proses desain permata simprug residence

Transcription

proses desain permata simprug residence
PROSES DESAIN PERMATA SIMPRUG RESIDENCE
(Studi Kasus : Proyek Permata Simprug Residence PT Megatika International)
Manlian Ronald1. Inke Prima Diyarni A2, Junus Tjandra
Abstract
People do need space to live. The greater amount of people live the more land is needed to build the house,
and the higher price it will be. Highrise apartment is the answer to solve this problem. It's not easy to design
such a vertical housing. Security, social interaction, utility, transportation, are some of the important aspects
as well as the horizontal housing can easily provide. But we can't think horizontally anymore. Like it or not,
in the future there will be many highrise apartments in the city skyline.
Jakarta as a big city and the Capital of Indonesia do face this problem. The Permata Simprug Residences is
one of the answer to solve this problem. Located in the South of Jakarta, this highrise apartment will try to
fulfill people needs for living by transforming their needs into such a vertical housing design.
Key words : design, highrise, apartment
Abstrak
Manusia sangat memerlukan ruang dan tempat untuk tinggal. Pada umumnya, manusia tinggal dan
membangun rumah di atas tanah, dan semakin lama nilai tanah akan semakin meningkat. Untuk menjawab
hal ini, diperlukan bangunan tinggi apartemen. Tidak mudah dalam mendisain hunian secara vertikal.
Keamanan, interaksi sosial, utilitas, transportasi menjadi hal yang perlu dipertimbangkan dalam desain. Kita
tidak dapat berfikir untuk bangunan horisontal terusmenerus. Untuk di masa mendatang, hunian akan
berkembang secara vertikal.
Jakarta sebagai kota besar dan ibu kota indonesia juga menghadapi masalah seperti di atas. Permata Simprug
akan mencoba menjawab permasalahan di atas. Dengan berlokasi di Jakarta Selatan, apartemen ini akan
menjawab kebutuhan untuk tinggal dalam desain hunian vertikal.
Kata kunci: desain, bangunan tinggi, apartemen
LATAR BELAKANG
Gedung tinggi atau highrise memiliki berbagai batasan. Menurut Dinas P2K,
gedung tinggi adalah bangunan dengan tujuh lapis atau lebih. Dalam Perda Nomor 7
Tahun 1975 tentang Bangunan Dalam Wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta, gedung
tinggi atau bangunan tinggi adalah bangunan yang mempunyai ketinggian lebih dari
delapan lapis. Sedangkan dalam kegiatan konstruksi, pengertian bangunan tinggi adalah
pencakar langit dengan tinggi bangunan sepuluh lapis4. Dua faktor utama penyebab
tingginya permintaan akan highrise apartemen adalah masalah ekonomi (biaya) dan
1
2
3
4
Dosen Tetap Jurusan Arsitektur - FDTP - Universitas Pelita Harapan
Alaumni Jurusan Arsitektur Universitas Pelita Harapan
Executive Director dan Principal Architect pada PT Megatika International
Seno,Adi.l999. Makalah Pemusatan Kawasan Gedung Tinggi di
Jakarta. http://www.b.or.id/makaIah/fisik/gedung_tinggijakarta
Proses Desain Permata Simprug Residence (Manlian, Inke, Junus)
119
pergeseran budaya5. Saat ini, harga landed houses cukup tinggi sehingga tidak semua
orang mampu membelinya. Perubahan budaya telah mempengaruhi trend tempat tinggal.
Hal ini menyebabkan meningkatnya kebutuhan tempat tinggal di dalam kota.
Proyek apartemen Permata Simprug Residences, adalah salah satu jawaban
terhadap meningkatnya kebutuhan hunian di kota. Proyek yang sebelumnya bernama
Kalimaya Residences, berlokasi di arteri Permata Hijau. Oleh Pemda DKI Jakarta, tata
ruang di kawasan ini memang diperuntukkan bagi wilayah hunian. Di kawasan yang
menghubungkan Jakarta Barat dan Jakarta Selatan ini banyak dijumpai sejumlah
perumahan kelas atas. Tidak hanya landed house, kawasan ini ternyata juga cocok untuk
highrise apartment. Terbukti apartemen - apartemen mewah banyak berdiri di sekitar
lokasi tersebut, antara Iain apartemen Permata Hijau, apartemen Simprug Indah, apartemen
Permata Saphire Regency, apartemen Grand ITC Permata Hijau, dan yang terbaru adalah
The Bellezza dan Somerset Pakuwon Berlian. Hampir seluruh apartemen tersebut
mempunyai tingkat hunian (occupancy rate) yang tinggi.
Sejak lama pula diketahui bahwa hunian - hunian yang berada di kawasan Permata
Hijau banyak menjadi pilihan hunian bagi kalangan ekspatriat yang bekerja dan menetap
di Indonesia, seperti juga kawasan Simprug dan Kebayoran Baru. Dari sisi lokasi kawasan
Permata Hijau juga sangat strategis, mengingat letaknya yang relatif dekat dengan
kawasan bisnis atau Central Business District (CBD) di kawasan Segitiga Emas. Selain
itu, kawasan ini juga terkenal dengan infrastruktur jalan -jalan yang tertata baik dan lebar.
Tanah yang digunakan sebagai sitt untuk proyek Permata Simprug Residences, merupakan
landbank dari PT. Raka Utama sebagai partner dari PT. Agung Podomoro Group (owner).
Kemudian dilakukan penunjukkan secara langsung kepada PT. Megatika International
(konsultan arsitektur), yang memang sering bekerjasama dengan PT. Agung Podomoro
Group dalam menangani beberapa proyek apartemen di Jakarta. Antara lain : apartemen
Gading Mediterania, Palace Mediterania Residence Kemayoran, Sudirman Park,
Mediterania Lagoon Residence, Garden Mediterania 1 dan 2, Marina Mediterania, dan
sebagainya.
RUANG LINGKUP PEMBAHASAN
Pembahasan pada penulisan ini adalah mengenai Desain High Rise Apartment:
Permata Simprug Residences, khususnya pada beberapa plan kerja, yaitu : plan E, G, H, L,
M, P, Q, R, U, V, Y.
APARTEMEN
Beberapa pengertian tentang apartemen :
• A room or suite of rooms to live in; esp. one suite in an apartment house 6
• A set of rooms on one floor of a building used as a separate residence
Schmertz, Mildred F.1981.Apartment,Townhouses,and Condominiums.Third Edition.New York
Mc.Graww-Hill Book Company
6
Neufeldt, Victoria, and Guralnik, David, B.1999. Webster's New World College Dictionary.New York : A
Simon & Schuster Macmillan Company.
120
Jurnal Ilmiah Arsitektur UPH, Vol. 2, No. 2, 2005 : 119 - 136
• Any room in a building usually one of several forming a suite, esp. one that is spacious
and well furnished and used as a living accomodation , offices, etc.
• A room or a set of rooms used as a dwelling and located in a private house , a hotel, or
a building containing only such rooms or suites with necessary passages and halfways:
flat9
• Any room in a building.
• A building made up of individual dwelling units.
• Ruangan-ruangan pada bangunan bertingkat yang digunakan untuk tempat tinggal.10
• Bangunan bertingkat yang terdiri dari ruangan - ruangan yang sama.
• Kamar atau beberapa kamar ( ruangan ) yang diperuntukkan sebagai tempat tinggal,
terdapat di dalam suatu bangunan yang biasanya mempunyai kamar atau ruangan ruangan lain semacam itu.11
Pengelompokan apartemen12
Apartemen dapat dikelompokkan atas:
1)
Berdasarkan sistem kepemilikan
2)
Berdasarkan bentuk massa bangunan
3)
Berdasarkan ketinggian bangunan
4)
Berdasarkan sistem penyusunan lantai
5)
Berdasarkan jumlah kamar tidur
6)
Berdasarkan kelasnya, fasilitas penunjangnya
7)
Berdasarkan standar -standar besaran ruang
8)
Berdasarkan pencapaian vertikal
9.
Berdasarkan pencapaian horizontal
PROYEK PERMATA SIMPRUG RESIDENCE
Konsep Perancangan
Konsep perancangan dititik beratkan pada pemenuhan akan kebutuhan tempat
tinggal dalam bentuk highrise apartment. Ada beberapa panduan untuk mendesain
bangunan secara umum yaitu :13
1.
Shelter dan sekuriti
2.
Sosial kontak yang sesuai
3.
Identifikasi simbolik yang positif
7
Grolier, 1993 .The Grolier International Dictionary,^blume One,Connecticut: Grolier Incorporated.
Collins, English Dictionary: The Authority on Current English, Updated Edition,Bank Of English
9
Websters, Third International Dictionary, 1993. Webster's Third New International Dictionary.
Springfield, Massachusetts : Merriam - Webster Inc.
10
Salim,Peter, dan Salim,Yenny, Kamus Bahasa Indonesia Kontemporer Edisi Pertama
" W.J.S Poerwadarminta. 1993. Kamus Umum Bahasa Indonesia, Jakarta : Balai Pustaka
'" De Chiare, Joseph.,and Koppelman,Lee.1975. Manual of Housing/Planning and Design Criteria.New
Jersey
13
Laurens, Joyce M.2004. Arsitektur dan Perilaku Manusia.Jakarta : PT.Gramedia
Proses Desain Permata Simprug Residence (Manlian, Inke, Junus)
121
4.
5.
Perangkat kerja, kesenangan
Peluang untuk tumbuh dan berkembang
Desain eksterior lebih ditekankan kepada bentuk minimalis karena dianggap
mewakili pasar untuk daerah Jakarta Selatan. Untuk desain ruang terbuka, menekankan
kepada suasana lagoon, yaitu adanya suatu water feature yang menarik berupa fasilitas
bersama, yaitu kolam renang, dan sunken bar, yang terletak di tengah dan dikelilingi oleh
beberapa tower apartemen. Suasana lagoon ini diharapkan dapat memberikan kesejukan di
tengah hiruk pikuknya suasana kota Jakarta.
Site berlokasi di pinggir jalan Letjen. Soepono, arteri Permata Hijau, Jakarta
Selatan. Dengan batas - batas site sebagai berikut:
•
Sebelah timur berbatasan dengan kampung, dan mess pegawai PT. Raka Utama
•
Sebelah barat berbatasan dengan tanah kosong
•
Sebelah selatan berbatasan dengan Jl. Letjen Soepono dan Permata Hijau flyover
•
Sebelah utara berbatasan dengan perumahan Permata Hijau
Gambar 1
Peta lokasi site
Jl. Letjen Soepono
Kondisi di dalani site
122
Jl. Kalimaya
Batas site berupa pagar seng yang berbatasan
langsung dengan jalan layang
Jurnal Ilmiah Arsitektur UPH, Vol. 2, No. 2, 2005 : 119 - 136
Gambar 2
Kondisi site secara keseluruhan
Proses Desain
Berikut adalah ringkasan proses desain dari plan A sampai dengan plan Y
1.
Plan A
a.
Terdiri dari 3 tower berderet sejajar vertikal.
b.
Entrance dari Jl. Letjen Soepono ( masih belum diketahui bahwa bagian
depan site tidak mungkin dijadikan entrance)
2.
Plan B
a.
Terdiri dari 7 t berderet sejajar horizontal
b.
Entrance dari Jl. Letjen Soepono ( masih belum diketahui bahwa bagian
depan site tidak mungkin dijadikan entrance)
3.
Plan C
a.
Terdiri dari 5 tower berderet sejajar horizontal
b.
Entrance dari Jl. Letjen Soepono ( masih belum diketahui bahwa bagian
depan site tidak mungkin dijadikan entrance)
4.
Plan D
a.
5 tower, dengan 4 tower pada bagian depan disusun bertrap.
b.
Entrance dari Jl. Kalimaya
5.
Plan E
a.
Susunan massa bangunan sama dengan Plan D, perbedaan terdapat pada
penghitungan efisiensi ruang.
6.
Plan F
a.
Terdiri dari 5 buah tower dengan bentuk yang sama seperti apartemen
Mediterania Lagoon Residences.
7.
Plan G
a.
Terdiri dari 5 buah tower dengan bentuk yang sama seperti apartemen
Mediterania Lagoon Residences.
b.
Terdapat jendela pada bagian dining room.
c.
Balkon menjorok ke luar.
8.
Plan H
a.
Idem dengan Plan G, bedanya bagian bawah dijadikan townhouse, sehingga
terdapat tempat parkir untuk masing - masing unit di townhouse.
9.
Plan I
Desain High Rise Apartment (Manlian, Inke, Junus)
123
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.
21.
22.
23.
24.
25.
a.
b.
Plan J
a.
PlanK
a.
Poin 1 dan 2 sama dengan plan G
Balkon pada bagian hug tidak menjorok ke luar.
Idem dengan plan I, perbedaan terdapat pada penghitungan efisiensi ruang.
Idem dengan plan J, perbedaan
ruang.
terdapat pada penghitungan efisiensi
Plan L
a.
Kembali pada Plan E
PlanM
a.
Konsep lagoon berubah menjadi tower tunggal
Plan N
a.
Idem dengan plan M, perbedaan terdapat pada penghitungan efisiensi
ruang.
PlanO
a.
Terdiri dari 3 buah tower.
Plan P
a.
Plan Q
a.
PlanR
a.
Plan S
a.
Terdiri dari 2 buah tower
Terdiri dari 2 buah tower dengan posisi yang lebih simetri.
Kembali pada plan I
Idem dengan plan R, perbedaan
ruang.
terdapat pada penghitungan efisiensi
Plan T
a.
Idem dengan plan S, perbedaan terdapat pada penghitungan efisiensi
ruang.
PlanV
a.
Pada tower yang berderet, 2 buah tower di bagian tengah posisinya
sejajar.
b.
Entrance pada townhouse menjadi di pinggir.
Plan V
a.
Tower yang tunggal mempunyai bentuk yang berbeda dari sebelumnya.
PtaW
a.
Idem dengan plan V, perbedaan terdapat pada penghitungan efisiensi
ruang.
Plan X
a.
Idem dengan plan W, perbedaan terdapat pada penghitungan efisiensi
ruang.
Plan Y
a.
Terdapat perubahan letak entrance pada tower yang berderet, serta parkir
townhouse.
Selanjutnya akan dibahas beberapa p/arc kerja, yang diamati dan dianalisis penulis .
124
Jurnal Ilmiah Arsitektur UPH, Vol. 2, No. 2, 2005 : 119 - 136
PLANE
Gambar 3
PlanE
Pada plan E, terlihat bahwa apartemen terbagi menjadi lima buah tower, yang
terdiri dari empat buah tower yang berdampingan dan sebuah tower yang berdiri sendiri.
Seluruh bangunan berorientasi arah utara - selatan. Konsep utama yang diterapkan pada
perancangan Plan E dan plan - plan selanjutnya, mengikuti apa yang diterapkan pada
apartemen Mediterania Lagoon Residences, dimana tower apartemen dibuat berderet
mengelilingi sebuah ruang terbuka , dengan suasana lagoon, yang menampilkan water
feature yang menarik. Hanya saja desain tiap unitnya berbeda dengan desain unit
Mediterania Lagoon Residences. Fasilitas bersama berupa kolam renang, terletak di antara
tower - tower apartemen yang berhadapan. Sirkulasi dibuat mengelilingi bangunan.
Tempat parkir disediakan beberapa di atas untuk tamu, dan untuk penghuni disediakan
basement.
Gambar 4
Denah unit tipikal plan E
Hal menarik yang dipelajari pertama kali oleh penulis adalah mengenai sistim
tangga darurat berbentuk scissors, dengan alasan utama agar ruang core yang tersedia
lebih efisien.. Dengan sistim scissors ini, maka masalah tersebut dapat diatasi karena akses
tangga terdiri dari dua buah tangga darurat yang saling menyilang langsung dari lantai ke
lantai tanpa bordes.
Desain High Rise Apartment (Manlian, Inke, Junus)
125
PLANG
U
,M
- ,
Gambar 5
PlanG
Konsep utama yang digunakan pada Plan G sebenarnya masih sama dengan plan plan sebelumnya, yakni konsep lagoon dengan empat tower berderet di satu sisi dan di sisi
lain terdapat sebuah tower. Untuk empat tower yang berderet, diasumsikan 2 tower
tingginya 12 lantai, dan 2 lainnya 16 lantai. Untuk tower yang berdiri sendiri terdiri dari 20
lantai. Yang membedakannya dengan Plan E, kali ini dicoba desain unit apartemennya
benar - benar sama dengan Mediterania Lagoon Residences. Tangga darurat dan lift tidak
lagi terletak di sisi tepi bangunan, melainkan pada core di tengah bangunan. Selain itu
ruang makan, tidak lagi berada di tengah unit, namun pada bagian tower paling kanan dan
paling kiri, ruang makan mempunyai bukaan berupa jendela kaca penuh, sehingga dapat
menjadi bagian yang menarik pada fasade.
IP
U
m
Hfira -
:
s is*
B Is
Mi
•'••If1
B
3 li '
... ,,
Gambar 6
Alternatif tampak
PLANH
Gambar 7
PlanH
126
Jurnal Ilmiah Arsitektur UPH, Vol. 2, No. 2, 2005 : 119 - 136
Pada plan H, terjadi perubahan pada lantai 1 dan 2 pada tower yang berderet,
dijadikan unit townhouse. Alasannya, karena pertimbangan nilai jual yang lebih tinggi.
Misalnya lantai 1 dan 2 dibuat unit apartemen, maka orang akan cenderung memilih unit
pada lantai yang lebih tinggi, karena pertimbangan privasi dan view yang didapat akan
lebih baik. Untuk mengatasi hal tersebut maka diberi "bonus" pada unit di lantai paling
bawah, yakni mendapatkan halaman di bagian belakang. Sehingga pengertian townhouse
di sini sebenarnya adalah apartemen dua lantai yang mempunyai halaman sendiri.
PLANL
,.
Gambar 8
PlanL
Yang terjadi pada plan L, susunan massa kembali seperti pada plan E. Hal ini
berkaitan dengan desain unit apartemen itu sendiri dimana owner kembali merasa bahwa
desain plan E cukup menarik. Namun setelah dipertimbangkan lebih lanjut, ternyata posisi
tangga darurat dan lift yang terdapat pada sisi depan dan belakang tower, justru menjadi
penghalang view. Seharusnya pada bagian tersebut dapat ditempatkan ruangan yang lebih
membutuhkan view, seperti ruang keluarga atau ruang tidur misalnya. Untuk tangga
darurat dan lift sebaiknya diletakkan pada area lain yang tidak menghalangi view.
PLANM
Gambar 9
PlanM
Proses Desain Permata Simprug Residence (Manlian, Inke, Junus)
127
Pada plan M, terjadi perubahan dari konsep lagoon menjadi konsep tower untuk seluruh
bangunan. Hal ini dikarenakan permintaan dari owner, yang menganggap bahwa bentuk
tower yang berderet dengan tangga darurat dan lift pada masing - masing tower, dinilai
kurang efektif, karena jumlah tangga darurat dan lift ,menjadi banyak. Selain itu owner
juga merasa bosan dengan bentuk tower berderet yang sudah sangat sering diterapkan pada
banyak bangunan apartemen dengan nuansa mediterania. Karena itu, dicoba untuk menata
dua buah tower dalam site plan. Masing - masing tower setinggi 24 lantai.
PIJLNY
UUmw^t$BBttt.
Gambar 10
PlanP
Kali ini masing - masing tower terdiri dari 6 buah unit. Permasalahan yang muncul
masih sama dengan plan M, dimana owner menginginkan letak kolam renang berada di
belakang.
Gambar 11
Alternatif Plan P
PLANQ
Gambar 12
PlanQ
128
Jurnal Ilmiah Arsitektur UPH, Vol. 2, No. 2, 2005 : 119 - 136
Pada plan Q, terjadi pergeseran perletakan tower, sehingga terdapat space di bagian
belakang untuk kolam renang. Sirkulasi kendaraan dan parkir tamu terpusat pada bagian
barat site. Dari perbedaan bentuk susunan massa berupa tower yang berdiri sendiri dan
susunan tower yang berkelompok dan membentuk ruang terbuka di tengahnya seperti
bentuk lagoon, ada hal yang dapat dipelajari di sini, yaitu mengenai keamanan pada
highrise apartment. Seperti dikatakan sociologist Oscar Newman (197 ) mengenai Theory
of Defensible Space :
" Dengan teritorialitas yang tinggi akan membantu mengurangi tingkat kriminalitas pada
highrise apartment".
Teritorialitas ini dapat diwujudkan dengan:
1. Membatasi jumlah pintu masuk ke bangunan
2. Mengganti ruang publik terbuka yang besar dan tidak berarti, dengan sebidang tanah
yang kecil namun dapat digunakan dengan baik.
3. Meningkatkan kewaspadaan dari tiap penghuni unit apartemen kepada ruang terbuka
yang ada di bawah.
Sesuai dengan poin 1, maka pada bentuk susunan massa berupa dua buah tower
yang berdiri sendiri, mempunyai jumlah pintu masuk yang lebih sedikit jika dibandingkan
dengan bentuk lagoon, yang mempunyai jumlah tower lebih banyak, sehingga jumlah
pintu masuk pun lebih banyak. Meninjau pada poin 2, jika dilihat, ruang terbuka yang
diciptakan oleh bentuk lagoon lebih luas jika dibandingkan dengan penataan bentuk tower
yang menciptakan ruang - ruang terbuka di beberapa tempat dengan ukuran yang lebih
kecil. Namun bentuk susunan massa sepeixllagoon, menciptakan ruang terbuka di tengah
yang dapat diawasi dengan mudah dari seluruh tower. Jadi, walaupun ruang terbuka yang
tercipta lebih besar, namun dari segi keamanan, pengawasannya akan lebih mudah.
PLANR
..
'
j>
wjuiv.spsJSra
t
Gambar 13
PlanR
14
Ali,Mir M and Armstrong, Paul J. 1995. Architecture of Tall Biddings, New York : Mc. Graw Hill Inc
Proses Desain Permata Simprug Residence (Manlian, Inke, Junus)
129
Pada plan R, bentuk susunan massa kembali kepada bentuk lagoon. Dengan
pertimbangan, owner tetap menginginkan unit yang ekslusif. Dimana untuk tiap tower
yang terdiri dari 2 buah unit, terdapat 2 buah lift. Sehingga seakan - akan 1 unit punya 1
lift.
Selanjutnya ditemukan permasalahan yang sebenarnya telah menjadi masalah dari
awal, yakni mengenai jumlah lift. Untuk suatu highrise apartment, lift merupakan alat
transportasi vertikal yang sangat vital keberadaannya.
Rumus yang digunakan adalah sebagai berikut15:
N=l%xaxnxT
300 x m
N
a
n
T
h
m
s
T = (2h+4sXn-l) + s(3m + 4)
s
: jumlah lift yang dibutuhkan
: Luas netto per lantai (m2)
: Jumlah lantai
: waktu perjalanan bolak balik (s)
: tinggi lantai ke lantai
: jumlah penumpang per car, untuk apartemen 8 - 1 7 orang
: kecepatan lift dalam mps, untuk apartemen 0.5 - 2 mps
Sehingga perhitungannya adalah :
T = (2h+4s)(n-n + s(3m + 4)
N=l%xaxnxT
s
300 x m
T
=
(2x
3.3+
4.2W18-U
+ 2 (3.15 + 4)
N = l % x 2 0 0 x 18x173,1
2
300 x 15
T
=
173,1s
N = 6200
4500
N = 1,4 = 1 buah lift + 1 lift service
Total diperlukan 2 buah lift. Sehingga jumlah lift yang ada telah memenuhi persyaratan.
PLANV
mxami^mm
,
Gambar 14
PlanU
15
Siahaan, Sahat.2000. Utilitas Bangunan. Jakarta
130
Jurnal Ilmiah Arsitektur UPH, Vol. 2, No. 2, 2005 : 119 - 136
Perubahan yang terjadi pada plan U adalah mengenai pergeseran letak tower pada
susunan tower yang berderet. Dimana pada plan sebelumnya posisi 2 tower yang di tengah
tidak sejajar, sedangkan pada plan U posisi keduanya dibuat sejajar. Hal ini dilakukan
karena pada plan sebelumnya, tower yang paling kanan cukup menghalangi view bagi
ruang tidur dan ruang keluarga yang berada pada tower di sebelah kirinya.
PLANY
Gambar 15
PlanV
Pada plan V, terjadi perubahan bentuk pada tower tunggal. Hal ini dikarenakan
posisinya yang berdiri sendiri, sehingga terkesan lebih eksklusif, sehingga
dipertimbangkan untuk membuat denah yang berbeda dengan 4 tower yang berderet.
Gambar 16
Denah tower tunggal Plan V
Akses servis dibuat langsung menuju ke lift servis, yang secara tidak langsung
membedakan jalur sirkulasi antara pembantu dengan majikan. Di sini sangat jelas adanya
pemisahan antara lift servis dan lift penumpang.
Seperti tertera dalam salah satu poin yang dijelaskan Cooper Marcus dan Hogue
(1977 ) tentang design guidelines untuk highrise family housing :
16
Ali.Mir M and Armstrong, Paul J. 1995. Architecture of Tall Biddings, New York : Mc. Graw Hill Inc
Proses Desain Permata Simprug Residence (Manlian, Inke, Junus)
131
1. Kebutuhan akan transisi yang sensitif dari ruang publik dan semi publik kepada ruang
tinggal yang privat. Sebagai contoh ruangan lobby dan lift dapat mempunyai dampak
yang bagus bagi penyewa.
2. Lift sebaiknya terdiri dari perangkat keras dengan kualitas yang baik sehingga
mengurangi kerusakan akibat keisengan anak - anak.
3. Letak tombol alarm dan tombol penunjuk lantai dapat dijangkau oleh anak usia 6 tahun
ke atas.
4. Lift servis sebaiknya terpisah.
5. Sebaiknya disediakan rak untuk meletakkan paket bagi penghuni.
6. Tersedianya papan informasi di sekitar lift.
PLA NY
Gambar 17
PlanY
Pada Plan Y, entrance untuk tower yang berderet kembali berubah di mana kali ini
entrance dibuat menjadi 2 buah dengan pertimbangan efisiensi. Plan Y merupakan plan
terakhir yang kemudian diangkat untuk diolah menjadi gambar blok plan, beberapa
alternatif untuk denah basement dan tampak pada plan Y ini, yaitu:
1
•letak parfelr
vs tidak
monfungjtinkan
ortod |atvo J-5
A
"etrar jalan 2
.•I .1 J : . . !
•
1*
•Deium terpiktr
ramp untu*
nlssalatl :
"Nrfwi talsn -'
si Si parklr
masih oda yg
S.Sm
* a r a h -wil.
twun ramp
1
diubah agar
pnrk.ir Ipbih
maksininl
i, M
i <f - i f :l
\
•
i
i
TO
'
Cp
,
•
•dfcsei ke (ofoy
Eerinlu keril,
•nennMangkan
1 wriur
"
Gambar 18
Alternatif 1A basement l t . l
132
',
- . :
i,
, . , • • . . "
Gambar 19
Alternatif IB basement lt.l
Jurnal Ilmiah Arsitektur UPH, Vol. 2, No. 2, 2005 : 119 - 136
f SP
P?tSSpS"
dSHMfi
Gambar 20
Alternatif 1C basement It.l
Gambar 21
Alternatif 2C basement lt.2
•
1
<<
''.'<
hill'1
11
\ffe
-.in..
-V..T
PEKMAfA SWPfWC "[JESIDENCe
Gambar 23
Alternattif ID basement It.l
Gambar 22
Alternatif 2C basement lt.2
i
i
Ictal parkir
BHD2
• 92 T 70
= 162
Gambar 24
Alternatif 2D basement lt.2
Proses Desain Permata Simprug Residence (Manlian, Inke, Junus)
133
fw*«4-—I ,
134
Gambar 25
Alternatif tampak 1
Gambar 26
Alternatif tampak 2
KESIMPULAN
Highrise apartment merupakan pilihan tak terelakkan atas meningkatnya
kebutuhan hunian di kota besar. Suka tidak suka, highrise apartment akan menjadi pilihan
rumah masa depan tatkala lahan kosong makin sulit ditemukan dan harga rumah makin
mahal.
Adalah tugas kita sebagai arsitek untuk mendesain apartemen - apartemen tersebut.
Mendesain adalah suatu proses berpikir yang kreatif. Dari pengalaman yang diperoleh,
penulis mendapati bahwa mendesain ternyata bukan hanya di studio. Mendengarkan
pendapat, menulis, merupakan bagian dari thinking process dalam mendesain. Sedangkan
hasil berupa gambar merupakan development dari thinking process tersebut.
5 panduan mendesain bangunan secara umum, yaitu17:
1.
Shelter dan sekuriti
2.
Sosial kontak yang sesuai
3.
Identifikasi simbolik yang positif
4.
Perangkat kerja, kesenangan
5.
Peluang untuk tumbuh dan berkembang
Penulis menyimpulkan tentang hal yang dapat diterapkan dalam mendesain apartemen
adalah mengenai sekuriti, sosial kontak, dan perangkat kerja. Sedangkan untuk identifikasi
simbolik yang positif, hanya diterapkan pada beberapa apartemen saja, misalnya
apartemen mewah seperti Da Vinci. Mengenai peluang untuk tumbuh dan berkembang, hal
inilah yang membedakan hunian vertikal dan horizontal. Dimana sulit untuk melakukan
kegiatan berkembang pada hunian vertikal, karena bentuk yang tipikal dan terbatas.
Jadi, dapat disimpulkan beberapa kriteria yang harus dipenuhi dalam mendesain highrise
apartment yaitu :
1.
Desain tiap ruangan pada tiap unitnya harus memperhatikan standar ukuran besaran
ruang, mempertimbangkan efisiensi sekaligus kenyamanan bagi penggunanya.
2.
Sistem sirkulasi vertikal merupakan bagian yang penting pada bangunan highrise.
Karena itu pengadaan lift, tangga, ekskalator, harus memenuhi persyaratan yang
Laurens, Joyce M.2004. Arsitektur dan Perilaku Manusia.Jakarta : PT.Gramedia
134
Jurnal Ilmiah Arsitektur UPH, Vol. 2, No. 2, 2005 : 119 - 136
3.
4.
5.
6.
7.
ditentukan. Jumlah lantai sangat berpengaruh terhadap pengadaan sirkulasi
vertikal, seperti misalnya dibuat zoning untuk lift dengan menempatkan sky lobby.
Sistem keamanan harus benar - benar memperhatikan masalah keselamatan
pengguna.
Sistem struktur berpengaruh kepada kecepatan pelaksanaan pembangunan.
Memperhatikan sistem utilitas, seperti air, listrik, telepon, serta sistim pembuangan
sampah
Penyediaan ruang publik dan fasilitas bersama sebagai usaha mewujudkan kontak
sosial antar penghuni
Menciptakan suasana yang nyaman di dalam ruangan unit hunian, dengan
pemanfaatan cahaya alami matahari dan angin dengan membuat bukaan - bukaan
seperti jendela, bukaan ventilasi, atau pemanfaatan teknologi penghawaan thermal
untuk pengkondisian udara. Selain itu dapat juga ditambahkan penanaman tanaman
maupun pohon pada bagian luar bangunan, agar dapat memberikan kesegaran,
kesejukan lingkungan dan juga dapat berfungsi sebagai sarana untuk mengurangi
kebisingan kendaraan baik dari dalam maupun dari luar area komplek. (Joseph H.
Abel. 1956.Apartement. Reinhold Publishing Corporation)
DAFTAR PUSTAKA
Ali, Mir. M, Armstrong, Paul J. (1995). "Architecture of Tall Buldings", New York, Mc.
Graw Hill Inc
Collins, "English Dictionary: The Authority on Current English", Updated Edition, Bank
Of English
De Chiare, Joseph, Koppelman, Lee. (1975). "Manual of Housing/Planning and Design
Criteria, New Jersey
Grolier. (1993). "The Grolier International Dictionary", Volume One, Connecticut: Grolier
Joseph H. Abel. 1956.Apartement. Reinhold Publishing Corporation. Incorporated.
Laurens, Joyce M.2004. Arsitektur dan Perilaku Manusia.Jakarta : PT.Gramedia
Neufeldt, Victoria, and Guralnik, David, B.1999. Webster's New World College
Dictionary.New York : A Simon & Schuster Macmillan Company.
Pedoman Detail Teknis Ketatakotaan tentang bangunan tipe tunggal, Dinas Tata Kota
Jakarta
Salim, Peter, Salim,Yenny. "Kamus Bahasa Indonesia Kontemporer", Edisi Pertama
Schmertz, Mildred F.1981.Apartment,Townhouses,and Condominiums.Third Edition.New
York : Mc.Graww-Hill Book Company
Proses Desain Permata Simprug Residence (Manlian, Inke, Junus)
135
Seno,Adi.l999.
Makalah
Pemusatan
Kawasan
Jakarta.http://www.b.or.id/makalah/fisik/gedung_tinggijakarta
Gedung
Tinggi
Siahaan, Sahat.2000. Utilitas Bangunan. Jakarta
Tadjipramana, Christian. 2004. Apartemen dan Town house di Jakarta. Skripsi Teknik
Arsitektur Universitas Bina Nusantara. Jakarta
Websters, Third International Dictionary, 1993. Webster's Third New International
Dictionary. Springfield, Massachusetts : Merriam - Webster Inc.
W.J.S Poerwadarminta. 1993. Kamus Umum Bahasa Indonesia, Jakarta : Balai Pustaka
www .bisnisproperti .com
www.investorindonesia.com
www.kompas.com
www.sinarharapan.co.id
www.thejakartapost.com
136
Jurnal Ilmiah Arsitektur UPH, Vol. 2, No. 2, 2005 : 119 - 136
di
Volume 2 No. 2, Juli 2005
ISSN: 1693-6825
PETUNJUK PENULISAN NASKAH :
PEMASUKAN NASKAH :
•
•
Naskah yang diterima adalah naskah dengan topik lingkungan alam dan binaan/
buatan. Naskah dapat berupa artikel asli (Hasil penelitian sendiri), studi
kepustakaan / tinjauan pustaka, laporan kasus, resensi buku dan komentar pakar
(berisi pendapat seorang pakar tentang artikel asli karya pengarang dalam dan
luar neger)
Naskah dikirim rangkap dua dan dalam format disket, dengan menggunakan
program Microsoft Word., dialamatkan kepada : Sekretariat Jurnal Arsitektur UPH
Tower Lippo Karawaci, Tangerang 15811, Indonesia., Telp : (021) - 5460901,
Fax : (021) - 5460910, atau dikirimkan melalui e-mail, dengan memakai program
Microsoft word ke alamat e-mail: [email protected]
NASKAH:
•
•
•
•
•
•
Naskah diketik pada kertas putih A4 , jenis huruf Times New Roman, ukuran 12
pt (TNR, 12 pt), jarak ketikan 1 spasi, margin minimal 25 mm dan nomor halaman
pada kanan bawah, maksimum 20 halaman.
Ketikan / cetakan hanya pada satu sisi kertas, tidak timbal-balik. Ketikan berisi
urutan : Halaman judul, Abstrak, Teks / Naskah (Untuk laporan hasil penelitian :
Pendahuluan, Metode / Teori, Diskusi, Kesimpulan / Hasil), Catatan dan Daftar
Pustaka. Gambar dan tabel diberi keterangan serta mencantumkan sumbemya.
Dalam naskah tercantum nama penulis, dengan nama instansi tempat dimana
penulis bekerja
Pada bagian bawah ditulis keterangan tentang jenis makalah, misalnya makalah
pernah disajikan dalam diskusi/seminar ilmiah ( tuliskan waktu, tanggal, dan
tempat ) atau makalah berkaitan dengan laporan pendahuluan ( tuliskan judul
artikel).
Abstrak ditulis tidak lebih dari 200 kata, ditulis dalam bahasa Inggris ( bila teks
naskah dalam bahasa Inggris) atau ditulis baik dalam bahasa Inggris dan
Indonesia ( bila teks naskah dalam bahasa Indonesia ) dengan penulisan TNR
ukuran 10 pt. Kata kunci (keywords) dicantumkan pada abstrak yang memuat inti
penulisan
Kepustakaan disusun secara alphabet dan mencantumkan : Nama keluarga dan
inisial penulis. (Tahun penerbitan). "Judul Artikel atau Buku". Judul Jurnal atau
Prosiding, nama editor (jtka ada), nama penerbit, volume dan nomor jurnal atau
kota tempat penerbitan buku dan prosiding, nomor halaman
Jurnal Ilmiah Arsitektur Universitas Pelita Harapan