai pemantau independen guna menjaga
Minister of Commerce (Permendag)
akuntabilitas sistem, bersama-sama dengan
No. 64 of 2012 concerning Forestry
elemen lembaga verifikasi independen yang
Product Export Trading, which requires
melakukan audit terhadap usaha kehutanan.
V-Legal Document for all timber product
Sejak diberlakukan, SVLK merupakan sistem
exports starting on 1 January 2014.
wajib yang harus diimplementasikan oleh
Together with Indonesia, five other
semua p el a ku u sah a perkayu a n. H a l ini
countries also signed FLEGT-VPA with
diperkuat dengan pemberlakuan Permendag
EU. On the other hand, up to date,
Nomor 64/2012 tentang Perdagangan Ekspor
Indonesia is the only partner country
Produk Kehutanan, yang mewajibkan Dokumen
that has signed FLEGT-VPA as well as
V-Legal bagi semua ekspor produk kayu pada
had and implemented SVLK, which
tanggal 1 Januari 2014 nanti.
covers verifications of timber origins,
Selain Indonesia, ada lima negara lain yang telah
menandatangani FLEGT-VPA dengan UE. Untuk
saat ini Indonesia adalah satu-satunya negara
mitra yang telah menandatangani FLEGT-VPA
serta telah memiliki dan mengimplementasikan
SVLK yang mencakup verifikasi atas sumber
asal kayu, industri pengolahan, sampai dengan
titik ekspor. Penandatanganan kesepakatan ini
menjadi titik awal masuknya kayu berserifikat
legal berdasarkan SVLK dari Indonesia di pasar
Eropa. Seperti yang diketahui, pasar Eropa
processing industry, and export trading.
The agreement signing has become
the initial entrance for SLVK legally
certified timber to European market.
As widely known, European market is
the benchmark of timber trading. Open
market access for legal timber from
Indonesia is expected to give positive
impacts for this country’s timber
industry, both for small-scale and
middle-scale craftmen.
merupakan tolak ukur bagi perdagangan kayu.
Terbukanya akses pasar terhadap kayu legal
Indonesia diharapkan mampu memberikan
dampak positif bagi industri kayu di Indonesia,
baik pengrajin menengah atau kecil.
Laporan Tahunan 2013 | An n u a l R e p o r t 2013
79
B. Ekosistem Pertanian
B. Agricultural Ecosystems
Secara umum, kegiatan Program
In general, Agricultural Ecosystem Programme
Ekosistem Pertanian pada tahun
in 2013 was the extention of the similar
2013 merupakan kegiatan lanjutan
programme
dari tahun 2012 dan kegiatan transisi
programme between Strategic Plan 2008-2012
dari pelaksanaan renstra 2008-2012
and Strategic Plan 2013-2017 implementation,
ke renstra 2013-2017 yang meliputi
which included the efforts of enhancements
upaya mendorong pelestarian plasma
on local germplasm conservation for food
nuftah lokal untuk ketahanan pangan
source sustainability and community economy
dan peningkatan ekonomi masyarakat,
development, germplasm genus conservation,
konservasi/pelestarian jenis dan
as well as promoting the advocacy for
mendorong advokasi kebijakan yang
policies concerning the works of Agricultural
berkaitan dengan kerja-kerja program
Ecosystem Programmes. Below are its several
Ekosistem Pertanian. Beberapa kegiatan
main activities:
in
2012
and
transitional
utama yang dilaksanakan, sebagai
berikut:
80
Laporan Tahunan 2013 | A n n u a l R e p o r t 2 0 1 3
i. Taman Kehati dan
Pemberdayaan
Masyarakat Lokal
i. Taman Kehati and
Community Empowerment
Melalui dukungan PT. Garuda Indonesia
Tbk,
Tbk, KEHATI kembali melakukan
programme of eco-region plants in Jawa-
pelestarian jenis tumbuhan eco-region
Bali in Cibinong Ecopark Science Center. In
Jawa-Bali di Ecopark Cibinong Science Center.
its implementation, KEHATI cooperated with
Dalam implementasinya, KEHATI bekerja
Indonesian Institute of Sciences (LIPI) and the
sama dengan LIPI dan Litbang Kementerian
Research and Development Unit (Litbang)
Kehutanan menambah penanaman pohon
of Indonesia’s Ministry of Forestry to plant
ekosistem Jawa-Bali sebanyak 10.000
10,000 ecosystem trees in Jawa- Bali.
With the support from PT Garuda Indonesia
KEHATI
performed
conservation
pohon.
KEHATI
also
developed
Taman
Kehati
KEHATI juga mengembangkan taman
(biodiversity parks) in the landscape areas of
keanekaragaman hayati (kehati) di
Bukit Peramon and Batu Mentas, Belitung.
kawasan Bukit Peramon dan Batu Mentas,
This started with the planting of 2,200
Belitung. Kegiatan yang diawali dengan
indigenous plants of Belitung and Sumatera,
penanaman 2.200 tumbuhan khas Belitung
in cooperation with CIMB Niaga, Enviromental
dan Sumatra ini dilaksanakan dengan
House of Belitung (Badan Lingkungan Hidup
dukungan CIMB Niaga, bekerja sama
/ BLH Kabupaten Belitung), Air Selumar
dengan Badan Lingkungan Hidup (BLH)
Community Group and Belitung Enviromental
Kabupaten Belitung, KSM Komunitas Air
Care Group (Kelompok Peduli Lingkungan
Selumar dan Kelompok Peduli Lingkungan
Hidup Belitung).
Hidup Belitung.
As an attempt to strengthen the biodiversity
Sebagai upaya penguatan program
park programme, KEHATI worked with the
taman keanekaragaman hayati, KEHATI
country’s Ministry of the Environment in
bekerjasama dengan Kementerian
establishing the marketing tools for the
Lingkunga n Hi dup dal a m m eny usun
fundraising for biodiversity park development
marketing tools untuk penggalangan dana
to ensure programme sustainability.
pengembangan taman kehati sebagai
upaya menjamin keberlanjutan program.
In the conservation of endemic plants, KEHATI
also worked hand-in-hand with private sector
Dalam upaya peles taria n tum buha n
parties,
endemik, KEHATI juga menggandeng
industry (CIMB Niaga, Lintas Arta and Bank
sektor swasta, terutama perbankan (CIMB
Mandiri) for the planting of 18,500 bamboo
Niaga, Lintas Arta dan Bank Mandiri) untuk
trees in the watershed areas of Jabodetabek,
terlibat pada kegiatan penanaman bambu
Bali and West Java. This planting activity
sebanyak 18.500 di DAS di Jabodetabek,
was accompanied by local partner capacity
Bali dan Jawa Barat. Kegiatan penanaman
development in bamboo cultivation and
Laporan Tahunan 2013 | An n u a l R e p o r t 2013
specifically
those
from
banking
81
ini disertai dengan peningkatan kapasitas
post-harvest management. Another form
mitra lokal dalam pengelolaan budidaya
of KEHATI’s support was its participance in
dan pasca panen bambu. Bentuk lain dari
the forming of Indonesia Bamboo Council
dukungan KEHATI adalah keikutsertaan
(Dewan Bambu Indonesia) as a member
dalam pembentukan Dewan Bambu
of the council’s Governing Board.
Indonesia dan menjadi anggota pembina
dewan.
ii.Pelestarian Sumber
Pangan Lokal
ii. Conservation of Local
Food Sources
Sejalan dengan Renstra 2013-2017
In accordance to 2013-2017 Strategic
yang salah satu fokusnya pada
Plan that focuses on food issues, KEHATI
pangan, Yayasan KEHATI terus
Foundation always strives to establish
berupaya mewujudkan kedaulatan
food sustainability in local villages.
pangan di daerah-daerah. Berikut
Below are several activities performed
beberapa kegiatan yang telah
in 2013:
dilaksanakan pada tahun 2013:
Kabupaten Timor Tengah Selatan,
South Central Timor, East Nusa Tenggara.
NTT: KEHATI bersama mitra lokal,
KEHATI with its local partner, ANIMASI
Yayasan ANIMASI, menginisiasi
Foundation, initiated the development
pengembangan sumber pangan lokal
of local food sources: tuberous root,
umbi, sorgum dan jagung untuk 60
sorgum and corn plants; for 60 farmer
kelompok tani di 10 desa. Stakeholder
groups in 10 villages. Among the key
kunci yaitu Kamar Dagang dan
stakeholders were National Chamber
Industri Pusat dan Balai Penelitian
of Commerce, Serelia Research Centre,
Serelia, Direktorat Jenderal Tanaman
General Directorate of Food Crop, the
Pangan, Kementerian Pertanian, telah
Ministry of Agriculture, which came into
digandeng sebagai upaya menjamin
partnership in order to ensure seed
ketersediaan bibit.
availability.
Kepulauan Sangihe. Beberapa
Sangihe Islands. Activities included:
kegiatan yang dilaksanakan selama
a. Involvement of Farmer’s Association
tahun 2013 meliputi:
of Sangihe Independent Community
a. K e i k u t s e r t a a n T i m A s o s i a s i
(Tim Asosiasi Petani Organik
Petani Organik Komunitas
Komunitas Mandiri Sangihe /
Mandiri Sangihe (APO KOMASA),
APO KOMASA), Sangihe local
Pemerintah Daerah Sangihe, dan
government and Ministry of
Kementerian Pertanian pada
Agriculture in the organic product
pameran internasional produk
international exhibition in Germany.
organik di Jerman.
82
Laporan Tahunan 2013 | A n n u a l R e p o r t 2 0 1 3
b. K e h a d i r a n P e m b i n a K E H A T I ,
b. V i s i t o f K E H A T I ’ s C h a i r m a n o f
Bapak Emil Salim dan Direktur
Governing Board, Mr. Emil
KEHATI atas undangan Bupati
Salim, and KEHATI’s Director’s by
Kabupaten Sangihe untuk
invitation of Sangihe Regent to build
membangun sinergi program
synergies of sustainable biodiversity
pelestarian keanekaragaman
conservation programmes and
hayati secara berkelanjutan dan
ecotourism.
ekowisata.
c. Second year preparation of organic
c. Pelaksanaan persiapan sertifikasi
certification for nutmeg, sago palm,
organik tahun ke-2 (pala, sagu,
coconut and walnut from Swiss
kelapa dan kenari) dari IMO
Marketology Institute. In the second
(Institut Marketologi Swiss). Di
year, the number of members raised
tahun ke-2 ini, terdapat kenaikan
from 373 farmers in 2012 to 434
jumlah petani anggota dari 373
farmers in 2013.
petani di tahun 2012 bertambah
menjadi 434 di tahun 2013.
d. Publishing of the official document
by Sangihe City Government
d. P e n e r b i t a n s u r a t r e s m i d a r i
as an appreciation to KEHATI
Pemerintah Daerah Kabupaten
programmes, which resulted in the
Sangihe sebagai bentuk apresiasi
synergy with Tourism Board and its
atas program KEHATI serta
related force units in Sangihe City
diwujudkan melalui sinergi
Government.
dengan Dinas Pariwisata dan
SKPD terkait di jajaran Pemda
G a ja h Wo n g R i ve r wa te r s h e d
Kabupaten Sangihe.
areas, Yogyakarta Special Region.
Daerah Aliran Sungai (DAS) Gajah
Wong, Daerah Istimewa Yogyakarta
(DIY). KEHATI mengembangkan
pertanian organik di pekarangan
warga sekitar bantaran DAS Gajah
Wong sebagai upaya membantu
pengurangan biaya pembelian
kebutuhan keluarga dan jaminan
asupan sumber vitamin dari sayuran
sehat. Pengembangan ini dilakukan
bersama 6 kelompok perempuan
KEHATI developed organic farming
application in local community’s living
around Gajah Wong River watershed
areas as an effort to reduce local
family’s living cost and to ensure
vegetable and vitamin intakes. This
programme was conducted together
with 6 women community groups
by planting organic vegetable plants
using 158 verticultural drainpipes in
each house’s yard.
dengan menanami tanaman sayurmayur organik menggunakan 158
talang vertikultur di halaman atau di
pekarangan rumah masing-masing.
Laporan Tahunan 2013 | An n u a l R e p o r t 2013
83
Kawasan Sekitar Hutan Desa Selat,
Selat Village Forest and its surrounding
Buleleng, Bali. Bekerja sama dengan
areas, Buleleng, Bali. In cooperation
kelompok Ranggapadmi (perempuan)
in Ranggapadmi women group, a
anggota Badan Usaha Milik Desa
member of Pandan Arum Village
Pandan Arum, KEHATI melakukan
Business Enterprise (Badan Usaha
budidaya dan pengolahan porang
Milik Desa Pandan Arum), KEHATI
a t a u iles-iles ( A m o r p h o p h a l l u s
performed cultivation and processing
Oncophyllus Prain) di lahan-lahan di
of porang or iles-iles (Amorphophallus
sekitar hutan desa dan pekarangan
Oncophyllus Prain) plants in the
yang akan diolah menjadi tepung
surrounding areas of Selat Village
sebagai usaha ekonomi alternatif.
Forest. The harvest was then processed
into organic flour and marketed as an
alternative economical industry.
84
Laporan Tahunan 2013 | A n n u a l R e p o r t 2 0 1 3
C. Ekosistem Pesisir dan
Pulau-pulau Kecil
Coastal and
andSmall
SmallIslands
Island
C. Coastal
Ecosystems
Ecosystem
Tahun 2013 merupakan periode transisi
As 2013 was a transitional period to
menuju Renstra 2013-2017. Sebagian
Strategic Plan 2013-2017, most of the
besar program kerja ekosistem pesisir
coastal and small island ecosystem work
dan pulau-pulau kecil merupakan
programmes were further extention
kelanjutan dari program tahun
from the ones of the previous years. The
sebelumnya. Perluasan kerja sama
expansion of programme cooperation
dan kolaborasi program sebagai wujud
and collaboration as a form of partner
dari kegiatan berjejaring dan fasilitasi
facilitation and networking by KEHATI
mitra yang digalang oleh Yayasan
Foundation to all related parties has
KEHATI dengan semua pihak berjalan
run steadily. This has shown through
dengan baik. Hal ini ditunjukkan dengan
international conferences and seminars
pelaksanaan konferensi dan seminar
actively supported and held in cooperation
internasional yang telah secara aktif
with the partners.
didukung dan dilaksanakan dengan
melibatkan mitra.
Laporan Tahunan 2013 | An n u a l R e p o r t 2013
85
Berhasilnya program penanaman
Mangrove planting in several locations
pohon bakau (mangrove) di beberapa
proved donor’s trust in KEHATI Foundation to
daerah merupakan perwujudan dari
manage coastal rehabilitation programmes.
kepercayaan donor kepada Yayasan
Throughout 2013, supports from private
KEHATI untuk mengelola program
sector in mangrove rehabilitation activities
rehabilitasi pesisir. Selama tahun 2013
showed increasing numbers of participating
dukungan sektor swasta pada kegiatan
enterprises and increasing amounts of
rehabilitasi mangrove menunjukkan
raised funds.
peningkatan baik dari sisi jumlah
perusahaan yang berpartisipasi maupun
jumlah dana yang berhasil digalang.
Selain itu, beberapa program lain yang
dilakukan di ekosistem pesisir dan pulaupulau kecil adalah:
Programmes were conducted for coastal
and small island ecosystems as follows:
i. Conservation of Rare, Protected and
Threatened Species
Sea turtle conservation programme in
i. Konservasi Spesies Terancam,
Dilindungi, atau Langka
Program konservasi penyu di Taman
Nasional Karimunjawa mendapat
bantuan peralatan tagging dari PT
Alexander Christie. Peralatan ini
akan didonasikan kepada mitra Balai
Karimunjawa National Park received
tagging equipments from PT Alexander
Christie. These equipments were then
given as donation to KEHATI’s partner
Karimunjawa National Park for sea turtle
population and conservation monitoring in
their area. The programme itself would be
Taman Nasional Karimunjawa untuk
put into effect in 2014.
kegiatan monitoring populasi dan
Dugong (Dugong dugon) conservation and
konservasi penyu di Taman Nasional
Karimunjawa. Pelaksanaan program
direncanakan pada tahun 2014.
Program konservasi dan pendataan
Dugong (Dugong dugon) di
Kepulaun Sangihe belum dapat
terlaksana disebabkan terbatasnya
data collecting in Sangihe Islands have not
been conducted due to the limited capacity
of local resources for its realization.
Alternatively, the programme developed
ecotourism that focused on coral reef type
and ecosystem conservation, including
Dugong itself.
kemampuan sumber daya lokal untuk
melaksanakan kegiatan tersebut.
Sebagai alternatif pengembangan
program dilakukan dengan
pengembangan kegiatan ekowisata
dengan fokus konservasi jenis dan
ekosistem terumbu karang termasuk
pelestarian Dugong.
86
Laporan Tahunan 2013 | A n n u a l R e p o r t 2 0 1 3
Laporan Tahunan 2013 | An n u a l R e p o r t 2013
87
ii. Konservasi Hutan Mangrove
Kegiatan penanaman mangrove
semakin banyak dan mencapai jumlah
cukup luas di Kabupaten Brebes,
Propinsi Jawa Tengah khususnya dan
kawasan pantai utara pada umumnya.
Capaian ini menarik stakeholder lain
untuk mengembangkan pendanaan
karbon melalui program karbon pesisir.
Program tersebut dikembangkan oleh
mitra RFI (Rain Forest Indonesia) bekerja
sama dengan Pemerintah Propinsi
Jawa Tengah dan Kedutaan Besar
Australia. Selain itu mitra program di
Brebes juga menerima pendampingan
program dari Ibu Lulut Sri Yuliani,
seorang pengrajin batik mangrove yang
juga salah satu pemerhati dan praktisi
pengelolaan hutan mangrove nasional
yang didukung oleh Bank BRI. Program
pendampingan secara intensif jangka
panjang (6 tahun) ini diberikan setelah
melihat kegigihan serta keseriusan
masyarakat menjalankan program
rehabilitasi.
Program penanaman mangrove pada
tahun 2013 semakin banyak dilakukan
dan makin banyak sektor swasta yang
mendukung. KEHATI mendapatkan
kepercayaan dari Kementerian
Keuangan Direktorat Pengelolaan Surat
Utang Negara beserta 20 Agen penjual
Obligasi Ritel Indonesia (ORI ke-10)
untuk mengelola hasil keuntungan
penjualan ORI-10 melalui penanaman
mangrove di pantai utara dan pantai
selatan Jawa dengan nilai donasi sekitar
Rp 1 miliar.
88
ii. Mangrove Forest Conservation
Mangrove planting activities were more widely
performed and spreaded in Brebes, Central
Java, and in the whole north coast area. This
positive progress attracted more stakeholders
to develop carbon funding through coastal
carbon programmes. The programmes were
developed by one of the partners RFI (Rain
Forest Indonesia) in cooperation with Central
Java Provincial Government and the Embassy
of Australia. Meanwhile, partners in Brebes
received programme assistance from Ms.
Lulut Sri Yuliani, a Mangrove Batik artisan
who has also been a practicioner and expert
in national mangrove forest supported by
Bank Rakyat Indonesia (BRI). This intensive
assistance programme would take 6 years
(long term), considering the community’s
serious commitment in rehabilitation
programme realization.
Mangrove planting programmes in 2013
continued to expand and to gain supports
from more of private sector business. KEHATI
was trusted by the Ministry of Finance’s
Directorate of State Securities Management
and 20 sales agents of Indonesia’s Official
Bond (ORI - Obligasi Ritel Indonesia) to
manage
ORI-10
selling
profits
through
mangrove planting in the areas of Java’s North
Coast and South Coast, totaling approximately
IDR 1 billion. This was closely related to the
previous successful planting programmes and
plant’s relatively long life expectancy. Most
importantly, partners were able to carry the
trusted tasks and the follow up programmes.
Additionally, new locations were determined
for rehabilitation programme supports: Tegal,
greater Indramayu and Yogyakarta’s south
coast.
Laporan Tahunan 2013 | A n n u a l R e p o r t 2 0 1 3
iii.Ekowisata dan pemberdayaan
masyarakat lokal
iii. Ecotourism and Local Community
Empowerment
Program nasional mengenai tata kelola
Our national programme on ecotourism
destinasi pariwisata atau Destination
Destination Management Organization
Management Organization (DMO) di
(DMO) in Derawan Islands, West
Kepulauan Derawan, Propinsi Kalimantan
Kalimantan, has been supported by
Barat merupakan program nasional yang
Indonesia’s Ministry of Tourism and
mendapatkan dukungan Kementerian
Creative Economy for ecoutourism
Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik
field. Along 2013, supports were given
Indonesia untuk bidang ekowisata. Selama
to partners in Maratua Island, West
tahun 2013, dukungan tersebut tetap
Kalimantan, and in turn to partners in
digulirkan kepada mitra program di Pulau
Sangihe Islands, North Sulawesi. Gajah
Maratua, Propinsi Kalimantan Barat dan
Mada University (Universitas Gajah
akan direplikasikan di Kepulauan Sangihe,
Mada / UGM) through its apprenticeship
Propinsi Sulawesi Utara. Dukungan lain
(Kuliah Kerja Nyata / KKN) programme
juga diperoleh dari Universitas Gajah Mada
also gave supports in the forms of
(UGM) melalui program Kuliah Kerja Nyata
thematic research, development and
(KKN) dengan tematik ekowisata serta
assistance ecotourism management for
riset, pengembangan dan pendampingan
realization up to 2017.
pengelolaan ekowisata yang akan
dilaksanakan hingga tahun 2017.
As a preparation to replicating the
programme in Sangihe Islands,
Sebagai persiapan replikasi di Kepulauan
ecotourism community empowerment
Sangihe, program dukungan komunitas
was extended to national level
ekowisata Sangihe diperluas ke tingkat
through facilitations to various
nasional melalui fasilitasi ke berbagai pihak,
parties, including central government,
baik dari pemerintah pusat, propinsi melalui
provincial government and DMO in
program DMO di Kepulauan Bunaken,
Bunaken Islands, North Sulawesi,
Propinsi Sulawesi Utara, serta universitas
as well as universities and private
dan sektor swasta. Salah satu bentuk
sector businesses. One of the forms
perluasan dukungan ini adalah diadakannya
of this extension was the ecotourism
seminar pengembangan ekowisata di
development seminar conducted
Kepulauan Sangihe yang dihadiri oleh
in Sangihe Islands, which KEHATI
pendiri Yayasan KEHATI, Bapak Emil Salim.
Foundation’s founder, Mr. Emil Salim,
Kegiatan tersebut juga menandai upaya
attended. This activity also marked the
pembangunan sumber daya manusia
efforst pf human resource development
dalam memanfaatkan keanekaragaman
in biodiversity utilization in Sangihe
hayati di Kepulauan Sangihe dengan
Islands in terms of environmental
mengembangkan ekowisata lingkungan,
ecotourism, organic farming produces
produk perkebunan unggulan organik, dan
and other environmental services.
jasa lingkungan lainnya.
Laporan Tahunan 2013 | An n u a l R e p o r t 2013
89
90
Laporan Tahunan 2013 | A n n u a l R e p o r t 2 0 1 3
D. Advokasi Kebijakan
Publik
D. Advocacy for Public Policy
KEHATI melakukan kegiatan soft-advocacy
efforts to encourage the establishment
untuk mendorong terciptanya kebijakan
of public policy that support biodiversity
publik (public policy) yang mendukung
conservation and utilization on regional and
usaha-usaha pelestarian, dan pemanfaatan
national levels.
keanekaragaman hayati (kehati) di tingkat
daerah maupun nasional.
i. Ekosistem Hutan
Melalui program TFCA-Sumatra telah
dilakukan berbagai kegiatan advokasi
kebijakan publik, yaitu sebagai berikut:
KEHATI always strived for soft-advocacy
i. Forest Ecosystems
Through TFCA-Sumatra, KEHATI has
conducted several advocacy programmes
for public policy, as follows:
a. TFCA-Sumatra supported the efforts
of restoration protection and
a. TFCA-Sumatra mendukung upaya-
land utilization in the ecosystem
upaya perlindungan restorasi dan
of Kampar Peninsula in Riau, in a
pemanfaatan ruang ekosistem
unified and continuous manner
Semenanjung Kampar secara
by facilitating the establishment of
terpadu dan berkelanjutan dengan
multiparty forum namely Kampar
menfasilitasi pembentukan forum
Peninsula Multiparty Forum (Forum
multipihak yang disebut Forum
Multipihak Semenanjung Kampar
Multipihak Semenanjung Kampar
/ FMSK). This forum is a working
(FMSK). Forum ini merupakan mitra
partner of KPHP Tasik Besar Serkap
kerja KPHP Tasik Besar Serkap dalam
in supervising Kampar Peninsula land
mengawasi pengelolaan wilayah
use totaling 700,000 hectares. FMSK
Semenanjung Kampar, Propinsi
accommodated representatives of
Riau dengan luas 700.000 ha. FMSK
the government, community groups,
mengakomodasi perwakilan dari
private sector, universities and NGOs,
pemerintah, masyarakat, swasta,
as well as assisted the establishment
perguruan tinggi, dan LSM, serta
of multiparty agreement in landscape
terbangunnya kesepakatan para
management of Kerumutan-Kampar
pihak dalam pengelolaan bentang
Peninsula-Senepis and its ecosystems.
alam Kerumutan-Semenanjung
b. Through its partner KKI-Warsi, TFCA-
Kampar-Senepis dan ekosistemnya.
Sumatra assisted the official issue of
b. Melalui mitra KKI-Warsi, TFCA-
Land Use Plan (Rencana Tata Ruang
Sumatra mendorong disahkannya
Wilayah / RTRW) of the Province of
Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW)
Jambi based on Regional Regulation
Propinsi Jambi berdasarkan Perda
(Perda) no. 10 of 2013 concerning
No.10 tahun 2013 tentang RTRW
RTRW of the Province of Jambi in 2013-
Propinsi Jambi tahun 2013-2033,
2033, which was then integrated to the
dan kemudian disinergikan dengan
city and town’s urban land use plan.
RTRW kabupaten/ kota.
Laporan Tahunan 2013 | An n u a l R e p o r t 2013
91
c.
Melalui mitra Konsorsium Kota
c. Through its partner Consortium
Agung Utara (Korut), TFCA-
Kota Agung Utara (Korut), TFCA-
Sumatra berhasil menfasilitasi 3
Sumatra successfully facilitated
(tiga) gabungan kelompok tani
3 (three) farmer community
(gapoktan) untuk mendapatkan
groups (gabungan kelompok tani /
SK Kementerian Kehutanan
gapoktan) to obtain Decrees of the
tentang pengelolaan Hutan
Ministry of Forestry for community
Kemasyarakatan (HKm) seluas
forest (Hutan Kemasyarakatan /
1.067 ha di Kawasan Hutan
HKm) management authorization
Lindung Register 39 Kabupaten
totaling 1,067 hectares in Protected
Tanggamus, Propinsi Lampung,
Forest Area - Register 39 in
pada bulan November 2013.
Tanggamus, Lampung, in November
Kawasan hutan tersebut
2013. The protected forest area
termasuk dalam koridor yang
is within the corridor connecting
menghubungkan Taman Nasional
Kerinci Seblat National Park and
Kerinci Seblat dan Taman Nasional
South Bukit Barisan National Park.
Bukit Barisan Selatan.
d. Orangutan Information Centre
assisted the establishment of 4 (four)
telah mendorong dihasilkannya 4
village regulations concerning forest
(empat) peraturan desa mengenai
area protection, which were officially
perlindungan kawasan hutan
validated by the chiefs of Timbang
yang telah disahkan oleh kepala
Lawan Village, Pamah Semelir
desa masing-masing, yaitu Desa
Village, Sei Musam Village and
Timbang Lawan, Desa Pamah
Halaban Village. These four villages
Semelir, Desa Sei Musam dan Desa
are located in the town of Langkat,
Halaban. Keempat desa ini masuk
North Sumatra.
ke dalam wilayah Kabupaten
Langkat, Propinsi Sumatra Utara.
92
d. Orangutan Information Centre has
e. Conservation area management.
Orangutan Information Centre has
e. Pengelolaan kawasan konservasi.
developed 2 (two) management
Orangutan Information Centre
plans for Lau Debuk-Debuk Nature
telah menyusun 2 (dua) rencana
Tourism Park and Delleng Lancuk
pengelolaan Taman Wisata Alam
Nature Tourism Park, both in North
Lau Debuk-Debuk dan Taman
Sumatra. These two management
Wisata Alam Delleng Lancuk,
plans were officially validated
Sumatra Utara. Kedua rencana
by General Directorate of Forest
pengelolaan ini telah disahkan
Protection and Natural Coservation
oleh Dirjen PHKA Kementerian
(Dirjen PHKA) of Indonesia’s Ministry
Kehutanan RI pada tanggal 12
of Forestry on 12 April 2013 through
April 2013 dengan nomor SK.-120/
Decree no. 120/IV-SET/2013 for Lau
IV-SET/2013 untuk Taman Wisata
Debuk-Debuk Nature Tourism Park
Alam Lau Debuk- Debuk dan SK.-
and Decree no. 166/IV-KKBHL/2013
Laporan Tahunan 2013 | A n n u a l R e p o r t 2 0 1 3
166/IV-KKBHL/2013 untuk Taman
for Delleng Lancuk Nature Tourism
Wisata Alam Delleng Lancuk.
Park. For Buru Linge Isaq Park area in
Untuk kawasan Taman Buru Linge
Central Aceh, Aceh, KEHATI’s partner
Isaq di Kabupaten Aceh Tengah,
Penyangga Tengah of Leuser
Propinsi Aceh, mitra Penyangga
Ecosystem Area has developed
Tengah Ekosistem Leuser juga
documents on management plans
telah menyusun dokumen
that are currently being proposed
rencana pengelolaan yang tengah
for validation from the Ministry of
diusulkan untuk disahkan oleh
Forestry. On the other hand, they are
Kementerian Kehutanan. Selain
also developing drafts and concepts
itu, mereka juga sedang menyusun
on biodiversity conservation and
suatu rumusan dan konsep
management in the surrounding
aturan adat tentang pengelolaan/
areas of Buru Linge Isaq Park.
konservasi keanekaragaman
f. Reservation of Provincial Forest Area
hayati di sekitar Taman Buru Linge
for Community-based Management.
Isaq.
WARSI Indonesia Conservation
f. Pencadangan Kawasan Hutan
Community (Komunitas Konservasi
Propinsi untuk Dikelola oleh
Indonesia-WARSI / KKI-Warsi)
Masyarakat. Komunitas
and Sumatra Sustainable Support
Konservasi Indonesia-WARSI (KKI-
PUNDI (SSS PUNDI) have successfully
Warsi) dan Sumatra Sustainable
encouraged West Sumatra Provincial
Support-PUNDI (SSS PUNDI) telah
Government to target 250,000
berhasil mendorong Pemerintah
hectares of the province’s forest area
Propinsi Sumatra Barat untuk
as reserve forest (Hutan Nagari) in 5
mencadangkan 250 ribu ha
(five) year period.
kawasan hutan sebagai Hutan
Nagari yang ditargetkan akan
dapat dicapai dalam 5 (lima) tahun.
Laporan Tahunan 2013 | An n u a l R e p o r t 2013
93
Melalui mitra JIKALAHARI, masyarakat telah
Through JIKALAHARI as one of the partners,
mendapatkan ijin untuk mengelola hutan
local community has finally obtained
dengan diterbitkannya SK Menhut no. 154/
the permit for forest management by
Menhut-II/2013 dan SK Menhut No: SK. 155/
the issuance of Decree of the Minister of
Menhut-II/2013 yang masing-masing untuk
Forestry no. 154/Menhut-II/2013 and Decree
wilayah Desa Segamai dengan luas hutan
of the Minister of Forestry no. 155/Menhut-
2.270 ha dan Desa Serapung dengan luas
II/2013, the first concerning Segamai Village
hutan 1.956 ha. Kedua desa ini terletak di
with its 2,270 hectare forest area and the
Propinsi Riau. Penyerahan secara simbolis
latter concerning Serapung Village with
diberikan oleh Menhut langsung kepada
its 1,956 hectare forest area. Both villages
masyarakat di Gedung Arsip Nasional
were in the Province of Riau. The Minister
Jakarta.
of Forestry symbolically handed the permit
to representatives of local community at an
Sementara itu, dari Program MFP-2
event in National Archive Centre, Jakarta.
beberapa advokasi kebijakan publik yang
sudah dilakukan sebagai berikut:
a. Program ini berhasil membangun
94
Meanwhile, MFP-2 has performed several
advocacy efforts below for public policy:
sistem verifikasi legalitas kayu
a. Developing national timber legality
nasional yang diakui oleh dunia
verification system that received
dengan penandatanganan Voluntary
world’s recognition through the
Partnership Agreement (VPA). Melalui
signing of Voluntary Partnership
program MFP2, Yayasan Kehati juga
Agreement (VPA). KEHATI Foundation
berhasil membangun komunikasi
with its MFP-2 has managed
efektif lintas kementerian dalam
to build effective interministry
mendorong komunikasi bilateral
communication and encourage
dalam proses negosiasi FLEGT VPA
bilateral communication and
dengan EU, termasuk membangun
negotiation process with the EU
komunikasi untuk melakukan
on FLEGT VPA, including for the
harmonisasi peraturan-peraturan
integration of existing regulations,
yang ada, khususnya Permenhut
specifically the Regulation of the
P.38/Menhut-II/2009, yang telah
Minister of Forestry no. P.38/
disempurnakan menjadi Peraturan
Menhut-II/2009, improved into
Menteri nomor P.68/Menhut-II/2011,
Regulation of the Minister of Forestry
dan kemudian menjadi Peraturan
no. P.68/Menhut-II/2011, and later
Menteri nomor P.45/Menhut-
into Regulation of the Minister of
II/2012 dan P.42/Menhut-II/2013
Forestry no. P.45/Menhut-II/2012 as
(yang memasukan Hutan Lestari
well as Regulation of the Minister
dan Verifikasi Legalitas Kayu pada
of Forestry no. P.42/Menhut-II/2013
pemegang izin atau pada Hutan
(which included Conserved Forest
Hak),dan Permendag no. 20/2008
and Timber Legality Verification for
menjadi Permendag no. 64/2012.
permit holders or Claimed Forests),
Laporan Tahunan 2013 | A n n u a l R e p o r t 2 0 1 3
b. Program MFP2 juga mendorong
and Regulation of the Minister
penggunakan kayu legal melalui
of Commerce no. 20/2008 into
kebijakan pengadaan barang/jasa
menjadi Regulation of the Minister of
pemerintah. Bekerjasama dengan
Commerce no. 64/2012.
Lembaga Kebijakan Pengadaan
Barang/jasa Pemerintah (LKPP),
b. MFP-2 also facilitated the utilization
pemda serta intansi terkait lainnya,
of legal timber through state goods
MFP-2 mendukung terbitnya draft
and services procurement policy. In
Rancangan perubahan Peraturan
cooperation with State Goods and
Presiden (RAPERPRES) Nomor 54
Services Procurement Institution
Tahun 2010 khususnya menyangkut
(Lembaga Kebijakan Pengadaan
klausul tentang penggunaan kayu
Barang/Jasa Pemerintah / LKPP),
legal untuk pengadaan barang /jasa
local governments and other related
di dalam negeri.
institutions, MFP-2 supported the
c. Di samping itu, konsultasi dengan
kementerian terkait dan pembahasan
lintas kementerian serta konsultasi
publik yang terbuka juga terus
dilakukan untuk mendukung
proses legal drafting untuk
mempersiapkan bahan naskah
a kadem i k da n R APE R PR E S y a ng
issueance of draft Presidential
Regulation Amendment (Rancangan
perubahan Peraturan Presiden
/ RAPERPRES) no. 54 of 2010,
especially articles concerning legal
timber utilization for goods and
services procurement within the
country.
komprehensif. Kebijakan tersebut
c. Consultancy with related ministries,
dibuat untuk mendukung sinergi
interministry discussion and open
penerapan kebijakan SVLK dan
public consultancy were continually
kebijakan pengadaan barang/jasa
conducted to support legal drafting
pemerintah.
process to prepare comprehensive
ii. Ekosistem Pertanian
a c a d e m i c d o c u m e n t m a te r i a l s
and RAPERPRES. The policy was
Pada tahun 2013, KEHATI terlibat aktif dalam
developed to reinforce the synergy
proses penerbitan Undang-Undang No. 11
between SVLK policy application
tahun 2013 tentang Pengesahan Protokol
and state goods and services
Nagoya. Proses ini dimulai dari presentasi
procurement.
di Komisi 8 DPR-RI, lalu dilanjutkan dengan
konsultasi publik, hingga sosialisasi Protokol
ii. Agricultural Ecosystems
Nagoya tentang Access Benefit Sharing (ABS)
In 2013, KEHATI started its active
di tingkat masyarakat adat Bali dan Papua
participation in the issuance of Law no.
di mana warga lokal tersebut memiliki local
11 of 2013 concerning Nagoya Protocol
knowledge dan berhak mendapatkan hasil
Validation. The process began with
dari pemanfaatan knowledge tersebut oleh
presentations before Comission VIII (Komisi
sektor industri. Terkait dengan ABS, KEHATI
VIII) of Indonesia’s House of People’s
Laporan Tahunan 2013 | An n u a l R e p o r t 2013
95
bersama Yayasan Wisnu melakukan
Representatives, public consultancy, up
mediasi kasus pembuatan wine
until the socialization Nagoya Protocol
berbahan dasar salak Sibetan yang kini
concerning Access Benefit Sharing (ABS) on
“dikuasai” oleh pengusaha minuman dari
the level of traditional community groups
Jepang. Selain itu, KEHATI juga terlibat
in Bali and Papua, where local community
dalam pembahasan 2 (dua) Peraturan
members, having the local knowledge,
Pemerintah turunan UU Pangan bersama
rightfully deserve the benefits of the
tim Pokja Ahli dan Pokja Khusus Badan
knowledge utilization and application in
Ketahanan Pangan.
industrial sector. In terms of ABS, KEHATI
together with Wisnu Foundation played
the role of mediator in the production of
Sibetan snakefruit based wine, which had
been administered by a Japanese beverage
company. KEHATI was also involved in the
discussions concerning 2 (two) government
regulations applied from Food Laws (UU
Pangan), with the relevant government
bodies: Expert Workgroup (Pokja Ahli) and
Special Workgroup for Food Sustainability
(Pokja Khusus Badan Ketahanan Pangan).
96
Laporan Tahunan 2013 | A n n u a l R e p o r t 2 0 1 3
Laporan Tahunan 2013 | An n u a l R e p o r t 2013
97
98
Laporan Tahunan 2013 | A n n u a l R e p o r t 2 0 1 3
X.
KOMUNIKASI &
PENGGALANGAN
SUMBER DAYA
Communication and Resource
Mobilization
Laporan Tahunan 2013 | An n u a l R e p o r t 2013
99
S
esuai amanah Renstra baru (2013-
Based on the principles stated on its
2017), dimulai sejak tahun 2013
2013-2017 Strategic Plan, starting in 2013
KEHATI akan fokus pada isu Pangan,
KEHATI would focus its programmes on the
Energi, Kesehatan, dan Air (PEKA). Berbagai
issues of food, energy, health and water
penyesuaian dilakukan sepanjang tahun
(PEKA). Adjustments were made throughout
sehingga proses transisi dapat berjalan
the year to facilitate smooth transitional
dengan baik tanpa mengganggu jalannya
process from the existing programmes.
program yang sudah ada. Sepanjang tahun
Along 2013, in accordance to its functions
2013, sesuai dengan tugas dan fungsinya,
and responsibilities, Communication
Divisi Komunikasi dan Penggalangan Sumber
and Resource Development Division has
Daya telah melakukan berbagai upaya
performed various efforts to publicize
untuk menyebarluaskan informasi terkait
information on biodiversity issues and
isu keanekaragaman hayati dan program
programmes, develop KEHATI brand image,
yang dijalankan, upaya peningkatan brand
penetrate to broader public scopes, as
image KEHATI, penjangkuan pada publik
well as develop resources for the planned
yang lebih luas, dan menggalang sumber
programmes.
daya untuk menjalankan program.
Kegiatan Komunikasi sepanjang
tahun 2013 meliputi:
Below were the activities of
communication development in
2013:
Dalam menjalankan fungsi utamanya
Publications from/by Communication
menyebarluaskan informasi kepada publik,
Division:
selama tahun 2013 divisi komunikasi telah
1. 2012 Annual Report
melakukan beberapa kegiatan publikasi,
2. KEHATI E-Newsletter, issued 3 times
antara lain:
3. ”Buluh Berjuta Manfaat” (Millions of
1. Laporan Tahunan 2012,
Stem Benefits) book, published as a
2. E-Warta KEHATI, yang terbit sebanyak
cooperative work of KEHATI, Indonesia
3 kali,
Bamboo Foundation, and Alstom
3. B u k u ” B u l u h B e r j u t a M a n f a a t ” .
4. “Replika Hutan Tropis Ecoregion
kerja sama KEHATI, Yayasan Bambu
Jawa-Bali” (Replicating Tropical Forests
Indonesia, dan Alstom,
in Java-Bali Ecoregion) book, a book on
4. Buku Konservasi Ekosistem nusantara
Indonesia’s ecosystem conservation,
“Replika Hutan Tropis Ecoregion
published as a cooperative work
Jawa – Bali”, kerja sama KEHATI, LIPI,
of KEHATI, Indonesian Institute of
Kementerian Kehutanan, dan Garuda
Sciences (LIPI), Ministry of Forestry, and
Indonesia. Buku ini sudah pada
Garuda Indonesia Airlines. This book is
tahapan finalisasi;
currently in the phase of finalization.
5. B u k u “ J e j a k L a n g k a h M e n g a w a l
5. “Jejak Langkah Mengawal Martabat
Martabat Kayu Nusantara”, yang
Kayu Nusantara” (Footsteps of The
diproduksi oleh MFP,
Journey of Indonesian Timber Dignity)
100
Laporan Tahunan 2013 | A n n u a l R e p o r t 2 0 1 3
6. Mencetak kembali booklet profil
KEHATI yang telah disesuaikan
dengan Renstra 2013-2017,
7. F a c t s h e e t p r o g r a m e k o w i s a t a
Yayasan KEHATI,
book, published by MFP
6. Reprints of KEHATI profile booklets
based on Strategic Plan 2013-2017
7. Factsheet on KEHATI Foundation’s
ecotourim programmes
8. Sedang diselesaikan pembuatan
8. ” K e a n e k a r a g a m a n H a y a t i
buku Keanekaragaman Hayati
Kalimantan dan Bontang”
Kalimantan dan Bontang
(Kalimantan and Bontang Biodiversity)
bekerja sama dengan PT. Badak
book, currently under finalization, as
NGL, profil dan booklet Taman
a cooperative work with PT Badak
Keanekaragaman Hayati bekerja
NGL; and Taman Keanekaragaman
sama dengan Kementerian
Hayati (Biodiversity Park) profile and
Lingkungan Hidup.
booklet, as a cooperative work with
Ministry of The Environment.
Di samping melakukan penerbitan,
Divisi Komunikasi juga berkordinasi
In addition to the publishing, Communication
dengan divisi lain dalam melakukan
Division also coordinated to other divisions
berbagai kegiatan agar setiap acara yang
in performing various activities to expose
diselenggarakan oleh KEHATI mampu
other programmes by KEHATI to broader
terekspose lebih luas. Kegiatan tersebut
scopes, among which were:
antara lain:
A journalist trip to Bogor themed “Kids’
Pada peringatan Hari Keanekaragaman
Environmental Rights” (“Hak Anak
Hayati Dunia, 22 Mei 2013, telah dilakukan
terhadap Lingkungan”) was conducted on
journalist trip ke Bogor dengan tema ”Hak
International Day for Biological Biodiversity
Anak Terhadap Lingkungan”. Pada acara
on 22 May 2013. At least 5 local journalists
tersebut, hadir setidaknya 5 wartawan
and a national journalist participated.
lokal dan 1 wartawan nasional. Selain itu,
Meanwhile, a radio talkshow themed
dilakukan talkshow radio dengan tema
“Overcoming the Flood with Local Wisdom”
”Mengatasi Banjir dengan Kearifan Lokal”
(“Mengatasi Banjir dengan Kearifan
pada 22 Mei 2013 yang menghadirkan
Lokal”) also on the same day was performed
pakar bambu, Bapak Jatnika dan Program
with the participation of bamboo expert Mr.
Officer KEHATI, Basuki Rahmat. Talkshow
Jatnika and KEHATI Programme Officer
yang bekerja sama dengan Green Radio
Mr. Basuki Rahmat. The talkshow was
ini memfokuskan pada pemanfaatan
conducted in cooperation with Green Radio
bambu untuk mengatasi banjir. Secara
and was focusing on utilization of bamboo
paralel telah dilakukan juga serial quiz di
to overcome the flood. In parallel, Green
Green Radio guna memperluas kepedulian
Radio also held serial quiz to raise more
masyarakat terhadap keanekaragaman
public awareness in the issue of biodiversity.
hayati.
Kemudian pada peringatan Hari
Laporan Tahunan 2013 | An n u a l R e p o r t 2013
Then on World Environment Day, 5 June
2013, another serial quiz was held, still
101
Lingkungan Hidup tanggal 5 Juni 2013, telah
in cooperation with Green Radio. On the
dilaksanakan kuis radio yang bekerja sama
same day were held discussions and “Taste
dengan Green Radio. Selain itu, di hari yang
the Waste” film screening at SAE Institute.
sama diadakan juga diskusi dan pemutaran
Discussions were focused on the dynamics
cuplikan film “Taste the Waste” di SAE Institute.
of food waste, how to reduce it and tips of
Diskusi diarahkan pada dinamika limbah
its processing. Ms. Amanda Katili of Omar
makanan dan cara untuk menguranginya
Niode Foundation, Ms. Swan of Dapur Solo
serta tips pengolahannya. Diskusi tersebut
and Mr. Arief Gomo the food technology
menghadirkan Ibu Amanda Katili dari Omar
practitioner attended the event, which
Niode Foundation, Ibu Swan dari Dapur Solo,
was a cooperative work with Omar Niode
dan praktisi teknologi pangan, Bapak Arief
Foundation, Mongabay Indonesia and SAE
Gomo. Acara ini terselenggara dengan kerja
Institute.
sama Omar Niode Foundation, Mongabay
Indonesia dan SAE Institute.
During APEC in Bali in early October 2013,
KEHATI Foundation had the opportunity
Pada pelaksanaan APEC di Bali awal
to participate at one of the event’s
Oktober 2013, Yayasan KEHATI mendapat
conferences: 2013 International Conference
kesempatan untuk berpartisipasi pada salah
on Sustainable Development. In the forum,
satu rangkaian kegiatannya,yaitu, pada
KEHATI Foundation took part as a member
Konferensi Internasional Pembangunan
of United Nation Sustainable Development
Berkelanjutan 2013. Pada forum tersebut,
Solutions Network (UN SDSN) on national
Yayasan KEHATI mengambil bagian sebagai
and ASEAN regional scopes. The network
anggota dari Jaringan Solusi Pembangunan
was launched by the President of the
Berkelanjutan (United Nation Sustainable
Republic of Indonesia, Mr. Susilo Bambang
Development Solutions Network/ UN SDSN)
Yudhoyono.
untuk tingkat regional ASEAN dan tingkat
Indonesia. Jaringan tersebut diluncurkan
langsung oleh Presiden Susilo Bambang
Yudhoyono.
To ensure that KEHATI Foundation’s works
were known publicly, Communication
Division periodically issued press
conference materials for publishing on
Agar kerja Yayasan KEHATI dapat diketahui
various media platforms (print, online and
oleh masyarakat luas, Divisi Komunikasi
television). Included in the press conference
secara periodik mengeluarkan siaran pers
materials were KEHATI Foundation’s
yang disebarkan pada berbagai platform
official statements concerning several
media (cetak, online, dan televisi). Beberapa
current issues on local food resource or
siaran pers tersebut berisi pernyataan atau
regulations for “topeng monyet”, a street
sikap Yayasan KEHATI terhadap beberapa
monkey circus performance group, by the
isu aktual seperti tentang pangan lokal atau
government of Jakarta Capital Region. Other
penertiban topeng monyet oleh Pemerintah
press conferences were held based on the
DKI Jakarta. Sedangkan siaran pers yang lain
year’s activities of KEHATI as follows:
dibuat berdasarkan kegiatan yang dilakukan
KEHATI sepanjang tahun, adalah:
102
Laporan Tahunan 2013 | A n n u a l R e p o r t 2 0 1 3
•
“Lepas dari Ketergantungan Beras
dengan Pemberdayaan Sumber Pangan
Lokal”
•
“Dampak Kerusakan Daerah Aliran
Sungai Terhadap Anak dan Remaja”
•
•
“CIMB Niaga dan KEHATI Jalin Kerja Sama
Empowering Local Food Sources
• T h e E f f e c t s o f W a t e r s h e d A r e a
Destruction on Children and Teenagers
• CIMB Niaga and KEHATI for An IDR 500
million Cooperation
Senilai Rp 500 Juta”
• Saving Biodiversity with Ecotourism
“Menyelamatkan Keanekaragaman
• Press conference on “Taste the Waste”
Hayati dengan Ekowisata”
•
• F r e e f r o m R i c e D e p e n d e n c y w i t h
Siaran pers diskusi dan pemutaran film
film screening and discussions
• Press conference on Earth’s Friend
“Taste the Waste”
School (Sekolah Sobat Bumi)
•
Siaran pers kegiatan Sekolah Sobat Bumi
programme
•
Siaran pers penanaman mangrove pada
peluncuran ORI-10
•
Siaran pers keikutsertaan Yayasan
KEHATI pada rangkaian kegiatan APEC
• Press conference on mangrove planting
at the launching of ORI010
• Press conference on KEHATI Foundation’s
activities during APEC
Dari siaran pers yang disebarkan pada
Throughout 2013, KEHATI Foundation with
rekan-rekan media massa tersebut,
its press conferences were published 58
sepanjang tahun 2013, Yayasan KEHATI
times on various mass media.
telah mendapatkan pemberitaan sebanyak
58 kali.
In line with 2013-2017 Strategic Plan that
targeted the youth, the initial process of
Sejalan dengan amanah Renstra 2013-
Biodiversity Warriors programme started
2017 yang menyasar pada generasi muda,
in 2013 with its tagline “Biodiversity is
pada tahun 2013 telah dilakukan proses
Awesome”. Concepts and strategies of
awal pembentukan gerakan Biodiversity
the programme’s implementation have
Warriors atau Laskar Keanekaragaman
completed. KEHATI has also started
Hayati dengan tagline Biodiversity is Awesome.
developing the programme’s official
Konsep dan strategi pelaksanaan gerakan
website: www.biodiversitywarriors.org.
tersebut telah diselesaikan. Kemudian dari
sisi pembangunan website gerakan itu,
KEHATI’s Communication Division has
KEHATI sudah menyiapkan domain www.
also been performing surveys on public
biodiversitywarriors.org.
perception concerning biodiversity and
public awareness of KEHATI Founadtion.
Divisi Komunikasi juga sedang melakukan
Findings from these surveys are expected
survei persepsi publik terhadap isu
to provide a basis for KEHATI Foundation’s
keanekaragaman hayati dan pengetahuan
communication and awareness raising
masyarakat tentang keberadaan Yayasan
activities.
KEHATI. Hasilnya diharapkan bisa menjadi
dasar bagi kegiatan komunikasi dan
penyadartahuan dari Yayasan KEHATI.
Laporan Tahunan 2013 | An n u a l R e p o r t 2013
103
Program pengelolaan keanekaragaman
Additionally, Education and
Outreach activities conducted in
2013 were:
hayati terpadu Sekolah Sobat Bumi
• Integrated biodiversity management
pada tahun ini mulai dilaksanakan.
programmes of Earth’s Friend Schools
Sekolah Sobat Bumi merupakan
have launched. Earth’s Friend School
program inisiatif dari Pertamina
(Sekolah Sobat Bumi) programme had
Foundation dan didukung oleh berbagai
been initiated by Pertamina Foundation
mitra. Yayasan KEHATI bermitra dengan
with supports from other partners.
Pertamina Foundation sebagai fasilitator
KEHATI Foundation partnered with
program pengelolaan keanekaragaman
Pertamina Foundation as facilitators of
hayati yang memadukan Kebun Raya
biodiversity management programmes,
Mini Sekolah, Kantin Sehat dan 100%
which integrated school’s mini botanic
Bersih Sampah kepada 7 sekolah
garden, healthy cafeteria and 100%
Sobat Bumi Champions di 6 kota.
Trash-free Programme in 7 Earth’s
Setiap sekolah champion memiliki 10
Friend champion schools in 6 cities. Each
sekolah dampingan. Kegiatan program
champion school then was mentored by
keanekaragaman hayati terpadu
10 assisting schools. The activities in this
Sekolah Sobat Bumi di sepanjang tahun
integrated biodiversity management
2013 antara lain adalah:
programme of Earth’s Friend Schools in
o Assessment dan sosialisasi program
2013 consisted of:
Kegiatan edukasi dan outreach di
sepanjang tahun 2013 meliputi:
•
kepada 7 sekolah di 6 kota
o Sarasehan Publik dan Workshop
”Membangun Anak-anak
Khatulistiwa“
o P e n a n d a t a n g a n a n M o U d a n
pencairan dana tahap pertama
o Monitoring pelaksanaan program
tahap pertama
o Pembuatan website www.sekolahsobatbumi.org
o Pembuatan modul ”Membangun
Anak-anak Khatulistiwa“
o Diskusi publik ”Kantin Sehat, Murid
Cerdas”
o Lomba Desain Kartu Pos untuk
siswa SD
o P r o g r a m m e a s s e s s m e n t a n d
socialization to 7 schools in 6 cities
o Public discussion and workshop
themed “Building the Children of the
Equator”
o MoU signing and first phase of fund
disbursement
o F o r s t p h a s e p r o g r a m m e
implementation monitoring
o Website development,
www.sekolahsobatbumi.org
o Resource module development
on “Building the Children of the
Equator”
o Public discussions themed “Healthy
Cafeteria, Smart Students”
o Postcard design competition for
elementary school students
104
Laporan Tahunan 2013 | A n n u a l R e p o r t 2 0 1 3
•
Program Teens Go Green tahun
• T e e n s G o G r e e n p r o g r a m m e w a s
ini difokuskan untuk konsolidasi
focused on internal consolidations
internal dengan disusunnya Rencana
through the development of its Strategic
Strategis Teens Go Green tahun
Plan for 2013-2017. Public campaign
2013-2017. Kegiatan kampanye
activities were conducted mostly
publik lebih banyak dilakukan
through exhibitions, one of which was
dalam acara pameran antara lain
The 3 rd International Climate Change
“The 3rd International Climate Change
Education Forum and Expo 2013, where
Education Forum and Expo 2013” di
Teens Go Green team performed in
mana tim Teens Go Green tampil
a theatrical play themed “Water vs
pada pementasan drama dengan
Styrofoam”. The theme was purposefully
tema “Water vs Styrofoam”. Tema ini
selected to raise awareness of the year’s
diambil berkenaan dengan tema Hari
topic of International Day for Biological
Keanekaragaman Hayati Internasional
Biodiversity: “Water and Biodiversity”.
yakni Air dan Keanekaragaman
Hayati.
•
To raise more awareness and expand
public’s support to biodiversity issues,
• Untuk meningkatkan pemahaman
KEHATI regularly conducted exhibitions.
dan memperluas dukungan publik
Along 2013, below were where the
terhadap isu keanekaragaman hayati,
exhibitions took place:
KEHATI secara rutin melakukan
o
Patali Day
kegiatan pameran. Sepanjang tahun
o
Indogreen Expo
2013 KEHATI berpameran dalam
o
Climate Change & Education Forum
acara:
o Patali Day
o Indogreen Expo
o Climate Change & Education Forum
Expo
o P e k a n L i n g k u n g a n H i d u p
Indonesia
Expo
o
Indonesia’s Week for the
Environment
o I n d o n e s i a n C o n s u m e r s
Organization (Yayasan Lembaga
Konsumen Indonesia / YLKI)
o I n t e r n a t i o n a l C o n f e r e n c e o n
o YLKI
Biodiversity, Climate Change, and
o I n t e r n a t i o n a l C o n f e r e n c e o n
Food Security
Biodiversity, Climate Change, and
Food Security
o ASEAN Regional Symposium on
Mangrove di Surabaya
o ASEAN Regional Symposium on
Mangrove in Surabaya
o Green Awards, in cooperation with
CIMB Niaga
o Green Awards, CIMB Niaga
o Jakarta Marketing Week Expo
o Jakarta Marketing Week Expo
o Exhibitions held by Indonesia’s
o P a m e r a n d i K e m e n t e r i a n
Ministry of Tourism
Pariwisata
Laporan Tahunan 2013 | An n u a l R e p o r t 2013
105
o BIOCCS 2013 di Bandung
o BIOCCS 2013 in Bandung
o K a l b e J u n i o r S c i e n c e F a i r d i
o K a l b e J u n i o r S c i e n c e F a i r a t
Ecopark, Ancol
o Pameran di Lokakarya UKP4
Ecopark, Ancol, Jakarta
o Exhibitions at UKP4 workshops
• KEHATI berpartisipasi dalam acara
• KEHATI also participated in ASEAN
“ASEAN Regional Symposium on
Regional Symposium on Mangrove
Mangrove” yang diinisiasi oleh JICA
initiated by JICA and the Ministry of
dan Kementerian Kehutanan di
Forestry in Surabaya. In the event, KEHATI
Surabaya. Dalam acara ini KEHATI
held a side event themed “Partnership
menyelenggarakan Side Event
and Funding Opportunity to Support
dengan tema “Partnership and
Mangrove Ecosystem Management and
Funding Opportunity to Support
Conservation in Indonesia”. The event
Mangrove Ecosystem Management and
was funded by Bank Rakyat Indonesia
Conservation in Indonesia”. Acara ini
and was conducted as a cooperative
didanai oleh Bank Rakyat Indonesia
work with Surabaya’s Indonesian
dan dalam pelaksanaannya didukung
Journalist Alliance. Approximately 75
oleh Aliansi Jurnalis Indonesia
participants attended the event, which
Surabaya. Acara dihadiri oleh
presented 3 keynote speakers from
kurang lebih 75 orang peserta dan
KEHATI Foundation and Sumatran
menampilkan 3 orang narasumber
Elephant Foundation (Yayasan Gajah
dari Yayasan KEHATI dan Yayasan
Sumatera / YAGASU).
Gajah Sumatra (YAGASU).
• In 2013, KEHATI conducted a brief
•
Tahun 2013 ini KEHATI membuat
questionnaire on public perception
kuesioner singkat mengenai
concerning biodiversity and KEHATI
persepsi publik keanekaragaman
Foundation. Two key questions in
hayati dan Yayasan KEHATI. Dua
the questionnaire were on “what
pertanyaan kunci mengenai “apa itu
biodiversity is” and “whether or not
keanekaragaman hayati” dan “apakah
you know KEHATI Foundation”. The
Anda mengenal Yayasan KEHATI”
questionnaire was distributed in the
didistribusikan dalam kegiatan
exhibitions held by KEHATI. Up to date,
pameran yang dilakukan KEHATI.
400 results have been collected as the
Hingga saat ini sudah terjaring sekitar
first phase of public survey programme
400 isian kuesioner, dan merupakan
on biodiversity, which would continue in
tahap awal dari kegiatan Survey
2014.
Publik mengenai Keanekaragaman
Hayati yang akan dilakukan KEHATI
pada tahun 2014.
• KEHATI has also been actively involved
in NGO networks for environmental
education and sustainable development
•
KEHATI pada tahun 2013 aktif
education issues. The networks targeted
terlibat dalam jaringan LSM untuk
the establishment of National Report on
isu pendidikan lingkungan dan
106
Laporan Tahunan 2013 | A n n u a l R e p o r t 2 0 1 3
pendidikan untuk pembangunan
Education Programmes for Sustainable
berkelanjutan. Target dari jaringan ini
Development from the Perspective of
adalah membuat Laporan Nasional
Civil Community, which will be issued
Pelaksanaan Pendidikan untuk
in relation to UNESCO Conference on
Pembangunan Berkelanjutan dari
Education for Sustainable Development
Perspektif Masyarakat Sipil yang
in Nagoya, Japan, in October 2014. The
akan disampaikan berkenaan dengan
activities included were:
UNESCO Conference on Education for
o N a t i o n a l C o n f e r e n c e o n
Sustainable Development di Nagoya-
Education for Sustainable
Jepang pada bulan Oktober 2014.
Development in December 2012
Kegiatan yang dilakukan meliputi:
at Ancol, Jakarta
o K o n f e r e n s i N a s i o n a l
Pendidikan
o First workshop on National
untuk
Report composing in Yogyakarta
Pembangunan Berkelanjutan
o First workshop on National
bulan Desember 2012 di Ancol
Report composing in Bali
o W o r k s h o p t a h a p p e r t a m a
o Core team workshop in Bandung
perumusan Laporan Nasional
di Yogyakarta
•
My Earth is My Home (“Bumiku
o W o r k s h o p t a h a p p e r t a m a
Rumahku”) competition was held on
perumusan Laporan Nasional
the implementation of education for
di Bali
sustainable development, on the levels
o Workshop tim kecil di Bandung
of elementary schools and junior high
schools. The competition was initiated
• K o m p e t i s i “ B u m i k u R u m a h k u ”
by WWF Indonesia Foundation, SIDA,
merupakan kompetisi mengenai
KEHATI Foundation and Pandu Pertiwi
pelaksanaan pendidikan untuk
Foundation. The participants were from
pemba ngunan be rkel anj utan di
16 elementary schools and 32 junior
sekolah tingkat dasar dan tingkat
high schools, whereas the winners were
menengah pertama. Kompetisi
5 elementary school groups and 5 junior
ini diinisiasi oleh Yayasan WWF
school groups. These winners were
Indonesia, SIDA, Yayasan KEHATI
then invited to attend the workshop
dan Yayasan Pandu Pertiwi. Peserta
of the same theme in November
kompetisi ada 16 SD dan 32 SMP yang
2013. Workshop activities included
mengirimkan aplikasi. Pemenang dari
discussions, field trips, declaration and
kompetisi ini adalah 5 kelompok SD
city tours.
dan 5 kelompok SMP yang kemudian
diundang untuk menghadiri
Workshop Bumiku Rumahku pada
bulan November 2013. Kegiatan
workshop meliputi diskusi, fieldtrip,
deklarasi, dan wisata kota.
Laporan Tahunan 2013 | An n u a l R e p o r t 2013
107
• T a h u n 2 0 1 3 i n i K E H A T I k e m b a l i
·
2013 was also the year when KEHATI
berpartisipasi dalam acara Festival
participated in Village Festival, initiated
Desa yang diinisiasi oleh Perkumpulan
by Indonesia Shouts Association in its
Indonesia Berseru dalam program
Prosperous Village Alliance programme.
Aliansi Desa Sejahtera. Dalam acara ini
In the event, KEHATI initiated public
KEHATI menginisiasi kegiatan diskusi
discussions themed “Healthy Cafeteria,
publik dengan tema “Kantin Sehat, Murid
Smart Students” with keynote speakers
Cerdas” yang dihadiri narasumber dari
from The National Agency for Food
Badan Pengawas Obat dan Makanan,
and Drug Control (NA-FDC), Indonesian
Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia,
Consumers Organization (YLKI) and
dan Yayasan KEHATI. Acara dihadiri
KEHATI Foundation. Approximately 75
oleh kurang lebih 75 orang peserta dari
participants from academic as well as
kalangan pendidik dan umum. Selain
public society attended the event, which
diskusi, acara juga dimeriahkan dengan
included food safety test by NA-FDC and
kegiatan uji coba keamanan pangan dari
cooking demo by Sahid Tourism College.
BPOM dan demo masak dari STTP Sahid.
• KEHATI also took part in Green Camp
• KEHATI juga berpartisipasi dalam acara
at Cibubur Camping Ground, organized
Kemah Hijau yang diorganisir oleh
by the Ministry of Forestry in November
Kementerian Lingkungan Hidup pada
2013. KEHATI’s educative lecture trained
bulan November di Bumi Perkemahan
more than 100 teachers and boyscout/
Cibubur. Dalam acara ini KEHATI
girlscout mentors from different parts
memberikan edukasi mengenai isu
of Indonesia on the issues of healthy
kantin sehat dan pangan lokal kepada
cafeteria and local food sources.
kurang lebih 100 guru dan Pembina
Pramuka dari berbagai daerah.
• To further publicize the information
on biodiversity among children,
•
108
Untuk memperluas informasi
KEHATI cooperated with SOCA
mengenai keanekaragaman hayati
kepada anak-anak, KEHATI bekerja
sama dengan majalah SOCA dari
kelompok media Sinar Harapan
untuk mengisi artikel mengenai
keanekaragaman hayati dan
profil sekolah dalam program
keanekaragaman hayati terpadu
Sekolah Sobat Bumi. Hingga saat ini
sudah 2 edisi terbitan SOCA yang
memuat materi dari Yayasan KEHATI.
magazine and Sinar Harapan media
group for print articles on biodiversity
and school’s profile related to the
integrated biodiversity programme,
Earth’s Friend School (Sekolah Sobat
Bumi). Up to date, KEHATI Foundation
has published its materials on 2
editions of SOCA magazine.
Laporan Tahunan 2013 | A n n u a l R e p o r t 2 0 1 3
•
Dalam kegiatan penyadartahuan
•
In order to raise more of public’s
publik mengenai keanekaragaman
awareneness of biodiversity, KEHATI
hayati, KEHATI melakukan kegiatan
performed biodiversity socialization
sosialisasi keanekaragaman hayati
activities to Ricci 2 Elementary School
kepada SD Ricci 2 di Bintaro dan
in Bintaro and organized tree planting
mengorganisir acara penanaman
programme at Cibinong Ecopark in
pohon di Ecopark Cibinong dalam
cooperation with Garuda Indonesia
rangkaian program kolaborasi
Airlines and Indonesian Institute
Yayasan KEHATI, Garuda Indonesia,
of Sciences (LIPI). The participants
dan LIPI. Acara penanaman pohon
were approximately 200 students
diikuti oleh kurang lebih 250 siswa
from Benhil 12 State Elementary
SD dari SD Benhil 12, SD Citra Alam,
School, Citra Alam Elementary School,
SD Bantarjati 9 dan SD Ricci 2. Selain
Bantarjati 9 State Elementary School
kegiatan penanaman pohon juga
and Ricci 2 Elementary School.
dilakukan kegiatan edukasi dan
Included in the programme were
presentasi siswa terkait dengan
educative activities and student
penanaman pohon yang mereka
presentations on their tree planting
lakukan.
activity.
Laporan Tahunan 2013 | An n u a l R e p o r t 2013
109
Kegiatan Penggalangan Sumber
Daya sepanjang tahun 2013
meliputi:
Described below were the
activities on Resource
Development throughout 2013:
Penggalangan sumber daya selama tahun
Resource
2013 dibangun dengan mengembangkan
performed
kerja sama dengan beberapa perusahaan
relationships with several national and
swasta nasional dan internasional
international private business enterprises
dalam kerangka pelaksanaan corporate
using the workframes of corporate social
social responsibility (CSR), program
responsibility
kemitraan dan bina lingkungan (PKBL)
assistance and partnership programme
dan donasi. Pada tahun 2013, KEHATI
(PKBL) as well as donations. Also in 2013,
juga mendapatkan kepercayaan dari
KEHATI was trusted by the Ministry of
Kementerian Keuangan Direktorat
Finance’s Directorate of State Securities
Pengelolaan Surat Utang Negara beserta
Management and 20 sales agents of
20 Agen penjual Obligasi Ritel Indonesia
Indonesia’s Official Bond (Obligasi Ritel
(ORI ke-10) untuk mengelola hasil
Indonesia / ORI) to manage the selling profit
keuntungan penjualan ORI-10 melalui
of ORI-10 totaling approximately IDR 1 billion
penanaman mangrove di Pantai Utara
through mangrove planting in Java’s north
dan Pantai Selatan Jawa dengan nilai
coast and south coast areas. In addition,
donasi sekitar Rp 1 miliar. Selain itu,
KEHATI was trusted as one of Pertamina
KEHATI juga mendapat kepercayaan dari
Foundation’s partners that managed Earth’s
Pertamina Foundation sebagai salah satu
Friend School programme, totaling IDR 3.5
mitra yang mengelola Program Sekolah
billion funds. The total amount of funds
Sobat Bumi dengan dana sebesar Rp 3,5
raised in KEHATI’s cooperative partnerships
Development
by
in
developing
(CSR),
2013
was
cooperative
environmental
miliar. Secara keseluruhan di tahun 2013
ini total dana yang tergalang dari kerja
sama KEHATI dengan 14 perusahaan
adalah sebesar Rp 6,6 miliar yang
disajikan dalam tabel di bawah ini.
Tabel 1. Penggalangan sumber daya pada beberapa perusahaan:
No
1
2
3
110
Nomor
Donor
Nama Donor
Judul Program
Alexander Christie Pembuatan 200
alat tagging
Penyu
BRI
ASEAN Mangrove
Conference
BRI
Pelatihan
pengelolaan
mangrove
Jangka
Waktu
1 tahun
Lokasi Program
Jumlah Dana
(Rp)
54.000.000
1 bulan
TN Karimun Jawa
& Alas Purwo
Banyuwangi
Surabaya
1 tahun
Brebes, Indramayu
154.000,000
154.000.000
85.000.000
Laporan Tahunan 2013 | A n n u a l R e p o r t 2 0 1 3
No
Nomor
Donor
Nama Donor
Judul Program
4
BRI
5
Lintasarta
6
Lintasarta
7
Planet Urgence
8
CIMB Niaga
9
PT Chandra Asri
10
Garuda Indonesia
11
Obligasi Ritel
Indonesia kerja
sama dengan
20 agen penjual
ORI (BNI, Bank
Mandiri, BRI, ANZ,
Panin, HSBC, BII,
BJB, Standard
Chartered Bank,
Mandiri Sekuritas,
BCA, dsb)
Penanaman
mangrove di
pantai utara dan
pantai selatan
Jawa
12
Accor Group Hotel
13
Pertamina
Foundation
Penanaman 220
pohon di Ecopark
Cibinong
Sekolah Sobat
Bumi
14
Toyota Motor
Manufacturing
Indonesia
Penanaman
mangrove di Tegal
Penanaman
2500 bambu di
Jatinangor
ASEAN Mangrove
Conference
Marketing
Communication
Trainer
Penanaman
di DAS
Pesanggrahan;
Kebun Raya
Lampung dan
Belitung
Penanaman 5000
mangrove di
Pantura
Lanjutan
penanaman di
Ecopark Cibinong
Pembuatan
assessment taman
kehati di kawasan
pabrik Toyota di
Karawang
Jangka
Waktu
Lokasi Program
Jumlah Dana
(Rp)
1 tahun
Tegal
178.000.000
1 tahun
Jatinangor Jabar
155.000.000
1 bulan
Surabaya
10.000.000
2 minggu Jakarta
10.000.000
1 tahun
Lampung,
Belitung &
Pesanggrahan
Jakarta
590.000.000
1 tahun
Brebes &
Indramayu
50.000.000
1 tahun
Cibinong
765.000.000
1 tahun
Pantura
1 tahun
Cibinong
5 Tahun
6 kota
6 bulan
Karawang
Total
1.001.250.000
22.000.000
3.573.220.000
45.000.000
6.692.470.
000
6.692.470.000
Di samping dalam bentuk penerimaan pendanaan seperti di atas, KEHATI juga menerima
dukungan dalam bentuk in-kind.
Laporan Tahunan 2013 | An n u a l R e p o r t 2013
111
Table 1 – Resource development from business enterprises
No
Nomor
Donor
Company
Programme
Judul Program
Activities
1
Alexander Christie Production of 200
sea turtle tagging
equipments
2
Bank Rakyat
Indonesia (BRI)
Bank Rakyat
Indonesia (BRI)
3
4
Jangka
Duration
Waktu
1 year
Lokasi
Program
Location
Karimun Jawa
National Park
& Alas Purwo,
Banyuwangi
Surabaya
54.000.000
54,000,000
1 year
Brebes, Indramayu
154.000,000
154,000,000
ASEAN Mangrove
Conference
Mangrove
management
training
Mangrove planting
1 month
1 year
Tegal
178.000.000
178,000,000
Planting of 2,500
bamboo trees
ASEAN Mangrove
Conference
Marketing
Communication
Trainer
Planting trees in
Pesanggrahan
watershed areas;
Lampung Botanic
Garden and
Belitung Botanic
Garden
Planting of 5,000
mangrove trees
1 year
155.000.000
155,000,000
1 month
Jatinangor, West
Java
Surabaya
2 weeks
Jakarta
10.000.000
10,000,000
1 year
Pesanggrahan
(Jakarta),
Lampung and
Belitung
590.000.000
590,000,000
1 year
50.000.000
50,000,000
765.000.000
765,000,000
1.001.250.000
1,001,250,000
5
Bank Rakyat
Indonesia (BRI)
Lintasarta
6
Lintasarta
7
Planet Urgence
8
CIMB Niaga
9
PT Chandra Asri
10
Garuda Indonesia
Tree planting
extention at
Cibinong Ecopark
1 year
Brebes and
Indramayu, Java
North Coast
Cibinong
11
Indonesia’s Official
Bond (Obligasi
Ritel Indonesia)
in cooperation
with its 20 sales
agents (BNI, Bank
Mandiri, BRI, ANZ,
Panin Bank, HSBC,
BII, BJB, Standard
Chartered Bank,
Mandiri Sekuritas,
BCA, etc.)
Mangrove planting
in Java North Coast
and South Coast
1 year
Java North Coast
112
Jumlah Dana
Amount in IDR
(Rp)
85.000.000
85,000,000
10.000.000
10,000,000
Laporan Tahunan 2013 | A n n u a l R e p o r t 2 0 1 3
No
Nomor
Donor
Company
12
Accor Group Hotel
13
Pertamina
Foundation
14
Toyota Motor
Manufacturing
Indonesia
Programme
Judul Program
Activities
Planting of 220
trees at Cibinong
Ecopark
Earth’s Friend
School
Development
of biodiversity
park assesment
in Toyota’s
manufacturing site
area
Jangka
Duration
Waktu
Lokasi
Program
Location
1 year
Cibinong
5 year
6 cities
Jumlah Dana
Amount in IDR
(Rp)
22.000.000
22,000,000
3.573.220.000
3,573,220,000
6 months Karawang
Total
45.000.000
45,000,000
6.692.470.
000
6,692,470,000
In addition to the above funding support, KEHATI also received in-kind benefits.
Laporan Tahunan 2013 | An n u a l R e p o r t 2013
113
114
Laporan Tahunan 2013 | A n n u a l R e p o r t 2 0 1 3
XI.
LAPORAN
AUDIT
KEUANGAN
Financial Report
Laporan Tahunan 2013 | An n u a l R e p o r t 2013
115
1.Keuangan
1. Finance
Bagian keuangan secara rutin
KEHATI’s Finance Division regularly releases
menyampaikan beberapa laporan
several financial reports for the use of its
keuangan guna keperluan Rapat Direksi
Board of Directors and Excutive Boards.
dan Pengurus, seperti: laporan realisasi
These financial reports include budget
anggaran (status budget), laporan flow of
status report, cash flow report for each
fund dari beberapa sumber pendanaan,
funding source and KEHATI Foundation’s
dan laporan keuangan KEHATI secara
financial report. Audited 2013 financial
keseluruhan. Laporan keuangan untuk
reports will be published by mass media
tahun buku 2013 yang telah selesai
and on KEHATI’s official website in the near
diaudit akan segera dipublikasikan di
future. The currect activities is upgrading the
media massa dan website KEHATI dalam
accounting system software to be integrated
waktu dekat ini. Upgrade software sistem
to grant management system and resource
pencatatan akuntansi yang terpadu
mobilization, which is in the phase of
dengan sistem pengelolaan hibah dan
financial report general format revision
mobilisasi sumber daya sedang dalam
based in the budget status report. KEHATI
proses perubahan format laporan
is still applying the existing financial report
keuangan secara keseluruhan yang
format and will switch to the new format
disesuaikan dengan laporan status budget
once it is ready for implementation for the
dengan tetap didampingi oleh format
foundation’s upcoming budget status report
laporan keuangan yang lama sampai
and financial report.
dengan format baru tersebut siap untuk
diterapkan dalam penyusunan laporan
keuangan dan laporan status budget
KEHATI.
116
Laporan Tahunan 2013 | A n n u a l R e p o r t 2 0 1 3
2. Laporan Kemajuan Investasi
sampai dengan Desember 2013
• Investasi Endowment Fund di JPMorgan dan Morgan Stanley
Market value endowment fund per 31 Desember 2013 dibanding dengan 31 Desember
2012 adalah sebagai berikut:
Manager Investasi
2012
2013
1. JpMorgan
1.
USD 31,574
USD 34,346
2. Morgan Stanley
2.
USD 15,442,959
USD 15,023,719
3. TFCA
3.
USD 1,000,000
USD 1,000,000
4. Real Estate
4.
USD 500,000
USD 500,000
UDS 16,974,533
UDS 16,558,065
Total
Proses pemindahan sebagian investasi Yayasan KEHATI di JPMorgan ke Morgan
Stanley sejak tahun 2011 masih terus berlangsung di tahun 2013.
2103, Yayasan KEHATI telah menarik sebagian investasinya di Morgan
Selama tahun 2013,
Stanley sebesar USD 1,000,000 (setara dengan Rp 10.327.936.252) untuk membiayai
sebagian biaya program dan umum administrasi.
2. Investment Progress Report up to December 2013
Fund di JPMorgan
danand
Morgan
Stanley
• Investasi Endowment Funding
at JPMorgan
Morgan
Stanley
Endowment fund’s market value per 31 December 2013 compared to that per 31 December
2012 is as follows:
Fund Manager
2012
2013
1. JpMorgan
1.
USD 31,574
USD 34,346
2. Morgan Stanley
2.
USD 15,442,959
USD 15,023,719
3. TFCA
3.
USD 1,000,000
USD 1,000,000
4. Real Estate
4.
USD 500,000
USD 500,000
UDS 16,974,533
UDS 16,558,065
Total
Parts of KEHATI’s investment removal from JPMorgan to Morgan Stanley since 2011 still
continued in 2013.
2103, KEHATI Foundation has withdrawn parts of its investment
Meanwhile throughout 2013,
from Morgan Stanley, amounted USD 1,000,000 (approximately IDR 10,327,936,252), to
fund its programme and administration costs.
Laporan Tahunan 2013 | An n u a l R e p o r t 2013
117
• Reksa dana
· Mutual funds
Perkembangan Reksa Dana
D evelopment of Kehati-Lesta ri
Kehati-Lestari (RDKL) Bahana
Mutual Funds (Reksa Dana Kehati-
Securitas:
Lestari / RDKL) at Bahana Securitas
• Nilai Aset Bersih per unit dalam
Rupiah per 30 Desember 2013:
• Nett Asset Value per unit in IDR
per 30 December 2013: 1,537.09
• Nett Asset Total Value in IDR:
1.537,09
• Nilai Aset Bersih dalam Rupiah:
37,14 milyar
• T i n g k a t p e r t u m b u h a n
37.14 billion
• Year on year investment growth
rate in 2012-2013 was -8.56%,
investasi selama periode 2012
detailed in following portfolio
ke 2013 sebesar -8.56%dengan
composition:
komposisi portofolio sebagai
-
Equities
: 1.42%
berikut:
-
Fixed Income
: 94.63%
-
Cash - equal to Cash :
-
Equities
: 1.42%
-
Fixed Income
: 94.63%
-
Cash-Setara cash :
3.95%
3.95
On 31 December 2013, KEHATI
Per 31 Desember 2013, nilai
Foundation’s investment in RDKL
investasi Yayasan KEHATI di RDKL
amounted IDR 7.703 billion.
adalah sebesar Rp 7,703 milyar.
Along 2013, KEHATI Foundation
Selama tahun 2013, Yayasan
has withdrawn its harvesting
KEHATI telah menarik harvesting
interest from throughout 2012
interest yang diperoleh
amounted IDR 720,817,187 to fund
selama tahun 2012 sebesar
its programme and investment
Rp 720.817.187 untuk membiayai
management costs as well as
sebagian biaya program dan
for the sharing management fee
biaya-biaya yang terkait dengan
payable to PT Bahana Securitas in
pengelolaan investasi Yayasan
the period of 2009-2012 amounted
KEHATI dan sharing management
IDR 809,344,686.
fee dengan PT Bahana Securitas
periode 2009-2012 sebesar
Rp 809.344.686
118
Laporan Tahunan 2013 | A n n u a l R e p o r t 2 0 1 3
· Indeks SRI-KEHATI
Sebagai salah satu upaya
· SRI-KEHATI Index (Indeks SRIKEHATI)
penggalangan sumber dana untuk
One of the resource development efforts
mendukung kelangsungan peran
to support continuous institutional
institusi, pada tahun 2009 telah
roles was SRI-KEHATI Index (Indeks
diiluncurkan Indeks SRI-KEHATI yang
SRI-KEHATI) launched in 2009, which
berhasil mengajak perusahaan-
successfully brought companies to
perusahaan untuk berperilaku
perform more sustainable business
bisnis yang lebih berkelanjutan. Hal
practices. As a side impact, the index
ini sebagai upaya meningkatkan
has raised more awareness and built
kesadaran sekalgus membangun
positive image of KEHATI Foundation
citra Yayasan KEHATI di dunia
in business world. Further, it also
bisnis, juga sebagai tanggung jawab
developed KEHATI’s accountability and
Yayasan KEHATI dalam membangun
transparency in supporting sustainable
akuntabilitas dan transparasi
development and good organizational
dalam mendukung pembangunan
governance.
berkelanjutan dan tata kelola
organisasi yang baik.
Salah satu tanggungjawab Yayasan
KEHATI sebagai pengelola Indeks SRIKEHATI adalah dengan dilakukannya
As the manager in charge of SRI-KEHATI
Index, KEHATI Foundation conducted
regular review to it, twice in a year. In
2013, the review took place in May and
November.
review atas indeks sebanyak 2 kali
Based on the review conducted in May
dalam setahun. Di tahun 2013, review
2013, 2 (two) new private companies,
telah dilakukan pada bulan Mei dan
PT Gajah Tunggal Tbk and PT Garuda
November.
Indonesia (Persero) Tbk joined as
constituents; and 2 (two) existing private
Pada review yang dilakukan di Mei
companies, PT Indocement Tunggal
2013 ada 2 (dua) perusahaan yang
Prakasa Tbk and PT Lippo Karawaci Tbk,
masuk, yaitu PT Gajah Tunggal Tbk
withdrew from the index. Then based
dan PT Garuda Indonesia (Persero)
on the review conducted in November
Tbk, serta 2 (dua) perusahaan yang
2013, there were no changes of the
keluar, yaitu PT Indocement Tunggal
index’s constituents.
Prakasa Tbk dan PT Lippo Karawaci
On 31 July 2013, KEHATI Foundation
Tbk. Pada review yang dilakukan
in cooperation with SWA Magazine
di November 2013 tidak ada
conducted Indonesia Green Company
perubahaan konstituen.
Award for business enterprises
registered in SRI-KEHATI Index (Indeks
Pada tanggal 31 Juli 2013, Yayasan
SRI-KEHATI), in the Appreciation 2013
event at Hotel Shangri-La Jakarta.
Laporan Tahunan 2013 | An n u a l R e p o r t 2013
119
KEHATI bekerjasama dengan Majalah
SWA melakukan penganugerahan
To strengthen the understanding on
Indonesia Green Company Award
SRI-KEHATI Index among the emitents,
kepada perusahaan yang masuk
fund managers, investors, as well as the
dalam Indeks SRI KEHATI, dalam acara
public, the management has performed
Appreciation 2013 yang bertempat di
several initial steps through discussions
Hotel Shangri-La Jakarta
to establish the same perception with
Untuk meningkatkan pemahaman
NGO partners, data provider OWW
Indeks SRI KEHATI kepada emiten
Consultant, and other organizations
bursa, fund manager, investor, dan
that have had adequate understanding
kalangan masyarakat yang lebih luas
on sustainable development issues. It
maka beberapa langkah awal telah
is one of KEHATI’s future plans as well
dilakukan oleh manajemen melalui
to build cooperations with universities
diskusi-diskusi untuk membangun
and other educational institutions
persepsi yang sama dengan
through course or additional subject
mitra LSM, data provider OWW
programmes.
Consultant, dan lembaga lain yang
dianggap memadai yang memiliki
2.1. ISO 9001:2008 Certification
pemahaman tentang masalah
Surveillance-2 was performed by VNZ
pembangunan berkelanjutan. Ke
on 1 October 2013. Consequently,
depan direncanakan juga kerja
on 5 October 2013 KEHATI kept the
sama dengan perguruan tinggi dan
previously acquired ISO 9001:2008
lembaga pendidikan melalui program
certification.
kursus, mata kuliah tambahan, dan
lainnya.
2.1. Sertifikasi ISO 9001:2008
Pada tanggal 1 Oktober 2013 telah
dilakukan surveillance-2 oleh VNZ.
Hasilnya, pada tanggal 5 Oktober
2013 dinyatakan bahwa KEHATI
masih layak memegang sertifikat ISO
9001:2008.
120
Laporan Tahunan 2013 | A n n u a l R e p o r t 2 0 1 3
3. Personalia
3. Human Resource
Pada tahun 2013 dilakukan rekrutmen
Special recruitment opened in 2013 was
searching for the foundation’s Director
of Finance and Communication Officer,
the previous of both had resigned in
early 2013. The selected Communication
Officer, Mr. Rosyid Hakiim, joined the
foundation in April 2013. The selected
Director of Finance, Mr. Indra Gunawan
D. Putra, joined in September 2013.
On the other hand, as the foundation’s
Investment Specialist, Ms. Suzana
Irmawati has signed the work agreement
and would join on 2 Januari 2014.
untuk mengisi posisi Direktur Keuangan
dan Communication Officer yang
mengundurkan diri pada awal tahun
2013. Communication Officer terpilih,
Rosyid Hakiim, sudah bergabung
pada April 2013. Direktur Keuangan
terpilih, Indra Gunawan D. Putra, sudah
bergabung pada September 2013.
Untuk posisi Investment Specialist, Ibu
Suzana Irmawati telah menandatangani
perjanjian kesepakatan kerja, dan akan
mulai bergabung di tanggal 2 Januari
2014.
Program asuransi kesehatan kumpulan
dan jiwa karyawan KEHATI periode 2013
telah dilakukan perpanjangannya pada
bulan Januari 2013, termasuk melakukan
pendaftaran karyawan baru untuk rawat
KEHATI’s staff collective health and life
insurance has been renewed in January
2013, the renewal included registration
of new staff members for hospital care,
surgery and childbirth.
pada bulan September 2013
KEHATI’s office building was also insured
using all risk property insurance, which
covered cases of fire, earthquake,
volcano eruption and tsunami. The
insurance was managed by Allianz
Insurance, and the renewal took place in
September 2013.
4. Pelatihan dan Workshop
4. Training and Workshop
Pada tahun 2013, telah dilaksanakan
To develop the skill and capacity of KEHATI’s
berbagai training dan workshop untuk
staff members, following training and
meningkatkan keterampilan dan
workshops were conducted in 2013:
inap, pembedahan dan melahirkan.
Perpanjangan asuransi kantor KEHATI
(property all risk) termasuk kebakaran,
gempa bumi, letusan gunung berapi dan
tsunami oleh Asuransi Allianz, dilakukan
kapasitas karyawan KEHATI, sebagai
berikut:
a.Training ”IFRS Dynamics 2013 & Beyond:
Impact to Indonesia”, pada Maret 2013
b.Workshop ”Excel for Accounting” pada
Maret 2013
Laporan Tahunan 2013 | An n u a l R e p o r t 2013
a. ”IFRS Dynamics 2013 & Beyond: Impact
to Indonesia” training in March 2013
b. ”Excel for Accounting” workshop in
March 2013
c. ”Penyusunan dan Penyajian Laporan
Keuangan Sesuai PSAK 1, 2, 3, 25”
121
c. W o r k s h o p ” P e n y u s u n a n d a n
(Preparing and Presenting Financial
Penyajian Laporan Keuangan Sesuai
Reports based on Indonesian Financial
PSAK1,2,3,25” pada April 2013
Accounting Standard no. 1, 2, 3, 15)
d.Training ”Policy Paper Writing” pada
Mei 2013
workshop in April 2013
d. ”Policy Paper Writing” training in May
e. Learning Day ”Pelatihan Penulisan
Policy Paper KEHATI” pada Mei 2013
f.Workshop ”Solusi dan Alternatif
Pengelolaan Perkebunan Kelapa
Sawit Berkelanjutan” pada Juni 2013
g. Learning Day ”Conservation Leadership”
pada September 2013
2013
e. Learning Day themed ”Policy Paper
KEHATI Policy Paper Writing Training” in
May 2013
f. ” S o l u t i o n s a n d A l t e r n a t i v e s o f
Sustainable Palm Oil Farming
Management” workshop in June 2013
h. Training ”Wanna be a Trainer” pada
November 2013
g. Learning Day themed ”Conservation
Leadership” in September 2013
h. ”Wanna be A Trainer” training in
5. Teknologi Informasi
November 2013
Di tahun 2013 ini telah dilaksanakan
beberapa perbaikan infrastruktur, sistem,
5. Information Technology (IT)
maupun hardware di KEHATI, dengan
To facilitate conducive work environment
tujuan utama memfasilitasi tersedianya
for its staff, KEHATI had done several
sarana
untuk
improvements in terms of IT infrastructures,
karyawan. Berikut ini adalah beberapa
system and hardwares. Below were several
capaian di area ini;
completed activities in the foundation’s IT
kerja
yang
kondusif
development:
• Infrastruktur:
a.Tersedia dedicated web server yang
• Infrastructures:
di-host oleh PT Charisma Satria
a. Establishment of a dedicated web
dengan kapasitas 2000 GigaByte.
server hosted by PT Charisma
Saat ini telah terpakai 750 GigaByte
Satria, with 2000 GB capacity.
untuk kepentingan website KEHATI
750 GB of it has been used for the
dan TFCA-Kalimantan, web database
websites of KEHATI Foundation and
TFCA-Sumatra, dan webmail KEHATI.
TFCA-Kalimantan, web database
b. Peningkatan
data
kapasitas
server
of TFCA-Sumatra and web mail of
hingga
dapat
KEHATI Foundation.
KEHATI
mengakomodasi 2 server lama
KEHATI
secara
virtual,
b. Expansion of KEHATI’s data server
dan
capacity, in order to virtually
virtualisasi server-server lain di
accommodate the existing 2 (two)
kemudian hari.
data servers and other data servers
in the future.
122
Laporan Tahunan 2013 | A n n u a l R e p o r t 2 0 1 3
3
• Hardware: Replacement of 3 (three)
komputer lama yang dibeli tahun 2006
existing computers that had been used
untuk Admin Umum, Resepsionis, dan
since 2006, for General Administration
Sekretaris.
staff, Reception staff and Secretaries.
•Perangkat
keras:
Penggantian
6. Umum
6. General
Kantor Yayasan KEHATI yang berlokasi
KEHATI Foundation’s office building located
di Jl. Bangka 8 no 3B ini telah dibeli sejak
at Jl. Bangka 8 no. 3B has been in its
tahun 2005. Pemeliharaan rutin selalu kita
ownership since 2005. Regular maintenance
lakukan untuk menjamin kenyamanan
was always performed to ensure staff’s
ruang kerja karyawan, termasuk namun
workplace safety and comfort. The activities
tidak terbatas pada:
included:
• Melakukan perbaikan dan perawatan
• Repair and maintenance of office
sarana dan prasarana kantor sesuai
facilities, in conformity to ISO 9001-2008
dengan jadwal secara rutin untuk
principles applied by the foundation.
menjamin kenyamanan ruang kerja
• Document archive management by
karyawan, sesuai dengan ISO 9001-
outsourced service of PT Santa Fe
2008 yang diterapkan oleh Yayasan
Indonusa. Working contract renewal
KEHATI.
was signed in May 2013.
• M e l a k u k a n
pengelolaan
dokumen KEHATI melalui jasa
penyimpanan dokumen oleh
perusahaan outsourcing (PT. Santa Fe
Indonusa) dan dilakukannya proses
perpanjangan kontrak kerja sama
pada bulan Mei 2013
Laporan Tahunan 2013 | An n u a l R e p o r t 2013
123
124
Laporan Tahunan 2013 | A n n u a l R e p o r t 2 0 1 3
Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia
(Indonesian Biodiversity Foundation)
Statements of Financial Position
December 31, 2013 and 2012
(Figures are Presented in Rupiah, unless Otherwise Stated)
Notes
2013
2012
ASSETS
CURRENT ASSETS
Cash and cash equivalents
Investments in managed funds
Other receivables
Prepaid expenses and advances
3
4
5
6
Total Current Assets
NONCURRENT ASSETS
Property and equipment - net of accumulated
depreciation of Rp 1,962,911,347 and
Rp 1,573,810,026 as of December 31, 2013
and 2012, respectively
Other assets
7
Total Noncurrent Assets
TOTAL ASSETS
58,527,476,813
190,612,472,291
949,405,490
1,287,799,598
32,221,247,371
157,486,016,225
1,448,236,490
2,314,083,484
251,377,154,192
193,469,583,570
4,576,839,794
37,515,000
4,840,094,057
37,515,000
4,614,354,794
4,877,609,057
255,991,508,986
198,347,192,627
35,356,304,781
172,892,787
198,879,118
1,310,907,035
13,672,057,767
277,343,775
314,959,770
474,667,463
37,038,983,721
14,739,028,775
LIABILITIES AND NET ASSETS
LIABILITIES
CURRENT LIABILITIES
Grant payables
Accrued expenses
Taxes payable
Other payables
8
9
10
11
Total Liabilities
NET ASSETS
Donated capital
Fund balances
Temporary restricted
Unrestricted
219,398,400
219,398,400
177,344,129,232
41,388,997,633
180,439,677,725
2,949,087,727
Total Net Assets
218,952,525,265
183,608,163,852
TOTAL LIABILITIES AND NET ASSETS
255,991,508,986
198,347,192,627
See accompanying notes to financial statements which are an integral part of the financial statements.
Laporan Tahunan 2013 | An n u a l R e p o r t 2013
-1-
125
Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia
(Indonesian Biodiversity Foundation)
Statements of Activities
For the Years Ended December 31, 2013 and 2012
(Figures are Presented in Rupiah, unless Otherwise Stated)
2013
Notes
Revenues
Contributions from donors
Gain (loss) from investments - net
Management fees
Bank interest earned
Others
12
13
Temporary Restricted
Unrestricted
Total
2012
90,884,708,612
1,166,693,077
2,039,094,611
164,455,731
43,512,997,340
158,417,758
63,404,246
2,393,780,786
91,049,164,343
43,512,997,340
158,417,758
1,230,097,323
4,432,875,397
72,608,816,246
26,538,599,882
143,480,761
508,703,730
5,374,022,344
94,090,496,300
46,293,055,861
140,383,552,161
105,173,622,963
73,987,451,439
13,342,165,418
9,915,215,308
400,020,000
3,063,085,656
4,497,314,082
74,387,471,439
16,405,251,074
14,412,529,390
49,349,959,347
14,271,130,889
12,411,910,284
Total expenses
97,244,832,165
7,960,419,738
105,205,251,903
76,033,000,520
Changes in fund balance
(3,154,335,865)
38,332,636,123
35,178,300,258
29,140,622,443
180,439,677,725
58,787,372
2,949,087,727
107,273,783
183,388,765,452
166,061,155
154,251,952,213
(3,809,204)
177,344,129,232
41,388,997,633
218,733,126,865
183,388,765,452
Total revenues
Expenses
Program grants
Facilitation
General and administrative
Fund balance at the beginning of the year
Corrections
Fund balance at the end of the year
14
15
16
17
See accompanying notes to financial statements which are an integral part of the financial statements.
126
-2-
Laporan Tahunan 2013 | A n n u a l R e p o r t 2 0 1 3
Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia
(Indonesian Biodiversity Foundation)
Statements of Cash Flows
For the Years Ended December 31, 2013 and 2012
(Figures are Presented in Rupiah, unless Otherwise Stated)
2013
2012
CASH FLOWS FROM OPERATING ACTIVITIES
Cash receipts from donors
Cash receipts from special events and donations
Bank interest received
Cash for programs and operations
91,049,164,343
3,711,998,210
1,230,097,323
(81,372,269,437)
72,608,816,246
4,173,862,354
508,703,729
(73,079,011,217)
14,618,990,439
4,212,371,112
Proceeds from withdrawal of investments in managed funds
Proceeds from sale of investments in managed funds
Acquisitions of property and equipment
11,808,034,980
5,051,081
(125,847,058)
9,484,700,000
182,489,955
(403,999,348)
Net Cash Provided by Investing Activities
11,687,239,003
9,263,190,607
NET INCREASE IN CASH AND CASH EQUIVALENTS
26,306,229,442
13,475,561,719
CASH AND CASH EQUIVALENTS AT THE BEGINNING
OF THE YEAR
32,221,247,371
18,745,685,652
CASH AND CASH EQUIVALENTS AT THE END OF THE YEAR
58,527,476,813
32,221,247,371
3,593,608,774
1,620,814,009
35,604,300,496
(1,176,201,515)
3,870,475,576
-
2,869,094,967
1,528,566,014
9,587,871,170
(1,056,065,792)
13,609,133,523
(3,785,167)
Net Cash Provided by Operating Activities
CASH FLOWS FROM INVESTING ACTIVITIES
SUPPLEMENTAL DISCLOSURES
NONCASH ACTIVITIES:
Increase (decrease) in investments in managed funds due to:
Reinvested interest
Reinvested dividends
Foreign exchange difference
Custodian fees
Increase in fair value of investments
Loss on write-off of property and equipment
See accompanying notes to financial statements which are an integral part of the financial statements.
Laporan Tahunan 2013 | An n u a l R e p o r t 2013
127
-3-
128
Laporan Tahunan 2013 | A n n u a l R e p o r t 2 0 1 3
XII.
LAMPIRAN
Attachments
Laporan Tahunan 2013 | An n u a l R e p o r t 2013
129
i. Daftar Mitra Yayasan KEHATI
2013
1. Yayasan Saung Angklung Udjo
i. List of KEHATI Partners of 2013
1. Saung Angklung Udjo Foundation
(Yayasan Saung Angklung Udjo)
Pelestarian 6000 bambu untuk
Conservation of 6,000 bamboo trees
konservasi dan peningkatan ekonomi
for community welfare development in
masyarakat Jawa Barat.
West Java.
Nilai: Rp 330.000.000
Funds: IDR 330,000,000
2. Kelompok Transformasi Organik
2. P u p u a n T a b a n a n O r g a n i c
Pupuan Tabanan
Transformation Group (Kelompok
Pelestarian 4000 bambu tabah untuk
Transformasi Organik Pupuan
konservasi dan peningkatan ekonomi
Tabanan)
masyarakat Bali.
Conservation of 4,000 tabah
Nilai: Rp 299.000.000
bamboo trees for community welfare
development in Bali.
3. Transformasi Hijau
Funds: IDR 299,000,000
Rehabilitasi karang – berkebun
terumbu karang.
Nilai: Rp 100.000.000
3. Green Transformation (Transformasi
Hijau)
Coral reef rehabilitation and farming.
4. Komunitas Ciliwung Condet
Funds: IDR 100,000,000
Pelestarian bambu untuk rehabilitasi
DAS Ciliwung.
Nilai: Rp 87.000.000
4. Ciliwung Condet Community Group
(Komunitas Ciliwung Condet)
Bamboo conservation for Ciliwung River
5. Bumdes Pandan Harum
Pemberdayaan kelompok wanita tani
watershed area rehabilitation.
Funds: IDR 87,000,000
melalui pengolahan porang. Sebuah
program peningkatan nilai jual dan
5. P a n d a n H a r u m V i l l a g e B u s i n e s s
ekonomi masyarakat desa hutan.
Enterprise (BUMD Pandan Harum)
Nilai: Rp 35.000.000
Woman farmer group empowerment
through porang processing to raise its
market value and develop village forest
community’s welfare.
Funds: IDR 35,000,000
130
Laporan Tahunan 2013 | A n n u a l R e p o r t 2 0 1 3
6. Sangihe Independence Community
6. K o m u n i t a s M a n d i r i S a n g i h e
(Komunitas Mandiri Sangihe /
(KOMASA)
KOMASA)
Program membangun model
Development of sustainable small island
ketahanan pulau-pulau kecil melalui
models through conservation and
pelestarian dan pemanfaatan
utilization of sustainable biodiversity.
keanekaragaman hayati
Funds: IDR 230,305,000
berkelanjutan.
Nilai: Rp 230.305.000
7. Indonesia Canopy Foundation (Yayasan
Kanopi Indonesia)
7. Yayasan Kanopi Indonesia
Mangrove conservation in Pasir Mendit
Konservasi mangrove kawasan pesisir
coastal area.
Pasir Mendit.
Funds: IDR 100,800,000
Nilai Rp 100.800.000
8. LabSocio Sociology Observation Centre
8. LabSosio Pusat Kajian Sosiologi
(LabSocio Pusat Kajian Sosiologi)
Evaluasi program Green Corridor
Evaluation on Green Corridor Initiative
Initiative.
programme.
Nilai: Rp 188.905.000
Funds: IDR 188,905,000
9. Kelompok paguyuban penyelamat
9. S a v i n g T e g a l C i t y E n v i r o n m e n t
lingkungan kota Tegal
Community Group (Kelompok
Merajut sabuk hijau Pantai Tegal
Paguyuban Penyelamat Lingkungan
dengan penanaman mangrove dan
Kota Tegal)
vegetasi pantai.
Creating Tegal coastal green corridor
Nilai: Rp 152.350.000
through mangrove and coastal
vegetation planting.
10.Dewan Pemerhati Kehutanan dan
Funds: IDR 152,350,000
Lingkungan Tatar Sunda
Penyelamatan dan pemanfaatan jenis
10.Ta ta r S u n d a B o a r d o f Ob se rv e r s
bambu sebagai upaya peningkatan
on Forestry and the Environment
ekonom i di tam a n keha ti Kia r a
(Dewan Pemerhati Kehutanan dan
Payung.
Lingkungan Tatar Sunda)
Nilai: Rp 132.000.000
Saving and utilization of various types
of bamboo to develop the economy of
Kiara Payung Biodiversity Park areas’
local community.
Funds: IDR 132,000,000
Laporan Tahunan 2013 | An n u a l R e p o r t 2013
131
11.SD Negeri Bantarjati 9, Bogor
11.Bantarjati 9 State Elementary School,
Pengelolaan keanekaragaman hayati
Bogor
terpadu Sekolah Sobat Bumi melalui
Integrated biodiversity management
pengembangan kebun raya mini
Earth’s Friend School through
sekolah, kantin sehat sekolah, dan
development of school mini botanic
pengolahan sampah sekolah.
garden, healthy cafeteria and waste
Nilai: Rp 80.000.000
processing.
Funds: IDR 80,000,000
12.SD Negeri 003, Balikpapan Selatan
Pengelolaan keanekaragaman hayati
12.State Elementary School 003, South
terpadu Sekolah Sobat Bumi melalui
Balikpapan
pengembangan kebun raya mini
Integrated biodiversity management
sekolah, kantin sehat sekolah, dan
Earth’s Friend School through
pengolahan sampah sekolah.
development of school mini botanic
Nilai: Rp 80.000.000
garden, healthy cafeteria and waste
processing.
13.SD Negeri 4, Metro Timur
Pengelolaan keanekaragaman hayati
terpadu Sekolah Sobat Bumi melalui
pengembangan kebun raya mini
sekolah, kantin sehat sekolah, dan
pengolahan sampah sekolah.
Nilai: Rp 80.000.000
14.SD Negeri 83, Pekanbaru
Pengelolaan keanekaragaman hayati
terpadu Sekolah Sobat Bumi melalui
pengembangan kebun raya mini
sekolah, kantin sehat sekolah, dan
pengolahan sampah sekolah.
Nilai: Rp 80.000.000
Funds: IDR 80,000,000
13.State Elementary School 4, East Metro
Integrated biodiversity management
Earth’s Friend School through
development of school mini botanic
garden, healthy cafeteria and waste
processing.
Funds: IDR 80,000,000
14.State Elementary School 83, Pekanbaru
Integrated biodiversity management
Earth’s Friend School through
development of school mini botanic
garden, healthy cafeteria and waste
processing.
Funds: IDR 80,000,000
132
Laporan Tahunan 2013 | A n n u a l R e p o r t 2 0 1 3
15.SD SN Bendungan Hilir 12 Pagi
15.Bendungan Hilir 12 Elementary School,
Pengelolaan keanekaragaman hayati
Jakarta
terpadu Sekolah Sobat Bumi melalui
Integrated biodiversity management
pengembangan kebun raya mini
Earth’s Friend School through
sekolah, kantin sehat sekolah, dan
development of school mini botanic
pengolahan sampah sekolah.
garden, healthy cafeteria and waste
Nilai: Rp 80.000.000
processing.
Funds: IDR 80,000,000
16.SD Negeri Ungaran 1, Yogyakarta
Pengelolaan keanekaragaman hayati
16.Ungaran 1 State Elementary School,
terpadu Sekolah Sobat Bumi melalui
Yogyakarta
pengembangan kebun raya mini
Integrated biodiversity management
sekolah, kantin sehat sekolah, dan
Earth’s Friend School through
pengolahan sampah sekolah.
development of school mini botanic
Nilai: Rp 80.000.000
garden, healthy cafeteria and waste
processing.
17.Sekolah Citra Alam, Ciganjur
Funds: IDR 80,000,000
Pengelolaan keanekaragaman hayati
terpadu Sekolah Sobat Bumi melalui
17.Citra Alam School, Ciganjur
pengembangan kebun raya mini
Integrated biodiversity management
sekolah, kantin sehat sekolah, dan
Earth’s Friend School through
pengolahan sampah sekolah.
development of school mini botanic
Nilai: Rp 80.000.000
garden, healthy cafeteria and waste
processing.
18.Pusat konservasi tumbuhan Kebun
Funds: IDR 80,000,000
Raya Bogor-LIPI
Pembangunan arboretum asli
18.Indonesian Institute of Sciences Plant
kawasan Botani Jawa Bali Tahap II di
Conservation Centre (Pusat Konservasi
Ecopark LIPI.
Tumbuhan LIPI), Bogor Botanic Garden
Nilai: Rp 247.000.000
Second phase establishment of
arboretum for indigenous plants of
Java-Bali botanical area at LIPI Ecopark.
Funds: IDR 247,000,000
Laporan Tahunan 2013 | An n u a l R e p o r t 2013
133
19.KSM Sari Daun
19.Sari Daun Community Group (KSM Sari
Pembangunan arboretum tumbuhan
Daun)
asli kawasan Botani Jawa-Bali Tahap
Second phase establishment of
II.
arboretum for indigenous plants of
Nilai: Rp 308.000.000
Java-Bali.
Funds: IDR 308,000,000
20.S e k r e t a r i a t b e r s a m a N T T F o o d
Summit Desa Mandiri Pangan menuju
20.East Nusa Tenggara Food Summit
Desa Sejahtera
Secretariat (Sekretariat Bersama NTT
Temu teknologi pada rangkaian
Food Summit)
kegiatan peringatan: Hari Pangan
“From Food Independent Village to
Sedunia tingkat Propinsi NTT.
Prosperous Village” (“Desa Mandiri
Nilai: Rp 5.600.000
Pangan menuju Desa Sejahtera”),
a technology discussion as a part of
21.KSM Mangrove Sari
World Food Day celebration event in the
Pelatihan tata laksana bidudaya
Province of East Nusa Tenggara. Funds:
dan pemanfaatan mangrove untuk
IDR 5,600,000
rehabilitasi pesisir Dukuh Pandan
Sari, Brebes.
Nilai: Rp 146.250.000
21.Mangrove Sari Community Group (KSM
Mangrove Sari)
Mangrove cultivation and utilization
22.SIKLUS
governance training for Pandan Sari
Upaya penyelamatan tanggul
Village coastal area, Brebes.
sungai dan pertambakan dengan
Funds: IDR 146,250,000
penanaman bibit mangrove Desa
Pabean Udik, Indramayu.
Nilai: Rp 50.000.000
22.SIKLUS
Watershed areas area rehabilitation
and embankment through mangrove
23.K e l o m p o k P e d u l i L i n g k u n g a n
seed planting in Pabean Udik Village,
Belitung, Tanjungpandan
Indramayu.
Pengembangan taman kehati flora
Funds: IDR 50,000,000
endemik dan langka di kawasan
hutan Gunung Tajam Batu Mentas,
23.Belitung Environmental Care Group
Belitung.
(Kelompok Peduli Lingkungan
Nilai: Rp 130.000.000
Belitung), Tanjungpandan
Establishment of a biodiversity park
for rare and endemic flowers in the
forest area of Mt. Tajam Batu Mentas,
Belitung.
Funds: IDR 130,000,000
134
Laporan Tahunan 2013 | A n n u a l R e p o r t 2 0 1 3
24.Komunitas Pemuda Desa Air Selumar
24.Air Selumar Village Youth Group
(Arsel)
(Komunitas Pemuda Desa Air
Pengembangan taman kehati di
Selumar)
kawasan Bukit Peramon, Belitung.
Establishment of a biodiversity park in
Nilai: Rp 110.000.000
Bukit Peramon, Belitung.
Funds: IDR 110,000,000
25.Aliansi Petani Padi Lembor (APPEL)
Pengembangan pangan lokal dengan
pertanian berkelanjutan untuk
ketahanan pangan tahun 2013.
Nilai: Rp 28.315.000
Petani Padi Lembor / APPEL)
Local food source development using
sustainable farming for food source
reserve in 2013.
26.Yayasan Leuser Internasional
Pengamanan kawasan strategis Aceh
Selatan – Singkil bagi konservasi
yang berbasis masyarakat secara
berkelanjutan di Propinsi Nanggroe
Aceh Darussalam.
Funds: IDR 28,315,000
26.Leuser Internasional Foundation
(Yayasan Leuser Internasional)
Saving the strategic areas of South
Aceh, Singkil, for community-based
sustainable conservation in Nanggroe
Nilai: Rp 5.307.920.000
Aceh Darussalam.
Funds: IDR 5,307,920,000
27.Institute Green Aceh
Kegiatan konservasi hutan tropis di
Taman Buru Linge Isaq dan sekitarnya
untuk perbaikan fungsi kawasan
konservasi, keanekaragaman
hayati dan peningkatan taraf hidup
masyarakat sekitar hutan.
Nilai: Rp 4.153.390.000
28.P e r k u m p u l a n
25.Lembor Rice Farmer Alliance (Aliansi
27.Green Aceh Institute
Tropical forest conservation on Buru
Linge Isaq Park and its surrounding
areas for rehabilitation of conservatory
area function and biodiversity as well
as developing local community’s living
standards.
Prakarsa
Pengembangan Partisipasi untuk
Funds: IDR 4,153,390,000
28.P e o p l e ’ s P a r t i c i p a t i o n P i o n e e r
Rakyat (PETRA)
Association (Perkumpulan Prakarsa
Program inisiatif konservasi dan
Pengembangan Partisipasi untuk
konektivitas koridor lansekap Hutan
Rakyat / PETRA)
Batang Toru – Taman Nasional
Conservation initiative and landscape
Batang Gadis.
corridor connectivity between Batang
Nilai: Rp 4.372.614.500
Toru Forest and Batang Gadis National
Park.
Funds: IDR 4,372,614,500
Laporan Tahunan 2013 | An n u a l R e p o r t 2013
135
29.Jaringan Kerja Penyelamat Hutan
29.Riau Forest Rescue Project Network
Riau (Jikalahari)
(Jaringan Kerja Penyelamat Hutan
Perlindungan jangka panjang dan
Riau / Jikalahari)
pengelolaan secara efektif lansekap
Long-term protection and effective
Kerumutan – Semenanjung Kampar –
landscape management in Kerumutan,
Senepis dan ekosistemnya.
Kampar Peninsula, Senepis and their
Nilai: Rp 4.953.485.000
ecosystems.
Funds: IDR 4,953,485,000
30.Komunitas Konservasi Indonesia –
WARSI
30.W A R S I I n d o n e s i a C o n s e r v a t i o n
Mempertahankan tutupan hutan
Community (Komunitas Konservasi
tersisa pada lansekap ekosistem
Indonesia WARSI)
TNKS untuk menjamin kelestarian
Preserving the existing forest landscape
keragaman hayati, mendukung
in the ecosystems of Kerinci Seblat
kehidupan komunitas lokal serta
National Park to ensure sustainable
menjadikannya salah satu wilayah
biodiversity availability, support local
utama keragaman hayati yang
community living, and enhance the
penting di Sumatra.
area as a significant biodiversity area in
Nilai: Rp 4.504.330.300
Sumatra.
Funds: IDR 4,504,330,300
31.Yayasan Ekosistem Lestari
Penyelamatan ekosistem hutan
31.Sustainable Ecosystem Foundation
rawa gambut Tripa-Babahrot melalui
(Yayasan Ekosistem Lestari)
upaya penetapan kawasan lindung
Conservation of the Rawa Gambut
di luar kawasan hutan dan restorasi
Tripa-Babahrot ecosystems by
dengan pendekatan multipihak.
establishing a non-forest protection
Nilai: Rp 4.996.795.000
zone and through multi-party and
participative restoration efforts.
32.Konsorsium Orangutan Information
Funds: IDR 4,996,795,000
Centre
Pengembangan kolaborasi
32.Consortium Orangutan Information
konservasi dan perlindungan
Centre
kawasan ekosistem Leuser berbasis
Collaboration in efforts of conserving
masyarakat pada Blok Karo-Langkat
and protecting the Leuser Region,
di Sumatra Utara.
applying a community-based approach
Nilai: Rp 5.251.014.500
in Blok Karo-Langkat, North Sumatra.
Funds: IDR 5,251,014,500
136
Laporan Tahunan 2013 | A n n u a l R e p o r t 2 0 1 3
33.Yayasan Kirekat Indonesia
33.Kirekat Indonesia Foundation (Yayasan
Ekosistem Siberut Lestari: Menuju
Kirekat Indonesia)
Sinergi Pengelolaan Kawasan Antara
Sustainable ecosystem of Siberut:
Masyarakat dan Pemerintah.
Towards the Synergy of Land
Nilai: Rp 3.757.180.000
Management by the Community and
the Government.
34.Yayasan Taman Nasional Tesso Nilo
Funds: IDR 3,757,180,000
Perlindungan ekosistem Tesso Nilo
melalui peningkatan kapasitas,
34.Tesso Nilo National Park Foundation
perlindungan dan pemantapan serta
(Yayasan Taman Nasional Tesso Nilo)
pemanfaatan jasa lingkungan.
Protection of the Tesso Nilo ecosystems
Nilai: Rp 4.774.355.000
through capacity-building initiatives,
regional conservation and utilization,
35.Konsorsium Bukit Tigapuluh
Program perlindungan dan
and utilization of ecosystem services.
Funds: IDR 4,774,355,000
pengelolaan Bukit Tiga Puluh dan
koridor Bukit Batabuh, Propinsi Riau,
35.Consortium Bukit Tigapuluh
Sumatra.
Conservation and management of Bukit
Nilai: Rp 4.659.380.000
Tigapuluh and Bukit Batabuh Corridors,
in the Province of Riau, Sumatra.
Funds: IDR 4,659,380,000
36.AKAR Network
Penyelamatan ekosistem bentang
36.AKAR Network
alam Taman Nasional Kerinci Seblat
Community-based conservation of the
berbasis masyarakat.
Kerinci Seblat National Park landscape
Nilai: Rp 4.782.180.000
ecosystems.
Funds: IDR 4,782,180,000
37.Konsorsium UNILA-PILI
Mendukung penanganan
37.Consortium UNILA-PILI
perambahan secara komprehensif di
Supporting comprehensive
kawasan TNBBS melalui penguatan
encroachment management in the
pengelolaan TNBBS berbasis resor
TNBBS Region, by strengthening resort-
dan pengembangan jasa ekosistem
based management of TNBBS, and
hutan untuk peningkatan ekonomi
developing forest ecosystem services to
lokal.
improve the local economy.
Nilai: Rp 5.359.610.000
Funds: IDR 5,359,610,000
38.Konsorsium Aliansi Lestari Rimba
Terpadu (ALeRT)
Laporan Tahunan 2013 | An n u a l R e p o r t 2013
38.Consortium Integrated Sustainable
Forest Alliance (Aliansi Lestari Rimba
137
Reforestasi dan perlindungan
Terpadu / ALeRT)
kawasan berbasis masyarakat untuk
Community-based reforestation and
mendukung peningkatan populasi
protection efforts to support the
spesies kunci di Taman Nasional Way
development of key species population
Kambas.
in Way Kambas National Park.
Nilai: Rp 4.779.901.000
Funds: IDR 4,779,901,000
39.Konsorsium Yayasan Badak Indonesia
39.Consortium Indonesia Rhinoceros
(YABI)
Foundation (Yayasan Badak Indonesia
Penyelamatan bentang alam
/ YABI)
Taman Nasional Way Kambas
Saving the landscape of Way Kambas
dan Taman Nasional Bukit Barisan
and South Bukit Barisan National
Selatan bagi perlindungan Badak
Parks for the protection of Sumatran
Sumatra (Dicerorhinus sumatrensis
Rhinoceros (Dicerorhinus sumatrensis
sumatrensis, Fischer, 1814) sebagai
sumatrensis, Fischer, 1814) as a key
spesies kunci konservasi keragaman
species in biodiversity conservation
hayati di Propinsi Lampung berbasis
in the Province of Lampung. The
pemberdayaan masyarakat untuk
community-based efforts were aimed
peningkatan ekonomi.
for developing the local economy.
Nilai: Rp 7.316.387.000
Funds: IDR 7,316,387,000
40.Konsorsium Kota Agung Utara
Penguatan fungsi register 39 Kota
40.Consortium Kota Agung Utara
Agung Utara sebagai bufferzone
Enhancement of Register 39 function
Taman Nasional Bukit Barisan
in Kota Agung Utara as a bufferzone
Selatan (Hulu) dan daerah tangkapan
of South Bukit Barisan National Park
air Waduk Batu Tegi (Hilir) Kabupaten
(upper course) and the catchment area
Tanggamus.
of Batu Tegi Reservoir (lower course) in
Nilai: Rp 4.982.240.120
the town of Tanggamus.
Funds: IDR 4,982,240,120
41.Konservasi Bentang Alam Harimau
Berbak (KoRoar Berbak)
41.H a r i m a u B e r b a k L a n d s c a p e
Pelestarian habitat dan populasi Conservation (Konservasi Bentang
Harimau Sumatra di bentang alam
Alam Harimau Berbak / KoRoar
ekosistem Berbak.
Berbak)
Nilai: Rp 5.248.925.000
Conservation of Sumatran tiger
population and habitat in Berbak area
ecosystems.
Funds: IDR 5,248,925,000
138
Laporan Tahunan 2013 | A n n u a l R e p o r t 2 0 1 3
42.Konsorsium Ulayat
42.Consortium Ulayat
Pengembangan koridor TNBBS-
TNBBS-TNKS Corridor development
TNKS melalui skema pengelolaan
through sustainable forest ecosystem
ekosistem hutan berkelanjutan.
management schemes.
Nilai: Rp 4.812.715.200
Funds: IDR 4,812,715,200
43.Yayasan Kehutanan Masyarakat
43.I n d o n e s i a C o m m u n i t y F o r e s t r y
Indonesia
Foundation (Yayasan Kehutanan
Mengawal Revisi UU 5/1990 berbasis
Masyarakat Indonesia)
pengetahuan dan pengalaman para
Supervising the revision of Law no.
pihak di Sumatra.
5/1990 based on multiparty knowledge
Nilai: Rp 1.310.150.000
and experiences in Sumatra.
Funds: IDR 1,310,150,000
44.Yayasan CARITAS PSE KAM
Proyek perlindungan dan pelestarian 44.CARITAS PSE KAM Foundation (Yayasan
kawasan lansekap hutan Dolok
CARITAS PSE KAM)
Pinapan, Dolok Pontas, Dolok Siguling
Protection and conservation projects
Ari dan Barus Barat berdasarkan
in Dolok Pinapan, Dolok Pontas, Dolok
pengelolaan ekosistem hutan serta
Siguling Ari dan West Barus landscape
pengembangan ekonomi masyarakat
areas based on forest ecosystem
berkelanjutan.
management principles to improve the
Nilai: Rp 5.152.622.500
sustainable local economy.
45.Konsorsium Padhi
Funds: IDR 5,152,622,500
Kegiatan konservasi hutan tropis di
Cagar Alam Jantho, Kabupaten Aceh
45.Consortium Padhi
Besar, Pidie, dan sekitarnya untuk
Tropical forest conservation efforts in
perbaikan fungsi kawasan konservasi.
Jantho Conservatory Park, Aceh Besar,
Nilai: Rp 4.809.953.000
Pidie, and its surrounding areas for
conservatory area improvement.
46.Konsorsium Genesis
Funds: IDR 4,809,953,000
Penyusunan kebijakan untuk
mendorong implementasi Perpres
46.Consortium Genesis
No. 13 Tahun 2012 tentang Tata
Policy development to enhance
Ruang Pulau Sumatra di Kabupaten
the implementation of Presidential
Mukomuko, Propinsi Bengkulu.
Regulation no. 13 of 2012 concerning
Nilai: Rp 1.302.060.000
Sumatra land use plan in the town of
Mukomuko, Province of Bengkulu.
Funds: IDR 1,302,060,000
Laporan Tahunan 2013 | An n u a l R e p o r t 2013
139
47.K o n s o r s i u m S u m a t r a R a i n f o r e s t
47.C o n s o r t i u m S u m a t r a R a i n f o r e s t
Institute
Institute
Penguatan efektifitas perlindungan
Enhancement of effective landscape
bentang alam Taman Nasional
protection in Batang Gadis National
Batang Gadis – Cagar Alam Rimbo
Park and Rimbo Panti Conservatory
Panti melalui pelibatan pemerintah,
Park through the participative
masyarakat dan swasta.
involvement of the government,
Nilai: Rp 6.916.550.000
local community and private sector
businesses.
48.Java Learning Centre (JAVLEC)
Funds: IDR 6,916,550,000
Program SVLK (Sertifikat Verifikasi
Legalitas Kayu).
Nilai: Rp 2.236.052.575
48.Java Learning Centre (JAVLEC)
Timber Legality Verification Certification
(SVLK) Programme.
49.Sumatra Sustainable Support
Funds: IDR 2,236,052,575
Program SVLK (Sertifikat Verifikasi
Legalitas Kayu).
Nilai: Rp 1.190.504.700
50.Forest Watch Indonesia
Program SVLK (Sertifikat Verifikasi
Legalitas Kayu).
Nilai: Rp 489.240.000
51.Aliansi Relawan untuk Penyelamatan
Alam (ARuPA)
Program SVLK (Sertifikat Verifikasi
Legalitas Kayu).
Nilai: Rp 498.280.186
52.Yayasan Paramitra Jawa Timur
Program SVLK (Sertifikat Verifikasi
Legalitas Kayu).
Nilai: Rp 166.100.000
49.Sumatera Sustainable Support Timber
Legality Verification Certification (SVLK)
Programme.Funds: IDR 1,190,504,700
50.F o r e s t W a t c h I n d o n e s i a T i m b e r
Legality Verification Certification (SVLK)
Programme.
Funds: IDR 489,240,000
51.Volunteer Alliance for Saving the
Nature (Aliansi Relawan untuk
Penyelamatan Alam / ARuPA)Timber
Legality Verification Certification (SVLK)
Programme.
Funds: IDR 498,280,186
52.P a r a m i t r a F o u n d a t i o n ( Y a y a s a n
Paramitra), East Java
Timber Legality Verification Certification
(SVLK) Programme.
Funds: IDR 166,100,000
140
Laporan Tahunan 2013 | A n n u a l R e p o r t 2 0 1 3
53.POLIGG
53.POLIGG
Program SVLK (Sertifikat Verifikasi
Timber Legality Verification Certification
Legalitas Kayu).
(SVLK) Programme.
Nilai: Rp 149.466.767
Funds: IDR 149,466,767
54.Sulawesi Community Foundation
Program SVLK (Sertifikat Verifikasi
Legalitas Kayu).
Nilai: Rp 639.630.000
55.LATIN
Program SVLK (Sertifikat Verifikasi
Legalitas Kayu).
Nilai: Rp 338.775.000
56.Sahabat Timur Indonesia (SATIN)
Program SVLK (Sertifikat Verifikasi
Legalitas Kayu).
Nilai: Rp 87.734.000
57.WISNU
54.Sulawesi Community Foundation
Timber Legality Verification Certification
(SVLK) Programme.
Funds: IDR 639,630,000
55.LATIN
Timber Legality Verification Certification
(SVLK) Programme.
Funds: IDR 338,775,000
56.Friends of East Indonesia (Sahabat
Timur Indonesia / SATIN)
Timber Legality Verification Certification
(SVLK) Programme.
Funds: IDR 87,734,000
57.WISNU
Program SVLK (Sertifikat Verifikasi
Timber Legality Verification Certification
Legalitas Kayu).
(SVLK) Programme.
Nilai: Rp 395.919.000
Funds: IDR 395,919,000
58.PSP3 – IPB
Program SVLK (Sertifikat Verifikasi
Legalitas Kayu).
Nilai: Rp 412.762.500
58.Centre for Agricultural and Village
Development Research (Pusat Studi
Pembangunan Pertanian dan
Pedesaan / PSP3), Bogor Agricultural
University (IPB)
Timber Legality Verification Certification
(SVLK) Programme.
Funds: IDR 412,762,500
Laporan Tahunan 2013 | An n u a l R e p o r t 2013
141
142
Laporan Tahunan 2013 | A n n u a l R e p o r t 2 0 1 3
Laporan Tahunan 2013 | An n u a l R e p o r t 2013
143
iii. Daftar Publikasi yang Didukung KEHATI
1. Warta KEHATI ed. Mar-Mei 2013
1. Warta KEHATI ed. Mar-Mei 2013
2. Warta KEHATI ed. Jun-Okt 2013
2. Warta KEHATI ed. Jun-Okt 2013
3. Warta KEHATI ed. Nov 2013-Jan 2014
3. Warta KEHATI ed. Nov 2013-Jan 2014
4. Buku “Buluh Berjuta Manfaat”
4. Buku “Buluh Berjuta Manfaat”
5. Buku “Jejak Langkah Mengawal Martabat Kayu Nusantara”
5.
Buku “Jejak Langkah Mengawal Martabat Kayu Nusantara”
iii. List of Publications Supported by KEHATI Foundation
1. KEHATI Newsletter, edition Mar-May 2013
2. KEHATI Newsletter, edition Jun-Oct 2013
3. KEHATI Newsletter, edition Nov 2013 – Jan 2014
4. “Buluh Berjuta Manfaat” (Millions of Stem Benefits) book
5. “Jejak Langkah Mengawal Martabat Kayu Nusantara” (Footsteps of The Journey of
Indonesian Timber Dignity) book
144
Laporan Tahunan 2013 | A n n u a l R e p o r t 2 0 1 3
LAMPIRAN
III/ Attachments III
Dewan Pembina, Pengawas, Pengurus, Komite dan Manajemen
Struktur
Organisasi Yayasan Kehati 2013-2017
Governing Board, Oversight Committee, Executive Board, Executive
Committee and Management of KEHATI Foundation
PEMBINA
Ismid Hadad
(Ketua)
Benjamin
Setiawan
Emil Salim
Erna
Witoelar
A.R.Ramly
Martha Tilaar
Arthur
J. Hanson
Amanda
Katili-Niode
Hariadi
Kartodihardjo
Bondan
Winarno
Garin
Nugroho
PENGAWAS
Amir
Abadi Jusuf
(Ketua)
Gunarni
Soeworo
Laporan Tahunan 2013 | An n u a l R e p o r t 2013
Francis
X. Wahono
Chandra
Kirana
Mas Achmad
Daniri
145
PENGURUS
Suzy
Hutomo
(Ketua)
Suzanty Sitorus
(Wakil Ketua/
Sekretaris)
Nana Suparna
(Wakil
Bendahara)
Sangkot
Marzuki
Endang
Sukara
Setijati D.
Sastrapradja
KOMITE INVESTASI & S.R.I
D. Cyril Noerhadi
(Ketua)
146
Okkie A.T.
Monterie
Michael
T. Tjoajadi
Gunarni
Soeworo
D.E. Setijoso
Laporan Tahunan 2013 | A n n u a l R e p o r t 2 0 1 3
KOMITE PENGGALANGAN SUMBER DAYA
& S.R.I
A.A. Pranatadjaja
(Ketua)
Micha el
T. Tjoaj adi
Dedy
S. Panigoro
Adila
Soewarmo
MANAJEMEN
M.S. Sembiring
Direktur Eksekutif
Arnold Sitompul
Direktur Program
Raudatul J. Suraya
Direktur Komunikasi dan
Penggalangan Sumber Daya
Samedi
Direktur TFCA Sumatera
Laporan Tahunan 2013 | An n u a l R e p o r t 2013
Indra G Putra
Direktur Keuangan
dan Administrasi
Diah Rahardjo
Direktur MFP II
Puspa D. Liman
Direktur TFCA
Kalimantan
147
NOTES
148
Laporan Tahunan 2013 | A n n u a l R e p o r t 2 0 1 3
NOTES
Laporan Tahunan 2013 | An n u a l R e p o r t 2013
149
NOTES
150
Laporan Tahunan 2013 | A n n u a l R e p o r t 2 0 1 3
Laporan Tahunan 2013 | An n u a l R e p o r t 2013
151
152
Laporan Tahunan 2013 | A n n u a l R e p o r t 2 0 1 3